Analysis Eye

Analysis Eye
Kunci Menuju Dungeon Tundra Desert


__ADS_3

Lein sudah kembali ke Negara Tundra dan saat ini mereka dan seluruh rakyat Negara Tundra sedang mengadakan pesta.


Alder yang memutuskan untuk mengadakan pesta, jadi, jika ada warga yang ingin mengadakan pesta, maka semua biaya akan ditanggung negara.


Terdengar boros, namun masyarakat tidak mempermasalahkan nya karena mereka akhirnya terbebas dari teror Anarchy Order.


...----------------...


Di kediaman Ger dan keluarga nya.


Ger mengadakan jamuan makan malam untuk para anggota pemerintahan dari presiden yang merupakan jabatan tertinggi sampai ke jabatan terendah.


Lein, Liza, dan Octiorb juga ikut dalam perjamuan kali ini karena mereka bertiga adalah kunci utama dalam kemenangan Negara Tundra melawan Anarchy Order.


Ger juga bertanya apakah Isolda membutuhkan makanan, Lein mengatakan kalau Isolda ingin daging dalam jumlah besar.


Ger segera memanggil para pelayan dan para juru masak untuk membuat hidangan daging yang besar untuk Isolda makan.


Perjamuan makan malam selesai pada pukul 10 malam. Lein kembali ke kamar yang sudah disediakan dan bersiap untuk tidur.


*tok tok tok


"Siapa yang datang pada jam segini?" Lein yang sudah berbaring menjadi malas membuka pintu.


Lein duduk di kasur dan menggunakan mana nya untuk membuka pintu. Ternyata, yang datang adalah Alder dan Sefa.


"Hm? Mengapa kalian berdua datang? Ah, silakan masuk." Lein mempersilakan mereka berdua masuk.


"Ada sesuatu yang harus aku bicarakan." Alder dan Sefa masuk lalu Lein menutup pintu dengan mana nya.


Lein menggunakan mana nya lagi untuk membawa dua kursi di sudut ruangan ke sebelah kasur nya untuk Alder dan Sefa duduk.


Setelah Alder dan Sefa duduk, mereka saling memandang satu sama lain dan menganggukkan kepala mereka secara bersamaan juga.


"Hey, ada apa ini? Jangan membuat ku penasaran..." Lein menjadi penasaran setelah melihat perilaku mereka berdua.


"Lein, tolong ambil ini terlebih dahulu lalu buka." Sefa mengejutkan sebuah kotak kayu dari inventory nya dan menyerahkan nya kepada Lein.


"Apa ini?" Lein menerima kotak kayu tersebut dan membuka kotak nya.

__ADS_1


Di dalam kotak kayu yang diberikan oleh Sefa berisi sebuah benda berbentuk silinder yang berwarna abu-abu polos tanpa ornamen apapun.


Lein mengambil benda tersebut dan langsung menganalisa nya karena ia juga tahu kalau mereka berdua tidak mungkin menyerahkan barang yang aneh.


[ analisa berlangsung ]


[ Kunci Dungeon Tundra Desert


rank : -


Sebuah kunci untuk pergi ke Dungeon Tundra Desert ]


"..." Lein menyipitkan matanya setelah membaca hasil analisa.


"Dilihat dari ekspresi mu, sepertinya kamu sudah mengetahui apa fungsi benda itu." Ucap Alder.


"Yah, begitulah. Tapi aku tetap membutuhkan penjelasan kalian." Lein menaruh kembali kunci silinder itu ke dalam kotak.


"Seperti yang sudah kamu tahu, benda berbentuk silinder tersebut adalah kunci untuk masuk ke dalam dunia Tundra Desert."


"Orang luar bisa dengan bebas keluar masuk Tundra Desert dengan menggunakan kunci itu." Alder menjelaskan sedikit.


"Namun, makhluk hidup asli Tundra Desert tidak bisa keluar dari Tundra Desert bahkan jika menggunakan kunci silinder itu." Sefa menambahkan.


"Ya, tepat seperti itu." Angguk Alder dan Sefa.


"Lalu, apa alasan kalian memberikan ini kepada ku? Meskipun aku dan teman-teman ku ingin kembali, kalian bisa membuka pintu dengan kunci ini, tidak perlu menyerahkan nya kepada ku." Lein bertanya alasan mereka berdua menyedihkan kunci Dungeon Tundra Desert.


"Ya, kami juga tahu akan hal itu. Sebenarnya, kami sudah berdiskusi mengenai hal ini sebelum perjamuan dimulai dan sudah mengambil keputusan." Ucap Alder.


"... Baiklah, lanjut." Ucap Lein.


"Kami ingin bekerja sama dengan mu." Sefa berkata dengan nada serius.


"Bekerja sama? Maaf, aku kurang paham maksudnya." Lein memiringkan kepalanya karena kurang paham.


"Kami ingin kamu menggunakan kunci itu untuk membuka sebuah pintu menuju Tundra Desert di suatu tempat yang sudah kamu pilih."


"Lalu kami ingin kamu menjadikan Tundra Desert sebagai objek wisata atau tempat berburu atau apapun itu, yang penting orang luar bisa berkunjung ke sini."

__ADS_1


"Itulah kerja sama yang kami maksud." Jelas Alder.


"Ah, begitu, aku paham. Aku ada dua pertanyaan yang ingin aku ajukan sebelum aku membuat keputusan." Lein menunjukkan dua jari.


"Tentu, silakan." Angguk Alder.


"Pertama, mengapa kalian ingin membuka Dunia Tundra Desert untuk orang luar?" Lein mengajukan pertanyaan pertama.


"Karena kami ingin berdagang dengan orang luar dan kami juga ingin ada area lain yang bisa ditempati di Tundra Desert ini."


"Keinginan ini sudah ada sejak negara ini dibangun. Karena disini hanya ada Ras Gias saja, oleh karena itu saat ini sedang terjadi stagnasi di segala bidang."


"Jadi kami ingin menambah pengetahuan kami untuk mengatasi semua masalah yang ada." Alder menjawab pertanyaan pertama Lein.


"Bagus, aku bisa menerima kerja sama ini. Namun, apa yah akan aku dapatkan jika aku menerima kerja sama ini?" Lein mengajukan pertanyaan kedua.


"Biaya masuk. Kamu bebas menentukan biaya masuk menuju Tundra Desert. Lalu, jika kamu memperkenalkan kita kepada seorang pengusaha, 20% keuntungan akan diberikan untuk mu." Sefa menjawab pertanyaan kedua Lein.


"Tapi kami juga mohon untuk jangan terlalu memasang biaya masuk yang terlalu mahal." Tambah Alder.


"Bagaimana dengan 200.000 FEZ? Jika di ubah menjadi mata uang kalian, maka itu setara dengan gaji sebulan pekerja biasa."


"Namun, untuk tujuan wisata, maka akan ada diskon biaya masuk tergantung seberapa banyak orang yang mendaftar."


"Lalu, jika ada orang yang berpengaruh, aku akan menentukan sesuai dengan pengaruh mereka." Lein mengatakan biaya masuk nya.


"Oh itu ide yang sangat bagus! Tidak perlu berpikir lagi, kami setuju dengan ide itu." Alder dan Sefa mengangguk setuju.


"Bagus, namun mungkin akan butuh waktu karena aku perlu izin untuk dungeon ini dan untuk mempromosikan nya." Ucap Lein.


"Kami juga tahu hal itu, karena membuka dunia baru di dunia mu pasti akan sulit. Namun tidak apa-apa asalkan rencana ini terwujud." Angguk Alder.


"Bagus, selamat bekerja sama." Lein berjabat tangan dengan Alder dan Sefa.


Setelah itu, Sefa mengatakan kalau kontrak kerja sama akan di buat besok pagi karena kerja sama ini sedikit mendadak.


Lalu Alder dan Sefa meninggalkan kamar Lein dan kembali ke kamar mereka sendiri.


"Aku menjadi kaya raya! Hahaha!" Lein tertawa puas karena menjadi kaya raya adalah salah satu impian nya saat ia kecil.

__ADS_1


"Untuk izin nya, aku akan meminta bantuan Presiden Brynn saja. Lalu aku juga akan memberikan dia keuntungan karena tidak mungkin aku meminta bantuan nya secara gratis." Pikir Lein.


Setelah memikirkan banyak hal, Lein kemudian tidur dengan lelap bahkan ia tidur dengan senyuman karena terlalu bahagia.


__ADS_2