Analysis Eye

Analysis Eye
Membeli Banyak Produk di Bazar


__ADS_3

Pada jam 7 pagi, mereka sarapan sederhana hanya dengan sereal karena mereka akan membeli banyak makanan di bazar nanti.


Lalu pada jam 9 pagi, mereka keluar dari hotel dan berjalan kaki menuju lokasi bazar yang berada di pelabuhan dan lokasi nya dekat dengan hotel.


Saat berada di bazar, Liza dan Octiorb segera berpisah dan berlari ke arah yang berlawanan. Kata mereka, mereka ingin membeli banyak makanan yang dijual.


"Bersama?" Tanya Lein kepada Bianca.


"Bersama." Angguk Bianca.


Mereka berdua berjalan ke depan sambil melihat-lihat. Area yang mereka kunjungi pertama adalah area aksesoris buatan orang lokal.


Di bazar ini, ada berbagai macam area mulai dari pakaian, barang sehari-hari, makanan dan minuman, buku, dan barang lainnya.


Area makanan ada di paling ujung tepatnya berada di area yang paling dekat dengan pelabuhan karena banyak bahan laut yang langsung diolah disana.


"Wah.." Bianca tertarik ke suatu kios.


Lein berjalan mendekat dan melihat bahwa itu adalah gelang dan kalung yang disusun dari kerang laut oleh orang lokal.


"Oh nona! Kamu tertarik dengan gelang atau kalung? atau keduanya?" Penjual berkata dengan antusias.


"Aku.." Bianca kesulitan untuk menjawab.


"Oh, apakah ini pacarmu? Wah, pacar mu sangat tampan..." Penjual memuji Lein.


"Haha.." Lein hanya tersenyum canggung.


"Pilihlah apa yang kamu suka." Ucap Lein kepada Bianca.


"Kalau begitu, aku pilih ini dan ini." Bianca langsung memilih.


Pilihan yang pertama adalah sebuah gelang yang disusun dari kerang-kerang laut yang berukuran kecil dan berwarna cantik.


Lalu pilihan kedua adalah sebuah kalung yang memiliki dua kerang yang indah yang mengapit satu mutiara putih di tengah-tengah.


"Baiklah. Berapa total nya nyonya?" Lein mengeluarkan dompet nya.


"Hoho, semuanya jadi 2.000 FEZ anak muda." Penjual menyebutkan harganya.


"Baik, ini." Lein mengeluarkan dua uang kertas pecahan 1.000 FEZ.


"Terimakasih, akan ku ganti uang nya nanti." Ucap Bianca.


"Tidak perlu, ini hanya hal kecil. Sini, biar aku bantu." Lein mengambil kalung nya.

__ADS_1


"Baiklah, tolong..." Bianca berbalik dan mengangkat rambutnya.


Lein kemudian membantu Bianca untuk memasangkan kalung mutiara nya.


"Apakah terlihat bagus?" Bianca menunjukkan nya kepada Lein.


"Hm, sebenarnya kamu yang cantik sehingga kalung mutiara nya tidak memberikan efek apapun." Lein sedikit menggoda Bianca.


"..." Bianca terdiam dengan jawaban Lein dan hanya mendengus saja. Bianca kemudian berjalan duluan disusul oleh Lein.


"Eh, sebentar. Aku melihat jaket yang bagus." Lein berjalan ke kios yang menjual pakaian.


"Bagaimana?" Lein menunjukan jaket yang ia pilih.


Lein memilih sebuah jaket berwarna hitam gelap dengan model kasual dan tidak memiliki tudung di belakang nya.


"Bagus. Tapi..Pakaian yang kamu kenakan saat ini sudah berwarna hitam. Apakah kamu ingin membeli yang berwarna hitam lagi?" Bianca melihat Lein dari atas ke bawah.


Memang, saat ini Lein mengenakan sepatu kasual hitam, celana panjang hitam, kaos pendek hitam dengan tulisan kecil di bagian dada nya.


"Jaket yang kamu pilih sudah bagus, tetapi ganti kaos mu menjadi warna putih. Jika semuanya hitam, kamu akan dianggap sebagai orang yang mencurigakan." Ucap Bianca.


"Baiklah..." Lein juga mengakui bahwa ia tidak pandai memilih pakaian yang cocok.


Selama ini, Lein hanya memakai pakaian yang nyaman dipakai dan terkesan biasa saja tidak bagus dan juga tidak jelek.


Lalu Lein segera mengenakan jaket hitam yang ia pilih sebelumnya. Sekarang, Lein sudah terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya yang berwarna hitam semua.


"Hm, ini baru bagus." Bianca menganggukkan kepalanya.


"Woah, benar." Lein melihat dirinya sendiri di kaca yang disediakan.


Lein memutuskan untuk membeli kedua nya, ia segera membayar ke penjual yang dari tadi tersenyum melihat Lein dan Bianca.


Saat mereka berdua akan pergi ke area buku, mereka bertemu dengan Liza yang sedang mencoba baju juga di kios.


"Liza!" Sapa Lein.


"Oh Lein? Bry- Bianca!" Liza hampir saja menyebut nama Brynn.


"Sedang apa kamu?" Tanya Bianca.


"Mencoba baju. Tetapi aku bingung harus yang gambar apa..." Jawab Liza.


Liza saat ini sedang memegang kaos berwarna putih yang memiliki gambar yang berbeda di masing-masing tangan nya.

__ADS_1


Kaos di tangan kanan Liza memiliki gambar ikan hiu berwarna biru yang lucu sedang membuka mulutnya mencoba untuk mengigit di bagian tengah kaos di depan.


Kaos di tangan kiri Liza memiliki gambar pemandangan laut dan kapal di bagian punggung baju nya. Jadi bagian depan hanya warna putih biasa dan seluruh bagian belakang nya adalah gambar laut dan kapal.


"Mengapa harus memilih? Beli saja dua-duanya." Ucap Lein dengan nada ringan.


"..." Liza dan Bianca menatap Lein dalam-dalam.


"Eh, apa?" Lein menggaruk-garuk bagian belakang kepala nya karena bingung.


"Memilih sesuatu juga merupakan kesenangan dalam berbelanja. Memang mudah jika kita langsung membeli semuanya."


"Namun, jika kita memiliki salah satu, itu artinya kita lebih menyukai sesuatu yang kita pilih dibandingkan dengan yang tidak kita pilih." Ucap Liza.


"Benar apa kata Liza." Bianca menganggukkan kepala nya.


"Ah, seperti itu ya. Maaf, aku tidak tahu.." Ucap Lein.


"Yah, tidak apa-apa, itu bukan masalah besar. Jadi, mana yang lebih bagus?" Liza meminta pendapat Lein.


"Menurutku kamu akan cocok dengan kaos yang ada di tangan kiri mu." Lein menyentuh dagunya.


"Oh, yang pemandangan laut dan kapal ini? Mengapa?" Tanya Liza.


"Karena kaos ini memiliki desain yang sedikit untuk dan itu cocok dengan mu yang memiliki kepribadian ceria dan periang." Jawab Lein dengan jujur.


"Oh, pendapat yang bagus. Baiklah, aku beli ini!" Liza segera membayar kaos itu kepada penjual.


Mereka berjalan menuju area buku sambil berbincang-bincang, namun sebelum memasuki area buku, mereka bertemu dengan Octiorb.


"Kebetulan sekali, tadi Liza, sekarang Octiorb. Hey Oct!" Sapa Lein.


"Oh, Lein." Octiorb berjalan menghampiri mereka.


"Kamu mau kemana?" Tanya Lein.


"Entahlah, hanya lurus ke depan dan mengikuti insting." Octiorb mengangkat kedua bahu nya.


"Insting katamu. Ngomong-ngomong, jubah ini baru?" Lein menyadari bahwa Octiorb memakai jubah.


"Yeah, aku baru saja membeli nya." Angguk Octiorb.


Jubah yang dikenakan Octiorb sekarang adalah sebuah jubah kain seperti jaket namun panjang nya sampai ke lutut kaki.


Dan Octiorb membeli jubah ini yang berwarna abu-abu muda dan cocok sekali dengan kaos nya yang berwarna hitam.

__ADS_1


Mereka berempat kemudian pergi ke area buku bersama karena sudah tidak ada lagi sesuatu yang perlu di beli di area aksesoris dan area pakaian.


__ADS_2