Analysis Eye

Analysis Eye
Kompetisi Bertarung (1)


__ADS_3

Hari kompetisi telah tiba, seluruh mahasiswa dari tahun pertama sampai tahun keempat hadir di arena universitas entah itu untuk menonton atau ikut berkompetisi.


Lein sudah mendaftar di hari-hari sebelumnya, sekarang ia berada di tempat duduk penonton paling belakang. Karena ia memang sedang malas bersosialisasi.


"Tahun pertama?" Suara perempuan terdengar di sebelah kanan Lein.


Lein menoleh ke kanan dan melihat bahwa ada perempuan cantik berambut panjang berwarna merah sedang duduk di sebelah nya.


"Ya, kamu sendiri?" Lein menjawab dan bertanya balik.


"Tahun ketiga." Perempuan itu menjawab..


Setelah itu mereka berdua diam dan tidak mengatakan apa-apa. Suasana menjadi hening namun justru mereka menikmati keheningan itu.


...----------------...


"Selamat pagi semuanya!!" Presiden Brynn naik ke panggung dan memberi salam.


Untuk sekedar informasi, Presiden Brynn selalu mengenakan jubah berwarna hitam bercorak perak yang tidak menampakkan wajah nya.


Suara nya juga ia rubah menjadi suara pria dewasa, oleh karena itu di universitas ini hanya Liza dan Lein yang mengetahui presiden Brynn seperti apa.


"Kompetisi turnamen tahunan universitas dragon heart akan dimulai, kalian pasti bersemangat bukan!? ....."


".... Kalau begitu akan aku umumkan hadiah nya!" Presiden Brynn membacakan hadiah untuk kompetisi turnamen ini.


Peringkat 5 dan 4 akan mendapatkan satu buku skill rank menengah dan sejumlah poin.


Peringkat 3 akan mendapatkan dua buku skill rank menengah dan sejumlah poin.


Peringkat 2 akan mendapatkan satu buku skill rank tinggi dan satu senjata rank tinggi dan sejumlah poin.


Peringkat 1 akan mendapatkan satu buku skill rank tinggi, satu senjata rank tinggi, satu artefak dan sejumlah poin.


"Lalu untuk aturan nya kalian pasti sudah tahu. Kalian bebas menggunakan kekuatan apapun asalkan jangan membunuh lawan atau membuat lawan cacat."


"Lalu tanpa berlama-lama, aku umumkan bahwa kompetisi turnamen tahunan universitas dragon heart tahun ini... Dimulai!!!!"


Bersamaan dengan berakhirnya pidato presiden Brynn, sorak sorai para mahasiswa terdengar di seluruh area. Dan dimulai lah kompetisi turnamen nya.


...----------------...


Tahap pertama kompetisi dimulai, ada 4 Arena kecil untuk pertarungan di tahap pertama ini dengan setiap arena ada 20 orang.


Jadi setiap gelombang akan ada 80 orang yang berkompetisi dan akan menyisakan 20 orang yang masing-masing arena memiliki 5 orang pemenang.


Di tahap pertama ini, para mahasiswa dipisah sesuai angkatan mereka. Tahun pertama dengan tahun pertama, dan seterusnya.


Karena ini masih tahap pertama, keluarga-keluarga besar tidak datang. Karena mereka tidak berminat melihat pertarungan yang kurang menyenangkan.

__ADS_1


...----------------...


"Ah, ini membosankan." Lein bangkit dari tempat duduk nya.


"Mau pergi?" Perempuan berambut merah bertanya.


"Aku akan bertarung setelah ini." Lein menjawab.


"... Semangat." Perempuan itu menyemangati Lein namun dengan nada datar.


"... Terimakasih." Lein berterima kasih


...----------------...


"Huh..." Lein saat ini sedang berdiri di arena menunggu aba-aba dari wasit.


Lein sudah menganalisa semua lawan nya dan yang Lein pikirkan mengenai mereka adalah.... lemah.


Sebenarnya bukan karena lawan-lawan Lein lemah, namun karena Lein nya saja yang terlalu kuat. Oleh karena itu Lein merasa tidak bersemangat.


"Mulai!!!" Wasit memberikan aba-aba.


"Huh?" Lein mengangkat alisnya.


Lein ingin menyelesaikan pertarungan secepat mungkin, namun apa yang Lein lihat sungguh diluar dugaan nya.


Tidak ada yang menyerang atau bahkan mendekati Lein. Mereka semua sibuk bertarung namun mereka mengabaikan Lein.


Jangan tanya mengapa ada kursi pantai, karena Lein selalu membawa barang-barang yang tidak berguna di dalam inventory nya.


Lein kemudian duduk dan memakan camilan keripik sambil menonton lawan-lawannya bertarung. Lein merasakan pengalaman baru disini.


"Ohh!! Ada pemandangan menarik di arena 3!!!" Komentator pertarungan yang bernama Erwin berbicara.


"Wah wah, sepertinya peserta itu sangat santai sekali ya..." Komentator Sabina juga berbicara.


Para penonton tertarik dengan ucapan mereka, lalu para penonton menoleh dan melihat pemandangan yang menarik di arena 3.


Mereka melihat Lein sedang duduk bersantai dan memakan keripik sambil melihat lawan-lawannya bertarung.


Para penonton lalu mengeluarkan ponsel mereka dan merekam pemandangan yang unik ini.


...----------------...


"hm?" Lein melihat ke arah penonton


Kemudian mata Lein terfokus pada perempuan berambut merah tadi yang sedang menatap Lein. Melihat tatapan nya dibalas, perempuan itu menunjukkan senyum.


Lein juga mengangguk dan membalas dengan senyum. Meskipun Lein merasa aneh karena perempuan itu dari tadi tidak tersenyum.

__ADS_1


Lama kelamaan, Lein merasa bosan karena hanya melihat pertarungan. Lein kemudian memikirkan sesuatu yang menarik.


Len menggunakan mana nya untuk menciptakan teknik baru, yaitu benang mana. Benang mana hanya bisa dilihat jika orang melihat dengan mana.


Dan karena semua orang sedang fokus untuk bertarung, maka mereka tidak menyadari bahwa Lein sedang mengganggu mereka.


Lein menggunakan benang mana untuk menjahili mereka. Lein membuat orang jatuh, terpeleset, menggelitik mereka, dan kelakuan lainnya.


Lein menutup mulut nya dengan tangan nya berusaha untuk menyembunyikan tawa nya. Lein menjahili mereka sampai mereka sadar bahwa ada yang aneh.


Mereka menghentikan pertarungan mereka dan mewaspadai satu sama lain. Mereka tidak mencurigai Lein atau tepat nya tidak berani.


Karena tidak ada yang mengaku, mereka kembali bertarung. Bedanya kali ini mereka bertarung dengan rasa kesal dan marah.


Dan Lein merasa ia sudah terlalu lama di arena. Kemudian Lein menggunakan benang mana untuk memanipulasi pertarungan.


Jadi, pertarungan berakhir dengan konyol karena ulah Lein yang iseng. Pemenang dari arena 3 tentu saja Len dan 4 orang lainnya yang Lein tidak kenal.


"Ah.. Arena 3 selesai!! Pemenang sudah ditentukan!!" Wasit mengumumkan bahwa pertarungan di arena 3 telah usai.


Lein tidak memperdulikan sorakan penonton, ia dengan cepat kembali ke tempat duduk yang tadi. Saat kembali, ia melihat bahwa perempuan itu masih ada disana.


"Yo." Lein menyapa lalu duduk disebelah perempuan itu.


"Kerja bagus." Perempuan itu mengangguk dan tersenyum.


"Terimakasih." Lein berterima kasih.


Setelah itu sama seperti sebelumnya, mereka tidak mengatakan apa-apa dan menikmati suasana yang hening dan damai.


...----------------...


Di ruangan khusus untuk menonton kompetisi pertarungan.


"Hah... orang itu..." Liza menepuk dahi nya..


"Hahahaha." Presiden Brynn tertawa melihat perbuatan Lein saat di arena tadi.


"Tapi... teknik apa tadi?" Presiden Brynn penasaran dengan teknik yang Lein gunakan.


"Ah itu, aku tidak tau pasti tapi teknik itu ada kaitannya dengan kontrol mana yang ku ajarkan." Liza menjawab rasa penasaran presiden Brynn.


"!!" Presiden Brynn terkejut.


"Kamu bilang kamu mengajarkan Lein kontrol mana!?" Presiden Brynn tidak percaya.


"Benar kok." Liza mengangguk.


"Kamu ini... Apakah kamu tidak tahu seberapa berharga nya teknik kontrol mana itu!?" Presiden Brynn duduk dengan lemas.

__ADS_1


"Aku tau. Aku mengajarkan Lein teknik itu karena aku juga tahu Lein pasti bisa mempelajari nya, dan benar saja dia bisa." Liza mengambil apel


"Hah..." Presiden Brynn tidak memberikan respon.


__ADS_2