Analysis Eye

Analysis Eye
Dwarf Unim Warbuster si Pengacau


__ADS_3

Lein dan Octiorb berjalan menghampiri Unim yang sedang menendang-nendang meja salah satu kios kecil yang menjual makanan.


"Sial! Mengapa makanan yang kalian jual tidak enak! Kalau tidak enak mengapa kalian berjualan!"


"Dasar rakyat jelata yang tidak tahu diri! Seharusnya kalian membuat makanan yang enak untuk ku yang seorang bangsawan ini!"


Unim berteriak dan terus merusak meja-meja lain yang ada di sekitar nya tidak memedulikan itu milik siapa.


"Oct, kamu yang akan membimbing orang-orang." Bisik Lein kepada Octiorb.


"Aku tahu. Aku tidak akan bisa menahan emosi ku jika aku yang menghentikan babi itu." Octiorb mengangguk.


Babi yang Octiorb maksud itu adalah Unim. Alasan Octiorb memanggil nya babi adalah karena Unim memang mirip seperti itu.


Unim adalah dwarf yang memiliki tinggi badan pendek, selain itu ia memiliki tubuh yang gendut yang menyerupai babi.


Bagaimana tidak? seluruh tubuh nya dipenuhi oleh lemak. Perutnya yang besar bahkan lebih besar dibandingkan dengan wanita hamil.


Unim itu seperti bola berjalan karena semua tubuh nya bulat. Dan penampilan Unim ini tidak lucu, karena ia adalah orang gendut yang jelek.


"Berhenti disana!" Lein mendekati Unim dan berteriak sambil menunjuk ke arah Unim.


"!! Orang-orang yang ada disekitar terkejut dan melihat siapa yang berani menghentikan Unim.


"Hah?" Unim berhenti dan menoleh ke arah Lein.


"Siapa kamu?" Unim tidak mengenali Lein karena tertutup masker dan kacamata.


"Tidak peduli siapa aku, yang penting hentikan tindakan mu yang merugikan orang-orang!!" Teriak Lein.


"Apa? Seorang rakyat jelata berani berteriak dan memerintah aku si bangsawan!?" Unim melebarkan matanya sampai melotot.


"Tidak masalah apa identitas mu! Kalau kamu merugikan orang sudah seharusnya kamu dihukum!" Balas Lein.


...----------------...


"Orang itu sungguh berani, sebaiknya aku merekam nya jika terjadi sesuatu..." Octiorb disisi lain juga melakukan tugas nya.


"Ah kamu benar juga anak muda. Kita memang tidak bisa ikut campur, tetapi setidaknya kita akan memiliki bukti yang cukup." Ucap orang di sebelah Octiorb.


Orang yang ada disebelah Octiorb mengeluarkan ponsel nya dan mulai merekam Lein dan Unim yang sedang berkonflik.


Lalu terjadilah efek domino. Orang-orang yang melihat mereka berdua merekam juga mengeluarkan ponsel mereka dan ikut merekam nya.


Mereka semua berpikir hal yang sama, mereka memang tidak bisa ikut campur namun mereka bisa ikut menangani masalah dengan mengumpulkan bukti.


Jadi hampir semua orang yang sedang melihat Lein dan Unim berkonflik memegang ponsel di tangan mereka masing-masing.


"Bagus, ternyata ini lebih mudah dari dugaan ku." Octiorb tersenyum diam-diam.

__ADS_1


"Bocah, aku sudah selesai dengan tugas ku." Octiorb melapor kepada Lein dengan transmisi suara.


"Sangat cepat? Kerja bagus Oct." Lein terkejut bahwa Octiorb bisa melakukan nya dengan cepat..


"Haha, ini sungguh mudah. Lalu aku akan memantaunya, kamu bisa fokus untuk melakukan tugas mu." Balas Octiorb.


"Haha baiklah, terimakasih Oct." Lein menyeringai dibalik masker nya.


...----------------...


"Baiklah, aku akan segera menyelesaikan ini." Pikir Lein.


"Hentikan tindakan mu itu! Jika kamu adalah seorang bangsawan, lalu mengapa kamu membuat rugi rakyat mu!"


"Seorang bangsawan seharusnya membantu rakyat nya dan menyejahterakan nya! Bukan malah merugikan dan membuat rakyat sedih!"


Ucapan dan gerak tubuh Lein sangat sempurna seolah-olah ia disini bukan sebagai pengawal Abelia melainkan sebagai warga yang ingin menghentikan Unim.


Lein juga diam-diam menyebarkan suara nya dengan menggunakan mana agar terdengar oleh orang-orang yang sedang menonton.


"Diam! Rakyat jelata tidak berhak untuk meminta sesuatu dari bangsawan!" Unim berteriak.


"Hey kalian! Cepat usir orang ini! Dia mengganggu pemandangan!" Unim memerintahkan pengawal nya.


Pengawal Unim ada dua orang, kedua nya adalah pria botak berotot dan mengenakan jas dan kacamata hitam yang merupakan ciri khas seorang pengawal.


"Baik tuan!" Ucap kedua pengawal.


"Tidak! Kamu tidak berhak untuk mengusir ku! Kamu lah yang berbuat ulah disini! Sedangkan aku hanya orang yang menasihati mu!" Lein berpura-pura meronta.


"Sudah kukatakan untuk diam! Hey kalian, cepat bawa orang itu menjauh dari pandangan ku!" Unim berteriak marah kepada kedua pengawal nya.


"Ya!" Kedua pengawal menambah kekuatan mereka.


Lein tersenyum dibalik masker nya. Ia diam-diam menggunakan mana di kedua kaki nya agar kedua pengawal tidak bisa menyeret nya.


"!!" Kedua pengawal merasa bahwa tubuh Lein menjadi berat.


Mereka saling memandang dan mengangguk, mereka menggunakan kekuatan penuh mereka untuk menyeret Lein namun tetap sia-sia.


Terjadi lah pemandangan yang aneh dimana kedua pria botak berotot mencoba menarik seorang pria muda namun pria muda itu tidak bergerak satu milimeter pun.


"Ah dasar kalian juga sama saja! Biarkan aku yang memberi orang ini pelajaran!" Amarah Unim memuncak.


Unim berjalan menghampiri Lein sambil menyisingkan lengan baju nya. Namun tetap kedatangan Unim justru membuat pemandangan menjadi semakin aneh.


Karena perbedaan tinggi dari mereka berdua yang terpaut jauh, dan jika dilihat Unim malah seperti anak kecil yang sedang marah.


"Rasakan pukulan ku!" Unim mengepalkan tinju kanan nya.

__ADS_1


"Dia menggunakan mana." Pikir Lein.


"Ngomong-ngomong, analisa terlebih dahulu." Lein menganalisa Unim.


[ analisa berlangsung ]


[ Unim Warbuster


level : 56


kemampuan : kekuatan otot (B)


Dwarf yang terobsesi dengan cerita masa lalu dan menganggap dirinya sebagai seorang bangsawan ]


"Ho, kemampuan rank B, lumayan. Tapi levelnya rendah! Itu pasti karena gaya hidup nya yang semena-mena."


"Karena dia menggunakan mana, maka akan aku coba skill baru ku."


"Mana Absorb." Ucap Lein didalam hatinya.


Saat pukulan Unim mendarah di perut Lein, mana yang terkandung didalam pukulan Unim seketika langsung terserap oleh tubuh Lein.


"!!" Bahkan Unim sampai bingung mengapa juga bisa terjadi.


"Aku tidak merasakan apapun, apa mungkin ini karena perbedaan level? atau mana nya terlalu lemah? Apapun itu intinya memang karena dia lemah." Pikir Lein.


Meskipun begitu Lein tetap ingat tugas nya. Lein berpura-pura terhempas jauh sedetik setelah ia terkena pukulan Lein.


Lein terhempas sampai menabrak kios lain. Lein berpura-pura batuk keras dan bernapas cepat seolah-olah ia sedang terluka.


"Oh akting yang bagus bocah!' Octiorb kagum dengan akting Lein yang sangat bagus.


"Oh apa yang terjadi!? Apakah Tuan Unim melukai warga sipil!?" Octiorb membantu Lein.


Orang-orang sekitar sadar saat mendengar teriakan Octiorb bahwa Unim telah menyerang dan melukai warga sipil secara terang-terangan.


"Ini gawat bukan?"


"Bukankah ini sudah berlebihan?"


"Tuan Unim menyerang warga sipil!"


"Semuanya! Kita memiliki bukti nya di ponsel kita! Segera unggah video nya ke internet agar mereka semua tahu bahwa Tuan Unim melukai seorang warga sipil!" Octiorb mengatur ritme.


"Benar!" Semua orang berpikir seperti itu.


Mereka segera mengunggah video yang telah mereka rekam tanpa ada editan atau apapun itu ke media sosial mereka masing-masing.


Mereka juga menulis caption yang hampir sama, yaitu bahwa Unim telah menyerang dan melukai warga sipil secara terang-terangan.

__ADS_1


Mereka juga menyuruh pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan juga transparan tanpa ada campur tangan.


"Dengan ini tugas selesai." Pikir Lein dan Octiorb.


__ADS_2