Analysis Eye

Analysis Eye
Lein vs Maya (2)


__ADS_3

"Dragon Language : Ultimate Demonic Power." Lein menggunakan Dragon Language dan Divine Power untuk menggunakan skill ini.


Skill ini bisa membuat Lein memiliki kekuatan penghancur yang sama seperti kekuatan iblis tingkat tinggi.


"Kekuatan Iblis!? Dasar tercela! Bagaimana bisa kamu menggunakan kekuatan iblis yang jahat dan kotor itu!?" Maya berteriak kepada Lein.


"Kekuatan iblis adalah kekuatan kotor? Aku tidak menyangka itu akan keluar dari mulut seorang penjahat." Lein tersenyum sinis.


"Aku memang telah membunuh, namun aku selalu menggunakan darah monster, hanya beberapa kali saja aku menggunakan darah manusia!" Maya masih berteriak kepada Lein.


"Hahaha! Sungguh lucu!" Lein tertawa keras.


"Jika iblis adalah makhluk jahat, berarti malaikat adalah makhluk baik?" Ucap Lein masih tertawa.


"Tentu saja! Meskipun aku bergabung dalam Anarchy Order aku tidak pernah menggunakan kekuatan iblis!" Maya menjadi marah.


"Lalu aku bertanya kepada mu! Jika malaikat adalah makhluk yang bak, mengapa ada malaikat yang jatuh, Lucifer!?" Lein bertanya dengan ekspresi sinis.


"Itu karena dia dihasut oleh iblis!" Maya mengatakan alasan yang tidak masuk akal.


"Hahaha!" Lein tertawa lagi.


"Iblis bukanlah makhluk jahat, iblis adalah makhluk yang bebas!" Teriak Lein dengan ekspresi tertawa.


"Iblis dicap sebagai makhluk jahat karena ada malaikat yang dicap sebagai makhluk baik."


"Jika tidak ada iblis, apakah malaikat masih disebut makhluk baik?"


"Jika kamu hanya melihat berdasarkan pandangan orang lain, bukan pandangan mu, kamu akan tersesat."


"Dan jika iblis adalah makhluk jahat, mengapa malaikat tidak melenyapkan ras iblis?" Lein bertanya pertanyaan yang kritis.


"..." Maya hanya bisa memendam amarah nya, karena ucapan Lein memang sangat benar.


"Sudahi basa-basi nya, ayo kita bertarung sampai salah satu diantara kita mati!" Lein maju dengan kecepatan tinggi.


"Blood Manipulation : Blood Wall." Maya membuat tembok darah di depan nya untuk menangkis serangan Lein.


"Argh!" Maya melihat bahwa pisau terbang milik Lein melukai punggung nya.


"Sepertinya kamu melemah karena emosi mu huh?" Lein agak kecewa.


"Diam!" Maya marah.


"Blood Manipulation : World in Blood." Maya mengeluarkan skill yang sangat besar.


Maya membuat ruangan ini dipenuhi oleh darah, di lantai, dinding, atap bahkan di celah-celah terkecil Maya selimuti dengan darah.


"Kamu tidak akan mengerti apa yang sudah aku rasakan!" Maya berteriak.


"Blood Manipulation : Blood Sword." Maya membuat pedang dari darah.


"Benar, dan kamu juga tidak akan bisa merasakan apa yang sudah aku rasakan." Lein hanya menjawab nya dengan tenang.

__ADS_1


"Berhentilah memaksakan seseorang untuk mengerti perasaan mu." Lein juga mengeluarkan satu katana nya.


Tidak ada suara benturan saat mereka saling beradu pedang, karena pedang Maya adalah pedang yang terbuat dari darah.


"Kamu!!" Maya menebas Lein dan juga mengendalikan darah disekitar nya untuk menyerang Lein.


Serangan Maya tidak berbentuk dan juga tidak beraturan, serangan Maya yang penting adalah melukai atau bahkan membunuh Lein saja.


Dan itu juga membuat Lein kesulitan karena tidak ada pola serangan yang jelas dalam serangan Maya.


"Isolda, tolong ya." Lein berkomunikasi dengan Isolda.


"Baik. Time Field." Isolda menggunakan skill yang diberikan oleh Lein.


Isolda juga mengendalikan skill nya agar pergerakan Maya menjadi lambat dan pergerakan Lein menjadi cepat.


"!!" Maya menyadari bahwa pergerakan nya melambat.


"Sihir waktu!" Maya menatap mata Lein.


"Kekeke." Lein menyeringai.


"Gaya kedua : Tebasan gelombang laut." Lein menggunakan teknik yang sudah lama tidak ia gunakan.


Meskipun kekuatan serangan nya menjadi lemah karena ia hanya menggunakan satu pedang, namun dengan buff dari Isolda, ini sudah cukup.


Maya membuat tembok darah, kali ini ia membuat tembok di sekeliling nya agar tidak terkena serangan pisau terbang milik Lein.


"Dragon Dance : Gravity Puncture." Lein mendekati Maya dan menusuk tembok darah nya.


"Dragon Dance : Gravity Slash." Lein menebas Maya dengan tebasan gravitasi.


"Blood Manipulation : Blood Clone." Maya membuat klon Darah di pojok ruangan.


"Blood Manipulation : Exchange." Kemudian Maya bertukar tempat dengan klon nya.


Sehingga serangan tebasan gravitasi yang Lein lancarkan mengenai klon Maya, bukan diri nya yang asli.


"Cih, ini merepotkan." Lein mendecakkan lidah nya.


"Aku sudah menganalisa cara membunuh Maya, namun hasilnya tidak mungkin." Lein menyipitkan matanya.


"Tunggu dulu, bagaimana bisa aku begitu bodoh?" Lein merasa dirinya bodoh.


"Bukankah aku sudah memberikan saran kepada Enya dan Jonas sebelumnya bahwa level bukan berarti segalanya." Lein kesal dengan dirinya sendiri.


"Darah yang kental bisa larut jika bertemu dengan air yang murni, kalau begitu analisa berapa persen aku akan menang jika aku menghilangkan darah nya dengan air murni." Lein menyeringai.


[ analisa berlangsung ]


[ 97% ]


"Kekeke, ahh aku sungguh bodoh..." Lein menghela napas dan tertawa jahat.

__ADS_1


"Maya adalah pengguna manipulasi darah yang sangat kuat, namun dia salah bertemu lawan, karena aku adalah sang pengguna jantung naga yang bisa menggunakan semua jenis elemen!" Pikir Lein.


Lein membatalkan skill Ultimate Demonic Power dan ia merenggangkan tubuh nya yang kaku karena terlalu banyak bergerak.


"!?" Maya bingung mengapa Lein membatalkan skill nya.


"Apa yang coba ia lakukan? Apakah ia bodoh? Tidak, ia pasti sedang merencanakan sesuatu." Maya berpikir cepat.


Kemudian Maya mengendalikan darah nya sama seperti sebelumnya, dimana ia akan menyerang Lein dari segala arah tanpa ada pola nya.


Serangan tanpa pola juga menguntungkan jika berada di tangan yang tepat, karena itu akan membuat musuh kesulitan.


Musuh yang pintar akan dengan cepat menganalisa pola serangan lawan nya, namun jika serangan tersebut tidak memiliki pola, maka musuh akan berusaha untuk keluar dari serangan itu.


"Dragon Language : Ocean of Holy Water." Lein menggunakan Dragon Language dan Divine Power untuk menggunakan skill ini.


Kemudian muncul lah air yang sangat banyak yang bercampur dengan darah milik Maya.


"Sial! Berapa banyak elemen yang bisa ia kendalikan!?" Maya sangat terkejut dengan kemunculan air yang tiba-tiba.


"Tunggu dulu... Ini... Air Suci!?" Maya membelalakkan matanya karena ia merasakan ada kekuatan suci di dalam air ini.


Kemudian darah milik Maya yang bercampur dengan air suci menjadi larut dan perlahan-lahan menghilang.


"Dragon Language dan Divine Power memang sangat hebat." Ucap Lein melihat Maya tidak memiliki darah lagi untuk ia kendalikan.


Tubuh Maya gemetar, ia tidak menerima bahwa ia akan kalah semudah ini dari seorang remaja yang baru saja membangkitkan kemampuan nya.


"Mengapa! Mengapa aku kalah!" Maya berteriak seperti orang gila.


"Ahh, pasti karena kamu adalah jelmaan iblis! Kamu menggunakan trik murahan yang kotor untuk mengalahkan ku!" Maya melihat Lein


"...." Wajah Lein hanya menunjukkan ekspresi tenang tanpa reaksi.


Lein berjalan perlahan-lahan sambil menyeret katana nya, katana nya mengeluarkan suara dan percikan api saat Lein seret.


"Dasar rendahan! Serangga! Iblis!" Maya terus-terusan mengumpat.


"Selamat tinggal." Lein sudah dekat dan kemudian memenggal kepala Maya.


Maya mati dengan mata dan mulut yang terbuka lebar, karena Maya hanya mengumpat bahkan saat Lein akan membunuh nya.


Lein sebenarnya ingin menggali informasi mengenai Anarchy Order dari mulut Maya, namun niat itu ia urungkan.


Karena kondisi Maya yang sudah gila karena kalah dan ia hanya terus-terusan mengumpat, oleh karena itu akan sia-sia bertanya kepada nya.


Saat Lein ingin mengambil barang-barang dari inventory Maya, sebuah portal terbentuk di sebelah tubuh Maya.


Kemudian muncul seorang wanita berambut hitam yang keluar dari portal itu dan mengambil tubuh Maya.


Wanita itu berambut panjang berwarna hitam pekat, dengan wajah cantik, tegas namun tenang, dan aura yang mendominasi.


Namun Lein tidak mengagumi wanita itu, Lein membelalakkan matanya tidak percaya siapa yang telah ia lihat.

__ADS_1


Lein tidak melupakan wajah wanita itu, karena wanita itu adalah...


__ADS_2