
Sekarang adalah hari keempat, seperti sebelumnya, setelah serangan Gallclaw, tidak ada lagi monster yang mengancam.
Saat ini sedang malam hari, Vin mengatakan kepada Lein dan Liza bahwa mereka akan sampai ke Benua Dwarf besok saat siang hari.
Saat mereka semua berpikir bahwa perjalanan akan damai-damai saja, sebuah guncangan terjadi dari dasar laut.
Lein dan yang lain nya segera keluar dari kapal dan melihat sekitar apakah ada monster yang menyerang atau bahaya lain nya.
Namun, mereka tidak melihat apapun yang menyerang kapal mereka. Setelah saling memandang dan akan kembali ke dalam kapal, air laut dibelakang kapal mereka meluap.
Mereka segera menjadi waspada lagi dan melakukan kuda-kuda bersiap untuk menyerang karena mereka merasakan tekanan yang mengerikan dari air yang meluap itu.
"Ini... Tidak mungkin kan..." Ucap salah satu orang.
"Ada apa!? Apakah kamu melihat sesuatu!?" Tanya orang lain.
"Ah..." Orang itu akan menjawab namun sepertinya tidak perlu.
Karena penyebab air yang meluap itu adalah seekor monster dan monster yang muncul dari sana berukuran sangat besar.
Ekspresi wajah orang-orang yang melihat monster itu menjadi pucat seperti mayat karena ketakutan.
Lein juga bisa merasakan tekanan yang tidak masuk akal yang dikeluarkan oleh monster itu.
Monster itu berbentuk gurita dengan besar ukuran yang tidak masuk akal. Kulit monster itu berwarna abu-abu pucat.
Ia memiliki dua mata yang bersinar terang yang terlihat menyeramkan dan mencekam di dalam gelap nya malam.
Kemudian setelah monster itu menampakkan kepala nya, muncullah puluhan tentakel yang sangat besar dan juga panjang.
Bahkan dengan melihat nya saja, orang-orang bisa tahu kalau monster di depan mereka memiliki tingkat bahaya yang diluar nalar.
"Analisa!" Lein segera menganalisa monster itu.
[ analisa berlangsung ]
[ Kraken 'Globsys'
level : 242
skill : ??
Seekor monster gurita yang memiliki tingkat bahaya yang sangat besar dan memiliki kecerdasan setara dengan manusia berumur 10 tahun ]
"Sial... Kraken..." Lein juga memiliki ekspresi wajah yang pucat.
Liza yang sekarang memiliki level 167 juga memiliki ekspresi wajah pucat karena ketakutan saat melihat Kraken.
"Analisa berapa persen semua orang dapat hidup jika semua nya melawan Kraken." Batin Lein.
[ analisa berlangsung ]
[ 0,7% ]
__ADS_1
"Sial, aku sudah tahu bahwa hasilnya rendah. Tapi aku tidak menyangka akan serendah itu!" Lein menjadi semakin gelisah.
"Kapten! Hubungi bala bantuan!" Teriak Lein kepada Vin.
"Aku sudah! Tetapi mau itu telepon atau sistem, semuanya tidak berfungsi!' Teriak Vin yang sedang panik.
"Tidak berfungsi!? Apakah ini juga ulah Kraken itu!?" Lein mencoba berpikir keras.
"Oct, bisakah kamu mendengar ku?" Lein mencoba menghubungi Octiorb.
Karena Lein dan Octiorb bisa saling menghubungi lewat pikiran mereka jadi Lein berpikir bahwa ia bisa menghubungi Octiorb.
"Sial, tidak ada balasan. Sebenarnya apa yang Kraken itu lakukan! Analisa!" Lein segera menganalisa nya.
[ analisa berlangsung ]
[ kekuatan kraken yang tidak masuk akal sedikit mengganggu keseimbangan dunia, oleh karena itu saat ini seperti di dalam dunia kecil milik Kraken ]
"Sial..."
"Sudah aku putuskan, Liza, aku akan melawan Kraken itu. Kamu lindungi mereka dan pergi ke Benua Dwarf." Ucap Lein yang sudah membulatkan tekad nya.
"Tidak bisa! Kita harus kabur bersama-sama!" Tolak Liza.
"Tapi itu tidak mungkin! Kamu juga sudah tahu kalau Kraken tidak akan membiarkan kita kabur!" Ucap Lein.
"...Kalau begitu aku juga akan bertarung bersama denganmu melawan Kraken." Ucap Liza dengan mata serius.
"Baiklah, kita berdua akan bertarung bersama." Lein mengizinkan Liza.
"Bagus!" Liza kembali ceria.
"Kapten! Suruh semua kapal untuk pergi ke Benua Dwarf dengan kecepatan maksimal. Aku dan Liza akan bertarung dengan Kraken!" Ucap Lein serius.
"Tapi kalian berdua tidak akan bisa mengalahkan Kraken!" Balas Vin.
"Kami berdua tahu hal itu. Oleh karena itu pergilah ke Benua Dwarf dan minta bantuan disana. Kami akan mengulurkan waktu untuk kalian." Ucap Lein.
"Baiklah." Vin mengangguk.
Vin juga tahu bahwa tidak ada cara yang lebih baik daripada ini. Bahkan jika semua orang melawan Kraken, mereka masih tidak akan sanggup.
Oleh karena itu Vin mengangguk dan mengikuti ucapan Lein. Vin segera berlari ke ruang kemudi dan berbicara dengan kapten kapal lain nya.
Lein dan Liza juga berbicara dengan orang-orang terutama dari Kamar Dagang Myrant untuk melindungi semua kapal menuju Benua Dwarf.
Mereka semua tidak ada yang protes, karena mereka semua tidak bodoh dan tahu bahwa cara Lein adalah yang terbaik dari segala cara.
Mereka semua mengangguk dan kembali ke kapal masing-masing untuk melindungi dari bahaya apapun yang bisa jadi muncul tiba-tiba.
"Aku akan menggunakan sihir angin dan air untuk mempercepat mereka." Batin Lein.
Lein segera menggunakan sihir air untuk membuat gelombang laut yang akan mendorong semua kapal.
__ADS_1
Lein juga menggunakan sihir angin untuk membuat hembusan angin yang sangat kencang untuk membantu mendorong kapal.
"Pastikan kalian selamat!" Vin berteriak lewat pengeras suara kapal.
Lein dan Liza hanya melambaikan tangan mereka dan tidak memalingkan diri dari Kraken.
"Apakah kamu pikir kita bisa keluar hidup-hidup dari situasi ini?" Tanya Liza.
"Entahlah, tapi aku yakin kita pasti bisa. Karena tugas kita sekarang adalah untuk mengulur waktu." Jawab Lein.
"Benar juga." Angguk Liza.
Lein dan Liza saat ini sedang melayang diudara dan bersiap-siap untuk menyerang Kraken untuk mengulur waktu sampai bala bantuan tiba.
"Tunggu sebentar Liza, aku akan menganalisa kelemahan Kraken." Ucap Lein.
"Tentu." Balas Liza.
"Analisa kelemahan Kraken." Batin Lein.
[ analisa berlangsung ]
[ Kraken tidak memiliki kelemahan di bagian tubuh nya, namun Kraken memiliki ketakutan terhadap sesuatu yang bisa membakar ]
[ contoh saja serangan elemen api dan petir yang bisa merusak dan membakar target nya sampai hangus tak tersisa ]
"Kurasa kita sedikit beruntung Liza." Lein tersenyum kecil
"Beruntung? Apa kamu gila? Kita sedang berhadapan dengan Kraken!" Teriak Liza.
"Bukan seperti itu, aku mengacu pada kelemahan Kraken." Lein memutar matanya.
"Oh, kelemahan nya. Jadi, apa itu?" Tanya Liza.
"Kraken takut dengan sesuatu yang bisa membakar." Jawab Lein.
"Sesuatu yang bisa membakar? Bukankah berarti kita memiliki kesempatan untuk hidup lebih banyak?" Liza melebarkan matanya.
"Benar. Liza, kamu gunakan Api Leviarves dan aku akan menggunakan elemen petir. Api dan Petir bisa membuat target nya terbakar." Ucap Lein.
"Bagus. Aku suka membakar sesuatu, apalagi aku juga suka gurita bakar." Liza menyeringai.
"Hahaha, kebetulan sekali aku juga ingin makan gurita bakar." Lein tertawa dengan keras.
Lein dan Liza saat ini sudah tidak takut lagi dengan Kraken. Karena mereka sudah tahu kelemahan Kraken yang mereka bisa lakukan.
Tentu saja bukan itu alasan utama nya, alasan yang lebih penting adalah karena mereka ini maniak pertarungan.
Mereka berdua bersemangat saat melawan musuh yang lebih kuat dari mereka dan mereka memiliki keinginan yang kuat untuk mengalahkan musuh mereka.
"Jadi, haruskah kita mulai?" Lein menyeringai.
"Tentu." Liza juga menyeringai.
__ADS_1