Analysis Eye

Analysis Eye
Misi Pengawalan Kapal : Mengulur Waktu


__ADS_3

"Kugh!" Lein memuntahkan banyak sekali darah dari mulutnya.


Lein terjatuh ke bawah karena menerima dampak kerusakan yang sangat kuat.


"Ini sakit.." Napas Lein terengah-engah.


"Tapi... Bukan hanya kamu saja yang memiliki kemampuan regenerasi, sialan..!!" Teriak Lein.


Banyak tulang milik Lein yang retak dan bahkan ada beberapa yang patah. Namun, perlahan-lahan, semua nya mulai pulih.


"Kemampuan regenerasi memang curang..." Batin Lein.


Lein merapatkan jari-jari tangan kanan nya dan menyelimuti nya dengan mana. Kemudian Lein terbang kembali ke atas.


"Dragon Language : Gravity Slash." Lein menggerakkan tangan nya seperti sedang memotong sesuatu.


*Swoosh


Tebasan gelombang gravitasi yang muncul dari tangan Lein mengarah ke tiga tentakel yang barusan menyerang Lein dari segala arah.


Gravity Slash milik Lein mengenai ketiga tentakel itu dan memotong nya dengan mudah seperti sedang memotong tahu.


"Dragon Language : Lightning Chain." Lein mengarahkan kedua tangan nya ke ketiga tentakel yang sedang beregenerasi.


Kemudian rantai berwarna biru muncul dari kedua tangan Lein dan mengikat ketiga tentakel tersebut dan menghentikan regenerasi nya.


Karena itu adalah rantai petir, maka Globsys menerima kerusakan karena rantai petir mengenai ketiga tentakel miliknya.


Dan karena rantai petir mengikat ketiga tentakel tersebut, ketiga tentakel nya menjadi terbakar sampai mengeluarkan asap hitam.


"Wargh..!!" Perhatian Globsys saat ini sedang teralihkan ke arah Lein.


"Liza, kita serang Globsys dengan cara bergantian agar dia menjadi bingung tidak tahu harus menyerang siapa. Cara ini akan menambah banyak waktu." Ucap Lein lewat transmisi suara.


"Baik, Lein!" Balas Liza.


Karena Liza sudah mengatasi serangan naga air yang diarahkan kepada nya oleh Globsys, ia sekarang bisa menyerang kembali.


Liza membuat beberapa bola api yang besar sama seperti sebelumnya dan menyuruh Isolda untuk terbang mengitari Globsys.


Lalu Liza menyerang Globsys dengan bola api nya satu per satu karena tujuan nya adalah untuk mengulur waktu, bukan untuk membunuh Globsys.


"Bagus." Lein melihat Liza sudah mulai menyerang sesuai ucapan nya.


Lein kemudian juga terbang mengitari Globsys dan menyerang nya dengan sihir petir.


"Dragon Dance : Lightning Spear." Ucap Lein.


Lein membuat beberapa tombak petir yang pajang dan sama seperti Liza, ia menyerang Globsys dengan tombak petir itu satu per satu.


"Wargh...!!!" Globsys menjadi sangat marah.


Globsys kemudian mengendalikan air dan membuat sebuah pusaran air yang sangat banyak, lebih banyak daripada sebelumnya.

__ADS_1


"Oh sial, Isolda! Liza! Fokus untuk menghindar!" Ucap Lein lewat transmisi suara.


"Ya!!" Jawab Isolda dan Liza.


Sama seperti sebelumnya, Globsys membuat pusaran air di sekitar nya menyemburkan air ke atas dengan kecepatan tinggi.


Lalu jadilah bencana alam yang lebih buruk dibandingkan yang sebelumnya.


Lein dan Liza juga fokus untuk menghindari semburan air Globsys yang jumlahnya tidak masuk akal itu.


"Tidak ada kesempatan bagi kamu untuk menyerang balik. Kalau begini terus kita akan kalah..." Lein mencoba mencari kesempatan untuk menyerang.


"Karena tidak ada kesempatan, maka buat saja kesempatan itu!" Lein segera terbang mendekati Isolda dan Liza.


"Liza! Aku akan membuat sebuah kesempatan untuk menyerang, saat itu terjadi serang lah Globsys!" Ucap Lein.


"Baik, aku paham!" Angguk Liza.


"Bagus." Lein terbang mendekati Globsys namun ia tetap menjaga jarak dari nya.


"Dragon Language : Gravity Dome." Lein menciptakan sebuah kubah gravitasi.


Kubah gravitasi tersebut menghalangi semburan air yang menyembur ke atas dan menciptakan sebuah jalan untuk menyerang Globsys.


"Liza!!" Teriak Lein.


"Tunggu beberapa detik lagi! Aku sedang menyiapkan serangan yang besar!" Balas Liza.


"Baiklah!" Jawab Lein.


"Ini sulit..." Lein mencoba menahan tekanan nya.


Karena semburan air yang mengenai kubah gravitasi tersebut sangat kuat, Lein jadi harus mengeluarkan energi ekstra untuk memperhatikan kubah gravitasi nya.


"Sekarang!" Teriak Liza.


"Bagus!" Lein segera terbang menjauh dari sana.


"Aku pinjam bentuk naga mu, Leviarves..!!!" Teriak Liza.


Ternyata Liza membuat sebuah tiruan Leviarves dari Api Leviarves dan tiruan itu sangat menyeramkan dan mencekam.


Liza segera melancarkan serangan nya ke arah Globsys melewati jalan yang sudah Lein buat tadi.


Tiruan Leviarves mengaum seperti seekor naga asli dan terbang ke arah Globsys dengan kecepatan tinggi.


Globsys merasakan sesuatu yang sangat berbahaya dari serangan yang akan datang, ia segera mengendalikan air untuk membuat sebuah perisai air.


Namun itu percuma, perisai air itu menguap karena Api Leviarves sangat panas, dan kemudian tiruan Leviarves itu mengenai Globsys.


"Wargh...!!!" Kali ini adalah teriakan Globsys yang paling keras.


"Hah...Hah..." Napas Liza menjadi terengah-engah.

__ADS_1


"Liza, kamu tidak apa-apa?" Lein mengkhawatirkan Liza.


"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit kelelahan karena menggunakan beberapa serangan yang memakai banyak mana." Jawab Liza.


"Cih, andai saja Mana Absorb juga bisa membuat seseorang selain diriku menerima mana." Batin Lein.


"Kamu masih bisa lanjut?" Tanya Lein.


"Sebentar lagi kurasa." Jawab Liza.


"Tidak apa-apa, itu sudah cukup. Seharusnya mereka sudah sampai di Benua Dwarf dan sudah meminta bala bantuan." Ucap Lein.


...----------------...


Benua Dwarf, Negara Filaria, Kota Filaris.


Kota Filaris adalah kota di pinggir pantai yang Lein dan Abelia kunjungi saat mereka datang ke Benua Dwarf sebelum pergi ke Kota Filopi.


Saat ini, di sebuah ruangan di salah satu bangunan pelabuhan, Vin sedang bertemu dengan Bovug, Dwarf yang menjalin kerja sama dengan Abelia.


"Apa katamu! Kraken!?" Teriak Bovug.


"Sialan..!!! Segera panggil militer setempat dan pergi ke lokasi pertempuran!!" Bovug memerintahkan bawahan nya.


"Segera!" Bawahan nya menerima perintah Bovug.


"Aku harus berterimakasih kepada kedua orang yang sedang mengulur waktu agar Kapal Perium dan kapal lainnya bisa selamat." Batin Bovug.


Vin saat ini juga sedang menelepon Abelia, reaksi Abelia juga sama terkejutnya dengan Bovug.


Abelia ingin membantu namun karena kekuatan Kraken, ia tidak bisa menemukan lokasi Lein yang sedang bertarung.


Abelia bisa dengan cepat pergi mencari lokasi Lein dengan wujud naga nya, namun itu akan membuat masalah lain saat orang-orang melihat nya.


Jadi Abelia hanya bisa duduk dikantornya mengkhawatirkan Lein dan Liza.


Orang-orang Kamar Dagang Myrant juga melaporkan kejadian ini kepada Joris.


Dan Joris yang mengetahui bahwa Lein dan Liza ikut dalam misi menjadi sangat terkejut karena sebelumnya mereka berdua menolak misi ini.


Namun Joris mengesampingkan hal tersebut dan bertanya kepada bawahan nya bagaimana situasi sekarang.


...----------------...


"Tuan Bovug, kami semua sudah siap!" Ucap Walikota Filaris.


Ternyata Walikota Filaris sendiri yang akan memimpin tim militer untuk menemukan dan membantu Lein dan Liza untuk menghadapi Kraken.


"Bagus, pergilah. Cepat bantu kedua orang itu untuk melawan kraken!" Ucap Bovug.


"Ya!" Teriak semua orang.


Militer Filaris menggunakan kapal untuk menuju ke lokasi Lein, tentu saja ini adalah kapal militer yang kualitasnya terbaik.

__ADS_1


Jadi kemungkinan besar mereka akan tiba di lokasi Lein dan Liza paling lama adalah setengah jam dan paling cepat adalah 15 menit.


__ADS_2