Analysis Eye

Analysis Eye
Ketakutan dan Keputusasaan


__ADS_3

"Ancient Black Magic : Apocalyptic." Kiva mengeluarkan sihir hitam yang ternyata itu adalah sihir kuno.


Lalu seketika, arena yang mereka berdua tempati menjadi seperti neraka. Udara yang terkena radiasi, suhu yang panas, kondisi lingkungan yang buruk, dan yang lain nya seperti menggambarkan kiamat itu sendiri.


"Black Magic : Dark Hand." Ucap Kiva.


Banyak tangan hitam keluar dari bawah tanah, tangan-tangan itu mencoba menggapai Lein yang sedang berdiri.


"Menjijikan melihat ada banyak tangan." Lein menunjukkan ekspresi jijik.


Karena tidak ada ruang untuk menghindari tangan-tangan hitam itu, Lein menebas dan memotong nya.


"Dragon Dance : Cannon Breath." Lein membuka mulutnya.


Lalu sekumpulan mana berkumpul di mulutnya dan membentuk seperti sebuah bola. Lein lalu menembakkannya ke arah Kiva.


"Black Magic : Skull Wall." Tulang-tulang muncul untuk membentuk sebuah tembok untuk Kiva.


Saat pandangan Kiva terhalang oleh tembok, Lein bergegas ke arah nya. Lein pergi kebelakang Kiva dan menyerang menggunakan katana nya.


"Dragon Dance : Gravity Slash." Lein menggunakan kekuatan gravitasi di tebasan nya.


"Black Magic : Space Distortion." Kiva menangkis serangan gravitasi Lein menggunakan teknik distorsi ruang.


"Cih, ini merepotkan." Lein mendecakkan lidah nya.


"Dragon Dance : Gravity Tornado." Lein membuat sebuah tornado gravitasi dengan menebas udara dengan kedua katana nya.


Sebuah tornado yang sangat besar muncul dan tornado itu mengandung kekuatan gravitasi yang sangat kuat.


Distorsi ruang milik kiva tidak bisa menahan kekuatan tornado gravitasi milik Lein, dan akhirnya hancur.


"Dragon Dance : Gravity Slash." Lein sekali lagi menebas Kiva dengan tebasan gravitasi.


Kali ini Kiva tidak sempat menggunakan sihir untuk bertahan, ia terkena tebasan gravitasi milik Lein.


"Ugh!" Kiva menjerit kesakitan.


Meskipun begitu, tubuh Kiva tidak mengeluarkan darah sama sekali. Hanya pakaian nya saja yang terpotong.


"Apakah itu adalah efek kekuatan iblis?" Lein menyipitkan matanya.


"Black Magic : Dark hand." Kiva menggunakan dark hand untuk menangkap dan membuat Lein terjerat


"Black Magic : Hellfire." Kemudian Kiva menyerang Lein dengan api neraka berwarna merah kehitaman.


"Satu lagi!" Kiva berteriak.


"Black Magic : Mini Meteor Shower." Seketika banyak sekali meteor berukuran kecil muncul di belakang Kiva. Kemudian meteor meteor itu menghujani Lein.


"Sial! Aku harus lepas!" Lein membelalakkan matanya melihat banyak sekali meteor yang Kiva panggil.


"Dragon Dance : Gra- Uhuk!" Lein tiba-tiba saja merasakan sakit di seluruh tubuh nya lalu ia batuk darah.

__ADS_1


"Sial..." Lein pasrah menerima serangan yang Kiva berikan.


...----------------...


"!!" Liza merasa ada yang salah.


Liza melihat ke segala tempat mencari pelaku nya. Kemudian ia melihat seseorang berjubah hitam sedang memegang kristal berwarna hitam.


"Itu dia!" Liza berlari keluar ruangan.


"Liza!? Ada apa!?" Presiden Brynn memanggil Liza namun Liza tidak menjawabnya.


...----------------...


Para penonton gemetar karena mereka melihat bahwa Lein tidak bisa menghindari serangan serangan kiva.


Mereka semua berteriak histeris dan bertanya-tanya mengapa Lein tidak menghindari nya.


Meskipun Lein terjerat Dark Hand, seharusnya Lein bisa membuat sihir pertahanan.


...----------------...


Lein terkena serangan kiva, area tempat Lein berdiri menjadi lubang-lubang dan banyak sekali asap yang muncul.


"Hahaha!" Kiva tertawa keras


Banyak penonton yang menutup mata nya dan banyak juga yang menangis karena mereka berpikir bahwa Lein telah mati.


Orang-orang berpengaruh juga berpikir ini buruk. Mereka kehilangan bibit unggul yang masih muda. Mereka juga menyalahkan diri karena tidak berbuat apa-apa.


Mereka semua telah menyuruh bawahan mereka untuk mencari siapa dalang dibalik layar, namun sayang... mereka belum menemukan siapa itu.


Saat seluruh orang berduka dan tempat ini menjadi hening, sebuah suara menyadarkan mereka.


"Sial... Itu menyakitkan..." Suara itu adalah suara milik Lein.


Asap menghilang, lalu terlihat lah Lein yang masih berdiri sambil menepuk debu di pakaian nya.


Meskipun terlihat santai, kondisi Lein sangat parah. Tubuh Lein dipenuhi oleh darah dan banyak luka bakar si seluruh tubuh nya.


"Kamu belum mati!? Ah terserah, aku mengubah rencana ku. Aku akan membuat mu putus asa dan memohon kepadaku!" Kiva berkata dengan nada arogan.


"Black Magic : Aura of Fear."


"Black Magic : Aura of Despair."


Serangan kiva berbentuk aura, aura itu terbang menuju ke arah Lein. Lein sekali lagi terkena serangan Kiva.


"Bagaimana!? Bagaimana rasanya ketakutan dan keputusasaan yang menyelimuti mu!?" Kiva tertawa sinis.


"Ketakutan? Keputusasaan? Ini semua tidak berguna." Lein berdiri dengan tenang.


"!?" Kiva terkejut.

__ADS_1


Aura ketakutan dan aura keputusasaan adalah teknik serangan yang akan membuat musuh merasakan ketakutan dan keputusasaan yang berlebihan.


Musuh yang terkena teknik ini akan menjadi gila karena mereka tidak bisa menahan dampak buruk nya.


Kiva terkejut bagaimana bisa Lein masih tetap tenang. Seberapapun hebat nya Lein, ia masih seorang remaja.


Oleh karena itu Kiva berpikir bahwa Lein tidak akan bisa bertahan dari serangan ini dan akan menjadi gila.


"Kamu bertanya bagaimana bisa aku tidak terpengaruh?" Lein menghela napas.


"Sejak kecil, aku sudah merasakan apa itu ketakutan dan keputusasaan. Bisa dibilang... Ketakutan dan keputusasaan adalah teman hidup ku." Lein maju langkah demi langkah.


"Aku sudah merasakan sisi buruk dunia ini, aku sudah merasakan mata kasihan yang orang berikan, aku sudah merasakan cemoohan yang orang bicarakan."


"Sejak saat kecil, aku...sudah merasakan apa itu rasa sakit, lalu rasa kehilangan, dan rasa kesepian...."


"Menurut mu, apakah ketakutan dan keputusasaan yang kamu berikan padaku aka memengaruhi ku?" Lein bertanya.


"Jika diibaratkan, serangan ini hanya setitik air dibandingkan dengan lautan yang luas." Lein menjawab pertanyaan nya sendiri.


"!!" Kiva ketakutan dan mundur beberapa langkah karena ia melihat mata Lein.


Lein menatap mata Kiva dengan tenang dan datar, namun dari sudut pandang Kiva mata Lein sama seperti mata predator.


Kiva menganggap Lein adalah seorang predator yang akan membunuh mangsa yang ia incar, dan mangsa itu adalah Kiva sendiri.


"Dragon Dance : Brain Illusion." Lein menggunakan semua mana nya di serangan ini.


Brain illusion adalah skill yang akan membuat musuh yang terkena serangan ini akan seperti berada di lingkungan lain.


Di lingkungan itu, musuh akan melihat dan merasakan segala kengerian yang ada didunia.


Entah itu kengerian yang asli atau bisa juga kengerian yang hanya berupa imajinasi seseorang yang tidak masuk akal.


Intinya, segala jenis kengerian akan menampakkan diri di lingkungan ini dimana kengerian itu akan menyerang musuh.


Serangan ini adalah serangan mental, orang biasa tidak akan bisa menahan nya, apalagi Kiva yang mental nya telah rusak karena kekuatan iblis.


Jika dilihat dari penampilan nya, Kiva seperti seseorang yang tidak memiliki jiwa. Mata nya kosong dan tubuh nya lemah.


Namun, sebenarnya saat ini otak Kiva sedang merasakan kengerian yang sangat dahsyat.


...----------------...


"Jadi kamu yang membantu Kiva, Dekan Lou." Ucap Liza.


Liza saat ini sedang menggunakan kontrol mana nya untuk mengendalikan Dekan Lou. Dekan Lou merasa tubuhnya akan remuk kapan saja.


"Le...pas...kan...a...ku..." Dekan Lou berbicara dengan susah payah.


Namun liza mengabaikan hal itu dan menghancurkan kristal hitam yang dipegang oleh Dekan Lou.


Bersamaan dengan hancurnya kristal hitam, tirai pelindung yang menyelimuti arena juga menghilang.

__ADS_1


Presiden Brynn dan walikota langsung menuju arena dan mendekati Lein.


Orang-orang berpengaruh lain nya juga datang ke arena namun tidak terlalu dekat dengan presiden dan walikota.


__ADS_2