Analysis Eye

Analysis Eye
Ibukota dan Ujian Tertulis


__ADS_3

Keesokan harinya Lein bangun dan memeriksa semua keperluan yang akan dibawa nya. Ia lalu mandi dan bersiap untuk membuat sarapan.


Saat Lein akan menuju dapur, ia mendengar suara seperti seseorang yang sedang memotong sesuatu. Dan Lein melihat ada Liza sedang di dapur.


"Liza? Kamu sedang apa?" Lein penasaran dengan tindakan Liza


"Oh, kamu sudah bangun. Duduklah, sarapan nya sebentar lagi matang." Liza melihat Lein dan menyuruhnya untuk duduk


"Mengapa kamu memasak? Apakah kepalamu terbentur sesuatu?" Lein bercanda, karena ia tidak pernah melihat Liza di dapur


"Hey, memang apa salah nya!" Liza memprotes


"Lagipula kamu akan mengikuti ujian kan, anggap saja ini sebagai suguhan ku. Sudah sana duduk." Ucap Liza tersenyum manis dan ia lalu mendorong Lein keluar dari dapur


"Baiklah baiklah." Lein juga tersenyum dengan ucapan dan tindakan Liza


Liza lalu menghidangkan sarapan yang ia buat di meja makan.


"Woah, apakah kamu memasak semua nya!?" Lein terkejut karena Liza memasak banyak sekali hidangan


"Fufu, tentu saja. Makanlah sepuasnya." ucap Liza bangga


Mereka lalu sarapan pagi sambil berbincang-bincang mengenai ujian masuk universitas dragon heart kali ini.


"Oh ya, nanti aku ikut ke ibukota." Ucap Liza sambil mencuci piring


"Eh? apakah ada perlu di ibukota?" tanya Lein sambil mengelap piring yang telah Liza cuci


"Tidak ada alasan khusus, hanya ingin menemui teman. Dia juga bekerja di universitas dragon heart." jawab Liza


"Teman-teman mu luar biasa semua ya..." ucap Lein


"Tentu saja, aku seorang dengan level 144, mana mungkin teman ku lemah." ucap Liza


 


Setelah berpakaian, mereka lalu keluar rumah dan menuju portal. Kali ini Liza tidak menutupi telinga runcing nya, karena akan ke ibukota dimana banyak ras selain manusia di ibukota.


"Wah, ada seorang elf disana."


"Gila, cantik sekali elf itu."


"Aku belum pernah melihat elf secara langsung."

__ADS_1


Sepanjang jalan, banyak orang melihat dan membicarakan Liza. Tentu saja mereka berbicara hal-hal baik, karena Liza sangat cantik.


Mereka lalu sampai di portal. Ada banyak orang khususnya remaja seusia Lein berkumpul di depan portal.


"Ramai sekali. Mungkin karena ini adalah hari ujian ya" ucap Lein melihat banyak orang di depan portal


"Ya, merasa sama seperti mu." ucap Liza


Setelah menunggu beberapa saat, Lein dan Liza memasuki portal dan mereka sampai di ibukota.


"Jadi ini Kota Dragon Tide, ibukota negara Easthold." Lein kagum betapa menakjubkan nya ibukota


// Saya belum pernah menyebutkan nya, namun negara yang Lein tinggali saat ini bernama Negara Easthold. //


"Tentu saja kamu akan kagum, saat aku pertama kali ke sini aku juga sama seperti mu." Liza tersenyum tipis mengingat dirinya seperti Lein di masa lalu


"Haha, Kalau begitu Liza tolong Carikan penginapan karena hari ini hanya ujian tertulis dan besok baru ujian praktek." Lein meminta tolong


"Tentu, serahkan saja kepada ku. Kita berpisah disini, sampai jumpa." Liza lalu pergi ke keramaian


"Sampai jumpa." Lein pergi ke universitas dragon heart


Meskipun universitas dragon heart ada di pinggiran ibukota karena memakan banyak lahan, namun Lein tidak kesulitan mencari nya karena bangunan nya sangat besar dan mencolok bahkan jika dilihat dari jauh.


 


Lein memasuki gerbang dan menuju tempat ujian sesuai tanda arahan yang dipasang di sepanjang jalan. Lein juga melihat ada banyak sekali remaja yang menuju tempat ujian.


"Ujian tertulis tidak begitu penting, yang terpenting adalah ujian praktek besok. Aku harus mengerahkan kemampuan ku." Pikir Lein santai


Tepat ujian nya adalah sebuah gymnasium yang luas dimana didalam nya ada banyak kursi dan meja untuk peserta.


Lein mendaftar ujian, ia mengisi informasi nya dan mendapat sebua kartu yang membuktikan dia adalah peserta.


"Ini kartu peserta mu. Kamu juga bebas memilih tempat duduk mu, silakan." Panitia memberikan kartu peserta kepada Lein


"Terima kasih." Lein menerima kartu dan memasuki gymnasium


Lein melihat-lihat isi gymnasium dan ia memilih tempat duduk paling belakang yang tidak mencolok karena itu bisa membuat Lein lebih fokus.


 


gymnasium hampir penuh dan sepertinya semua peserta sudah memasuki gymnasium. Mereka menunggu beberapa menit lagi sebelum ujian mulai.

__ADS_1


"Tes tes, halo anak anak. Saya adalah panitia ujian kali ini, Saya hanya ingin mengatakan meskipun ujian tertulis tidak begitu penting namun kalian harus mengerjakan nya dengan sungguh-sungguh." Panitia berbicara di panggung gymnasium


Sementara panitia berbicara, panitia yang lain membagikan kertas ujian kepada para siswa.



(anggap saja gymnasium nya seperti itu, hanya saja lebih luas)


"Itu saja dari saya, sekarang ujian dimulai!" *Ding (suara bel) bel berbunyi bersamaan dengan perkataan panitia.


Lein melihat bahwa ekspresi para siswa sangat beragam, ada yang meremehkan, tenang, santai, dan yang kebanyakan adalah panik.


Lein melihat para siswa yang panik seakan mereka sedang menghadapi peristiwa hidup dan mati... meskipun memang begitu kebenaran nya


Lein juga setuju dengan ucapan panitia, meskipun ujian tertulis tidak penting, Lein akan tetap mengerjakan dengan serius.


"Kalau begitu, ayo mulai." Lein membalik kertas ujian dan membaca soal nomor pertama dengan serius namun santai.


Ujian tertulis ada sekitar 100 soal, dengan waktu 3 jam. Memang waktu yang lama, namun itu wajar karena soal universitas membutuhkan kesabaran dan ketenangan untuk mengerjakannya.


Dan juga di gymnasium terdapat alat pendeteksi mana, jika seorang peserta menggunakan kemampuan untuk mengerjakan soal, maka akan langsung ketahuan dan didiskualifikasi.


Namun Lein juga punya keuntungan, Lein memiliki Octiorb yang tidak menggunakan mana.


"Hehe, tolong sedikit ya Oct." Lein berbicara dengan Octiorb dengan pikiran nya


"Kamu licik bocah, namun aku suka. Kita harus memanfaatkan celah sekecil apapun itu." Octiorb mengagumi Lein yang memiliki ide licik


Lein dan Octiorb menyeringai menyeramkan, yang membuat ia ditegur oleh panitia.


 


"Aduh, punggung ku." Lein keluar gymnasium dengan memegangi punggung nya yang sakit


"2 jam hanya duduk diam dan mengerjakan ujian, mengapa yang lain kelihatan biasa saja." Ternyata Lein mengerjakan ujian nya hanya dalam waktu 2 dari 3 jam.


Sangat sedikit yang bisa keluar cepat, entah itu mereka pintar atau mereka menyerah. Namun Lein lebih yakin dengan yang pertama.


Tidak mungkin seseorang yang mengikuti ujian universitas dragon heart akan menyerah setelah melihat soal ujian. Yang berarti mereka yang keluar duluan adalah orang pintar.


 


Lein menuju hotel yang Liza pesan, Liza sudah mengirimi Lein alamat nya dan Liza juga berpesan bahwa ia tidak tinggal bersama Lein. Ia sedang menemui teman nya itu.

__ADS_1


Lein sampai di hotel dan ia langsung mandi dan tertidur, karena hari ini ia menggunakan otak nya dengan penuh, meskipun ia dibantu Oct.


__ADS_2