Analysis Eye

Analysis Eye
Pesta setelah Kompetisi : Abelia Morais


__ADS_3

Makan malam selesai dan sekarang waktunya untuk waktu bebas. Lein berbincang-bincang sebentar dengan yang lain sebelum ia keluar dari mansion dan menuju ke taman.


"Hm, udara malam yang segar." Lein bisa merasakan udara malam yang membuat pikiran nya tenang.


Lein berjalan-jalan di taman mansion yang luas itu. Bahkan di taman ada beberapa area, seperti area bunga, pohon hias, pohon buah, dan tanaman lain.


"Haha, kurasa aku harus manambah tujuan baru. Aku akan membeli, tidak, membuat mansion yang akan lebih besar dan lebih luas dari ini." Ucap Lein dengan gembira.


"Itu tujuan yang bagus." Suara seseorang wanita terdengar.


Lein melihat ke sekeliling dan ia melihat ada seorang wanita yang sedang duduk di gazebo taman. Lein tidak bisa melihat nya secara jelas karena pencahayaan di gazebo tidak terlalu terang.


Lein yang penasaran perlahan berjalan mendekati gazebo. Kemudian ia melihat bahwa itu adalah wanita cantik berambut putih.


"Nyonya Abelia!?" Lein berseru.


Benar, wanita berambut putih yang sedang duduk di gazebo di depan Lein adalah Abelia Morais, istri dari walikota Laville, Collin Morais.


"Apa yang anda lakukan disini nyonya?" Tanya Lein dengan nada sopan.


Lein menghormati Keluarga Morais karena mereka bisa memimpin dan mengurus Kota Laville agar masih mempertahankan kekhasan nya.


Tidak semua generasi muda pemimpin suatu wilayah akan tetap bisa mempertahankan kekhasan wilayah tersebut, dan mungkin akan tergoda oleh godaan di luar wilayah.


"Sama seperti mu, bersantai sejenak dari keramaian, Lein Sanzio." Jawab Abelia.


"Anda tahu nama saya?" Lein sedikit terkejut bahwa Abelia mengetahui nama nya.


"Duduk lah." Abelia mempersilakan Lein duduk di seberang nya.


"Eh...Baiklah." Lein mengangguk kemudian ia duduk.


"Jadi pertanyaan sebelumnya, sama seperti mu, aku disini untuk bersantai dan beristirahat sejenak dari keramaian." Abelia menjawab pertanyaan Lein barusan.


"Begitukah..." Lein sudah membaca informasi dari Presiden Brynn.


Informan mengenai Abelia Morais yang terkenal karena dia jenius dan ia sanggup mengurus urusan internal seluruh Kota Laville sendirian.


Namun ada hal yang membuatnya unik. Abelia tidak suka menonjolkan diri dan kurang suka keramaian. Oleh karena itu keluarga lain jarang memiliki hubungan dengan Abelia.


Paling-paling mereka hanya bertemu dan saling sapa. Namun tidak berbicara lebih lanjut karena Abelia pasti akan menghindari percakapan.


"..." Kemudian Abelia tidak mengatakan apapun lagi.


Suasana menjadi hening dan damai namun tidak terasa canggung karena Lein dan Abelia sama sama menyukai ketenangan dan kedamaian.


"Bagaimana menurut mu? Mengenai kekuatan anakku." Abelia bertanya mengenai kekuatan Britta.


"Britta? Dia kuat, sangat kuat bagi orang seusia nya." Jawab Lein tanpa melebih-lebihkan.


"Begitu, apakah kamu mau tahu alasan nya?" Tanya Abelia.


"Alasan? Jika anda tidak keberatan, tentu saja." Lein mengangguk.

__ADS_1


"Itu karena dia adalah darah campuran, setengah manusia dan setengah naga." Abelia mengatakan sesuatu yang mengejutkan.


"!!" Lein membelalakkan matanya.


Lein tidak menyangka akan mengetahui fakta yang sangat mengejutkan. Lein juga berpikir bagaimana bisa Abelia mengatakan nya seolah itu adalah informasi biasa saja.


"Anda... Tidak bercanda bukan?" Lein bertanya untuk memastikan.


"..." Abelia tidak menjawab dan hanya menatap mata Lein.


"... Baiklah, aku anggap itu serius." Lein menghembuskan napas dan mencoba menenangkan dirinya.


"Tapi mengapa anda memberitahu Informasi sepenting itu kepadaku, nyonya?" Lein tidak bisa memahami mengapa Abelia memberitahu kan nya.


"Karena aku tahu kalung yang sedang kamu pakai adalah naga." Jawab Abelia.


"Anda tahu!?" Lein sekali lagi terkejut.


"..." Abelia hanya mengangguk.


"Tunggu-tunggu... Jika anda bisa mengetahui kalung ini adalah naga, itu artinya anda adalah...." Lein memikirkan sesuatu yang kemungkinan besar benar.


"Seperti yang kamu pikirkan, aku adalah naga." Abelia mengakui bahwa ia adalah naga.


"..." Lein tidak terkejut kali ini karena sudah ia duga.


"Apakah ada alasan lain mengapa anda memberitahu ku? Seharusnya bukan hanya karena naga yang aku punya bukan?" Tanya Lein.


Karena semua itu tidak perlu dan tidak ada untungnya bagi Abelia untuk memberitahu Lein mengenai identitas nya.


"..." Lagi-lagi Abelia tidak menjawab dan hanya mengapa Lein dalam diam.


"...Ada kan?" Lein berusaha untuk tenang.


"..." Namun Abelia masih tidak menjawab.


"Ahh.. Ini benar-benar mengejutkan ku..." Lein tidak tahu harus bagaimana.


Ternyata Abelia memang tidak memiliki alasan lain dan ia memberitahukan identitas nya kepada Lein hanya karena ia ingin.


"Untung saja Isolda tidak memiliki sifat aneh atau unik. Tunggu dulu, mungkin sifat nya akan muncul saat ia dewasa?" Pikir Lein.


"Aku tidak akan." Isolda bisa tahu apa yang Lein pikirkan.


"Maaf..." Ucap Lein.


"Kalau begitu Nyonya, mengapa anda sendirian disini? Bukankah setidaknya anda harus ditemani oleh seorang pelayan?" Lein baru sadar bahwa hanya ada Abelia seorang diri.


"Tidak ada alasan khusus, hanya ingin sendiri." Abelia menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Begitu kah..." Balas Lein singkat karena memang tidak tahu harus membalas bagaimana.


"Ibu..." Suara Britta terdengar dari atas langit.

__ADS_1


"Britta!?" Lein mendongak dan melihat Britta terbang kesini menghampiri mereka berdua.


"Britta..." Abelia hanya mengangguk.


"Ngomong-ngomong, jadi sayap mu itu asli ya. Aku kira itu adalah sihir atau sebuah artefak." Ucap Lein kepada Britta.


"Hm? Apakah ibu memberi tahu nya?" Britta menoleh ke arah Abelia.


"Iya." Angguk Abelia.


"Mengapa?" Britta memiringkan kepala nya.


"Karena dia memiliki naga." Jawab Abelia singkat.


"Naga? Dimana?" Britta sedikit terkejut namun ia masih bisa tetap tenang.


"Itu." Abelia menunjuk ke arah kalung yang sedang Lein pakai.


"Jadi itu." Britta melihat kalung Lein.


"Pembicaraan macam apa ini. Semuanya singkat, padat dan jelas." Pikir Lein.


"Lein, bisakah aku keluar? Aku juga ingin melihat mereka." Isolda mengirimkan transmisi suara.


"Sebentar." Balas Lein.


"Isolda ingin bertemu kalian, bagaimana?" Lein meminta pendapat kepada Abelia dan Britta.


"Isolda?" Abelia dan Britta sama sama memiringkan kepala mereka.


"Nama naga ku." Jawab Lein.


"Oh..." Ucap Abelia dan Britta bersamaan.


"... Bagaimana?" Lein masih belum terbiasa dengan bagaimana cara mereka berbicara.


"Silakan." Abelia melambaikan tangan kanan nya dan tercipta lah sebuah kubah transparan yang menyelimuti mereka.


"...Aku tidak tahu apa itu tetapi baiklah." Lein mengizinkan Isolda berubah wujud.


Setelah itu mereka bertiga, maksudnya Abelia, Britta, dan Isolda berbincang-bincang. Lein hanya duduk diam dan tidak bergabung dalam percakapan mereka.


Meskipun Isolda belum dewasa jika diukur dengan standar usia naga, tetapi naga tetaplah naga. Mereka adalah makhluk yang sangat cerdas.


Sekedar informasi, naga bisa saja menguasai dunia dengan kecerdasan mereka yang sangat tinggi dan kekuatan mereka yang tidak masuk akal.


Tetapi karena kecerdasan tinggi dan kekuatan tidak masuk akal itulah yang membuat naga tidak ingin menguasai dunia ini.


Semakin cerdas dan kuat seseorang, maka mereka akan lebih banyak berpikir sebelum mereka bertindak. Mereka akan bertindak setelah mempertimbangkan pro dan kontra tindakan yang akan mereka lakukan.


Sama seperti manusia pada umum nya. Jika mereka miskin, mereka sangat ingin untuk menjadi kaya dan memiliki banyak uang serta status tinggi.


Tetapi saat mereka sudah mencapai hal itu, mereka akan merasa bosan dan berpikir untuk lebih menikmati hidup dengan kekayaan mereka.

__ADS_1


__ADS_2