Analysis Eye

Analysis Eye
Berangkat Menuju Benua Dwarf


__ADS_3

*Ding


"Pesan?" Lein mengambil ponsel nya dan memeriksa notifikasi.


"Ah, dari Nyonya Abelia." Lien melihat bahwa pesan itu dikirim oleh Abelia.


Pesan itu berisikan bawah Abelia akan pergi ke Benua Dwarf besok, dan menyuruh Lein segera bersiap-siap untuk berangkat.


"Besok? Dimajukan kah." Pikir Lein.


"Dan seperti nya aku tidak memiliki sesuatu, semua nya sudah aku masukkan ke dalam inventory ku."


"Oh ya, aku akan bertanya." Lein mengetik dan mengirim pesan ke Abelia.


Lein : Nyonya, bagaimana aku harus izin ke yang lain?


Abelia : Tidak usah, aku yang akan berbicara.


Lein : Baik, terimakasih.


Dan karena hari ini tidak ada kegiatan, Lein memutuskan untuk berlatih dan bermeditasi saja.


Juga, hari ini adalah hari terakhir di Kota Laville. Jadi, besok semua orang akan kembali ke tempat dan negara masing-masing.


...----------------...


Satu hari berlalu dalam sekejap.


Presiden Brynn membawa Liza dan yang lain kembali ke Negara Easthold dengan menggunakan portal.


Presiden Brynn juga sudah diberitahu bahwa Abelia akan membawa Lein pergi dengan nya untuk menuju ke Benua Dwarf.


Presiden menyetujui nya dan tidak bertanya lebih lanjut, ia hanya mengatakan untuk berhati-hati karena Lein baru pertama kali pergi ke Benua Dwarf.


Lein dan Octiorb saat ini sedang berada di sebuah Padang rumput di luar Kota Laville menunggu kedatangan Abelia, dan setelah beberapa menit menunggu, Abelia datang.


"Ayo pergi." Ucap Abelia.


"Menggunakan apa?" Tanya Lein.


Abelia tidak menjawab, ia berjalan menuju ke tengah Padang rumput dan berdiri diam.


Saat Lein bingung dengan tindakan Abelia, tiba-tiba tanah bergemuruh dan Abelia mengubah wujud nya menjadi naga.


Abelia dalam bentuk naga sangat menakjubkan. Abelia memiliki warna putih namun berbeda dengan warna putih milik Isolda.


Jika Isolda memiliki warna putih bersih berbeda dengan Abelia yang berwarna putih murni dan mengkilap.


Warna putih milik Abelia juga terkesan seperti bangsawan yang membuat orang yang melihatnya menerima tekanan.


Ukuran tubuh naga Abelia sangat besar tidak bisa dibandingkan dengan Isolda. Mungkin karena Abelia memang sudah dewasa sedangkan Isolda masih remaja.


"Lein, naiklah ke punggung ku." Abelia berbicara dengan transmisi suara karena suara naga akan sangat keras.

__ADS_1


"Baik." Lein mengangguk dan melompat ke arah punggung Abelia.


"Pegangan yang erat." Abelia langsung mengepakkan sayap nya dengan kencang.


Kecepatan Abelia sungguh cepat, dengan satu kali kepakan sayap ia bisa mencapai jarak yang sangat jauh.


"Tapi nyonya, bukankah anda adalah naga ruang? Mengapa tidak menggunakan kemampuan anda?" Tanya Lein yang bingung.


"Itu karena di setiap benua setidaknya ada satu naga, aku tidak bisa menggunakan kemampuan ku sembarangan." Jawab Abelia.


"Ah jadi begitu..." Lein menganggukkan kepala nya paham.


"Perasaan terbang di atas punggung naga sungguh luar biasa." Ucap Octiorb.


"Benar..." Balas Lein setuju dengan ucapan Octiorb.


"Berapa lama kita akan sampai ke tujuan nyonya?" Lein bertanya.


"Sekitar setengah hari." Jawab Abelia.


"Baiklah." Balas Lein.


"Hm, aku juga bosan dengan meditasi. Kalau begitu..."


"Hey Oct, mau bermain catur?" Ajak Lein kepada Octiorb.


"Catur? Boleh juga, aku juga tidak tahu harus melakukan apa." Octiorb menerima ajakan Lein.


"Bagus." Lein mengeluarkan papan catur dari inventory nya.


"Aku putih dulu, nanti kita bergantian." Jawab Octiorb.


"Tentu." Angguk Lein.


Mereka membuka papan catur dan menyusun bidak catur sesuai dengan warna dan posisi nya.


"Bagus, aku akan mulai." Octiorb menggerakkan salah satu bidak catur nya.


"..." Lein mengamati dan memikirkan strategi.


Mereka berdua kemudian memainkan catur beberapa kali bergantian. Lein juga tidak menggunakan Analysis Eye untuk melawan Octiorb.


Menggunakan Analysis Eye akan mudah untuk menang dan tujuan mereka memainkan catur adalah untuk mengisi kebosanan.


Dan begitu lah selama setengah hari mereka berdua hanya bermain, mengobrol, tidur, dan kegiatan membosankan yang lain.


"Kita sampai." Ucap Abelia.


Abelia mendarat di sebuah pulau tak berpenghuni. Lein dan Octiorb turun dari punggung Abelia kemudian Abelia berubah menjadi wujud manusia lagi.


"Bagus, ayo pergi." Abelia memunculkan sayap nya dan terbang ke arah kota terdekat.


"Ya." Lein menggunakan sihir terbang untuk dirinya sendiri dan untuk Octiorb lalu mereka mengikuti Abelia.

__ADS_1


Setelah beberapa saat datang tebang mereka melihat ada sebuah kota pelabuhan di depan mereka yang ramai oleh kapal dan orang-orang.


"Kota perdagangan ya..." Pikir Lein saat melihat kota itu.


Mereka bertiga turun dan mendarat di dekat pelabuhan. Abelia kemudian pergi menghambat seorang petugas dan menunjukkan suatu kartu.


Petugas itu sangat terkejut sampai membungkukkan badan nya. Abelia menyuruh Lein dan Octiorb untuk datang dan mereka bertiga pergi.


Mereka bertiga pergi mencari sebab hotel yang nyaman, setelah menemukan nya mereka segera memesan dua kamar.


Setelah datang dan memeriksa kamar, mereka turun ke restoran hotel untuk makan dan berbincang-bincang sederhana.


"Urusan ku ada di esok hari, jadi hari ini mari kita bersantai." Ucap Abelia sambil memakan makanan nya.


"Baiklah." Lein dan Octiorb mengangguk.


"Akan aku beritahu nanti." Ucap Abelia.


"Baik..." Lein dan Octiorb mengangguk lagi.


"..." Mereka bertiga makan dalam diam.


...----------------...


Malam hari tiba, mereka saat ini sedang berada di kamar Abelia karena ia akan memberitahu mengenai urusan nya di Benua Dwarf.


"Jadi, aku akan pergi menemui seseorang dari negara ini. Kita akan pergi ke ibukota besok."


"Laville membutuhkan bijih besi untuk membuat senjata dan armor. Aku disini sebagai perwakilan dari Kota Laville." Abelia menjelaskan urusan nya.


"Hm, jadi begitu. Lalu apa tugas ku nyonya?" Tanya Lein.


"Tugasmu adalah sebagai pengawal ku." Jawab Abelia.


"Pengawal??" Lein bingung.


Abelia adalah naga dan ia pasti nya tidak memerlukan perlindungan apapun karena ia sendiri sudah sangat kuat.


"Sebagai perwakilan, aku juga harus menjaga martabat Kota Laville.'


"Aku tidak bisa datang sendirian karena mereka akan berpikir kalau Kota Laville tidak niat dalam menjalin kerja sama."


"Oleh karena itu kita akan menyelesaikan urusan ini seperti orang resmi dari pemerintah." Ucap Abelia.


"Ah, begitu. Baiklah, aku paham." Lein menganggukkan kepala nya tanda bahwa ia paham.


"Kalau begitu jika ada sesuatu yang mengganggu biarkan aku dan Octiorb yang menyelesaikan nya. Anda hanya perlu fokus ke urusan anda." Ucap Lein dengan nada percaya diri.


"Bagus, aku serahkan kepada kalian." Angguk Abelia.


"Ya, serahkan pada kami!" Teriak Octiorb yang tidak tahu mengapa tiba-tiba bersemangat.


Kemudian mereka membahas beberapa hal kecil yang perlu diperhatikan saat melakukan kerja sama dengan pihak lain.

__ADS_1


Abelia tidak mempermasalahkan hal lain karena ia percaya diri dan yakin bahwa ia akan bekerja sama dengan pihak Dwarf itu.


Abelia hanya memberikan pesan jika ada sesuatu yang mengganggu, selesaikan lah dengan cepat tanpa menimbulkan masalah lain.


__ADS_2