Analysis Eye

Analysis Eye
Olahraga Pagi dan Sarapan Sederhana


__ADS_3

Pagi hari, Lein membuka mata nya dan melihat ke arah jam yang terpasang di dinding. Jarum jam menunjukkan pukul 5 pagi dimana diluar masih gelap.


"Jam 5... Aku memang berlatih di pagi hari, namun sudah lama aku tidak berolahraga di pagi hari..." Batin Lein.


Berlatih yang dimaksudkan oleh Lein adalah seperti mengendalikan mana dan sihir, bermeditasi, berlatih skill dan teknik.


Namun sudah lama Lein tidak berolahraga seperti saat sebelum Lein membangkitkan kemampuan nya seperti berlari, joging, push up, pull up, dan olahraga lain nya.


Lein beranjak dari kasur dan berjalan ke kamar mandi. Ia membasuh muka dan menggosok gigi nya lalu ia kembali ke kamar.


Lein mengganti pakaian nya menjadi pakaian olahraga dengan kaos olahraga pendek dan celana olahraga pendek yang berwarna hitam dengan sedikit corak putih.


Setelah berganti pakaian, Lein keluar dari kamar nya dan berjalan menuju kamar tamu tempat dimana Octiorb tidur disana.


"Sudah pasti dia masih tidur, yah, jika aku mengajak nya berolahraga dia pasti akan menolak nya. Bahkan tubuh nya juga tidak membutuhkan olahraga." Batin Lein.


Karena tubuh Octiorb merupakan boneka buatan, jadi sebanyak apapun Octiorb makan dan minum, tubuh nya tidak akan pernah berubah.


Octiorb juga tidak memiliki sistem pencernaan seperti manusia. Semuanya diproses dengan menggunakan mana di dalam tubuh nya.


Makanan dan minuman itu akan diubah menjadi mana juga. Jadi mana di dalam tubuh Octiorb bisa mengolah makanan dan minuman menjadi mana tambahan.


"Yah, aku tidak sepantasnya untuk iri karena aku juga memiliki Jantung Naga dan Skill Mana Absorb." Batin Lein.


Lein menutup pintu kamar Octiorb lalu ia berjalan ke pintu rumah. Lein mengambil sepatu olahraga yang berwarna hitam juga lalu memakai nya.


Setelah itu Lein membuka pintu dan keluar untuk menghirup udara segar. Setelah beberapa tarikan napas, Lein menutup pintu rumah dan berjalan menuju tangga.


Singkat cerita Lein sudah berada di taman Kota Elm yang letak nya berada di pusat kota. Lein tidak mau berolahraga di daerah kumuh karena pasti akan ada banyak orang yang mengganggu.


"Hm, mari pemanasan terlebih dahulu. Namun, meskipun ini masih sangat pagi, ternyata ada beberapa orang sedang berolahraga juga." Lein melihat beberapa orang sedang berolahraga di taman.


Lein segera melakukan pemanasan, Lein merenggangkan tubuh nya dengan aktivitas olahraga ringan yang berupa perenggangan statis dan dinamis.

__ADS_1


"Sepertinya sudah cukup, untuk awal nya ayo mulai dengan joging lalu di tengah jalan mulai berlari." Lein melangkah ke jalan khusus untuk orang joging dan berlari di taman.


Lein berjalan secara normal lalu ia menggerakkan kaki nya sedikit cepat. Lein joging di taman untuk sekitaran waktu 5 menit.


Setelah itu Lein mulai mempercepat kaki nya dan berlari dengan lumayan kencang dan ia berlari memutari taman hingga 10 kali.


"Aku bahkan tidak menggunakan mana ku untuk berolahraga namun rasanya tenaga ku tidak berkurang sama sekali."


"Seperti yang diharapkan dari tubuh yang setara dengan level 100 ini, hahaha." Lein tertawa kecil.


Lein kemudian melanjutkan lari nya, setelah itu ia melakukan push up, pull up, dan squat jump masing-masing 100 kali.


Lalu Lein meminjam lompat tali dari salah satu wanita yang sedang beristirahat di taman setelah berolahraga lalu Lein mulai melakukan lompat tali.


 


Setelah satu sampai dua jam berolahraga di taman kota, Lein pulang ke rumah nya. Setelah sampai, Lein melepas sepatu dan menaruh nya di rak sepatu lalu ia pergi mandi.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Lein berjalan menuju dapur untuk karena ia berencana untuk membuat sarapan sederhana.


Setelah itu ia mengambil dua piring dan menaruh masing-masing dua roti di piring dan mengolesi nya dengan saus dan mayonaise.


"Ayam atau sapi? Hm...Ayam saja, aku bosan sapi." Lein sedang memilih daging yang akan dimasak.


Lein menggoreng dua potongan ayam yang tipis hingga matang dan meniriskan nya kemudian ia taruh di kedua roti yang sudah diolesi.


"Selanjutnya telur, aku akan memakai 4 telur saja." Lein mengambil wadah dari rak.


4 telur Lein ambil dari kulkas dan ia masukan telur nya ke dalam wadah. Setelah memasukan beberapa bumbu penyedap, Lein mengocok telur hingga tercampur rata.


Kemudian Lein menggoreng semua telur nya di atas wajan, Lein mengaduk-aduk telur di atas wajan seperti sedang menggoreng telur orak-arik.


Lein menggoreng telur nya setengah matang saja, kompor dimatikan lalu wajan nya Lein angkat. Lein menggunakan spatula untuk menaruh telur di masing-masing roti.

__ADS_1


Setelah wajan ditaruh, Lein menambahkan parutan keju ke atas telur. Lalu Lein menggunakan roti yang lain untuk menutup roti yang diatas nya ada ayam, telur, dan keju lalu jadilah sandwich telur.


"Oct! Bangun lah! Sarapan sudah siap!" Teriak Lein sambil membawa kedua piring ke meja makan.


Pintu kamar terbuka dan Octiorb keluar dari kamar. Pakaian dan rambut Octiorb berantakan mirip seperti orang yang gila.


"Basuh muka dan gosok gigi, lalu kita sarapan bersama." Ucap Lein.


"Baiklah!" Octiorb langsung bersemangat setelah mendengar kata 'sarapan'.


Setelah membasuh muka dan menggosok gigi, Octiorb datang ke ruang makan dan duduk, ia melihat ada sandwich telur di atas meja.


"Haha, jangan dilihat saja, ayo makan." Lein tertawa dengan Octiorb yang melihat sandwich telur dengan mata berbinar-binar.


"Ya! Selamat makan!" Octiorb mengambil sandwich telur nya dan memakan nya.


"Selamat makan." Lein juga memakan sandwich telur nya.


"Oh, mengapa kamu sudah mandi sepagi ini? Biasanya kita berdua kan mandi saat siang hari.." Octiorb menyadari kalau Lein sudah bersih.


"Hm? Oh itu karena aku habis olahraga tadi pagi sekitar jam 5 di taman kota. Tentu saja aku mandi karena tubuh ku dipenuhi oleh keringat." Lein menjawab nya.


"Mengapa kamu tidak mengajakku?" Tanya Octiorb.


"Kamu kan tidak membutuhkan olahraga..." Jawab Lein.


"Aku memang tidak membutuhkan atau menginginkan olahraga, yang aku inginkan adalah melihat wanita cantik dengan pakaian olahraga." Ucap Octiorb dengan nada bersemangat.


"Sial..." Lein jadi tidak bisa berkata-kata dengan ucapan Octiorb.


Octiorb memang sangat menyukai wanita, wanita adalah hal yang penting nomor dua setelah makanan dan minuman bagi Octiorb.


Meskipun ia sangat menyukai wanita, namun Octiorb tidak ingin berkencan dengan siapapun. Saat Lein bertanya apa alasan nya, Octiorb menjawab karena ia tidak ingin mengencani wanita manusia.

__ADS_1


Octiorb ingin mengencani wanita yang seperti dirinya, maksudnya adalah wanita yang merupakan roh juga yang dalam wujud manusia.


Lein terdiam dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya saat mendengar jawaban Octiorb.


__ADS_2