Analysis Eye

Analysis Eye
Kencan dengan Liza : Breakfast


__ADS_3

"Tunggu! Lein!" Liza berteriak saat ia melihat Lein yang sedang membaca majalah.


"Ada apa?" Tanya Lein.


"Mengapa lengan kanan mu sudah pulih!?" Liza terkejut bahwa lengan kanan Lein asli bukan palsu.


"Ah ini?" Lein menunjukkan lengan kanannya.


"Ini semua berkat dewa dan dewi!" Lein tersenyum cerah.


"Dewa dan dewi?" Liza bingung.


"Ya, jadi seperti ini..." Lein menjelaskan semua situasi tadi malam.


"Ah.." Liza mengangguk paham dengan ucapan Lein.


"Sudahlah, ayo kita kencan!" Lein menutup majalah dan menaruhnya di meja.


"Baiklah." Liza tersenyum dan mengangguk.


Mereka berencana untuk berkencan seharian penuh. Oleh karena itu mereka sudah bersiap-siap saat lagi hari ini.


Liza memegang lengan kanan Lein dan berjalan bersama. Mereka turun lewat lift dan pergi ke tempat parkir hotel.


Lein sudah menyewa sebuah mobil sebelumnya untuk kencan dengan Liza agar tidak menaiki kendaraan umum.


Dan dengan membawa kendaraan sendiri jadi bebas untuk pergi kemanapun tanpa harus menunggu taksi atau kendaraan umum lainnya.


"Tunggu, apakah kamu sudah memiliki SIM mengemudi?" Tanya Liza.


"Sudah kok." Ucap Lein sambil menunjukkan kartu SIM mengemudi nya.


"Yah meskipun aku meminta walikota agar memberikan ku kartu SIM resmi." Pikir Lein.


"Baiklah." Jawab Liza.


Lalu mereka berdua memasuki mobil.


"Kemana kita akan pergi?" Tanya Liza sambil memasang sabuk pengaman.


"Kita akan menuju ke Lotus Lake." Ucap Lein lalu menyalakan mobilnya.


"Lotus Lake? Apakah kita akan sarapan disana?" Liza membuka ponsel nya untuk memeriksa Lotus Lake.


"Benar, kita akan sarapan dengan memandangi Lotus Lake yang indah." Angguk Lein.


"Tapi bukankah Lotus Lake memerlukan reservasi terlebih dahulu?" Tanya Liza saat ia melihat informasi di ponsel nya.


"Santai, aku sudah membuat reservasi." Lein memikirkan kartu yang Walikota Rollen berikan semalam.


Kartu itu berfungsi memberikan identitas yang berada di bawah walikota langsung kepada si pemilik kartu.


Oleh karena itu Lein dengan mudahnya membuat reservasi di Lotus Lake dengan kartu itu.


"Baiklah..." Liza percaya dengan Lein.

__ADS_1


Mereka berbincang-bincang selama di perjalanan. Lalu sekitar 15 menit kemudian, mereka sampai di sebuah restoran kecil yang elegan.


Lein tahu apa yang Liza suka. Liza tidak menyukai kemewahan seperti orang lain. Liza lebih menyukai sesuatu yang klasik dan elegan.


Jadi saat Liza melihat restoran yang sudah Lein pesan, ia sangat terkejut dan terpukau. Liza menjadi semakin menyukai Lein.


"Ayo." Ajak Lein.


"Ayo!" Liza memegangi lengan kanan Lein.


Mereka berdua lalu berjalan memasuki restoran yang bernama Violet Fiddler, yang memiliki arti adalah Pemain Biola Violet.


"Violet Fiddler?" Ucap Liza saat ia melihat nama dari restoran.


"Ya, restoran ini dibuat oleh seorang wanita pemain biola yang bernama Violet." Ucap Lein menjelaskan.


"Jadi begitu..." Angguk Liza.


"Selamat datang tuan dan nona." Pelayan menyambut Lein dan Liza.


"Halo." Lein mengangguk.


"Halo tuan, bisakah anda menunjukkan bukti reservasi anda?" Ucap pelayan.


"Tentu." Lein mengeluarkan ponsel dan menunjukkan sebuah bukti bahwa ia membuat reservasi hari ini.


Pelayan mengambil ponsel Lein dan menunjukkan bukti reservasi itu ke sebuah mesin. Setelah dikonfirmasi, pelayan mengembalikan ponsel Lein.


"Baik! Mohon ikuti saya tuan dan nona." Pelayan menunjukkan jalan lalu Lein dan Liza mengikuti nya.


"Woah!" Liza terpukau dengan pemandangan nya.


"Apakah kamu menyukai nya?" Tanya Lein.


"Tidak perlu ditanya. Liza tersenyum cerah.


Lalu mereka berdua duduk di kursi yang disediakan dan mulai melihat menu dan memilih apa yang akan mereka makan untuk sarapan.


"Hm.. perutku masih penuh karena perjamuan tadi malam. Aku akan memilih bubur saja." Ucap Liza.


"Bubur? Baiklah." Angguk Lein.


"Lalu untuk pendamping nya aku ingin pangsit rebus, dan untuk minuman nya adalah teh ini." Pilih Liza.


"Baik, aku samakan saja." Ucap Lein kepada pelayan.


"Baik! Mohon ditunggu." Pelayan selesai mencatat dan undur diri.


"Pemandangan yang indah bukan?" Tanya Lein ia melihat Liza mengagumi pemandangan.


"Benar..." Liza tersenyum.


"Ah dan juga, meskipun nama makanan dan minuman yang ada didalam menu biasa saja tidak terlihat terkesan, sebenarnya bahan-bahan nya diluar dugaan..." Ucap Lein memulai obrolan.


"Oh ya? Apa itu sampai kamu mengatakan diluar dugaan." Tanya Liza yang menjadi penasaran.

__ADS_1


"Aku tidak tahu semuanya. Tapi untuk bubur beras yang kita pesan, mereka menggunakan beras yang berasal dari Benua Elf."


"Lalu isi pangsit rebus adalah daging Bosco Cow yang berasal dari selatan benua manusia."


"Lalu teh nya berasal dari Brisc Nectar yang berasal dari selatan benua manusia juga."


"Ah!? Apakah yang kamu katakan benar!?" Liza terkejut.


Karena semua bahan-bahan yang Lein sebutkan barusan memang bahan yang sangat mahal. Bisa dikatakan bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menikmati bahan-bahan itu.


"Benar." Angguk Lein.


"Tapi... Mengapa restoran sehebat ini ada di Kota Els? Ah, apakah ini adalah cabang nya?" Tanya Liza.


"Ya, ini adalah cabang nya. Untuk pusat nya ada di Kota Kuno Laville." Jawab Lein.


"Disana!?" Liza terkejut lagi.


Laville adalah nama kota kuno di benua manusia. Kota itu sudah ada sejak zaman kuno yang sampai sekarang masih berdiri.


Orang-orang yang berada di sana semuanya adalah orang-orang hebat. Seperti keluarga yang sangat berpengaruh, konsorsium besar, intinya mereka semua memiliki identitas yang hebat.


"Ya, aku juga tidak menyangka." jawab Lein.


Lalu setelah 10 menit menunggu, makanan dan minuman yang mereka pesan akhirnya datang.


Mereka menikmati sarapan mereka sambil menikmati pemandangan Lotus Lake yang sangat indah ditambah udara segar pagi hari.


Mereka juga berbincang-bincang ringan yang membuat suasana nya harmonis.


Lalu sekitar pukul 10 pagi, mereka keluar dari restoran Violet Fiddler dan memasuki mobil.


"Apakah kamu menyukai sarapan nya?" Lein bertanya lalu mengemudikan mobilnya.


"Sangat suka!" Jawab Liza.


"Selanjutnya kita akan pergi kemana!?" Liza tidak sabar.


"Aku tidak tahu, bisakah kamu yang memutuskan?" Ucap Lein.


"Hm, biar ku pikirkan sebenar." Ucap Liza memikirkan kemana mereka akan pergi.


"Apakah di Kota Els ada suatu tempat yang ada hewan nya? seperti kebun binatang contohnya." Tanya Liza.


"Tidak ada kebun binatang, tapi ada tempat perlindungan hewan disini." Jawab Lein.


"Bagaimana?" tanya Lein.


"Tidak apa-apa! Tapi apakah aku bisa berinteraksi dengan binatang yang disana?" Tanya Liza.


"Bisa, meskipun tidak semuanya." Jawab Liza.


"Asik! Kalau begitu segera ke sana!" Teriak Liza bersemangat.


"Siap!" Lein mengemudikan mobil nya menuju ke tempat perlindungan hewan.

__ADS_1


Karena Kota Els dikelilingi oleh hutan, contoh saja Mamise Forest. Oleh karena itu disini ada tempat perlindungan binatang hutan.


__ADS_2