Analysis Eye

Analysis Eye
Hari yang Tenang dan Damai


__ADS_3

Lein keluar dari portal dan ia kembali di langit hutan tagrotte sama seperti saat ia memasuki retakan ruang.


Lein berjalan ke suatu pohon dan duduk bersandar untuk beristirahat. Tubuh dan pikiran Lein sangat lelah, ia harus menghadapi Maya dan bertemu dengan Althea.


Lein tersenyum kemudian ia tertidur, Octiorb keluar dan melihat Lein tertidur. Octiorb juga tidak menyangka bahwa Lein akan bertemu dengan ibunya.


Octiorb tidak memahami perasaan Lein karena ia hanyalah roh yang belum pernah bertemu manusia sebelum ia bertemu Lein.


Namun Octiorb tahu bahwa perasaan Lein saat ini sedang campur aduk. Senang karena bertemu dengan ibunya dan ibunya juga masih sama seperti dulu.


Sekaligus sedih karena ibunya adalah seorang petinggi Anarchy Order yang mana itu adalah musuh Lein.


...----------------...


Keesokan harinya Lein ditemukan oleh warga kota saat ia ingin menaikkan level di hutan tagrotte ini bersama dengan temannya.


Warga itu kemudian menelepon polisi dan saat polisi tahu identitas Lein, mereka segera menghubungi organisasi SID.


Petugas SID segera datang, mereka mengirimkan Enver dan kedua muridnya lagi untuk mendatangi Lein dan membawa Lein ke Universitas Dragon Heart.


Jonas terkejut dengan kondisi Lein, ia lalu membawa Lein ke kamar nya dan menghubungi Enya, Enya segera datang setelah mendengar ucapan Jonas.


Jonas dan Enya lalu menghubungi Dekan Hido, guru Lein. Karena Enya dan Jonas tidak memiliki skill penyembuhan.


Dan potion yang mereka gunakan untuk menyembuhkan Lein tidak berefek pada luka yang ada ditubuh Lein.


Setelah itu Dekan Hido datang dan menggunakan potion yang lebih tinggi untuk menyembuhkan luka ditubuh Lein.


Luka Lein mulai memudar dan menyembuhkan diri secara perlahan-lahan, mereka segera lega dan kemudian mereka meninggalkan Lein agar beristirahat dengan tenang.


Saat mereka meninggalkan kamar Lein, Liza datang dengan menggunakan teleportasi. Liza tidak bisa menggunakan kemampuan ruang.


Namun Liza memiliki skill yang berhubungan dengan rune, yang membuat Liza bisa menggunakan rune mengenai kemampuan ruang.


Liza mengambil kursi dan duduk di sebelah tempat tidur Lein, ia memegang tangan kiri Lein dan mengelus-elus kepala nya.


...----------------...


Alam Dewa, wilayah malaikat.


Kastil Malaikat, di ruangan yang paling megah.


"Siapa yang menyangka bahwa ia akan bertemu dengan Althea." Dewi Ariel


Dewi Ariel selalu mengawasi pergerakan Lein, karena dewa dan dewi memiliki otoritas untuk melihat kehidupan manusia.

__ADS_1


Dewi Ariel juga tidak menyangka bahwa Lein akan setuju untuk memperbaiki hubungan antara dia dan ibunya, Althea Evanthe.


Ia mengira Lein akan menolak nya dan bersikap seperti sikap nya kepada ayahnya, yaitu Frederic Kanoute.


Namun ia salah, Lein masih mengingat bagaimana sifat Althea di masa lalu dan sampai sekarang Althea masih sama dan tidak berubah.


Mungkin karena alasan itu lah Lein memutuskan untuk menerima usulan memperbaiki hubungan diantara mereka berdua.


Dan mungkin karena Lein rindu dengan Althea dan mungkin juga karena Lein ingin merasakan kasih sayang seorang ibu.


"Apakah aku harus memulihkan lengan nya?" Pikir Dewi Ariel.


"Ah, apa yang aku pikirkan." Dewi Ariel menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dia sudah mengatakan bahwa ia akan memulihkan lengannya dengan usahanya sendiri, jika aku membantu nya mungkin akan dianggap seperti aku sedang mengejek nya." Dewi Ariel tersenyum.


"Kalau begitu aku akan membantu mu dengan mempercepat pemulihan mu saja." Ucap Dewi Ariel.


Kemudian Dewi Ariel menggunakan kekuatannya ke tubuh Lein untuk mempercepat pemulihan tubuh nya yang sedang terluka.


"Sembuh lah..." Dewi Ariel tersenyum lembut...


...----------------...


3 hari kemudian.


Lein saat ini sedang terbaring santai di ruang keluarga untuk menonton televisi dan memakan makanan ringan.


Ia sebenarnya ingin langsung berlatih namun Enya dan Jonas melarang nya dengan paksa, Liza juga menyarankan Lein untuk beristirahat selama beberapa hari.


Lein hanya bisa menghela napas pasrah, kemudian ia selama tiga hari ini tetap dirumah sambil menonton televisi dan makan makanan ringan.


Sesekali ia juga bermeditasi untuk menenangkan pikiran nya karena meditasi tidak menggerakkan tubuh dan tidak dilarang oleh Liza dan yang lain.


Namun Lein bingung karena ia sembuh dalam waktu yang bisa dibilang sangat cepat, padahal saat ia bertanya kepada yang lain, mereka bilang hanya menggunakan potion penyembuh.


Lein berpikir namun tidak menemukan alasan yang cocok, ia hanya mengangkat bahu tidak peduli dan ia berpikir mungkin ini adalah perbuatan dewa dan dewi.


Meskipun memang benar itu adalah perbuatan dewa dan dewi, lebih tepatnya Dewi Ariel yang membantu menyembuhkan Lein.


...----------------...


Di Suatu tempat, markas utama Anarchy Order.


"Seperti yang kalian tahu bahwa Maya gagal membunuh Lein bahkan ia yang dibunuh oleh Lein." Pemimpin Anarchy Order berkata.

__ADS_1


"Althea, apakah kamu menemukan kekuatan Lein?" Pemimpin bertanya kepada Althea yang juga hadir dalam pertemuan ini.


"Aku merasakan elemen gravitasi dan elemen air, pemimpin." Althea menjawab.


"Juga aku merasakan bahwa kendali Lein atas mana nya sangat bebas seperti seolah-olah mana adalah bagian yang menyatu dengan tubuh." Tambah Althea.


"Hm, dua elemen ya.." Pemimpin bergumam.


"Jadi dia menggunakan air untuk melawan kemampuan manipulasi darah milik Maya ya.." Ucap Pemimpin.


"Karena kita masih harus melanjutkan rencana kita, apakah ada usulan yang bagus dari kalian?" pemimpin bertanya kepada para petinggi yang hadir.


"Pemimpin, bolehkah aku yang akan membunuh Lein di kesempatan selanjutnya?" Seorang pria berjubah hijau mengangkat tangan.


"Oh? Katakan alasan mu, Harac." Pemimpin bertanya alasan Harac.


"Althea mengatakan kemampuan Lein adalah gravitasi dan air, kemampuan ku adalah tanah dan kayu." Ucap Harac.


"Dengan kekuatan tanah ku, aku bisa menetralkan serangan elemen Gravitasi milik Lein."


"Lalu tanah bisa melawan air, dan jika tanah ku terendam oleh air, aku akan menumbuhkan sebuah pohon."


"Jadi begitu, ide yang bagus." Pemimpin menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kamu yang akan melawan lein, pastikan untuk membunuh nya!" Perintah pemimpin kepada Harac dengan niat membunuh saat ia menyebut nama Lein.


"Tentu saja, pemimpin." Harac menjawab dengan menyeringai seram.


"Bagus, pertemuan selesai!"


...----------------...


"Lein, berhati-hatilah. Salah satu petinggi Anarchy Order akan menyerang mu, namun aku tidak tahu kapan waktunya." Althea mengirim pesan lewat giok


"Harac, seorang pengguna kemampuan tanah dan pohon, level 101. Dia yang akan menyerang mu." Tambah Althea.


...----------------...


Lein yang sedang berada di rumah, menerima pesan dari Althea.


"Hm..." Setelah melihat pesan nya Lein berpikir.


"Dengan air ku, dia bisa menumbuhkan pohon. Namun aku juga bisa membakar nya dengan api ku." Ucap Lein.


"Kekeke, jantung naga memang yang terbaik." Lein menyeringai.

__ADS_1


"Szem, aku sangat berterimakasih kepadamu. Mungkin kamu adalah dewa pertama yang mendapatkan rasa terima kasih ku dengan tulus." Lein berterima kasih.


__ADS_2