
Marcus undur diri karena ia merupakan seorang jenderal dan perlu menyapa para tamu yang hadir.
Jonas juga pergi karena ia tidak ingin mengganggu waktu Lein dan Liza berdua.
Lein menyuruh Liza untuk duduk terlebih dahulu sementara ia pergi mengambil makanan dan minuman.
Lein ingin mengambil banyak sekali makan karena sekarang nafsu makannya bertambah besar, dan porsi Liza juga besar.
Namun ia urungkan karena saat ini sedang berada di perjamuan makan malam formal yang diadakan oleh Walikota Rollen.
Meskipun memang benar Lein tidak peduli, namun ia tetap harus memikirkan pandangan orang lain mengenai Liza.
Akan ada banyak orang yang akan menghina Liza. Karena mereka iri dengan kecantikan dan aura Liza, oleh karena itu Lein harus menjaga penampilan dirinya dan Liza.
Lein mengambil makanan dan minuman untuk dua orang dan pergi mencari dimana Liza duduk. Setelah ketemu, ia segera menuju kesana.
"Maaf membuatmu menunggu nona cantik." Lein sedikit berakting.
"Fufu, tidak apa-apa Tuan muda." Liza juga mengikuti Lein berakting.
"Hahaha." Lein tertawa dan menaruh makanan dan minuman nya di meja kemudian ia duduk.
Mereka berdua makan makanan mereka dengan damai sambil menikmati musik yang dimainkan oleh pemain musik profesional.
"Bagaimana rasanya? Mengenai 'lengan kanan' mu itu." Tanya Liza mengenai tangan palsu yang Lein gunakan.
"Hm, untuk kegiatan normal... Ini cukup berguna." Ucap Lein.
"Tapi mungkin tidak bisa digunakan dalam pertempuran." Tambah Lein.
"Kapan rencana mu untuk memulihkan nya?" Liza bertanya.
"Tidak tahu." Lein menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku perlu mendapatkan divine power yang lebih banyak. Jika tidak ada pilihan maka aku akan meminta dewa dan dewi memulihkan lengan ku." ucap Lein.
"Jadi begitu..." Angguk Liza paham.
...----------------...
"Permisi Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya." Rollen berjalan ke panggung dan berbicara di depan mic.
Para tamu segera menoleh ke arah Rollen dan penasaran apa yang akan dikatakan oleh Rollen.
"Seperti yang kalian tahu bahwa pertempuran di kota Els kemarin kita memenangkan nya dengan bantuan dari orang luar."
Para tamu mengangguk, mereka juga tahu bahwa orang-orang tidak bisa masuk ke wilayah kota Els karena ada penghalang.
"Aku disini ingin memberitahu kepada kalian siapa yang telah membantu kita memenangkan pertempuran!"
"Pertama, dari kota Els kita. Jenderal Marcus!" Ucap Rollen memanggil Marcus.
Marcus berdiri dan berjalan menaiki panggung.
"Jenderal Marcus memimpin pasukan kota Els untuk melawan para monster sekaligus untuk mempertahankan kota!"
*prok prok prok
__ADS_1
Para tamu bertepuk tangan.
Marcus tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada semua tamu.
"Kedua, seorang pria muda yang memiliki ketahanan super. Orang ini juga membantu Jenderal Marcus untuk melawan bawahan lich, Vampir!"
"Oohh!!" Para tamu menjadi penasaran orang seperti apa yang membantu Marcus untuk mengalahkan vampir si bawahan lich.
"Jonas Virion!" Ucap Rollen.
"Heh..." Jonas tersenyum.
Kemudian ia berjalan menaiki panggung sambil melambaikan tangan nya ke arah penonton.
Bahkan ada beberapa wanita muda yang terpesona dengan Jonas. Karena tubuh Jonas memang tinggi dan berotot sempurna.
"Ugh.. Sepertinya ini adalah sifat aslinya." Lein menepuk dahinya melihat Jonas.
"Fufufu, bukankah ini bagus?" Liza tertawa kecil.
"Yah, kamu benar." Lein juga tersenyum.
"Dan selanjutnya!"
"Seorang pria muda yang memiliki identitas sebagai mahasiswa dari Universitas nomor satu! Universitas Dragon Heart!"
"!!" Para tamu terkejut bahwa mahasiswa dari universitas dragon heart ikut bertempur melawan monster yang menyerang Kota Els.
"Memiliki kekuatan yang sangat hebat! Dia yang mampu mengalahkan lich, monster yang bisa mengendalikan kematian, seorang diri!"
"Dia adalah.... Lein Sanzio!" Ucap Rollen.
"Hah?" Lein menjatuhkan sendok nya karena terkejut.
Ia memang bingung dengan ucapan Rollen. Seorang mahasiswa Universitas Dragon Heart adalah dirinya sendiri.
Namun orang yang mengalahkan Lich seorang diri bukanlah dirinya, melainkan Liza.
Jadi Lein terkejut bahwa yang dipanggil bukanlah dirinya dan Liza, melainkan hanya dirinya sendiri.
"??" Lein menoleh melihat Liza.
Liza hanya membalas dengan senyuman.
Lein membuat raut wajah yang kompleks, meskipun pada akhirnya Lein pasrah. Kemudian Lein berjalan menuju panggung dengan memaksakan senyum.
"Yang sabar bos." Bisik Jonas.
"Diam." Lein kesal dan Jonas hanya tertawa kecil.
Karena Jonas memang sudah tahu fakta yang sebenarnya bahwa bukan Lein yang mengalahkan Lich itu, melainkan Liza.
Namun Jenderal Marcus disamping Jonas membuat ekspresi wajah syok dan tidak percaya.
Marcus tidak mengira bahwa seorang mahasiswa universitas dragon heart bisa sehebat itu sampai-sampai bisa mengalahkan lich seorang diri.
"Kalau begitu mari kita berikan hadiah atas kerja keras mereka mengalahkan para monster dan melindungi Kota Els kita!" Teriak Rollen.
__ADS_1
"Wahh!!" Para tamu juga berteriak dengan semangat.
Rollen mengeluarkan sesuatu dari inventory nya. Itu adalah sebuah kotak kayu berbentuk balok yang sepertinya ada sesuatu didalam nya.
"Untuk Jenderal Marcus, aku walikota Els menghadiahkan sebuah pedang yang telah diberkahi oleh roh angin!" Rollen menyerahkan kotak itu kepada Marcus.
"Terimakasih atas hadiahnya Walikota." Marcus menerima kotak itu dan membungkukkan badannya sedikit untuk berterima kasih.
Rollen tersenyum dan mengangguk.
"Lalu Jonas, aku akan menghadiahkan mu sebuah buku rank tinggi yang berhubungan dengan cara bertarung mu!" Rollen kemudian menyerahkan sebuah buku skill kepada Jonas.
"Terimakasih walikota." Jonas menerima buku skill itu dan berterima kasih kepada Rollen secara normal tidak seperti Marcus yang membungkukkan badannya.
"Analisa." Lein menganalisa buku skill yang diberikan oleh Rollen kepada Jonas karena itu adalah buku skill rank tinggi.
[ analisa berlangsung ]
[ Blood Adrenaline
rank : tinggi
efek skill : meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh sedikit dalam waktu 10 menit atau meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh secara drastis dalam waktu 1 menit ]
"Sial, seperti yang diharapkan dari buku skill rank tinggi." Pikir Lein yang kagum dengan efek skill itu.
"Sama-sama." Jawab Rollen
Saat Rollen berjalan menghampiri Lein, ia menerima sebuah transmisi suara dari Lein
...----------------...
Transmisi suara.
"Walikota, apakah aku bisa mengganti hadiah yang akan anda berikan?" tanya Lein.
"Tentu saja, yah sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang harus diberikan untuk mu, Lein." Jawab Rollen.
"Kalau begitu aku ingin sebuah buku skill dengan kemampuan waktu." Ucap Lein.
"Itu mudah, tapi apakah itu cukup?" Tanya Rollen.
"Tentu, ah dan satu lagi. Aku ingin berkencan dengan wanita elf disana, tolong permudahkan aku." Ucap Lein bercanda.
"Oho? mudah sekali." Jawab Rollen.
"Baiklah, terimakasih walikota." ucap Lein mengakhiri transmisi suara.
...----------------...
"Lalu, Lein! Aku akan menghadiahkan mu sebuah buku skill tingkat tinggi juga yang berhubungan dengan kemampuan mu! Ditambah ada sedikit hadiah pribadi dari ku!"
Rollen memberikan sebuah buku skill berwarna putih dan sebuah kartu berwarna hitam mengkilap.
"Terimakasih atas hadiahnya, Walikota." Lein berterima kasih.
Lalu para tamu segera berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka bertiga yang telah berkontribusi besar.
__ADS_1