Analysis Eye

Analysis Eye
Menuju Kota Kuno Laville


__ADS_3

"Semoga Dewi Ariel memberkati mu." Ucap seorang Priest kepada Lein.


"Dewi Ariel selalu bersamaku." Angguk Lein.


Kemudian Lein dan Octiorb menghilang dari ruangan itu dan muncul kembali di Gereja Ariel Kota Kuno Laville.


Lein dan Octiorb pergi duluan menuju Kota Laville karena mereka memang tidak memiliki pekerjaan dan ingin melihat medan kota.


Lein dan Octiorb keluar dari Gereja Ariel dan mereka langsung disuguhkan pemandangan kota kuno.


"Seperti yang diharapkan dari Kota Kuno Laville." Ucap Lein kagum dengan pemandangan nya.


Seperti namanya, Kota Laville memiliki desain struktur bangunan yang kuno sama seperti bangunan di zaman kuno.


Memang tidak semuanya adalah bangunan asli dari zaman kuno, namun bangunan baru juga mengikuti desain zaman kuno.


"Benar, ayo cari hotel." Balas Octiorb.


"Tidak perlu mencari, aku sudah menemukan hotel yang nyaman, ah lebih tepatnya penginapan." Jawab Lein.


"Oh sudah? Kalau begitu ayo kita ke sana." Ucap Octiorb.


Mereka kemudian menaiki taksi untuk pergi ke penginapan yang Lein pilih.


Bahkan kendaraan di Kota Laville adalah desain kuno meskipun kendaraan mereka adalah kendaraan yang baru.


Setelah 10 menit berkendara dengan taksi mereka akhirnya sampai di sebuah tempat yang tenang dan ada sedikit orang.


"Ini dia penginapan nya." Ucap Lein turun dari taksi.


"Gila..." Ucap Octiorb saat melihat penginapan nya.


Penginapan yang Lein pilih adalah sebuah bangunan tiga lantai tradisional yang sepertinya adalah bangunan asli dari zaman kuno.


Penginapan ini juga memiliki halaman depan dan belakang yang sangat luas yang diisi oleh berbagai tanaman dan hewan.


"Pasti mahal bukan?" Octiorb bertanya mengenai harga kamar penginapan ini.


"200 ribu sampai 1juta per malam." Jawab Lein.


"Jika kita di Ibukota mungkin hanya setengah nya." Keluh Octiorb.


"Yah, Kota Kuno memang berbeda." Lein tersenyum tipis.


...----------------...


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam penginapan dan mereka disambut oleh pelayang yang juga mengenakan pakaian tradisional.


"Halo, selamat datang tuan-tuan." Resepsionis menyambut Lein dan Octiorb.


"Halo." Angguk Lein.

__ADS_1


"Berapa malam tuan-tuan menginap?" Tanya resepsionis.


"5 malam. Uh... kamar di lantai tiga." Jawab Lein.


"Kamar di lantai tiga adalah kamar yang paling mahal, apakah anda yakin tuan?" Ucap resepsionis untuk memastikan.


"Ya. Jangan khawatir." Balas Lein dan mengeluarkan kartu identitas dan kartu bank nya, bukan kartu bank tanpa nama.


"Baik, tuan." Resepsionis mengambil kartu identitas Lein.


Kemudian resepsionis mengembalikan kartu identitas Lein dan memberikan kunci kamar yang telah Lein pesan.


Setelah itu resepsionis memanggil satu pelayan untuk menunjukkan jalan ke arah kamar yang telah Lein pesan.


Tidak ada lift di bangunan ini, jadi mereka menaiki tangga kayu tradisional. Lein dan Octiorb melihat bahwa bangunan ini penuh dengan kayu.


Tidak ada besi atau semen yang biasanya digunakan untuk membangun sebuah bangunan, penginapan ini seluruhnya adalah kayu.


Dekorasi nya juga tidak ada yang terlihat mewah. Semua dekorasi kebanyakan juga berupa lukisan dinding yang elegan.


"Heh... bangunan yang indah." Ucap Octiorb.


"Terimakasih tuan." Pelayan berterima kasih kepada Octiorb.


"Ini adalah kamar nya tuan, silakan..." Mereka sampai di kamar yang Lein pesan.


"Terimakasih." Angguk Octiorb.


"Tolong bawakan ini." Lein menyerahkan sebuah kertas kecil dan sebuah amplop yang berisi beberapa jumlah uang.


"..." Pelayan menerima nya dan mengangguk dengan tersenyum lalu undur diri


"Apa yang kamu berikan kepada pelayan itu?" Octiorb menyadari bahwa Lein memberikan sesuatu kepada pelayan.


"Ah, informasi yang ingin aku tahu dan uang." Lein masuk ke kamar dan menutup pintu.


"Hm? Apa maksudmu?" Octiorb tidak paham.


"Sisi lain dari penginapan ini adalah sebuah jaringan informasi." Ucap Lein.


"Jaringan informasi!?" Octiorb terkejut.


"Benar. Saat sampai ke kamar, kamu bisa memberikan sebuah catatan yang berisi informasi yang kamu minta dan sejumlah uang kecil sebagai uang muka." Lein menjelaskan.


"Gila, bagaimana bisa penginapan yang kelihatan nya tenang dan damai memiliki sisi lain yang mengerikan." Ucap Octiorb.


"Haha, Kota Kuno Laville memang tidak bisa ditebak." Lein tertawa.


"Tapi... Bagaimana kamu tahu?" Octiorb penasaran bagaimana Lein bisa tahu.


"Tentu saja karena Analysis Eye." Lein tersenyum tipis.

__ADS_1


Sebelum Lein datang ke Kota Laville, Lein meminta informasi kepada Presiden Brynn mengenai situasi Kota Laville.


Saat datang ke kota, Lein juga menggunakan analysis eye untuk menganalisa semuanya. Karena Lein tidak tahu bahaya apa yang mengintai Kota Laville.


Oleh karena itu kemampuan Analysis Eye adalah kemampuan yang sangat berguna untuk segala situasi dan kondisi.


"Yah, jika melibatkan Analysis Eye maka tidak heran." Octiorb menganggukkan kepala nya.


"Benar, Analysis Eye sangat membantu." Balas Lein.


Mereka berdua kemudian mengambil kasur lipat dari lemari dan menaruhnya di lantai karena penginapan ini memang tradisional.


Setelah berbicara sebentar, Lein memutuskan untuk beristirahat sebentar dan Octiorb hanya berbaring santai sambil membaca sebuah buku komik.


Karena Octiorb pada dasarnya adalah roh, jadi dia tidak membutuhkan tidur atau istirahat bahkan jika ia berada di boneka humanoid kecuali ia kehabisan mana.


Kalau makhluk hidup ada yang namanya energi dan tenaga, maka tenaga roh adalah mana. Jika mana roh tersisa sedikit, maka roh itu akan kelelahan.


Oleh karena itu, Octiorb saat ini bisa melakukan suatu kegiatan secara terus menerus selama mana nya masih ada.


Dan juga jantung golem buatan yang ditempatkan di dada boneka humanoid membuat kapasitas mana yang Octiorb miliki menjadi lebih besar.


"Bosan sekali..." Octiorb menggambil ponsel yang Lein beli untuknya karena roh dan monster tidak memiliki sistem.


Octiorb lalu memainkan beberapa permainan di ponsel milik nya dan sesekali ia berteriak mengumpat kesal karena ia kalah.


...----------------...


Malam tiba.


Lein dan Octiorb sedang berbincang-bincang.


*tok tok tok


Suara ketukan pintu yang lirih terdengar. Lein berdiri dan berjalan lalu membukakan pintu.


"Maaf mengganggu waktunya tuan, ini adalah apa yang anda butuhkan." Ternyata pelayan yang tadi yang mengetuk pintu.


Pelayan itu membawa sebuah dokumen dan menyerahkan nya kepada Lein.


"Tidak apa-apa, terimakasih." Lein menerima dokumen itu dan mengeluarkan kartu bank tanpa nama lagi untuk diberikan kepada pelayan.


"Kalau begitu saya undur diri." Pelayan itu membungkukkan badannya sedikit dan undur diri.


"Ya." Angguk Lein lalu menutup pintu.


"Apakah itu yang kamu butuhkan?" Tanya Octiorb saat ia melihat Lein membawa sebuah dokumen.


"Benar. Ini semua yang aku butuhkan." Lein duduk dan menaruh dokumen di meja kopi.


Lein membuka dokumen nya dan mengambil beberapa kertas yang merupakan isi dokumen lalu memberikan beberapa nya kepada Octiorb.

__ADS_1


__ADS_2