
"Analisa." Lein menganalisa Althea.
[ analisa berlangsung ]
[ Althea Evanthe
level : 135
kemampuan : ??
Salah satu petinggi Anarchy Order dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sang pemimpin ]
"Karena kemampuan portal sialan itu aku akan kesulitan menyerang dari jarak jauh karena pasti serangan ku akan dipindahkan."
"Itu artinya kalau aku harus menyerang nya dari jarak dekat namun dengan serangan yang besar dan kuat juga agar aku bisa melukai nya."
"Baiklah, aku pasti akan membunuh Althea hari ini juga!" Batin Lein.
"Apa yang kamu pikirkan?" Althea membuka portal kecil di atas Lein dan menyatukan magma dari sana.
"Sial, magma!?" Lein menggerakkan tubuh nya dengan cepat untuk menghindari magma.
"Seberapa jauh jangkauan portal nya, setahuku tidak ada gunung berapi di Kota Dragon Tide dan sekitarnya..." Batin Lein.
Lein berlari kencang menuju Althea sambil melemparkan bola gravitasi yang akan meledak bila bersentuhan dengan sesuatu.
Namun Althea membuka portal di depan dan di belakang Lein. Althea memindahkan bola gravitasi dari depan ke belakang Lein.
"Ah sialan!!" Lein segera menggunakan perisai gravitasi.
*boom!
Terjadi ledakan karena bola gravitasi bersentuhan dengan perisai gravitasi yang membuat Lein terhempas karena sedikit terlambat.
"Haruskah aku coba kemampuan ruang juga? Nyonya Abelia sudah membuatku mudah untuk menggunakan elemen ruang...Aku coba saja nanti." Pikir Lein.
"Dragon Language : Thorn Stone." Lein memunculkan banyak sekali duri batu di bawah Althea.
Althea mundur beberapa langkah untuk menghindari duri batu namun Lein sudah mengantisipasinya dan berada di belakang Althea.
"Dragon Dance : Gravity Blast." Lein memukul udara yang memunculkan hempasan gravitasi yang dahsyat.
Seperti biasa, Althea membuka portal untuk memindahkan serangan Lein. Namun, hempasan gravitasi adalah serangan yang tidak terlihat.
Jadi ada sisa hempasan yang tidak terkena portal dan mengenai Althea yang membuat nya terhempas ke belakang.
"Oh, benar juga. Jika aku menggunakan serangan yang tidak terlihat, maka itu akan menyulitkan Althea untuk memindahkan nya."
__ADS_1
"Bagus, mulai saat ini aku akan menggunakan sihir gravitasi yang tidak terlihat. Dan aku juga akan membuat sihir yang memiliki bentuk menjadi tidak terlihat." Batin Lein.
Maksud dari sihir yang memiliki bentuk adalah seperti bola gravitasi yang Lein lempar tadi yang memiliki bentuk bola kecil.
Sedangan hempasan gravitasi tidak memiliki bentuk. Oleh karena itu meskipun sama sama menggunakan elemen gravitasi, tetapi yang tidak memiliki bentuk akan tidak terlihat.
"Dragon Language : Gravity Pressure." Lein tidak membuat area di sekitar Althea terkena tekanan gravitasi melainkan di dalam tubuh Althea itu sendiri.
"!!" Althea merasakan tubuh nya menjadi sangat berat.
"Dragon Language : Mini Stone Golems." Lein membuat banyak sekali golem batu yang setinggi perut manusia.
Lein mengendalikan semua Golem mini untuk mengerumuni Althea yang sedang kesulitan untuk bergerak.
Saat perhatian Althea dialihkan ke para golem, Lein disisi lain sedang mempersiapkan serangan yang besar.
"Gravitasi tidak bisa dilihat namun bisa dirasakan dengan mana, namun saat ini Althea sedang teralihkan oleh para golem." Batin Lein.
"Dragon Language : Gravity Tornado." Lein menepuk kedua telapak tangan nya dengan keras.
Bersamaan dengan itu, muncul tornado yang tidak terlihat oleh mata, Lein bisa merasakan nya kalau tornado gravitasi sedang bergerak ke arah Althea.
"Cih, golem-golem ini sangat merepotkan." Althea membuat sebuah portal besar untuk memindahkan semua Golem.
"!!" Althea merasakan sesuatu yang berbahaya di belakang nya.
Jadi, sebagain tornado gravitasi yang tidak masuk ke dalam portal segera mengenai Althea dan ia terhempas jauh sampai menabrak dinding gua.
"Oh~ Sepertinya gua ini akan runtuh jika aku menggunakan sihir area lagi, tapi, siapa peduli." Lein membuka mulutnya lebar-lebar.
"Dragon Language : Gravity Cannon." Lein menembakkan meriam gravitasi dari mulut nya ke arah Althea yang sedang bangkit.
Meriam gravitasi yang Lein tembakkan berukuran sangat besar karena Lein menggunakan banyak sekali mana dalam seragam ini.
Lein juga membuat meriam gravitasi nya tidak beraturan agar bentuk nya kacau dan Althea akan kesulitan untuk memindahkan nya.
Althea tahu kalau Lein sedang menyerang nya dengan sihir gravitasi nya yang aneh, Althea membuka portal di depan nya agar serangan Lein masuk ke dalam portal.
Althea berhasil memindahkan serangan Lein yang datang ke arah nya, namun Lein tidak hanya menyerang Althea saja melainkan menyerang lingkungan sekitar nya.
Stalaktit gua terkena serangan Lein dan mulai bergetar, kemudian beberapa stalaktit lepas dan jatuh ke bawah ke arah Althea.
"Sial!" Althea mendongak ke atas dan segera membuka portal lagi.
Semua stalaktit yang jatuh dari langit-langit berhasil Althea pindahkan ke tempat lain dengan menggunakan kemampuan portal nya.
Namun, Lein sudah merencanakan hal itu, dan sekarang Lein sudah berada di depan Althea bersiap untuk menyerang nya.
__ADS_1
"Dragon Language : Gravity Blast." Lein meninju perut Althea.
Hempasan gravitasi yang besar membuat tubuh Althea terhempas ke belakang dan karena terlalu kencang, dinding gua berubah menjadi lubang yang sangat dalam.
Kondisi Althea saat ini sangat parah, tubuh nya rusak dan berdarah-darah. Namun Althea mengeluarkan ramuan dari inventory dan meminumnya.
Sepertinya ramuan yang Althea minum adalah ramuan berkualitas, buktinya tubuh Althea sudah pulih sekitar 50% nya.
"Ramuan yang hebat." Ucap Lein yang melihat Althea meminum ramuan itu.
"Terimakasih." Balas Althea singkat.
"Ini sudah berakhir." Lein mengangkat tinju nya dan meninju udara.
"Dragon Language : Gravity Blast." Lein membuat dindin gua yang sudah hancur menjadi tambah hancur.
"Hm?" Namun Lein tidak merasakan Althea di depan nya.
"Hah...Hah..." Ternyata Althea menggunakan portal nya untuk berpindah tempat menjauhi Lein.
"Yah, jika kamu bisa berpindah tempat, mengapa kamu tidak kabur dari sini?" Lein tidak paham mengapa Althea tidak pergi dari gua ini.
"Ini adalah tugas yang diberikan oleh pemimpin." Jawab Althea dengan napas terengah-engah.
"Bahkan untuk organisasi penjahat, mereka masih setia kepada pemimpin mereka ya. Tapi ini lebih baik, dibandingkan dengan organisasi pahlawan seperti SID yang busuk dari dalam." Lein menganggukkan kepala nya.
"Eh, tapi bagaimana kamu membunuh ku dengan kemampuan portal mu? Kamu tahu, dari tadi aku lah yang menyerang mu sedangkan kamu tidak." Tanya Lein.
"..." Namun Althea tidak menjawab pertanyaan Lein dan hanya menatap tajam.
"Tidak menjawab ya, karena kamu tidak menyerang, apakah tugas mu diganti dari yang membunuh ku menjadi mengulur waktu?" Lein berasumsi seperti itu.
"..." Althea masih tetap diam.
Sebenarnya, apa yang Lein ucapkan adalah kebenaran. Althea baru saja dikirimi pesan oleh sang pemimpin yang berisikan mengenai tugas nya yah diganti.
Althea bisa menyerang Lein dengan magma seperti yang di awal namun ia tidak melakukan nya karena ia sedang mengulur waktu selama mungkin.
Karena menurut dirinya, ia akan memiliki kemungkinan untuk terluka sangat parah saat mencoba melawan Lein dan itu akan berakibat fatal.
Karena Althea lah yang membuka portal di seluruh kota di Benua Manusia yang memunculkan banyak sekali monster untuk menyerang.
Namun Althea tidak menyangka, bahkan kalau ia bertahan dari serangan Lein, ia tetap akan menerima luka yang sangat parah.
"Kamu diam saja? Hm, sepertinya aku benar ya..." Ucap Lein.
"Tapi, tidak akan kubiarkan! Aku akan membunuhmu hari ini juga!" Teriak Lein.
__ADS_1