Analysis Eye

Analysis Eye
Dragon of Time


__ADS_3

Di suatu tempat di pinggiran hutan.


"Apakah mereka tidak mengejar? Ah, itu mungkin karena mereka adalah tipe pertahanan." Lein melihat ke arah rombongan mobil.


Setelah menunggu sebentar untuk memastikan bahwa para pengawal tidak mengejar, Lein akhirnya bisa santai.


Dari awal, Lein memaksimalkan kinerja tubuh nya. Ia selalu tegang dan tidak lengah sedetik pun karena ia akan mencuri sesuatu dari keluarga Barqi.


Setelah beristirahat sebentar, Lein melihat naga waktu yang dari tadi melihat nya.


"Apa?" Lein bertanya.


"ci? ci~" Naga waktu meletakan kedua kaki depan nya di tubuh Lein dan menggerakkan nya perlahan-lahan.


"...Apakah seekor naga bisa memijat manusia?" Lein paham dengan tindakan naga waktu.


"Baiklah, aku sudah tidak lelah." Lein menepuk kepala naga waktu.


"ci~" naga waktu berhenti dan tersenyum.


"... Ngomong-ngomong mengapa kamu tidak memusuhi ku? bukankah kamu ditangkap oleh manusia?" Lein bertanya mengenai sikap naga waktu.


"ci, ci~" naga waktu juga kebingungan, ia tidak tahu harus berbuat apa.


"hm, jadi kamu tidak tahu." Lein langsung mengerti setelah ia melihat ekspresi naga waktu.


"oh, apakah mungkin-" Lein mengaktifkan teknik dragon dance dan menunjukkan nya kepada naga waktu.


"ci~~" Naga waktu langsung membuat ekspresi girang.


Naga waktu merasakan energi yang sama saat ia pertama kali melihat Lein. Naga waktu melompat dan bergerak kesana-kemari tanda bahwa ia sedang senang.


"Meskipun nama teknik ini ada kata 'dragon', namun kekuatan nya tidak ada hubungan nya dengan dragon bukan?" Lein bertanya pada dirinya sendiri.


"Ah, buat apa pusing. Aku ada analysis eye." Lein lalu mengandalkan analysis eye.


"Analisa mengapa naga waktu tertarik dengan dragon dance." Lein mulai menganalisa.


[ analisa berlangsung ]


[ karena teknik dragon dance akan membuat pengguna nya memiliki mana yang mirip dengan naga ]


"Ah, jadi begitu." Lein paham setelah ia membaca hasil analisa.


"Lalu sekarang, kamu ingin apa?" Lein bertanya kepada naga waktu.


"ci? ci~" Naga waktu memiringkan kepala nya lalu ia menunjuk dirinya lalu menunjuk Lein.


"Kamu mau bersamaku?" Lein menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"ci~" Naga waktu menganggukkan kepala nya tanda bahwa ia setuju.


Setelah itu, naga waktu mendekat kan diri kearah Lein. Naga waktu lalu menempelkan kepala nya ke kepala Lein.


Keajaiban terjadi, cahaya biru bersinar saat kepala naga waktu dan kepala Lein bersentuhan.


Lein merasa bahwa tubuh nya dingin dan tenang seperti sedang berada di dalam air laut.


cahaya biru meredup dan Lein merasakan tubuhnya, bukan, sesuatu didalam tubuh nya berubah.


"Analisa apa yang terjadi." Lein segera menganalisa situasi barusan.


[ analisa berlangsung ]


[ naga waktu membuat kontrak dengan host. Kontrak tersebut adalah kontrak jiwa. Host akan selalu bersama naga waktu]


"Kontrak jiwa!?" Lein tidak menyangka naga waktu akan langsung membuat kontrak dengan Lein apalagi itu adalah kontrak jiwa.


Kontrak jiwa adalah kontrak dengan tingkatan tertinggi dibandingkan dengan jenis kontrak yang lain.


Kontrak jiwa akan menghubungkan kedua jiwa kontraktor. Kedua kontraktor akan selalu bersama bahkan jika mereka berpindah tubuh, asalkan jiwa mereka masih ada.


"ci~" naga waktu mengelus kepalanya ke tubuh Lein.


"hm?" Lein seketika tahu apa yang dikatakan naga waktu.


"Baiklah, mulai sekarang namamu adalah....Isolda." Lein meletakan tangan nya di kepala naga waktu, atau sekarang adalah Isolda.


"Ci~" Isolda nampaknya menyukai nama yang Lein berikan


"Baguslah kalau kamu menyukai nama itu." Lein mengelus-elus kepala Isolda.


"Kalau begitu ayo kita pulang. Eh... bisakah kamu mengubah wujud mu?" Lein menggaruk-garuk kepala nya kebingungan


"ci~" Isolda mengangguk lalu ia berubah wujud menjadi sebuah kalung kristal berwarna putih.


"Tunggu sebentar! mengapa menjadi kalung!" Lein mengira Isolda akan merubah wujudnya menjadi lebih kecil.


"ci, ci~, ci!!" Isolda (kalung) menjelaskan alasan nya.


"..Jadi begitu. Yah, aku harus berterima kasih kepada mereka." Lein mengangguk-anggukan kepala nya.


Isolda menjelaskan bahwa ia diberi sebuah obat atau potion oleh keluarga Barqi. Lein dan Isolda tidak tahu untuk apa, namun berkat itu Isolda bisa berubah wujud menjadi benda mati sesuka nya.


"Baiklah, ayo pulang" Lein menggunakan dragon dance kali ini agar ia sampai dengan cepat.


Lein sampai di rumah nya dan segera mandi. Setelah itu Lein menyuruh Isolda kembali ke wujud naga. Lalu Lein tidur dengan nyenyak.


Isolda yang melihat Lein tidur di kasur memikirkan sesuatu. Isolda lalu menaiki kasur dan tidur di samping Lein. Sungguh pemandangan yang langka manusia dan naga bisa tidur bersama.

__ADS_1


...----------------...


Sementara itu di taman belakang gedung pembelajaran.


Kiva dan bawahan nya sudah menunggu di sini. Orang-orang asing juga ada di sini karena mereka penasaran dengan artefak.


Rombongan mobil datang dan berhenti di dekat taman. Para pengawal turun dan membawa kotak kayu kecil namun mengandung banyak mana.


Kiva yang melihat itu segera berdiri dan menyambut mereka.


"Halo, tuan muda!" Para pengawal membungkukkan badan mereka sedikit.


"Halo, semuanya." Kiva menganggukkan kepala nya.


"Ini adalah Artefak yang dikirim tuan kepada tuan muda." Pengawal yang membawa kotak kayu berbicara dan menyerahkan kotak itu.


"Jadi ini, ya." Kiva menerima kotak kayu yang berisi artefak itu.


Kiva membuka kotak kayu itu dan orang-orang menjadi lebih penasaran.


Kotak terbuka dan isi kotak itu adalah sebuah boneka jerami yang berwajah tersenyum.


Orang-orang yang penasaran menjadi kecewa, mereka mengira akan melihat Artefak yang hebat namun hanyalah boneka jerami.


Mereka lalu pergi sambil mengumpat kesal. Kiva yang melihat mereka pergi tersenyum sinis.


"Dasar serangga, mereka tidak akan tahu kehebatan boneka jerami ini." Kiva mengambil boneka itu dan menyimpan nya di balik baju, bukan di inventory.


"Lalu, ada apa dengan mobil pick up itu?" Kiva memperhatikan mobil pick up


"Itu...adalah kandang yang berisikan monster yang dikirim oleh tuan untuk tuan muda." Kapten pengawal menjawab dengan ragu.


"Lalu tunggu apa lagi, segera berikan kepadaku." Kiva tidak sabar monster apa yang dikirim ayah nya.


"Itu . maafkan kami tuan muda." Kapten pengawal dan pengawal lainnya membungkukkan badan mereka 90°.


"Hah? Katakan, apa maksudmu!?" Kiva merasakan firasat buruk.


"Kami diserang dan mereka mencuri monster itu." Kapten menjelaskan keseluruhan situasi nya.


"Apa!?" Kiva menendang kapten pengawal.


"Bagaimana kalian bisa diserang di area universitas!?" Kiva sangat marah.


"Sial, laporkan kepada ayah dan minta ayahku untuk mengirim seorang ahli yang bisa menyelidik!" Kiva memerintahkan para pengawal.


"Baik, tuan muda!" Para pengawal menerima perintah Kiva


"Sial!" Kiva kembali menuju rumahnya dengan ekspresi marah.

__ADS_1


__ADS_2