
Liza mengendalikan bola-bola mana yang didalamnya berisi Api Leviarves yang membara ke arah Nolan yang sudah mempersiapkan dinding kegelapan untuk bertahan.
Saat beberapa bola mana hampir menyentuh dinding kegelapan di depan Nolan, tiba-tiba saja bola-bola mana tersebut menghilang.
"Menghilang? Tidak mungkin serangan bisa menghilang begitu saja..." Nolan mengerutkan kening nya.
Kali tiba-tiba bola-bola mana yang menghilang tepat di dalam mata Nolan tadi muncul di belakang nya dan mengenai punggung nya.
"Arghh!!" Nolan berteriak kesakitan saat terkena ledakan bola mana dan sifat merusak Api Leviarves.
Nolan melihat kalau masih ada beberapa bola mana lagi di belakang nya. Ia segera membuat dinding kegelapan di belakang tubuh nya agar tidak terkena serangan lagi.
Namun sama seperti sebelumnya, bola-bola mana tersebut menghilang dan tiba-tiba muncul di sisi kiri dan kanan Nolan.
Nolan merespon dengan cepat kali ini, ia segera mengendalikan dinding kegelapan di depan nya ke arah samping kanan.
Namun Nolan terlambat satu langkah saat akan mengendalikan dinding kegelapan di belakang nya ke arah samping kiri.
Jadi, bola-bola mana yang berada di samping kiri mengenai tubuh Nolan dan tangan kiri Nolan hangus terbakar oleh Api Leviarves.
"Sialan!!! Bagaimana bisa serangan itu menghilang dan muncul di tempat lain!?" Nolan mengeluarkan ramuan penyembuh dan menuangkan nya ke tangan kiri nya yang hangus terbakar.
"Aku baru pertama kali menggunakan elemen ruang untuk memindahkan sesuatu, namun tampaknya itu berhasil. Ini juga berkat Nyonya Abelia yang membuatku bisa dengan mudah menggunakan elemen ruang." Batin Lein.
Ya, Lein menggunakan elemen ruang untuk memindahkan bola-bola mana yang dikendalikan oleh Liza agar Nolan tidak bisa menebak arah serangan nya.
"Sepertinya aku telah meremehkan mereka berdua. Aku akan menggunakan sihir skala besar untuk membunuh mereka berdua langsung."
"Mana ku hampir habis, namun sepertinya mereka berdua masih baik-baik saja. Mungkin itu karena mereka berdua sedangkan aku sendirian."
"Untung saja Frederic memberikan ku sebuah artefak." Nolan mengejutkan sesuatu dari inventory nya.
Apa yang Nolan keluarkan adalah sebuah bola kaca transparan yang bisa dilihat kalau di dalamnya berisi asap berwarna abu-abu.
Nolan melemparkan bola kaca tersebut ke atas langit dan melancarkan tebasan kegelapan yang membuat bola kaca tersebut hancur.
Lalu, asap berwarna abu-abu di dalam bola kaca keluar dan sepertinya itu bukanlah asap biasa karena membuat udara disekitar nya menjadi dingin yang menusuk tulang.
"Perasaan akrab apa ini..." Lein mengerutkan kening nya saat melihat kumpulan asap yang mulai menyebar di atas langit.
__ADS_1
"Perasaan dingin yang menusuk tulang ini... Aku merasakan nya juga pada saat aku mengambil lentera jiwa di Desa Mudbell, tunggu..." Lein melebarkan matanya dan segera menganalisa.
[ analisa berlangsung ]
[ asap yang host lihat bukanlah asap yang sebenarnya, melainkan kumpulan jiwa-jiwa makhluk hidup yang sudah dikumpulkan ]
"Sudah kuduga... Liza! Itu bukanlah asap melainkan jiwa-jiwa makhluk hidup!" Lein berteriak memberitahu Liza.
"Apa!?" Liza melebarkan matanya karena terkejut.
"Ho? Jadi kamu mengetahui nya ya. Itu benar! Asap yang kalian lihat adalah kumpulan jiwa-jiwa makhluk hidup yang sudah kami kumpulkan."
"Jangan coba-coba untuk memurnikan nya dengan elemen suci. Karena jiwa-jiwa tersebut berasal dari makhluk hidup yang sangat kuat."
"Kalian berdua mungkin bagus menghabiskan mana kalian untuk memurnikan nya. Hahaha..." Nolan tertawa dengan puas.
"Liza, apa yang Nolan katakan memang benar. Aku akan mengatasi jiwa-jiwa itu, apakah aku bisa menyerahkan Nolan kepada mu?" Lein berkomunikasi lewat transmisi suara.
Lein sedikit khawatir saat Nolan mengatakan kalau jiwa-jiwa di atas berasal dari makhluk hidup yang sangat kuat.
Jiwa-jiwa yang masih berada di dunia ini akan membuat kehidupan makhluk hidup yang bersentuhan dengan mereka akan tersedot habis.
"...Aku bisa membunuh Nolan dengan satu serangan namun itu akan membuat ku kehabisan mana. Namun, serahkan saja padaku." Balas Liza.
"Aku juga akan menggunakan seluruh divine power ku untuk memurnikan jiwa-jiwa itu. Kuserahkan Nolan padamu." Ucap Lein.
"Ya!" Angguk Liza.
Lein terbang ke atas langit menghampiri kumpulan jiwa-jiwa makhluk hidup di atas. Ia menarik napas dalam-dalam dan bersiap untuk melakukan pemurnian.
"Haha, apakah kamu mencoba untuk memurnikan nya? Sudah kukatakan kalau itu tidak akan berguna." Nolan tertawa mengejek.
"Aku pinjam wujud mu Sang Naga Jahat Leviarves." Liza mengangkat kedua tangan nya ke atas.
Liza menciptakan serangan berupa tiruan wujud Leviarves dengan Api Leviarves sama seperti saat ia melawan Kraken Globsys di Laut.
Nolan yang masih tertawa segera berhenti saat merasakan adanya bahaya yang sangat mengerikan dari tiruan Leviarves.
"Sial, apa-apaan serangan itu!" Nolan segera membuat dinding kegelapan berlapis-lapis yang menyelimuti tubuh nya.
__ADS_1
...----------------...
Di atas langit.
Lein menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan-lahan. Ia kemudian mengumpulkan semua divine power yang ada di dalam tubuh nya ke kedua tangan nya.
Lein mengangkat kedua tangan nya dan mengarahkan nya ke arah kumpulan jiwa-jiwa makhluk hidup di atas nya yang sudah menyebar.
"Divine Power : Purification!" Teriak Lein.
...----------------...
Bersamaan dengan Lein yang mulai memurnikan jiwa-jiwa makhluk hidup di atas dengan semua divine power milik nya, Liza juga melancarkan serangan nya.
"Calamity Fire, Evil Dragon Leviarves!" Teriak Liza.
Serangan tiruan wujud Leviarves terbang ke arah Nolan yang sudah menutupi dirinya dengan banyak sekali lapisan dinding kegelapan.
Lalu terjadilah dua pemandangan yang menakjubkan di langit saat cahaya emas yang menyilaukan bertemu dengan cahaya merah yang membara.
...----------------...
"Lein... Liza..." Isolda yang sudah membunuh semua makhluk eksperimen mendongak ke atas.
Ia khawatir dengan keselamatan Lein dan Liza lalu ia segera terbang ke atas sana agar bisa membantu mereka melawan Nolan.
...----------------...
Nolan, yang sedang berpikir bagaimana cara agar ia bisa membunuh Lein dengan rasa sakit yang parah merasakan firasat buruk.
Serangan Liza yang berupa tiruan Leviarves melahap habis tubuh Nolan yang membuatnya terbakar oleh Api Leviarves yang berwarna hitam.
"Argh!!!" Nolan berteriak sangat keras.
Dinding kegelapan yang berlapis-lapis itu retak dan pada akhirnya hancur juga. Nolan yang tidak sanggup menahan rasa sakit mulai kehilangan kesadaran dan terjatuh ke bawah.
Sebelum Nolan mati, ia sempat melihat dengan kedua matanya kalau kumpulan jiwa-jiwa makhluk hidup di atas langit sudah tidak ada.
"Sial, pada akhirnya aku kalah..." Itu adalah pikiran terakhir Nolan sebelum ia pada akhir nya jatuh dan mati.
__ADS_1