Analysis Eye

Analysis Eye
Kembali ke Rumah di Kota Elm


__ADS_3

Lein dan Octiorb menikmati waktu santai mereka di penginapan, kemudian tiba waktunya untuk mereka berdua pergi ke Kota Elm.


"Karena jarak nya yang lumayan jauh, kalian akan teleportasi di kota terdekat lalu kalian masuk lagi baru kalian sampai ke Kota Elm." Ucap petugas portal.


Sebenarnya jika portal yang digunakan lebih canggih, berapapun jaraknya bisa dijangkau. Namun mungkin karena ini adalah kota kecil, fasilitas nya kurang canggih.


Jadi Lein dan Octiorb akan berteleportasi ke kota terdekat yang jarak nya berada di tengah-tengah antara Kota Elm dan kota ini.


Lalu dari kota tersebut mereka berdua memasuki portal lagi ke Kota Elm. Namun katanya mereka berdua tidak perlu membayar lagi.


Karena mereka berdua sudah membayar jarak antara kota ini ke Kota Elm. Hanya tidak bisa langsung menuju ke Kota Elm saja.


"Baiklah, tidak apa-apa asalkan bisa pergi ke Kota Elm dengan portal." Angguk Lein.


"Terimakasih atas perhatian mu." Petugas tersenyum.


 


"Ah, sudah lama aku tidak kesini." Lein melihat ke sekeliling.


Mereka berdua saat ini sudah berada di Kota Elm, mereka melihat-lihat sekitar apakah ada yang berubah selama mereka berdua pergi.


Lalu mereka segera pergi ke rumah Lein yang dulu yang berada di daerah kumuh. Lein tidak menyewakan atau menjual rumah itu.


Karena rumah itu adalah rumah milik kakek dan nenek nya dan rumah itu menyimpan banyak sekali kenangan bersama kakek dan nenek nya.


Bahkan meskipun disewakan atau dijual juga tidak menghasilkan banyak uang karena terletak di daerah kumuh.


"Daerah kumuh, karena sudah terlalu lama menikmati hidup, aku jadi sedikit asing saat datang kesini." Ucap Octiorb.


"Benar, kita rasanya seperti orang sukses yang kembali ke kampung halaman, hahaha." Lein tertawa kecil.


Lein mengeluarkan kunci dan memasukan nya ke dalam lubang kunci. Pintu terbuka, Lein dan Octiorb masuk ke dalam rumah.


"Ini dia, rumah yang kecil dan sempit ini memiliki banyak sekali kenangan." Ucap Lein.


"Perabotan nya berdebu." Octiorb menyentuh sofa dan jarinya dipenuhi oleh debu.


"Oh benar, ayo kita bersihkan." Lein pergi ke sudut dapur mengambil peralatan kebersihan.


Octiorb mengambil sapu dan ia menyapu lantai mulai dari ruang tamu, rumah makan, kamar-kamar, sampai ke ruang masuk.


Lein mengambil kemoceng untuk membersihkan perabotan seperti sofa, kursi dan meja, rak buku, televisi, dan perabotan yang lain.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan semua ruangan dan perabotan dari debu, Octiorb mengambil pel dan Lein mengambil kain lap.


Lalu setelah beberapa waktu, semua ruangan sampai ke sudut sudah bersih, perabotan rumah juga sudah mengkilap setelah di lap.


Karena sekarang rumah sudah bersih, sudah waktunya untuk makan siang. Lein segera mengeluarkan daging ayam dan bumbu-bumbu dari inventory nya.


Octiorb juga membantu Lein, dia mengambil daging ayam yang sudah dikeluarkan dan memotong-motong dengan ukuran kecil.


Daging ayam yang sudah dipotong-potong Octiorb taruh di dalam suatu wadah dan di bersihkan menggunakan air bersih.


Lalu Octiorb memasukan perasan jeruk nipis ke atas daging ayam dan mengaduknya hingga tercampur rata lalu di diamankan selama beberapa menit.


Lein mengupas bawang putih dan bawang bombay lalu Lein memotong-motong nya sampai lembut.


Lein mengambil wajan dan memasak minyak sedikit ke atas wajan lalu Lein panaskan menggunakan api kompor yang sedang.


Setelah minyak panas, bawang putih dan bawang bombay yang sudah dipotong-potong dimasukkan ke dalam wajan dan ditumis.


Octiorb mengambil wadah ayam yang sudah dicampur dengan perasan jeruk nipis lalu memasukan nya ke dalam wajan.


Lein memasukan garam, gula, dan saus ke dalam wajan dan mengaduk-aduk nya sampai tercampur rata dengan daging ayam.


Lalu setelah beberapa saat, daging ayam sudah magang dan ditiriskan. Kemudian mereka menaruh nya ke atas piring.


"Wah seperti biasa masakan mu sangat enak bocah." Mata Octiorb berbinar-binar saat memakan daging ayam nya.


"Ngomong-ngomong, apa rencana mu selanjutnya? Apakah kamu akan mengunjungi suatu tempat di Kota Elm ini?" Octiorb bertanya mengenai rencana Lein.


"Hm, entahlah. Aku tidak tahu apa saja tempat yang menarik disini. Yah, karena aku juga memang tidak pernah berkeliling kota." Lein menyentuh dagunya.


*ding


"Hm?" Lein mengambil ponsel nya dan melihat kalau ada pesan yang masuk.


"Sebuah pesan?" Tanya Octiorb.


"Ya, dari Pak Tua Gran." Angguk Lein.


"Oh dia? Apa yang dia katakan?" Octiorb penasaran.


"Dia ingin bertemu dengan kita karena kita telah membunuh dan menyerahkan banyak sekali anggota Anarchy Order dalam waktu singkat." Jawab Lein.


"Oh~ Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" Octiorb melanjutkan kembali makan nya.

__ADS_1


"Karena kita tidak memiliki rencana apapun, aku akan menerima nya. Apakah tidak apa-apa?" Lein menanyakan pendapat Octiorb.


"Tentu saja tidak apa-apa. Seperti yang kamu ucapkan, kita tidak memiliki rencana apapun." Angguk Octiorb.


"Baiklah." Lein mengetik pesan dan mengirimkan nya kepada Gran.


...****************...


Gran : Oh, kebetulan sekali aku sedang berada di Kota Els, kota sebelah Kota Elm.


Lein : Benarkah? Apa yang kamu lakukan disana?


Gran : Haha, ada beberapa urusan SID disini. Aku akan menemui mu besok setelah aku menyelesaikan urusan yang menumpuk ini.


Lein : Tentu, hubungi aku jika kamu sudah berangkat.


Gran : Ya.


...****************...


"Ternyata dia sedang berada di kota sebelah." Lein menaruh ponsel nya dan melanjutkan kembali makan nya.


"Kota Els? Apa yang dia lakukan disana?" Octiorb bertanya meskipun ia juga tidak peduli.


"Tidak tahu, urusan SID katanya." Lein mengangkat bahu nya dan seperti Octiorb, dia juga tidak peduli.


Mereka berdua bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain, bahkan mereka juga tidak penasaran mengenai apa yang orang lain lakukan.


Mencampuri urusan orang lain berarti ikut terlibat dalam masalah mereka dan itu akan membuang-buang banyak sekali waktu.


Lein dan Octiorb adalah orang yang santai, mereka lebih baik berlatih atau bermain permainan daripada mencampuri urusan orang lain.


Lagipula, mencampuri urusan orang lain juga tidak ada untungnya malahan mungkin itu bisa jadi merugikan karena ikut terlibat masalah.


"Apakah kamu membawa konsol permainan?" Octiorb menyelesaikan makan nya.


"Ya, aku membawa nya." Angguk Lein yang juga telah menyelesaikan makan nya.


Lein lalu mengeluarkan dua konsol permainan dari inventory nya dan memberikan salah satu nya kepada Octiorb.


"Permainan apa yang harus kita mainkan?" Octiorb menyalakan konsol permainan dan memilih permainan apa yang akan mereka mainkan bersama.


"Lanjutkan yang sebelumnya saja, bukankah kita masih terjebak di tempat itu?" Ucap Lein.

__ADS_1


"Wah benar juga, baiklah ayo!" Octiorb bersemangat.


Mereka berdua kemudian bermain bersama sepanjang hari bahkan Octiorb sesekali berteriak dengan kesal karena ia mati di dalam permainan nya.


__ADS_2