Analysis Eye

Analysis Eye
Kompetisi antar Negara : Paw Deer


__ADS_3

Lein saat ini sedang melanjutkan perjalanan nya untuk mencari Jonas dan yang lain ditemani oleh Enzo dan Eira.


Alasan mereka berdua mengikuti Lein adalah seperti yang diucapkan sebelumnya, tujuan Universitas Ocean Blue adalah untuk mencari koneksi.


Ada alasan lain, yaitu karena Enzo dan Eira penasaran dengan kekuatan Lein. Mereka berdua hanya tahu bahwa Lein kuat, namun tidak tahu seberapa kuat Lein.


Lein juga berpikir tidak ada salahnya bagi mereka berdua mengikuti nya. Hitung-hitung sebagai teman berbicara saat menelusuri Hutan Oxtara.


Lein dan Enzo berlari dengan mudah, namun Eira menggunakan artefak yaitu payung nya untuk melayang dan bergerak di udara.


Itu karena tubuh Eira yang tergolong lemah karena terus-menerus terkena udara dingin selama hidupnya.


Enzo mengatakan bahwa meskipun tubuh Eira lemah, ia memiliki kapasitas mana yang sangat besar.


"Berhenti." Eira berhenti dan menutup matanya.


Lein dan Enzo segera berhenti namun mereka tidak bertanya mengapa. Karena mereka berdua tahu bahwa Eira merasakan sesuatu.


"Ada banyak sekali monster yang datang ke arah kita." Eira membuka matanya dan memberitahu kepada Lein dan Enzo.


"Berapa banyak?" Lein segera bertanya jumlah monster yang akan datang.


"Uh... Sekitar dua ratus." Jawab Eira memperkirakan jumlah nya.


"Dua ratus!? Itu jumlah yang sangat banyak!" Teriak Enzo terkejut.


"Tenanglah, dengan jumlah sebanyak itu, sudah jelas monster yang akan datang adalah monster lemah." Ucap Lein.


"Benar apa kata Lein. Monster yang kuat tidak mungkin membuat kelompok apalagi dengan jumlah dua ratus." Angguk Eira sependapat dengan Lein.


"Hm, Eira, Apakah kamu bisa terbang tinggi?" Tanya Lein kepada Eira.


"Terbang tinggi? Tidak. Batasku hanya sampai tiga meter." Eira menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Lein.


"Dragon Dance : Fly." Lein menggunakan sihir terbang untuk dirinya sendiri dan juga untuk Enzo dan Eira.


"Kalian penasaran dengan kekuatan ku bukan? Akan ku tunjukkan dengan cara menghabisi semua monster yang akan datang dengan dua sihir." Ucap Lein.


"Meskipun mereka monster lemah, apakah kamu yakin bisa menghabisi mereka hanya dengan dua sihir saja?" Eira tidak yakin.


"Haha, tentu saja. Itu sangat mudah..." Lein tertawa.


Mereka bertiga melayang tinggi di atas udara dan menunggu para monster datang ke arah mereka.


Setelah beberapa waktu berlalu, tanah dibawah mereka bergetar dan terdengar suara bergemuruh yang sangat jelas di telinga mereka.


"Datang." Ucap Eira.


"Analisa!" Lein segera menganalisa monster yang datang.

__ADS_1


[ analisa berlangsung ]


[ Paw Deer


level : 50


Monster rusa biasa yang sama seperti binatang rusa ]


Paw Deer memiliki bentuk tubuh dan ukuran yang sama dengan binatang rusa pada umumnya.


Bedanya, mata Paw Deer berwarna merah gelap dan kulit mereka berwarna ungu gelap bercorak hitam yang terkesan menyeramkan.


Tanduk Paw Deer juga keras dan sangat runcing, orang biasa akan langsung mati saat Paw Deer menyeruduk tubuh mereka.


"Paw Deer!? Benar kata kalian berdua, yang datang adalah monster lemah." Ucap Enzo.


"Baiklah, akan aku tunjukkan kepada kalian!" Lein mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Dragon Dance : Rain." Lein menciptakan sebuah hujan.


"Hujan? Kamu tahu kalau itu tidak berguna..." Ucap Eira.


"Aku tahu, ini hanya persiapan." Jawab Lein.


"Dragon Language : High Level Water Manipulation." Ucap Lein.


Lein menggunakan sihir yang memungkinkan dia untuk memanipulasi dan mengendalikan air yang ada di area sekitar nya.


Lein menambahkan mana agar kecepatan tetesan hujan yang ia kendalikan menjadi sangat tinggi.


Tetasan air yang sudah diubah oleh Lein mengenai semua Paw Deer dan menembus tubuh mereka dengan sangat mudah karena tajam dan kecepatan nya yang sangat cepat.


"Gila..!!" Enzo hanya bisa berteriak melihat apa yang terjadi di depan nya.


"Sungguh kontrol sihir yang menakjubkan..." Eira bahkan melihat Lein dengan mata berbinar-binar seperti memuja nya.


Enzo dan Eira menyaksikan bagaimana Lein dengan mudahnya membantai Paw Deer dengan sihir sederhana miliknya.


Setelah beberapa menit, Paw Deer terakhir jatuh mati. Lein dan yang lain turun ke bawah sambil melihat-lihat.


"Semuanya punya ku bukan?" Ucap Lein sambil tersenyum.


"Haha tentu saja!" Teriak Enzo.


"Karena kamu yang mengalahkan mereka semua." Eira juga mengangguk.


"Bagus." Lein tersenyum.


Lein berjalan-jalan sambil memasukkan semua tubuh Paw Deer kedalam tas penyimpan milik nya.


Mereka bertiga kemudian melanjutkan perjalanan mereka namun lein masih belum menemukan Jonas dan yang lainnya.

__ADS_1


Malam hari tiba, mereka bertiga menemukan tempat yang aman untuk bermalam kemudian mereka membuat api unggun.


"Bagaimana jika aku membuat kan kalian sesuatu untuk makan malam?" Lein menawarkan kepada Enzo dan Eira.


"Wah kamu bisa memasak?" Tanya Enzo.


"Tentu saja." Jawab Lein dengan nada bangga.


"Kalau begitu jika tidak merepotkan..." Angguk Eira.


"Bagus, kita akan menggunakan daging Paw Deer. Meskipun tampilan mereka menyeramkan, daging mereka sama seperti daging rusa biasa." Lein mengeluarkan bahan-bahan.


"Apakah ada yang bisa kami bantu?" Tanya Eira.


"Tidak, tidak perlu. Kebetulan aku memang suka memasak." Ucap Lein.


"Baiklah..." Balas Eira tersenyum.


Lein mengambil batu berbentuk datar dan membersihkan nya dengan sihir air. Kemudian Lein menaruh daging rusa di atas batu datar itu.


Lein memegang pisau ditangan kanannya dan mulai memotong daging rusa menjadi bentuk dadu berukuran sedang.


Setelah itu Lein mengambil ranting Pohon Oxtara, dibersihkan dengan sihir air dan dipotong agar nyaman dipegang.


Lein kemudian mengambil daging rusa yang telah di potong dan menusuk nya dengan ranting pohon yang juga sudah ia potong dan jadilah sate mentah.


Lein membuat banyak sekali tusuk sate karena nafsu makannya yang besar dan karena ini adalah makan malam pertamanya dengan seseorang di kompetisi ini.


Lein kemudian mengeluarkan bawang, cabai, garam, kecap, jeruk, dan bumbu-bumbu lainnya lalu ia mencampurkan semuanya dalam satu wadah.


Setelah melihat bahwa rasanya sudah cukup, Lein segera membawa sate dan bumbu mendekati api unggun.


"Ambil sepuas kalian. Bakar dulu sebentar lalu olesi dengan bumbu ini dan bakar lagi sesuai selera kalian." Ucap Lein kepada Enzo dan Eira.


"Baik!" Enzo dan Eira mengangguk.


Mereka bertiga mengambil tusuk sate dan membakar nya, kemudian mengoleksi sate dengan bumbu yang sudah Lein buat dan membakar nya lagi.


"Selamat makan!" Mereka kemudian makan bersama.


"Ini enak!!!" Eira terkejut dengan rasa nya.


"Wah kamu sangat pintar memasak!" Enzo menghabiskan satu tusuk sate dengan sekali lahap.


"Haha, terimakasih. Silakan dimakan sepuas nya!" Lein tertawa.


Mereka bertiga kemudian membakar sate lagi dan berbincang-bincang dengan gembira sampai stok sate yang Lein buat habis.


Meskipun setengahnya dimakan oleh Enzo. Lein hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena nafsu makan Enzo seperti Liza.


Mereka bertiga kemudian mengucapkan selamat malam dan menemukan posisi yang nyaman untuk tidur.

__ADS_1


Seperti biasa, Lein tidur di atas dahan Pohon Oxtara. Enzo tidur di bawah dekat akar Pohon Oxtara. Sementara Eira ia tidur di dekat api unggun.


__ADS_2