Analysis Eye

Analysis Eye
Pertanyaan dari Presiden Brynn


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi hari.


Universitas Dragon Heart, Rumah milik Lein.


Dalam tidur nya Lein merasakan sesuatu yang basa dan lengket. Lein merasa tidak nyaman dan membuka matanya.


Saat ia membuka matanya, ia melihat Isolda sedang menjilati wajah nya. Isolda yang melihat Lein membuka mata segera berhenti dan memasang wajah tersenyum.


"Sebentar, kamu ini naga atau anjing?" Lein selalu terheran-heran dengan tingkah Isolda.


"ci, ci~" naga waktu mengeluarkan suara yang artinya 'aku lapar'


"... Analisa makanan apa yang tepat untuk Isolda." Lein duduk dan menganalisa.


[ analisa berlangsung ]


[ Naga waktu memakan daging monster yang mengandung mana, kristal mana, kristal waktu, atau hanya mana dari host ]


"Yah, kalau begitu kamu makan monster ini dulu." Lein mengeluarkan beberapa mayat monster dari inventory.


"ci~" Isolda terlihat bahagia dan ia makan dengan senang hati.


"Oh dan terima ini juga." Lein menggunakan dragon dance dan menyalurkan mana ke tubuh Isolda.


"ci~" Isolda tambah senang dan mengucapkan terima kasih.


"Haha, makanlah dengan lahap." Lein mengelus kepala Isolda.


Lein lalu beranjak untuk mandi dan sarapan, lalu Lein berlatih sebentar sebelum pergi ke kelas.


...----------------...


"Akhirnya kelas teori selesai..." Lein merenggangkan tubuh nya.


*Ding (suara notifikasi)


Lein memeriksa sistem nya dan ia menerima sebuah pesan pribadi dari presiden Brynn.


"hm?" Lein berpikir presiden akan membahas mengenai kejadian semalam.


"John, Anna, maaf aku tidak bisa berlatih bersama. Aku ada sesuatu yang penting." Lein meminta maaf kepada John dan Anna.


"Benarkah? Baiklah tidak apa-apa." Anna sedikit kecewa.


"Yo, cepat selesaikan." John biasa saja.


"Ya." Lein melambaikan tangan nya.


...----------------...


*tok tok tok (suara ketukan pintu)


"masuk." presiden Brynn mempersilakan.


Lein membuka pintu dan memasuki ruangan presiden.

__ADS_1


"Kamu sudah datang, duduklah." Presiden mempersilakan Lein duduk di sofa dan presiden juga duduk di depan nya.


"Mengapa anda memanggil aku pres?" Lein bertanya dengan wajah tenang.


"Seharusnya kamu sudah tahu, Lein." Presiden Brynn menjawab.


"Maafkan aku pres, aku tidak tahu apa yang anda bicarakan." Lein tidak bergeming.


*sigh (suara menghela napas)


Presiden Brynn menatap mata Lein sebentar dan menghela napas.


"Mengapa kamu melakukan hal itu? Kamu yang membuat kekacauan di hutan timur semalam kan?" Presiden Brynn menanyakan alasan Lein melakukan hal itu.


"Tidak ada bukti, pres." Lein tetap tidak menjawab.


"Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa. Aku hanya bertanya mengapa kamu melakukan hal itu." Presiden Brynn kembali bertanya.


"...Tidak ada alasan, pres." Lein tidak mengatakan alasan nya


"Lein Sanzio." Kali ini Presiden Brynn mengeluarkan aura nya.


"....Pres." Lein menutup mata nya sebentar dan membuka nya kembali.


"Katakan." Presiden Brynn menarik kembali aura nya.


"Hidup itu seperti permainan catur, untuk menang kamu harus membuat langkah." Lein tidak mengatakan alasan namun kata-kata kiasan.


"Sebagai seorang presiden universitas, bukankah anda sudah tahu kalau aku tidak bergerak, mereka yang akan bergerak." Lein menutup mata nya lagi.


"Kalau aku tidak bergerak menyelesaikan masalah ini, lalu siapa lagi!? Katakan padaku, Pres!" Lein berteriak


Lein saat ini sedang marah, karena ia seperti di interogasi oleh presiden. Lein tahu bahwa perbuatan nya salah, namun tidak akan terjadi kebakaran jika tidak ada api, dan tidak ada api jika tidak ada pemantik nya.


Semua ini bermula karena Tuan muda keluarga Barqi, Kiva Barqi. Ia menyuruh 50 bawahnya untuk menyerang Lein saat ujian praktek.


Lein saat itu juga hampir, bukan, akan mati. Jika tidak ada analysis eye dan Octiorb, mungkin Lein akan benar-benar mati.


Diperlakukan seperti itu padahal Lein tidak melakukan apa-apa. Bagaimana bisa Lein tidak marah?


"Tenangkan dirimu terlebih dahulu Lein." Presiden paham dengan perasaan Lein.


"Maafkan aku, pres." Lein mengendalikan emosi nya dan meminta maaf.


"Tidak apa-apa." Presiden Brynn memaklumi nya.


"....Aku paham perasaan mu. Aku hanya menanyakan alasan mu." Presiden Brynn tidak melanjutkan obrolan ini.


Presiden Brynn sebenarnya ingin memberikan sedikit hukuman untuk Lein. Karena Lein membuat kekacauan di hutan timur, yang mana itu ada di dalam universitas.


Namun, presiden Brynn tidak jadi menghukum Lein. Karena ia juga paham dengan kondisi Lein. Lein yang dirugikan di situasi ini.


Seorang remaja sendirian menghadapi keluarga yang berpengaruh di kota Dragon Tide. Sudah jelas ada perbedaan yang sangat lebar.


Presiden Brynn juga sudah pusing dengan ulah keluarga Barqi. Keluarga Barqi menyerang seseorang yang salah, Lein adalah orang yang berpikir terlebih dahulu sebelum menyerang.

__ADS_1


Presiden Brynn tidak percaya Lein bisa menghancurkan keluarga Barqi. Namun presiden Brynn percaya bahwa keluarga Barqi akan menerima kerugian yang banyak.


Lein bukanlah orang yang bodoh. Ia seperti predator yang merencanakan aksi nya dan dengan sabar menunggu kesempatan untuk memangsa mangsanya.


Karena Lein sendirian, yang Lein butuhkan adalah kesabaran dan ketenangan.


"Jika tidak ada yang perlu dibahas. Maka aku permisi, pres." Lein berdiri dan keluar dari ruang presiden.


"..." Presiden Brynn tidak mengatakan apa-apa, ia hanya melihat punggung Lein dengan mata tenang.


...----------------...


Lein saat ini sedang berada di rumah nya. Ia sedang termenung karena masalah keluarga Barqi. Kalung Lein bersinar dan Isolda muncul.


"ci~" Isolda mengelus kepala nya ke tubuh Lein.


"Haha, aku tidak marah. Aku hanya memikirkan sesuatu." Lein mengelus kepala Isolda.


"ci~?" Isolda bertanya


"Memikirkan... bagaimana menghancurkan keluarga Barqi." Mata Lein menunjukkan niat membunuh yang sangat kuat.


"ci~" Isolda juga menunjukkan niat membunuh di mata nya.


"Ya, kita memiliki musuh yang sama." Lein tersenyum.


"Mohon kerjasama nya, Isolda." Lein mengelus kepala Isolda


"ci~" artinya 'aku akan membantu mu'


"Terima kasih." Lein lalu pergi berlatih dragon dance.


Isolda juga membantu latihan Lein. Mereka berdua berlatih bersama. Meskipun Isolda belum membangkitkan kekuatan waktu nya, fisik seekor naga sangat hebat.


Mereka berdua saling menyerang dan bertahan menggunakan tubuh mereka. Lein juga tidak menggunakan senjata.


Mereka berlatih dengan semangat dan mereka bisa menyeimbangkan pergerakan mereka. Padahal mereka baru bertemu kemarin saat malam hari.


...----------------...


Universitas Dragon Heart, ruang presiden.


"Keluarga Barqi..." Presiden Brynn memegangi kepala nya.


"Keluar." presiden Brynn berbicara padahal tidak ada seseorang disana.


*wush (suara angin berhembus)


"Ya!" Seseorang muncul di depan presiden.


Orang itu berlutut dengan satu kaki. Penampilan nya serba hitam seperti menyatu dengan bayangan.


"Awasi pergerakan keluarga Barqi yang ada di universitas." Presiden Brynn memberikan perintah.


"Ya!" Orang itu menjawab lalu menghilang

__ADS_1


"Berhati-hatilah, Lein." Presiden Brynn melanjutkan pekerjaan nya.


__ADS_2