
Lein masih bisa menahan dirinya untuk tidak muntah. Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.
"Liza, tarik napas dalam-dalam dan buang... Tenangkan dirimu terlebih dahulu..." Lein menepuk-nepuk punggung Liza mencoba menenangkan nya.
Liza tidak menjawab namun ia menuruti apa yang Lein ucapkan secara berulang-ulang sampai dirinya sudah tenang.
"Terimakasih Lein... Aku.. Aku tidak menyangka kalau mereka..." Ucapan Liza terpotong.
"Sudah... Jangan bicarakan hal itu." Lein menggeleng-gelengkan kepala nya.
Lein mengeluarkan botol air mineral dan memberikan nya kepada Liza untuk dirinya minum lalu Lein berjalan mendekati apa yang ia lihat.
Sebenarnya apa yang mereka berdua lihat sampai-sampai Liza muntah dan Lein juga sedang menahan dirinya untuk tidak muntah?
Itu adalah manusia, manusia yang disiksa.
Lein tidak tahu apa yang dilakukan oleh Anarchy Order kepada manusia itu namun.. Kondisi nya sangatlah tragis sampai-sampai penampilan nya sudah tidak bisa dikatakan sebagai manusia lagi.
"Analisa..." Lein menganalisa manusia itu.
[ analisa berlangsung ]
[ Jen Vedal
level : 80
kemampuan : Sel Regenerasi (A)
Seorang manusia yang dibuat eksperimen oleh Anarchy Order karena mereka ingin meneliti sel regenerasi milik nya ]
"Jadi begitu... Anarchy Order ingin melakukan sesuatu dengan sel regenerasi milik Jen Vedal.." Lein mengangguk paham.
"Maafkan kami karena terlambat, namun.. beristirahatlah dengan tenang. Dewi Ariel pasti akan melakukan sesuatu untuk mu." Lein menciptakan api dan membakar tubuh Jen Vedal.
Seluruh tubuh Jen Vedal terbakar oleh api Lein sampai menjadi abu. Abu Jen Vedal kemudian tertiup angin dan menghilang di udara.
Setelah melakukan penghormatan untuk Jen Vedal sebentar, Lein berjalan menuju satu-satunya pintu di sana selain pintu tangga.
Menurut hologram hasil analisa Analysis Eye, ruangan di balik pintu itu adalah ruangan yang paling besar yang tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam nya.
Lein menoleh ke arah Liza dan melihat kalau dia masih memulihkan diri namun sepertinya dia sudah lebih baik daripada sebelumnya.
__ADS_1
"Pintu kayu biasa, mengapa bukan pintu baja yang tebal? Dan mengapa tidak ada sihir di pintu ini?" Lein mengerutkan kening nya.
Lein berpikir sebentar namun ia tidak bisa memikirkan apapun, ia menggeleng-gelengkan kepala nya lalu membuka pintu itu.
Lein menciptakan beberapa bola cahaya lagi dan menyebarkan nya ke seluruh ruangan agar ia bisa melihat dengan jelas.
Setalah ruangan sudah terang, Lein bisa melihat nya kalau isi di dalam ruangan tersebut adalah sel penjara yang tak terhitung jumlahnya.
"Penjara!?" Lein melebarkan matanya karena terkejut.
"Apakah di dalam seluruh penjara di sini adalah manusia untuk eksperimen Anarchy Order seperti Jen Vedal sebelumnya!?"
"Dan karena tidak ada tanda-tanda kehidupan adalah karena mereka semua sudah mati!?" Lein merasakan kalau tenggorokan nya kering.
Lein memutuskan untuk tidak memeriksa nya karena ia takut kalau tidak bisa menahan dirinya untuk muntah jika ada banyak manusia seperti Jen Vedal.
"Analisa." Lein berdiam diri di depan pintu dan menganalisa semua.
[ analisa berlangsung ]
[ Penjara yang dibuat dengan baja biasa namun ada sihir penghalang yang melapisi nya ]
[ Memang tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam penjara namun bukan manusia yang ada di dalam nya ]
"Bukan manusia? Lalu apa?" Lein terkejut karena dugaan nya salah.
Karena bukan manusia, Lein memberanikan diri untuk melihat isi di dalam penjara. Lein melihat-lihat dan rasa penasaran nya terpuaskan.
Meskipun tidak separah Jen Vedal, namun pemandangan yang Lein lihat juga merupakan pemandangan yang menjijikan.
Lein mencoba untuk menenangkan diri nya, lalu ia berjalan ke arah penjara sebelah nya dan melihat isi dari dalam penjara itu.
Ternyata isi nya sama saja dengan penjara sebelum nya. Lein mengerutkan keningnya dan melihat hampir seluruh penjara.
Setelah melihat-lihat ke seluruh sudut ruangan, Lein kembali ke sisi Liza dan duduk di sebelah nya. Lein mengambil botol air mineral dari tangan Liza dan meminum nya.
"Bagaimana?" Liza sedikit penasaran saat melihat ekspresi Lein setelah keluar dari ruangan yah dipenuhi penjara itu.
"Buruk, sangat buruk." Lein menghembuskan napas panjang.
"Apa yang ada di dalam sana sampai-sampai kamu bersikap seperti ini?" Liza penasaran dengan isi ruangan.
__ADS_1
"Penjara, ruangan itu dipenuhi oleh penjara baja yang dilapisi dengan sihir penghalang..." Jawab Lein.
"Penjara? Lalu apa yang ada di dalam penjara? Tidak mungkin kamu bersikap seperti ini hanya karena penjara saja bukan?" Liza mengerutkan keningnya.
"Tentu saja tidak. Di dalam penjara hanya sedikit lebih baik dari Jen Vedal, aku tidak tahu apakah makhluk di dalam nya manusia atau bukan."
"Di dalam seluruh penjara ada makhluk yang bertubuh kekar seperti Orc dengan warna tubuhnya hijau gelap seperti warna lumut."
"Namun kepalanya ditutupi oleh besi dan leher serta pergelangan tangan dan kaki nya dirantai, jadi aku tidak bisa melihat wujud keseluruhan makhluk itu" Ucap Lein.
"Monster? Sepertinya bukan. Jangan-jangan... makhluk itu adalah hasil eksperimen!?" Liza melebarkan matanya.
"Ya, aku sudah menganalisa nya. Begini hasil nya." Lein menunjukkan hasil analisa makhluk itu.
[ makhluk tanpa nama
level : 99
kemampuan : regenerasi super
Makhluk kuat yang merupakan hasil eksperimen perpaduan antara tubuh manusia, kemampuan dari Jen Vedal, dan campuran gen monster lain nya ]
"..." Liza menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan mencoba untuk menenangkan diri.
"Ada berapa makhluk di dalam sana?" Tanya Liza.
"200 lebih, tepatnya 231." Jawab Lein.
"Gila. Jadi, sekitar 231 manusia dikorbankan untuk eksperimen ini dan Jen Vedal harus menanggung rasa sakit yang lebih." Liza menutup mulut nya tidak percaya.
"Ya. Kali ini.. Anarchy Order benar-benar sudah keterlaluan, mereka sudah mengorbankan sesama ras sendiri untuk eksperimen." Angguk Lein.
"Lalu sekarang bagaimana kita akan menangani makhluk-makhluk itu? Kan mereka sudah tidak memiliki tanda-tanda kehidupan lagi." Liza bertanya.
"Kita bakar saja sampai musnah. Mau bagaimanapun caranya, membakar mereka sampai tak tersisa adalah satu-satunya cara."
"Aku takut jika Anarchy Order akan melakukan eksperimen lagi jika kita tidak membakar mereka sampai habis." Lein memutuskan untuk membakar makhluk-makhluk itu.
"Yah, memang benar itu adalah satu-satunya cara." Liza mengangguk setuju dengan keputusan Lein.
"Itu keputusan yang bijak, namun aku tidak akan membiarkan kalian melakukan hal itu." Tiba-tiba saja ada suara pria dari depan mereka.
__ADS_1
Seorang pria muncul di depan mereka tiba-tiba saja tanpa ada suara atau tanda-tanda bahkan Lein dan Liza tidak menyadari kedatangan nya.
"Kamu!?" Lein dan Liza melebarkan mata mereka karena tahu siapa pria di depan mereka.