Analysis Eye

Analysis Eye
Pergi ke Kota Osimir untuk Berlibur


__ADS_3

Lusa nya, Lein dan yang lain sudah berada di Bandara Kota Dragon Tide. Seperti yang sudah direncanakan, mereka tidak pergi menggunakan portal.


Sekarang masih pukul 5 pagi dimana langit masih berwarna hitam gelap dan matahari masih belum menyinari seluruh dunia.


Mereka berempat saat ini sedang check-in dan setelah menerima tiket, mereka segera menunggu waktu untuk terbang.


Liza dan Octiorb menunggu sambil mereview makanan ringan yang mereka bawa dan menilai nya apakah enak atau tidak.


Lein juga bermain permainan di ponsel nya sambil mendengarkan musik yang menenangkan menggunakan headphone.


Sementara Presiden Brynn saat ini sedang duduk bersandar dan memejamkan mata nya. Jika dilihat, Presiden Brynn sepertinya sedang kelelahan.


Ngomong-ngomong, Presiden Brynn tampil berbeda dari biasanya. Saat ini ia tidak mengenakan jubah yang menutupi seluruh tubuh nya.


Ia saat ini menunjukkan wajah nya yang cantik dan elegan dan memakai pakaian wanita kasual yang terlihat cocok dengan tubuh nya yang ramping.


...----------------...


Beberapa waktu sebelumnya, saat masih di universitas.


"Eh!? Presiden!?" Lein terkejut saat melihat Presiden Brynn menunjukkan identitas nya.


"Jangan khawatir, tidak ada orang yang tahu tentang identitas ku. Dan saat aku dengan tampilan seperti ini, jangan memanggil ku 'Presiden Brynn'." Ucap Presiden Brynn.


"Eh...Lalu?" Tanya Lein.


"Panggil aku Bianca. Itu adalah nama lain yang aku gunakan saat menjalankan misi di masa lalu." Ucap Presiden Brynn atau sekarang adalah Bianca.


"Lalu aku harus memanggil namamu langsung?" Ucap Lein.


"Ya. Octiorb juga." Angguk Bianca.


"Karena aku ingin berlibur bukan sebagai Presiden Universitas, melainkan sebagai diriku sendiri. Namun tentu saja aku tidak bisa menunjukkan identitas asli ku."


"Oleh karena itu aku akan menggunakan nama lain. Dah jangan khawatir, hanya kalian bertiga yang tahu mengenai identitas asli ku."


"Orang-orang lain hanya tahu bahwa Presiden Brynn adalah seseorang yang misterius dan tidak pernah menunjukkan wajahnya." Jelas Bianca.


"Baiklah, eh.. Bianca." Lein mencoba memanggil nama langsung meskipun sedikit canggung.


"Bagus, seperti itu." Bianca menganggukkan kepala nya.


...----------------...

__ADS_1


Bandara Dragon Tide, pukul 6 pagi.


Lein membangunkan Bianca serta Liza dan Octiorb yang tertidur sambil memegang kemasan makanan ringan yang telah mereka review.


"Bangun, pesawat sudah siap dan sekitar setengah jam lagi kita akan berangkat. Ayo kita ke pesawat nya." Ucap Lein.


"Baiklah, ayo." Angguk Bianca dan yang lain.


Mereka berempat berjalan sambil membawa koper mereka. Mengapa mereka membawa koper padahal mereka memiliki inventory?


Itu karena saat ini mereka sedang perjalanan untuk berlibur. Banyak orang-orang di sekitar juga yang membawa koper, bahkan ada orang yang membawa beberapa koper.


Alasan nya sama, karena mereka ingin menikmati perasaan berlibur. Jika berlibur tetapi semuanya instan, maka mereka akan kehilangan perasaan berlibur tersebut.


Berlibur berarti membebaskan diri dari urusan mengenai kemampuan. Saat berlibur, mereka seperti orang normal tanpa kemampuan.


Mereka berempat segera menaruh koper mereka di tempat yang sudah ditetapkan. Koper mereka nanti akan memasuki bagasi pesawat.


Kemudian mereka segera berjala menuju ke arah pesawat. Saat mereka memasuki pesawat, mereka juga menunjukkan tiket nya.


Lalu mereka duduk di tempat sesuai dengan tiket mereka. Karena jarang berlibur, mereka memesan kursi pesawat yang paling mahal.


Mereka memesan empat tempat duduk dimana tempat duduk yang mereka pesan adalah tempat duduk yang berpasangan.


Namun karena Liza dan Octiorb masih membahas mengenai review makanan, pada akhirnya mereka berdua duduk bersama.


Jadi sekarang Lein dan Bianca duduk di tempat duduk yang bersebelahan.


Karena mereka memesan tempat duduk yang berpasangan, itu berarti tempat duduk mereka berada di tengah-tengah pesawat.


Sedangkan tempat duduk yang berada di sebelah jendela adalah tempat duduk tunggal untuk satu orang saja.


Tempat duduk mereka juga memiliki fasilitas yang lebih tentunya. Ada televisi kecil, kursi yang nyaman, bantal tambahan, dan masih banyak lagi.


Dan karena tempat duduk berpasangan, jadi hanya ada satu televisi saja di depan mereka berdua saat ini yang sedang menyiarkan iklan.


"Apakah kamu ingin menonton film?" Tanya Lein sesaat setelah mereka duduk.


"Hm, boleh. Apakah ada film yang santai?" Angguk Bianca.


"Tunggu sebentar, aku akan mencari nya." Lein menggunakan remote untuk mencari film yang dimaksud.


"Ah ada. Film santai tema sekolah atau kehidupan kantoran?" Tanya Lein.

__ADS_1


"Uh, sekolah saja. Jika menonton yang kantoran aku takut akan teringat dengan dokumen-dokumen ku." Jawab Lein.


"Haha, baiklah." Lein tertawa kecil kemudian memilih film santai tema sekolah.


Lein dan Bianca kemudian menutup pintu tempat duduk agar memiliki privasi lebih dan tidak dilihat oleh penumpang lain.


Lalu mereka menonton film nya dengan santai sambil menunggu pesawat untuk terbang sekitar setengah jam lagi.


"Permisi tuan, nona." Pramugari menyapa Lein dan Bianca.


Meskipun pintu tempat duduk bisa menambah privasi, tetapi akan tetap bisa dilihat jika seseorang berdiri karena ukuran pintu nya memang pendek.


"Oh, halo." Lein menyapa balik.


"Sudah waktunya untuk sarapan. Apakah kalian berdua ingin memesan sesuatu?" Tanya pramugari dengan sopan.


"Ah benar juga." Lein dan Bianca membaca menu dan memilih makanan untuk sarapan mereka.


"Aku ingin ini. Menu sarapan yang berisi nasi daging, telur rebus, sup, dan teh hijau." Ucap Bianca yang sudah memesan.


"Hm, kalau aku ini. Pasta dan ayam, roti, salad buah, kue, dan teh hitam." Lein juga telah memutuskan sarapan nya.


"Baik, mohon ditunggu sebentar." Angguk Pramugari.


Setelah beberapa saat, ada pemberitahuan dari pilot bahwa pesawat akan lepas landas dan diberitahukan kepada seluruh penumpang untuk memakai sabuk pengaman.


Lalu setelah sekitar 15 menit, pesawat sudah lepas landas dan terbang diudara menuju tujuan.


Lein dan yang lain akan terbang dua kali untuk menuju ke Kota Osimir. Pertama mereka akan transit di Kota Plaillac, sebuah kota besar di Negara Pinaes.


Setelah transit dari Kota Plaillac, mereka akan menaiki pesawat lagi untuk menuju Bandara Kota Osimir.


"Ini sarapan yang tuan dan nona pesan, silakan dinikmati." Pramugari membawa sarapan yang Lein dan Bianca pesan.


"Terimakasih." Ucap Lein dan Bianca.


"Sama-sama tuan, nona!" Balas Pramugari dengan senyum cerah.


Lein dan Bianca menaruh sarapan mereka di meja kecil yang bisa ditarik dari pinggir kursi. Mereka bisa mencium aroma yang lezat dari hidangan mereka.


"Selamat makan." Lein dan Bianca memakan sarapan mereka sambil menonton film.


Perjalanan menuju Kota Plaillac akan membutuhkan waktu sekitar 5 jam jika normal dan sekitar 7 jam jika ada gangguan monster..

__ADS_1


Jadi paling lambat mereka akan tiba di Kota Plaillac pada saat pukul 2 siang atau pukul 3 sore.


__ADS_2