Analysis Eye

Analysis Eye
Kompetisi antar Negara : Akhir


__ADS_3

Setelah satu jam pingsan, Jonas adalah orang yang pertama kali bangun. Ia melihat bahwa Lein sedang bermeditasi.


Jonas berusaha duduk tanpa mengganggu meditasi Lein namun sepertinya Lein sudah menyadari bahwa Jonas sudah bangun.


"Oh, kamu sudah bangun?" Lein membuka matanya.


"Haha, halo bos..." Jonas duduk.


"Bagaimana pertarungan mu melawan Elbert tadi?" Tanya Lein menghentikan meditasi nya.


"Aku sedikit menikmati nya bos. Karena Elbert itu adalah orang yang sama seperti ku, ia memiliki kekuatan dan pertahanan." Jawab Jonas.


"Seberapa cepat kamu bisa mengalahkan Elbert jika ini adalah pertarungan hidup dan mati?" Tanya Lein.


"5 menit." Jawab Jonas tanpa ragu-ragu.


Jonas memang bisa mengalahkan Elbert dengan mudah jika pertarungan nya adala pertarungan hidup dan mati, bukan sekedar kompetisi.


Itu karena ketika seseorang berada dalam pertarungan hidup dan mati, orang itu akan menggunakan kekuatan mereka dengan sungguh-sungguh.


Orang itu juga akan menyerang tanpa mempertimbangkan apapun. Karena jika ragu-ragu, orang itu akan kalah yang berarti dia mati.


Berbeda jika pertarungan di kompetisi seperti tadi, orang yang bertarung harus mempertimbangkan bagaimana jika serangan nya membunuh lawan.


Mungkin pihak panitia atau yang memimpin akan meminta tanggung jawab karena telah membunuh seseorang di dalam kompetisi.


"Apakah ada sesuatu yang kamu pikirkan saat bertarung dengan Elbert?" Lein bertanya lagi.


"Hm, aku berpikir apakah Elbert itu terlalu lemah atau aku yang terlalu kuat..." Jonas menggaruk-garuk kepalanya.


"Hahaha...!" Lein tertawa terbahak-bahak.


"Yah kamu memang ada benarnya. Untuk seukuran mahasiswa mereka bisa dikatakan kuat. Namun mereka akan dianggap lemah saat mereka memasuki masyarakat."


"Karena berbeda dengan universitas, di masyarakat ada banyak sekali orang kuat. Bahkan ada beberapa orang yang sangat kuat menyembunyikan kekuatan mereka."


"Tidak masalah apakah kamu kuat atau lemah saat memasuki masyarakat. Yang terpenting adalah kendali atas emosi mu."


"Bisa saja peristiwa ini akan terjadi bukan? Kita yang mengejek orang lain karena dia berpakaian seperti pengemis."


"Namun ternyata dia adalah anak dari konsorsium besar yang tidak ingin mencolok. Atau dia adalah seorang pembunuh yang sedang menyamar." Ucap Lein.


"Jadi bisa dikatakan aku cukup beruntung ya karena aku sudah melihat sisi gelap masyarakat..." Ucap Jonas tersenyum.


"Benar, semua hal pasti memiliki sisi positif dan negatif nya..." Balas Lein.


...****************...


"Tidak hanya kekuatan nya, tetapi pemikiran nya juga sudah dewasa..."


"Benar, saat aku seumuran dengan nya, aku masih bersantai dengan pacar ku haha."

__ADS_1


"Dasar budak cinta!"


"Keluar dari sini budak cinta!"


...****************...


"Oh ngomong-ngomong, aku ingin memperkenalkan kamu dengan dua orang yang aku temui di hari sebelumnya..." Ucap Lein.


"Hm? Tentu bos." Angguk Jonas.


Lein berdiri dan menghilang. Lein sekarang berada di atas dahan Pohon Oxtara tempat dimana Enzo dan Eira bersembunyi.


"Ah, Mereka tertidur." Pikir Lein.


"Hey kalian, bangun." Lein membangunkan Enzo dan Eira.


Enzo dan Eira membuka mata melihat Lein ada di depan nya.


"Oh Lein, apakah rekan-rekan mu sudah bangun?" Tanya Eira.


"Ya, sudah. Ayo kesana, aku akan memperkenalkan kalian kepada rekan ku." Jawab Lein.


"Baiklah." Jawab Enzo dan Eira.


Mereka berdua berdiri dan mengikuti Lein menuju tempat Lein dan yang lain beristirahat.


"Yo." Ucap Lein kepada Jonas.


"Ya. Enzo Jasper, Ras Barbarian. Eira Dementria, ras manusia." Lein memperkenalkan mereka berdua kepada Jonas secara singkat.


"Halo, aku Jonas Virion." Jonas menganggukkan kepalanya.


"Enzo, kamu bisa bertarung dengan Jonas jika ingin. Kalian berdua sangat cocok untuk bertarung, kalian juga sama sama maniak pertarungan." Ucap Lein duduk.


"Benarkah!?" Enzo dan Jonas bertanya kepada Lein secara bersamaan.


"Kan?" Balas Lein.


"Hahaha..." Eira tertawa kecil.


Mereke berempat kemudian berbincang-bincang bersama. Lein juga menjelaskan kepada Jonas bagaimana ia bertemu dengan Enzo dan Eira.


Enzo dan Eira juga menjelaskan bahwa mereka adalah universitas netral. Oleh karena itu mereka mengikuti Lein sampai hari ini.


Lein juga memberitahu kepada mereka bertiga bagaimana Universitas Black Turtle memusuhi Universitas Dragon Heart karena perbuatan Lein di awal.


"Hahaha! Yah untuk seseorang yang hanya mengandalkan artefak memang tidak akan bisa menahan niat membunuh mu bos!" Jonas tertawa lepas.


"Benar, hahaha!" Enzo juga tertawa dan Eira hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ah ngomong-ngomong, mengapa Jonas memanggil mu bos, Lein?" Eira penasaran mengapa Jonas memanggil Lein dengan sebutan bos.

__ADS_1


"Hm? Apakah tidak apa-apa Jonas?" Lein bertanya kepada Jonas.


"Mengapa meminta izin ku bos? Itu bukanlah hal yang sensitif..." Jonas mengangkat kedua bahu nya.


"Haha, baiklah..." Lein tersenyum.


Lein kemudian menjawan pertanyaan Eira, ia menjelaskan bagaimana bisa bertemu dengan Jonas dan alasan mengapa Jonas memanggil nya bos.


Tentu saja Lein tidak menceritakan semuanya. Ada beberapa bagian yang tidak bisa diungkapkan yang Lein sembunyikan.


Lein juga menyembunyikan pertarungan nya, atau lebih tepatnya ia yang diserang oleh Frederic sampai kehilangan satu lengan.


"Jadi begitu, kamu menyelamatkan Jonas ya..." Jawab Eira menganggukkan kepala nya.


"Begitulah..." Balas Lein.


Saat siang hari tiba, mereka membuat makanan sederhana dan meminum minuman dingin dengan kekuatan dingin milik Eira.


Kemudian Enya, John, dan Anna bangun secara berurutan dan Lein memperkenalkan Enzo dan Eira kepada mereka bertiga.


Kemudian saat malam hari tiba, setelah makan malam bersama mereka semua menemukan tempat yang nyaman untuk beristirahat.


Dan begitulah hari ketujuh, hari terakhir kompetisi berakhir...


...----------------...


Keesokan harinya di pagi hari.


"Sudah waktunya untuk mengakhiri kompetisi ini ya..." Ucap Lein melihat langit.


"Benar, apakah kamu yakin universitas mu akan menempati posisi nomor satu?" Tanya Eira.


"Tentu saja aku yakin, tidak, lebih tepatnya Universitas Dragon Heart harus menempati posisi nomor satu." Jawab Lein dengan nada tegas.


"Haha, selain kekuatan mu, sifat tegas mu itu yang membuat kami bersedia mengikuti mu." Ucap Eira.


"Benar itu!" Enzo juga sependapat dengan Eira.


"Bohong, kamu hanya berpikir untuk melawan Lein lagi bukan?" Ucap Eira dengan mata tajam.


"Eh itu..." Enzo memalingkan wajah nya.


"Hahaha, tidak apa-apa silakan saja jika ada kesempatan." Ucap Lein tertawa.


Kemudian cahaya muncul di langit dan turun menuju semua peserta yang masih bertahan di seluruh Hutan Oxtara.


Setelah cahaya menyelimuti seluruh peserta, mereka menghilang bersamaan dengan hilangnya cahaya tersebut.


Saat mereka membuka mata, apa yang mereka lihat adalah panggung besar dan ada banyak sekali orang di sekitar mereka.


Mereka sekarang berada di alun-alun Kota Laville dimana semua orang termasuk petugas pemerintah menunggu mereka.

__ADS_1


"Selamat datang kembali, para peserta!" Teriak semua orang secara serempak.


__ADS_2