Analysis Eye

Analysis Eye
Lein yang Melawan Sahabat Althea


__ADS_3

"!!" Althea tersenyum.


"Mengapa kamu tersenyum?" Lein menyipitkan matanya karena ia memiliki firasat yang buruk.


"..." Althea tidak menjawab, ia membuka sebuah portal di sebelah kanan nya dan muncul seorang wanita lain.


Wanita itu memiliki rambut hitam pendek sebahu dan memakai armor ringan yang tidak memberatkan tubuh dan agar bisa bergerak dengan bebas.


"Analisa!" Tanpa basa-basi, Lein segera menganalisa wanita itu.


[ analisa berlangsung ]


[ Helen Sav


level : 156


kemampuan : ??


Salah satu petinggi Anarchy Order dan sahabat Althea ]


"Jadi dia anakmu?" Tanya Helen.


"Jangan membahas mengenai itu." Althea mengerutkan kening nya.


"Baiklah, baiklah. Pulihkan dirimu terlebih dahulu, aku akan mengatasi nya." Helen segera berlari ke arah Lein sementara Althea bersembunyi dibalik bangunan untuk memulihkan diri.


"!!" Lein segera mundur menjauhi Helen


Karena Helen tiba-tiba saja sudah berada di depan nya dan bersiap untuk menyerang. Lein bisa merasakan ada kekuatan yang sangat berbahaya di kedua tangan Helen.


"Apa-apaan wanita ini, dia malah lebih berbahaya dibandingkan dengan Althea." Batin Lein.


"Aku datang!" Helen berteriak.


"Oh sial!" Lein segera menunduk melihat tendangan Helen yang sangat cepat.


"Oh? Kamu bisa menghindari itu?" Helen sedikit tertarik dengan Lein.


Helen memutar tubuh nya di udara dan mengangkat kaki kanan nya ke atas kemudian menjatuhkan kaki nya ke arah Lein.


Karena tidak ada waktu untuk menghindar, Lein mengangkat kedua tangan nya ke atas untuk menangkis tendangan Helen.


Tendangan Helen sangatlah kuat sampai-sampai tanah pijakan Lein menjadi retak kemudian hancur sampai kaki Lein tenggelam.


Lein membuka mulutnya lebar-lebar dan menembakkan meriam mana ke arah Helen yang masih berada di udara.


"!!" Helen mendorong tubuh nya dengan cara menendang tangan Lein lagi untuk menghindari meriam mana Lein.


Meriam mana yang Lein tembakkan mengenai langit-langit gua dan sampai membuat gua ikut bergetar karena serangan Lein.


"Hampir saja, bahkan jika aku menguatkan otot ku sampai batas maksimal, aku masih tetap akan terluka." Helen menyipitkan matanya.

__ADS_1


Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya agar kecepatan nya bertambah cepat dan ia segera bergerak ke arah Helen kemudian ia memukul lurus ke wajah Helen.


Respon Helen sangat cepat, ia berhasil menghindari pukulan Lein yang sangat cepat itu.


Namun Lein sudah mengantisipasinya, ia segera menyerang wajah Helen lagi dengan menggunakan siku nya.


Kali ini Helen sedikit lengah, ia terkena serangan siku Lein tepat di wajah nya bahkan saking kerasnya serangan siku Lein sampai membuat wajah Helen berdarah.


...----------------...


"Dia bahkan bisa membuat wajah Helen berdarah? Namun aku tidak merasakan dia menggunakan mana di tangan nya saat menyerang Helen."


"Seberapa kuat pukulan nya jika menggunakan mana, aku tidak bisa membayangkan nya. Sepertinya kali ini Anarchy Order sedang melawan monster yang sebenarnya."


Di sela-sela bangunan, Althea terkejut saat melihat sahabat nya terluka dan berdarah karena terkena serangan Lein.


...----------------...


"Sudah lama aku tidak terluka..." Helen mengusap darah di wajah nya.


"Benarkah? Kalau begitu berterimakasih lah." Lein tertawa mengejek.


"Haha, kamu ini sangat menyebalkan bocah!" Helen datang ke arah Lein dengan tiba-tiba.


Helen memukul tubuh Lein secara bertubi-tubi dan Lein hanya bisa menangkis nya karena Helen tidak memberikan waktu jeda.


Lein bahkan sampai terpukul mundur sampai-sampai dinding gua di belakang nya juga hancur karena pukulan Helen.


"!! - Dia menghilang!?" Namun Helen menyadari kalau ia hanya memukul batu keras.


Lein sudah berada di dekat Helen dan saat ini ia sedang membuka mulutnya lebar-lebar bersiap untuk menyerang Helen.


"Dragon Language : Gravity Cannon." Lein menembakkan meriam gravitasi yang sangat kuat ke arah Helen.


"Ini lebih kuat dari yang tadi!? Apakah dia tidak kelelahan!?" Helen segera berguling ke samping untuk menghindari meriam gravitasi Lein.


Namun saat Helen akan berdiri, ia melihat ada bayangan di depan nya. Helen mendongak dan melihat Lein berada di depan nya dan meninju udara.


"Dragon Language : Gravity Blast." Ucap Lein sambil meninju udara.


Karena jarak nya yang sangat dekat, Helen jadi tidak bisa menghindari hempasan gravitasi dan terkena serangan secara telak.


Helen terhempas menabrak dinding gua sampai menembus nya. Sebuah lubang yang sangat dalam terbentuk karena hempasan gravitasi Lein yang kuat.


Mengabaikan rasa sakit di tubuh nya, Helen segera bangkit dan mencoba untuk mendekati Lein agar bisa menyerang nya.


Saat Helen sudah berada di depan Lein, ia segera mengangkat tinju nya. Namun Lein lebih cepat, Lein menempelkan telapak tangan nya di perut Helen.


"Dragon Language : Space Distortion." Lein membuat distorsi ruang di dalam tubuh Helen.


"!!" Helen merasakan sakit yang sangat parah.

__ADS_1


Bahkan sebelum Helen sempat berteriak, ia sudah mati duluan. Tubuh Helen hancur terkoyak-koyak karena distorsi ruang yang Lein lancarkan.


"Sekuat apapun tubuh mu kalau musuh bisa menyerang dari dalam, maka kamu akan tamat." Ucap Lein.


Lein saat ini juga sudah kelelahan, kemampuan regenerasi memang bisa memulihkan fisik dan stamina namun tidak untuk mental.


Otak Lein saat ini sudah sangat berat karena ia sudah bertarung secara terus-menerus dan ia juga telah mengeluarkan banyak sekali sihir berskala besar.


"Aku harus cepat membunuh Althea, jika tidak, maka aku tidak tahu kapa waktu yang tepat akan datang. Bisa jadi jika kita bertemu, ia membawa lebih banyak pasukan." Batin Lein.


Lein menoleh ke tempat Althea memulihkan diri, Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya agar bisa cepat sampai.


"Sahabat mu sudah mati, bagaimana perasaan mu?" Lein bertanya dengan wajah tenang.


"..." Althea tidak menjawab. Ia hanya menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.


"Aku tidak menyangka kalau Helen akan mati semudah itu, Helen adalah salah satu petinggi terkuat di Anarchy Order bahkan lebih kuat dariku." Batin Althea.


"Kamu.. Bagaimana bisa kamu menggunakan elemen ruang?" Tanya Althea yang sudah sangat terkejut.


"Karena aku jenius." Jawab Lein secara asal-asalan.


"..." Althea menatap tajam mata Lein.


"Dragon Language : Gravity Blast." Lein menuju udara tepat di depan Althea.


"Sial, aku terlambat." Althea hanya bisa pasrah.


Althea terkena hempasan gravitasi Lein yang sangat kuat dan tubuh nya menjadi terluka parah lagi karena Lein lancarkan di depan matanya persis.


Lein melompat dan mendatangi Althea yang sedang terbaring lemas di tanah dengan banyak luka dan darah di tubuh nya.


Lein mengangkat tinju nya ke atas dan bersiap untuk membunuh Althea, namun Althea berbicara untuk menghentikan Lein.


"Sebelum kamu membunuh ku, ada suatu hal yang perlu kamu ketahui." Ucap Althea.


"Apa itu? Cepatlah." Lein memutuskan untuk mendengarkan nya.


"Pemimpin Anarchy Order sekarang adalah...Kakek mu..." Althea memberitahu identitas sebenarnya pemimpin Anarchy Order.


"..." Lein tidak bereaksi banyak.


"Kamu tidak terkejut?" Tanya Althea yang sedikit heran.


"Bukannya tidak terkejut, melainkan tidak merasakan apapun. Aku juga tidak pernah bertemu dia, dan orang yang aku anggap sebagai kakek sudah mati." Jawab Lein.


"Begitukah... Sungguh ironis hidupku yang dibunuh oleh anak ku sendiri..." Althea menutup matanya.


"Sungguh ironis juga hidup ku yang harus membenci kedua orang tua ku dan harus membunuh mereka." Ucap Lein.


Lein merentangkan jari-jari nya dan merapatkan nya kembali. Kemudian Lein menurunkan tangan nya dan menusuk jantung Althea.

__ADS_1


__ADS_2