
3 Hari berlalu. Setelah Lein melaporkan bahwa ia selesai menyelesaikan misi dan mengembalikan cincin ruang itu, Lein tidak mengambil misi lagi.
Lein selalu hadir dalam kelas teori, setelah kelas teori Lein berlatih di dalam rumah nya. Sebenarnya ada sebuah fasilitas latihan di universitas.
Namun itu membutuhkan poin, Lein yang masih berstatus mahasiswa baru belum memiliki poin yang cukup banyak untuk menyewa fasilitas.
Oleh karena itu Lein berlatih di ruangan nya. Meskipun tidak terlalu efektif karena kekurangan alat, Lein tetap semangat dan tidak menyerah.
...----------------...
"Sudah 3 hari semenjak aku mengambil misi." Lein menyelesaikan latihan nya dan mengambil handuk untuk mengusap keringat.
"Hari ini adalah waktu nya keluarga Barqi mengirim Artefak." Lein meminum minuman nya.
"Haruskah aku mencurinya? Bagaimana pendapat mu Oct?" Lein bertanya kepada Octiorb yang sedang menonton televisi.
"Hm? Sudah pasti mencuri nya." Octiorb memberikan jawaban
"Sudah kuduga kamu akan menjawab seperti itu, haha." Lein tertawa karena ia sudah tahu jawaban Octiorb.
"Baiklah, ayo kita mempersiapkan beberapa hal untuk berjaga-jaga." Lein lalu bersiap-siap.
...----------------...
Universitas Dragon Heart, rumah milik John.
"Aku bisa mengendalikan racun jika menggunakan mana. Aku masih belum bisa mengendalikan tanpa mana." John terengah-engah.
"Apakah aku harus meminta bantuan Lein?" John berpikir seperti itu
"Tidak, aku sudah merepotkan nya." John menggeleng-gelengkan kepalanya.
John kemudian melanjutkan latihan nya yaitu mengendalikan racun tanpa mana menggunakan Heart of Stench.
...----------------...
Universitas Dragon Heart, Rumah milik Anna
"Aku masih lemah." Anna beristirahat dan mengambil handuk.
"Aku bisa menebas ruang dengan skill, namun tidak bisa dengan kemampuan ku."Anna berpikir keras.
"Penguasaan ku akan kemampuan ruang masih terlalu rendah. Aku harus segera bertambah kuat." Anna berdiri dan. kemudian melanjutkan latihan nya.
...----------------...
Universitas Dragon Heart, Rumah milik Lein
"Ayo mencari beberapa informasi." Lein mengenakan jaket dan menggunakan tudung nya agar tidak terlalu mencolok lalu ia keluar dari rumah.
Lein tidak tahu di mana tempat keluarga Barqi mengirimkan artefak. Oleh karena itu Lein ingin mencari beberapa informasi yang berguna.
Lein tahu tempat dimana segala informasi berkumpul, tempat itu adalah restoran. Orang-orang akan makan dan mengobrol, dalam obrolan itu pasti mengandung beberapa informasi.
"Mana restoran yang enak? Aku juga lapar..." Lein menyentuh perutnya yang keroncongan.
__ADS_1
"Hm... yang paling ramai saja. Itu dia." Lein langsung menuju restoran yang bernama 'Mega Moon'.
Sesuai namanya, restoran itu memiliki tema bulan. Papan namanya juga berbentuk bulan sabit. Bahkan isi restoran nya saja di dekorasi dengan bermacam-macam pernak-pernik bulan.
Lein masuk ke dalam restoran dan mencari tempat duduk yang kosong. Setelah itu Lein membuka menu dan mulai menentukan apa yang ingin dia makan.
"???" Tanda tanya muncul di kepala Lein
"Mengapa nama makanan dan minuman nya juga ada 'Moon' nya." Lein tidak bisa berkata-kata
Lein lalu memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman
"Apa yang ingin anda pesan tuan?" Pelayan bertanya kepada Lein.
"Aku pesan 2 porsi Chicken Moon, 2 Moon Steak, Moon Soup dengan tambahan daging, dan untuk minuman nya Apple Moon juice dan air mineral biasa." Lein agak aneh menyebut nama makanan dan minuman nya.
"Baik, mohon ditunggu tuan." Pelayan mencatat pesanan Lein dan membungkuk sedikit lalu ia pergi ke dapur.
Setelah beberapa saat menunggu, pesanan Lein sampai.
"Silakan dinikmati tuan." Pelayan yang tadi mengantarkan makanan Lein.
"Terimakasih." Lein mengangguk.
Lalu Lein memakan makanannya sambil mendengarkan obrolan pelanggan lain dan menyaring informasi yang berguna.
...----------------...
Meja di dekan Lein.
"Ya kami sudah mendengar nya." Pelanggan 2 menganggukkan kepala nya.
"Namun apakah berita itu benar?" Pelanggan 3 bertanya.
"Itu benar. Kakakku bekerja di keluarga Barqi dan ia mengatakan bahwa artefak itu akan sampai pukul 9 malam." Pelanggan 1 menjawab dengan jujur.
"Apakah kamu tahu dimana mereka akan mengirim? Aku ingin melihat Artefak itu...." Pelanggan 2 bertanya
"Haha, kamu belum pernah melihat Artefak ya." Pelanggan 3 tertawa.
"Haha, itu akan melewati gerbang timur dan sampai di taman belakang gedung pembelajaran." Pelanggan 1 berkata
...----------------...
"ehh... jam 9 malam di taman belakang gedung pembelajaran." Lein mendapatkan informasi yang sangat berguna.
"Tapi.. apakah aku jadi seperti Liza? sejak kapan porsi makan ku jadi sangat banyak." Lein melihat pesanan nya yang banyak.
Lein lalu memanggil pelayan dan membayar biaya makanan dan minuman nya.
"Terimakasih. Silakan datang kembali." Pelayang berkata sambil tersenyum.
...----------------...
Meskipun Lein tidak mendapatkan informasi mengenai artefak apa itu, namun Lein tidak kecewa. Karena ia mendapatkan informasi yang lebih berguna kali ini.
__ADS_1
Lein berencana untuk mencuri nya meskipun ia tahu bahwa itu tidak mudah karena pasti akan ada penjaga yang kuat.
Namun Lein tidak khawatir, ia memiliki analysis eye yang serba guna. Lein yakin dengan bantuan analysis eye, ia bisa mencuri artefak itu.
Lein lalu kembali ke rumah nya dan beristirahat. Ia butuh tenaga yang cukup agar ia bisa melaksanakan rencana kali ini dengan kondisi prima.
Lein lalu tertidur.
...----------------...
"Keluarga Barqi akan datang." Liza berkata dengan nada dingin
Brynn melirik Liza yang sedang marah.
"Jangan membuat masalah disini. Itu akan berakibat buruk." Brynn menyuruh Liza untuk tidak membuat masalah.
"Cih, aku tahu." Liza kesal
"Yang lebih penting, mengapa kamu selalu ada disini? apakah kamu tidak punya kegiatan lain?." Brynn pusing karena Liza selalu ada di kantor presiden.
"Tidak. Aku juga tidak mau mengganggu Lein, ia sedang berlatih." Liza menggeleng-gelengkan kepala nya dengan polos.
"Ah orang- maksud ku elf ini." Brynn tidak bisa berkata-kata
"Kalau begitu mengapa kamu tidak membantu ku saja dengan dokumen-dokumen ini." Brynn melihat kertas yang menumpuk di meja nya.
"Ehh.. tidak mau~ itu merepotkan." Liza menolak dan berbaring di sofa sambil melihat video di handphone nya.
"... Punya teman tapi tidak berguna." Brynn mengabaikan tindakan Liza yang semaunya itu.
...----------------...
Hari menjelang malam.
Universitas Dragon Heart, Rumah milik Lein.
Lein sudah bangun dari tidurnya dan saat ini ia sedang bersiap-siap.
Lein mengenakan jubah hitam pekat yang menyerap cahaya, agar pergerakan nya aman tanpa ketahuan.
Lein menyisipkan banyak racun di kantung nya dan pisau di pinggang, tangan, dan kaki nya.
Saat ini Lein berpenampilan seperti assassin daripada seorang pencuri.
"Kamu siap?" Octiorb muncul dan bertanya
"Aku siap. Ayo." Lein menjawab dan mereka keluar lewat jendela rumah
"Mengapa lewat jendela?" Octiorb bingung dengan tindakan aneh Lein.
"...Agar keren." Lein menjawab dengan lemah.
"Oh seperti itu. Baiklah." Octiorb paham
"Sial." Lein mengumpat di dalam hatinya
__ADS_1