Analysis Eye

Analysis Eye
Lein vs Maya (1)


__ADS_3

Di sisi Lein.


Ia saat ini sedang berhadapan dengan Maya. Maya adalah seorang wanita berambut panjang berwarna merah darah.


Dengan kulit berwarna cokelat dan ia juga memiliki gigi taring seperti vampir. Pakaian nya juga berwarna merah darah.


"Analisa!" Lein segera menganalisa Maya.


[ analisa berlangsung ]


[ Maya Winifred


Level : 94


Kemampuan : Manipulasi Darah ]


"Sudah kuduga, wanita ini bahaya." Lein menghela napas.


"Blood Manipulation : Blood Spear." Maya membentuk sebuah tombak dengan darah nya dan melemparkannya ke arah Lein.


"!!" Lein segera menghindari tombak darah Maya.


Maya mengangkat tangan nya dan menarik kembali tombak darah.


"Sial." Lein berlari untuk menghindari tomba darah itu.


"Dragon Dance : Gravity Blast!" Lein memukul udara dan hempasan gravitasi muncul.


"Blood Manipulation : Blood Wave." Maya menciptakan sebuah gelombang darah seperti gelombang laut.


*boom


Hempasan gravitasi dan gelombang darah berbenturan yang menyebabkan ledakan yang sangat besar.


Namun hempasan gravitasi Lein kalah dan gelombang darah masih bertahan dan sedang menuju ke arah Lein.


"Sial." Lein tidak menyangka gelombang darah masih bisa bertahan.


"Dragon Dance : Gravity Pressure." Lein mengangkat dan menurunkan tangan nya.


Tekanan Gravitasi yang tinggi menyebabkan gelombang darah berhenti dan menghilang.


"Lumayan..." Ucap Maya santai.


"Namamu Maya bukan?" Ucap Lein kepada Maya.


"Iya, kenapa?" Tanya Maya.


"Apakah kamu mengenal seorang pria bernama Frederic di antara para petinggi Anarchy Order?" Lein bertanya mengenai 'ayahnya'.


"Frederic? sebentar..." Ucap Maya


"Ah, apakah yang kamu maksud adalah frederic Kanoute?" Tanya Maya.


"Benar, jadi orang itu memang seorang petinggi Anarchy Order ya..." Lein menarik napas dalam-dalam.


"Apakah kamu mengenal nya?" Maya penasaran mengapa Lein tahu Frederic.

__ADS_1


"Orang itu adalah ayahku." Lein memutuskan untuk memberitahu Maya karena Maya juga salah satu petinggi Anarchy Order.


"!!" Maya membelalakkan matanya.


"Kamu anak Frederic!?" Maya mencoba mengonfirmasi.


Maya tidak menyangka bahwa Lein adalah anak dari salah satu petinggi Anarchy Order, Frederic Kanoute.


"Benar, bagaimana kabar nya?" Lein bertanya dengan nada sinis.


"....Kabar nya baik, sangat baik." Ucap Maya.


"Sejak kapan kalian memiliki anak?" Ucap Maya di dalam hatinya.


"Yah, aku juga tidak peduli." Lein mengangkat bahu tidak peduli.


"Dragon Language : Full Upgrade." Untuk pertama kali nya Lein menggunakan Dragon Language.


Lein menggunakan Full Upgrade yang fungsinya adalah meningkatkan semua bagian tubuh dan indera ke kondisi maksimal.


"Ini juga pertama kali nya aku menggunakan senjata ini." Lein mengeluarkan artefak pisau terbang.


Pisau terbang itu berjumlah 5 buah, dengan ukuran yang lebih kecil dari pisau biasa namun kekuatan dan ketahanan nya lebih kuat dibandingkan pisau lainnya.


Lein lalu membuat benang mana dan mengikatkan benang mana itu ke artefak pisau terbang dan mengendalikan nya seperti bermain boneka tali tangan.


"Isolda! Tolong bantu aku kali ini." Ucap Lein kepada Isolda yang berbentuk kalung.


"Tentu saja!" Jawab Isolda.


"Dragon Dance : Gravity Blast." Lein menggunakan hempasan gravitasi untuk menyerang Maya.


"Blood Manipulation : Blood Wave." Maya juga menggunakan skill yang sama.


Ledakan terjadi namun Maya tidak melihat Lein di depan nya, ia menyipitkan matanya dan mencari Lein.


"!!" Maya bergerak ke samping dengan cepat.


*wusshh


Beberapa pisau terbang melintasi lokasi tempat Maya berdiri, Maya terkejut karena ia sama sekali tidak merasakan arah serangan pisau terbang itu.


Kemudian pisau terbang bergerak menyerang Maya dengan cepat, Maya menangkis nya namun pisau itu tetap bergerak menyerang Maya.


"Pertama, analisa darimana ia menyimpan darah." Lein di pojok ruangan sedang mengendalikan pisau terbang.


[ analisa berlangsung ]


[ Maya menggunakan Artefak khusus yang berfungsi untuk menyimpan darah yang kapasitasnya sanga besar ]


"Artefak? Ini merepotkan. Lein mendecakkan lidah nya.


"Blood Manipulation : Ocean of Blood." Maya menggunakan skill baru.


Maya menyebarkan darah yang sangat banyak sampai menjadi lautan darah dan membuat ruangan dipenuhi dengan darah.


"Dragon Dance : Walk on Air." Lein menggunakan skill baru juga yang mana membuat nya bisa berjalan di udara.

__ADS_1


"Disana!" Maya menemukan lokasi Lein.


"Blood Manipulation : Blood Spear." Maya membuat banyak sekali tombak dari lautan darah.


Banyak tombak yang mengarah ke Lein dari bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Dragon Dance : Gravity Pressure." Lein membuat tekanan Gravitasi yang membuat tombak darah tidak bisa mencapai nya.


"Teknik yang merepotkan." Maya kesal.


"Blood Manipulation : Blood Needle." Maya mengubah bentuk serangan nya.


Tombak Darah yang ukuran yang panjang berubah menjadi beberapa Jarum Darah yang ukuran nya sangat kecil.


"Jarum!?" Lein membelalakkan matanya karena terkejut dengan kemampuan manipulasi darah Maya yang sangat hebat.


"Dragon Dance : Gravity Wall." Lein menciptakan dinding Gravitasi di depan nya untuk memblokir jarum Darah yang datang ke arah nya.


"Terimakasih!" Maya mengendalikan jarum Darah untuk menyerang Lein dari arah belakang.


"Sial!" Lein segera bereaksi namun ia terlambat satu detik.


Maya mengendalikan jarum darah nya dan berhasil melukai Lein dari arah belakang, tepatnya Maya menyerang pinggang kanan nya.


"Blood Manipulation : Blood Link." Maya menghubungkan darah Lein agar bisa ia manipulasi.


"Sialan!!!" Lein merasakan bahwa darah nya akan terkuras habis.


Maya memang menyerap darah Lein untuk menambah persediaan darah sekaligus untuk membunuh Lein.


Lein tetap mengendalikan pisau terbang untuk menyerang Maya, namun Maya dengan mudah nya menangkis pisau terbang itu.


Karena konsentrasi Lein juga semakin memudar karena kekurangan darah dan Maya yang bertambah kuat karena menghisap darah Lein.


Lein menarik satu pisau terbang ke arah nya dan memegangnya. Kemudian ia menggunakan pisau itu untuk memotong daging tubuh nya yang terdapat jarum darah.


"Argh!!" Lein menahan kesakitan.


Napas Lein terengah-engah, ia sudah kekurangan banyak darah ditambah rasa sakit saat memotong daging di tubuh nya.


"Padahal aku sudah menggunakan Full Upgrade, namun aku masih kurang perlawanan ya..." Ucap Lein menatap Maya yang terkejut.


Maya memang terkejut dengan keputusan Lein yang tidak ragu-ragu memotong daging tubuh nya untuk mengeluarkan jarum darah.


Maya juga sangat mengagumi ketenangan Lein, untuk berpikir dalam situasi kritis Lein masih bisa tetap tenang, itu adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan.


"Sayang sekali bibit unggul seperti dia harus dihilangkan." Maya merasa kasihan kepada Lein.


Lein mengerutkan keningnya melihat ekspresi Maya yang mengasihani Lein, ia tahu karena dari dulu mata kasihan adalah reaksi masyarakat saat melihat Lein.


"Kamu mengasihani ku!?" Lein berteriak marah.


"Hah?" Maya mengerutkan kening karena tidak paham.


"Aku tidak peduli dengan urusan lain, aku melawan Anarchy Order karena Frederic! Itulah mengapa aku harus tetap hidup agar bisa membunuh nya dengan tangan ku sendiri."


"Aku tidak akan kalah kali ini, aku akan menyerang mu dengan sekuat tenaga."

__ADS_1


"Ayo..Kita mulai babak kedua!" Lein menyeringai.


__ADS_2