
"Hm.." Gumam Octiorb.
Mereka berdua saat ini sedang memeriksa informasi yang Lein beli mengenai situasi dan kondisi Kota Kuno Laville.
"Sudah kuduga..." Ucap Lein.
"Ada apa? Apakah kamu menemukan sesuatu?" Tanya Octiorb setelah ia melihat reaksi Lein.
"Aku menduga kompetisi ini mungkin akan seperti ujian masuk yang memiliki orang dalam." Jawab Lein.
"Orang dalam?" Octiorb mencoba mengingat nya.
Yang dimaksud Lein adalah saat ia diserang oleh Kiva dan bawahan nya, tidak ada yang mengetahui hal tersebut sehingga Lein hampir mati.
Jujur saja, Lein saat itu sangat marah dan ingin berteriak kepada para guru dan dekan saat ia kembali, mengapa tidak ada satu orang pun yang mengawasi nya.
Bahkan Lein sempat berpikir untuk berhenti dan berencana meninggalkan Universitas Dragon Heart karena kejadian itu.
Namun Lein mengurungkan niatnya karena ia tahu mengapa bisa ada kejadian seperti itu di dalam Universitas Dragon Heart.
"Ah, saat itu." Octiorb ingat.
"Ya, dan aku membayar penginapan ini untuk memeriksa apakah ada hal yang sama seperti campur tangan pihak luar."
"Dan... jawaban nya ada." Ucap Lein sedikit suram.
"Jadi maksudmu ada campur tangan pihak luar di kompetisi yang diadakan oleh para pemerintah yang ada di benua manusia." Ucap Octiorb serius.
"Benar..." Angguk Lein.
"Siapa yang melakukan nya? Konsorsium? Keluarga berpengaruh? Atau ras lain?" Tanya Octiorb.
"Barqi." Jawab Lein.
"!!" Octiorb melebarkan matanya.
"...Apa kamu serius?" Octiorb bertanya untuk memastikan.
"Aku serius." Angguk Lein.
"Aku juga membayar penginapan ini untuk memeriksa situasi di keluarga Barqi. Karena kamu tahu, Kiva mati ditangan ku namun ayahnya, Nolan, tidak membalaskan dendam." Ucap Lein.
"Benar juga. Jadi alasan Nolan tidak membalas dendam kepada mu adalah karena dia, tidak, keluarga Barqi memiliki suatu rencana..." Balas Octiorb.
"Tepat sekali..." Lein menganggukkan kepalanya.
"Apakah informasi yang didapat oleh penginapan ini menyebutkan rencana apa itu?" Octiorb menyipitkan matanya.
"Tidak." Lein menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tapi kita tahu bahwa Kiva menyerang ku saat itu karena aku dekat dengan Anna, yang artinya aku adalah variabel tidak terduga yang tidak ada dalam rencana nya."
"Yang berarti bahwa Barqi memiliki suatu rencana buruk yang akan melibatkan Keluarga Courbet." Ucap Lein.
__ADS_1
"Ya, lalu?" Tanya Octiorb.
"Informasi ini menyebutkan sesuatu bahwa Nolan ingin menguasai keluarga Courbet karena Nolan memiliki rencana untuk menguasai ibukota."
"Menguasai ibukota?" Octiorb mengangkat satu alisnya.
"Benar."
"Tujuan yang sangat klise." Octiorb menghela napas.
Benar, klise. Karena sesuatu seperti menguasai keluarga, kota, daerah atau bahkan dunia sudah banyak orang yang memiliki tujuan itu.
"Seperti itulah. Alasan Nolan langsung mengincar keluarga Courbet yang notabene nya keluarga berpengaruh dibandingkan dengan keluarga kecil lainnya adalah karena Kiva dekat dengan Anna."
"Nolan berpikir selama Kiva dan Anna dekat atau bahkan memiliki hubungan khusus, ia akan dengan mudah menguasai keluarga Courbet." Ucap Lein membaca informasi nya.
"Cih, ambisi yang besar namun kecerdasan nya tidak bisa mengimbangi." Octiorb mendecakkan lidah nya.
Jika Keluarga Barqi bergerak dengan mengincar keluarga kecil terlebih dahulu dibandingkan keluarga Courbet makan mungkin saja mereka bisa menguasai ibukota.
Tapi sayang sekali, seperti yang dikatakan oleh Octiorb. Ambisi Nolan sangat besar namun kecerdasan nya tidak bisa mengimbangi ambisi nya itu.
"Sekarang kita kesampingkan masalah keluarga pengacau itu." Ucap Lein menyingkirkan kertas yang berisi informasi keluarga Barqi.
Mereka berdua lalu kembali membaca informasi nya, karena informasi adalah senjata paling mengerikan entah itu dalam pertempuran atau bukan.
...----------------...
"Apa kamu akan ikut?" Brynn bertanya kepada Liza yang sedang bersantai.
"Tentu saja!" Jawab Liza dengan nada jelas.
"Aku mengharapkan kompetisi kali ini akan dimenangkan oleh Universitas Dragon Heart kita." Ucap Brynn.
2 tahun lalu di kompetisi sebelumnya, Universitas Dragon Heart menempati peringkat ke 4 dari seluruh universitas yang ada di benua.
Sekarang, karena ada variabel yang kuat yaitu Lein, Presiden Brynn harap bahwa Universitas Dragon Heart akan menang di kompetisi ini.
"Jangan khawatir, aku juga yakin dengan kekuatan Lein. Ditambah Enya dan Jonas sudah dilatih oleh Lein dan Anna dan John yang berasal dari keluarga berpengaruh." Balas Liza.
"Semoga seperti itu..." Brynn mengangguk.
Presiden Brynn lalu mengirimkan pesan kepada Anna, John, Enya, dan Jonas untuk bersiap-siap karena akan berangkat menuju Kota Laville lusa.
Presiden Brynn juga menerima beberapa informasi menarik dari Lein yang sudah berada di Kota Laville hari ini.
Lein memang mengirimkan beberapa informasi yang ia dapatkan kepada Presiden Brynn meskipun tidak semuanya ia kirim.
...----------------...
"Apakah kamu mengincar posisi peringkat satu?" Octiorb bertanya setelah mereka selesai membaca semua informasi.
"Nomor satu? siapa yang kamu maksud? Aku atau Universitas?" Tanya Lein.
__ADS_1
"Hm, universitas." Ucap Octiorb.
"Jika universitas, tentu saja aku akan memuat Universitas Dragon Heart berada di peringkat satu." Jawab Lein dengan yakin.
"Lalu jika dirimu?" Tanya Octiorb.
"Yah, aku tidak terlalu peduli dengan peringkat." Lein hanya mengangkat kedua bahu nya.
"Sudah kuduga kamu akan mengatakan itu." Octiorb tersenyum tipis.
"Haha, kamu sudah tahu sifatku ya..." Lein tertawa.
"Tentu saja." Balas Octiorb.
"Ngomong-ngomong, apakah kamu punya pemikiran bahwa Anarchy Order juga akan ikut campur? Karena ini adalah kompetisi satu benua." Octiorb menanyakan pertanyaan yang serius.
"Aku berpikir ada kemungkinan bahwa mereka akan mengacaukan kompetisi." Angguk Lein.
"Bagiamana jika salah satu petinggi menyerang mu saat berkompetisi?" Tanya Octiorb.
"Tidak masalah." Jawab Lein tidak terlalu serius.
"Jika yang dikirimkan adalah seperti orang yang aku lawan sebelumnya maka tidak masalah."
"Apa maksudmu?" Octiorb bingung.
"Aku berpikir mengapa petinggi Anarchy Order bisa dengan mudah dikalahkan oleh ku? bahkan jika aku memiliki jantung naga bukankah seharusnya ada perlawanan." Ucap Lein.
"Jadi aku berpikir mungkin saja diantara para petinggi ada juga sistem kasta atau peringkat."
"Hm, jadi maksudmu bisa jadi petinggi yang kamu lawan sebelum nya ada di peringkat bawah?" Octiorb paham dengan ucapan Lein.
"Benar, tepat seperti itu." Angguk Lein.
"Karena kamu tahu, kekuatan orang yang aku lawan jika dibandingkan dengan Frederic memiliki jarak kekuatan yang amat besar." Ucap Lein.
"Ah, benar juga apa yang kamu katakan." Octiorb sadar.
Frederic juga merupakan petinggi Anarchy Order namun kekuatan nya melebihi para petinggi yang Lein lawan sebelumnya.
Karena Lein bisa mengalahkan para petinggi itu, jadi Frederic juga bisa dengan mudah mengalahkan para petinggi itu.
"Benar kan? Tapi aku juga berpikir bahwa Frederic memiliki jabatan yang spesial di dalam Anarchy Order." Lein mengatakan pikiran nya.
"Karena kekuatan nya?" Tanya Octiorb.
"Benar, kekuatan nya itu tidak normal." Angguk Lein.
"Yah, kita masih memiliki jalan yang lumayan untuk mengalahkan Frederic." Ucap Lein.
"Jangan khawatir, karena aku sudah memiliki tubuh, jadi aku akan membantu mu bocah." Ucap Octiorb.
"Haha, terimakasih Oct!" Lein tertawa.
__ADS_1