
Hari ini, Walikota Holbein sudah menyebarkan berita bahwa Anarchy Order sudah musnah dari Benua Manusia dan sudah tidak ada lagi sisa-sisa nya.
Dragon Tide News juga membantu Holbein untuk menyebarkan berita nya ke seluruh kota-kota di Negara Easthold.
Kemudian, negara-negara lain juga mulai menyebarkan berita yang sama kepada masing-masing kota yang ada di negara mereka.
Hari ini, banyak orang yang pergi ke tempat beribadah untuk mengucap syukur kepada dewa dan dewi yang mereka sembah.
Gereja Ariel di Kota Dragon Tide juga penuh karena banyak orang-orang yang berkunjung ke sana untuk mengucap syukur kepada Dewi Ariel.
Internet juga kebanjiran berita mengenai musnahnya Anarchy Order dan orang-orang berdiskusi secara gembira di forum-forum.
Banyak orang yang merayakan berita gembira ini bersama dengan keluarga mereka masing-masing di rumah atau di tempat lain.
...----------------...
Universitas Dragon Heart, rumah milik Lein.
"Makan sepuasnya!!" Teriak Lein.
Di rumah Lein saat ini sedang mengadakan pesta makan malam. Orang yang hadir adalah teman-teman Lein, Linda, Dekan Hido, bahkan Presiden Brynn pun datang.
Setengah dari hidangan yang ada di meja Lein yang memasak nya dan setengah nya lagi mereka yang membawa dari luar.
"Ini sangat lezat! Lein, apakah ini benar-benar kamu yang memasak nya!?" John hampir mengeluarkan air mata karena kelezatan masakan yang Lein buat.
"Hah? Tentu saja, selain karena kemampuan memasak ku yang hebat ini, aku juga menggunakan bahan-bahan yang mahal!" Jawab Lein dengan percaya diri.
"Masakan Lein itu memang selalu lezat!" Liza makan dengan lahap.
"Ya benar!" Sambung Octiorb yang sama seperti Liza.
"Tapi aku tidak menyangka kalau Presiden Brynn akan datang juga?" Anna menoleh ke arah Brynn yang makan dengan normal tidak seperti Liza dan Octiorb.
"Hm? Itu karena Presiden Brynn adalah teman Liza." Lein menjelaskan nya secara singkat.
"Apa!? Jadi selama ini kamu dekat dengan Presiden Brynn!?" Anna melebarkan matanya.
"Hm, bisa dibilang seperti itu." Lein menyentuh dagunya kemudian ia mengangguk.
"Jika ada orang yang mendengar ini, mereka mungkin akan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar." Anna memegangi kepala nya karena terkejut.
"Haha, itu benar! Aku juga sedikit terkejut kalau muridku memiliki kontak dengan Presiden kita!" Dekan Hido tertawa.
__ADS_1
"Santai saja, sekarang adalah pesta, jadi bersenang-senang lah." Ucap Brynn.
"Baik!" Semua orang menjawab.
Mereka semua makan dengan gembira dan berbincang-bincang dengan canda tawa dan penuh dengan kebisingan.
Apalagi Lein dan Liza yang selalu bertengkar karena berebut makanan dan pada akhirnya makanan yang mereka perebutkan diambil oleh Octiorb.
Octiorb juga mengambil nya dengan diam-diam, mereka berdua sudah berdebat selama 5 menit dan melihat kalau makanan nya sudah tidak ada.
Kemudian terjadilah babak baru pertengkaran dimana Lein dan Liza melawan si pelaku pencurian makanan yaitu Octiorb.
Yang lain nya hanya tertawa melihat pertengkaran mereka dan malah mendukung siapa yang akan memenangkan pertengkaran.
Jika dilihat dari atas universitas, rumah milik Lein adalah rumah yang paling terang diantara rumah-rumah yang ada disekitar nya.
Untung saja jarak antara rumah sedikit jauh, jadi tidak ada tetangga yang protes karena rumah Lein saat ini sangat berisik.
Pesta makan malam selesai pada pukul 11 malam, semua orang kembali ke rumah mereka masing-masing, Jonas dan Octiorb juga langsung kembali ke kamar mereka karena sudah sangat mengantuk.
Sedangkan Lein mengantar Liza yang mabuk karena terlalu banyak minum ke rumah milik Brynn bersama dengan Brynn yang masih sadar meskipun ia minum alkohol bersama Liza.
"Kamu memiliki ketahanan alkohol yang bagus." Ucap Brynn yang melihat Lein masih sadar secara normal seolah-olah ia tidak minum.
Lein memang benar, karena kemampuan regenerasi nya yang memulihkan kondisi Lein yang mabuk karena minum alkohol.
Jadi tubuh nya akan selalu berada ke kondisi yang normal dan tidak akan pernah bisa mabuk. Bahkan jika itu adalah alkohol berat, Lein akan mabuk sebentar kemudian ia pilih lagi.
"Itu kemampuan yang bagus. Di dalam dunia pekerjaan, ada kalanya kamu bertemu dengan atasan atau klien dan pasti akan mabuk-mabukan." Ucap Brynn yang sedikit iri dengan kemampuan Lein.
"Itu memang bagus. Tapi bukankah biasanya alkohol juga digunakan untuk melepas rasa lelah? Jad bisa dibilang kemampuan ini ada kelebihan dan kekurangan nya." Balas Lein.
"Hm, kamu benar juga." Brynn mengangguk setuju dengan ucapan Lein.
Tidak lama kemudian, mereka bertiga sampai di depan rumah Brynn. Mereka masuk dan Lein membawa Liza ke kamar nya.
Namun...
"Hah?" Lein ditarik oleh Liza yang sedang berbaring di kasur nya.
"Apakah kamu sudah sadar?" Lein mencoba untuk berdiri.
"..." Liza tidak menjawab nya.
__ADS_1
Lein bisa melihat mata Liza kabur karena efek dari alkohol. Namun ia juga bisa tahu kalau Liza saat ini tidak terlalu mabuk.
"Lakukan..." Ucap Liza dengan suara lirih.
"..." Lein terdiam karena ia tahu apa yang Liza maksudkan.
"Lakukan..." Liza berkata lagi.
"..." Lein tidak menjawab nya namun ia langsung mencium bibir Liza.
"Um..." Liza menutup matanya dan menikmati momen ini.
.........
............
...............
Keesokan harinya, Liza membuka matanya dan mengerutkan keningnya karena cahaya matahari yang masuk menyilaukan matanya.
Ia menggerakkan tubuh nya kemudian duduk sambil merenggangkan otot-otot nya yang kaku setelah tidur panjang.
"Eh.." Liza melihat kalau disamping nya ada Lein dan ia melihat kalau Lein dan dirinya tidak berpakaian.
Seketika ingatan mengenai semalam membanjiri otak nya, Liza segera membuka selimut dan melihat ada bercak darah disana.
"Jadi kami..." Liza kembali berbaring dan menutupi wajah nya yang memerah dengan bantal karena terlalu malu.
"Uh..." Lein juga perlahan membuka matanya dan menggerakkan tubuh nya.
Liza menyadari ada gerakan di sebelah nya, ia menyingkirkan bantal yang menutupi wajah nya dan malah bertemu dengan tatapan Lein.
"Ah!" Liza segera menutupi wajahnya dengan bantal lagi.
"Selamat pagi..." Lein tidak bereaksi terlalu banyak.
Ia menggerakkan tubuh nya mendekati Liza dan menyandarkan kepala nya di bahu Liza dan malah kembali tidur.
"Um... Lein?" Liza memanggil Lein namun tidak direspon.
Ia menyingkirkan bantal dan melihat kalau Lein menutup matanya dan merasakan kalau napas Lein teratur tanda bahwa ia sedang tidur.
"Mengapa dia tidur lagi..." Pikir Liza.
__ADS_1
Liza berpikir sebentar dan ia tidak menyadari nya kalau perlahan-lahan ia juga mulai bersandar dan kembali tidur dengan lelap.