
Beberapa saat kemudian, mansion menjadi penuh karena semua orang sudah datang. Lalu tiba-tiba lampu mansion redup dan ada satu lampu yang menerangi atas tangga.
Kemudian terdengarlah suara langkah kaki dan muncul tiga orang di atas tangga. Yang muncul adalah satu pria baya, satu wanita, dan satu wanita muda.
Mereka bertiga adalah keluarga Morais. Kepala Keluarga Morais sekaligus Walikota Laville saat ini, Collin Morais. Istri dari Collin, Abelia Morais dan anak dari pasangan Morais, Britta Morais.
// mulai sekarang kalau ada pasangan suami istri, nama belakang istri nya akan sama dengan nama belakang suami nya //
Collin adalah seorang pria dewasa bertubuh normal yang memiliki wajah tampan. Ia memiliki rambut pendek berwarna hitam.
Abelia juga merupakan wanita dewasa yang cantik. Dengan rambut panjangnya yang berwarna putih juga menambah kecantikan nya.
Britta memiliki warna rambut perak perpaduan antara hitam dan putih. Ia memiliki warna mata yang sama seperti ibunya.
Saat mereka muncul, semua orang yang hadir berdiri dan bertepuk tangan menyambut kedatangan Walikota dan keluarga nya.
Collin mengangkat tangan kanan nya tanda untuk berhenti. Setelah itu Collin maju satu langkah dan akan memulai sambutan nya.
"Terimakasih kepada semua orang yang sudah hadir dalam pesta hari ini. Aku, Collin Morais sebagai Walikota Laville merasa senang."
"Pesta ini diadakan untuk merayakan keberhasilan para peserta yang telah berkompetisi dalam Kompetisi antar Negara yang diadakan setiap dua tahun."
"Kalau begitu, tanpa basa-basi lebih lanjut. Aku sebagai Walikota Laville mengumumkan dimulainya pesta ini! Silakan dinikmati makanan nya!"
Collin dan keluarganya turun berjalan menuju meja mereka yang berada di tengah-tengah dan mereka kemudian duduk disana.
Setelah itu banyak sekali pelayan yang masuk yang masing-masing membawa sebuah troli yang berisikan makanan dan minuman.
Acara makan malam pun dimulai. Mereka yang hadir menyantap makanan dan minuman mereka dengan gembira.
Ada yang makan malam sambil berbincang-bincang dengan yang lain, ada yang diam dan tenang, ada juga yang tertawa ria.
"Makanannya sangat lezat." Liza memakan lobster besar.
"Hey, jangan rakus." Ucap Presiden Brynn.
"Tidak bisa. Bagaimana bisa aku menolak kelezatan ini." Liza menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Santai saja Pres. nikmati pesta nya, jarang sekali ada waktu seperti ini bukan?" Ucap Lein.
"....Kamu benar." Presiden Brynn mengangguk.
"Ngomong-ngomong, bagaimana pertarungan mu dengan Britta?" Tanya Presiden Brynn.
"Presiden tahu?" Lein sedikit terkejut.
"Tentu saja. Aku diberitahu oleh orang dari kediaman walikota tadi sore." Jawab Presiden Brynn.
"Yah, jika ditanya bagaimana aku juga tidak tahu. Karena kami bertarung hanya untuk melihat kekuatan satu sama lain." Lein tidak bisa memberikan jawaban yang pasti.
"Begitu. Dari pertarungan kalian, apakah menurut mu dia kuat?" 'Dia' yang dimaksud oleh Presiden Brynn adalah Britta.
"Aku tidak tahu bagaimana jika menggunakan mana, tetapi hanya bertarung dengan tubuh dia termasuk sangat kuat." Jawab Lein.
Lein memang mengakui hal itu. Seperti yang dikatakan oleh Octiorb tadi saat di kafe, Lein akan kalah jika hanya bertarung menggunakan tubuh.
"Tapi pres, umur Britta terlihat masih muda. Mengapa dia tidak mengikuti kompetisi?" Tanya Lein bingung.
Memang benar, Britta seharusnya seumuran dengan Enya yang seorang mahasiswa tahun ketiga. Namun Lein bingung mengapa ia tidak mengikuti kompetisi.
"Kurasa kamu harus lebih banyak membaca berita Lein." Ucap Presiden Brynn.
"Eh? Apa maksudnya?" Lein tambah bingung.
__ADS_1
"Bocah, Britta tidak mengikuti kompetisi karena dia memang tidak memasuki universitas manapun." Octiorb menjawab pertanyaan Lein.
"Ah, jadi begitu. Tunggu, bagaimana kamu tahu?" Lein terkejut bahwa Octiorb tahu.
"Tentu saja membaca berita. Aku ini bosan saat dimalam hari. Selain bermain permainan ponsel, aku juga membaca berita untuk mengisi waktu." Jawab Octiorb dengan nada bangga.
"... Ternyata begitu." Balas Lein.
"Tapi mengapa Britta tidak memasuki universitas?" Lein menanyakan alasan nya.
"Itu karena aturan Kota Laville. Kota Laville adalah kota kuno yang independen, jadi Britta juga tidak bisa memasuki universitas manapun di negara lain."
"Di Kota Laville juga tidak ada universitas, hanya ada pendidikan wajib 12 tahun sampai Sekolah Menengah Atas (SMA)." Octiorb menjelaskan alasan nya.
"Karena jika Britta memasuki universitas salah satu negara, maka orang lain mungkin mengira kalau Kota Laville memiliki hubungan dengan negara itu ya..." Ucap Lein.
"Benar. Kota Laville adalah kota yang netral dan tidak dipengaruhi oleh negara manapun." Balas Octiorb.
Sekarang Lein menjadi paham mengapa Britta tidak memasuki universitas dan alasan mengapa Gran menjadi gurunya.
Lein kira Gran adalah guru Britta saat diluar universitas, ternyata Gran adalah guru pribadi Britta yang mengajarkan Britta seperti di universitas.
"Ngomong-ngomong Lein." Ucap Presiden Brynn.
"Ya, ada apa pres?" Tanya Lein.
"Jangan membuat masalah disini." Presiden Brynn berkata dengan nada serius.
"Santai saja. Aku tidak akan membuat masalah duluan, hehe." Lein menyeringai.
"..." Jonas dan Octiorb mengacungkan jempol nya disamping.
"Jangan terlalu serius Brynn, asalkan jangan membuat tindakan bodoh yang akan mencemarkan nama baik Universitas Dragon Heart kita." Ucap Liza.
"... Baiklah." Presiden Brynn menghela napas tak berdaya.
Mereka kemudian melanjutkan makan malam mereka sambil berbincang-bincang. Mereka membahas mengenai kompetisi sebelumnya.
Presiden Brynn juga bertanya kepada Lein dan yang lain yang mengikuti kompetisi bagaimana rasanya saat pertama kali berkompetisi.
Tentu saja mereka menjawab itu menyenangkan. Selain bisa menambah pengalaman dan wawasan, mereka juga bisa bertambah kuat.
"Ngomong-ngomong, sistem, status." Pikir Lein.
Nama : Lein Sanzio
Usia : 18 tahun
Level : 63
STR : 45
AGL : 45
VIT : 45
INT : 50
poin kosong: 24
__ADS_1
Kemampuan : Analysis Eye
Deskripsi kemampuan :
Analysis Eye, sebuah mata yang bisa menganalisa segala sesuatu yang ada
skill : ...
"Jadi selama kompetisi aku naik sekitar 8 level ya. Kalau begitu seperti biasa aku akan menyeimbangkan stat ku." Pikir Lein.
Nama : Lein Sanzio
Usia : 18 tahun
Level : 63
STR : 50
AGL : 50
VIT : 50
INT : 59
poin kosong: -
Kemampuan : Analysis Eye
Deskripsi kemampuan :
Analysis Eye, sebuah mata yang bisa menganalisa segala sesuatu yang ada
skill : ...
"Setelah makan malam ada apa Presiden?" Enya bertanya kepada Presiden Brynn.
"Setelah ini? Acara bebas. Kamu bisa berbincang-bincang dengan orang lain, berkeliling mansion, bahkan pergi ke taman juga boleh." Jawab Presiden Brynn.
"Wah acara bebas. Untuk waktunya bagaimana?" Enya bertanya lagi.
"Waktunya sekitar satu sampai dua jam." Presiden Brynn menjawab sambil memperkirakan.
"Baiklah." Enya mengangguk.
"Waktu bebas kah. Kurasa aku akan pergi ke taman atau berkeliling mansion saja." Pikir Lein.
Karena Lein memang kurang tertarik dalam bersosialisasi dengan orang lain. Lein lebih menyukai suasana yang tenang dan damai.
__ADS_1