
"Haha bagus! Jangan gunakan sihir area bocah, sisakan untuk ku juga." Octiorb tertawa.
"Tentu saja, aku juga kasihan kepada mereka jika aku langsung membunuh mereka sekaligus dengan sihir area." Lein tertawa kecil.
Sekitar 20 orang berpakaian tertutup dan serba hitam datang. 10 orang langsung muncul di depan Lein dan Octiorb sedangkan sisanya bersembunyi dibalik pepohonan.
"Apakah kalian yang melakukan nya?" Seorang pria yang nampaknya berotot bertanya kepada Lein dan Octiorb.
"Ya, kami." Lein menjawab dengan santai.
"..." Pria berotot itu menyipitkan mata nya lalu tiba-tiba ia berada di depan Lein.
Lein tidak bergerak dan tetap memasang wajah tersenyum melihat tinju pria berotot itu yang mengandung energi iblis sedang datang ke arah perut nya.
Pria berotot itu berhasil memukul perut Lein, namun Lein bahkan tidak bergerak satu milimeter pun saat menerima pukulan.
"Sial! Apakah dia monster!? Mengapa tubuh nya sangat keras!?" Pria berotot itu merasakan sakit di kepalan tangan nya.
"Oct, mereka berbeda dari anggota Anarchy Order yang pernah kita lawan. Sepertinya mereka ini adalah tim elit!" Teriak Lein memberitahu Octiorb.
"Oh, tim elit? Itu justru membuat ku tambah bersemangat! Aku sudah muak melawa anggota Anarchy Order yang lemah itu..." Octiorb menyeringai.
Lein memegang tangan kanan pria berotot itu dan membanting nya ke tanah dengan keras kemudian Lein menginjak perut nya.
"Ugh!" Pria berotot itu melebarkan matanya merasakan sakit di perut nya.
"Bahkan kekuatan nya juga mengerikan!?" Pria berotot itu adalah spesialis tubuh, jadi sangat jarang orang yang bisa membuatnya merasakan sakit.
Pria berotot itu mencoba untuk berdiri namun ia melihat kalau kaki Lein datang ke wajah nya.
Lein menendang wajah pria berotot sampai terpental dan terguling-guling di tanah. Lein mengejar nya dan akan menendang nya lagi.
Namun pria berotot itu sudah berdiri dan menghindari tendangan Lein. Pria berotot itu bergerak ke samping Lein dan memukul pinggang nya.
Pinggang adalah salah satu bagian tubuh yang sensitif, meskipun Lein memiliki tubuh level 100 tetapi saat terkena pukulan pria berotot itu ia juga merasakan sakit.
"Hah! Jadi tidak semua tubuh mu kuat ya! Kalau begitu aku akan mengincar bagian vital mu!" Pria berotot itu menemukan kelemahan Lein.
"Itupun kalau kamu bisa menjangkau nya..." Lein menyeringai.
Lein menyerang dada pria berotot itu dengan siku sampai terpukul mundur. Lein kemudian melompat dan memutar tubuh nya di udara lalu Lein menendang bahu kiri pria berotot itu.
__ADS_1
Pria berotot itu sampai berlutut karena tendangan Lein yang sangat berat bahkan untuk seseorang yang spesialis tubuh seperti dirinya.
"Seperti yang diharapkan dari tim elit. Aku pernah menyerang anggota Anarchy Order lain dengan tendangan yang sama, tulang mereka bahkan langsung hancur." Lein menyeringai.
"Ugh!!" Pria berotot itu merasakan sakit yang lebih parah.
Pria berotot itu menggerakkan kedua tangan nya untuk memegang kaki Lein yang lain kemudian menarik nya sampai Lein terjatuh.
"Oh! Ide bagus!" Lein yang akan terjatuh menggunakan kedua tangan nya untuk menopang tubuh nya.
Kemudian Lein menggunakan kaki yang tidak dipegang oleh pria berotot itu untuk menendang wajah nya dan kali ini Lein menggunakan mana.
Kepala pria berotot itu hancur seketika karena Lein menggunakan terlalu banyak mana.
"Ah." Lein menggaruk-garuk bagian belakang kepala nya.
...----------------...
Disisi lain.
Octiorb menggunakan semua pisau terbang nya dan menghubungkan antara tangan dan pisau terbang nya dengan benang mana.
Semua pisau terbang dilempar oleh Octiorb ke arah musuh yang bersembunyi di balik pepohonan namun semua pisau nya tidak mengenai satu orang pun.
Namun Octiorb menyeringai, ia menarik tangan nya yang membuat semua pisau nya terbang kembali dan menusuk beberapa musuh.
Octiorb memang sengaja membuat nya meleset agar musuh menjadi lengah dan tidak memperhatikan seragam selanjutnya.
"Hahaha! Yang bodoh itu kalian!" Octiorb mengendalikan pisau terbang dengan benang mana yang tidak terlihat.
4 orang musuh sudah mati di serangan pertama Octiorb, jadi sekarang tersisa 6 orang lagi yang sedang panik karena Octiorb mengendalikan pisau terbang nya dengan mahir.
"Hm, mereka bersembunyi dengan baik. Kalau begitu aku potong saja pohon nya!" Octiorb membuat semua pisau terbang nya menancap di pohon.
Kemudian Octiorb menarik tangan nya seperti sebelumnya lalu semua pisau yang menancap membuat pohon yang ditancap terpotong.
Karena pohon-pohon sudah terpotong, terlihatlah semua musuh yang bersembunyi. Mereka melebarkan mata mereka karena tidak menyangka kalau pisau sekecil itu bisa memotong batang pohon yang tebal.
"Nah, karena kalian sudah terlihat, saatnya mati!" Octiorb menyeringai.
Ia mengendalikan semua pisau nya untuk menyerang secara acak agar musuh tidak bisa mengetahui pola serangan nya.
__ADS_1
"Sial, monster macam apa yang sedang kita hadapi." Pikir semua musuh yang Octiorb lawan.
...----------------...
Lein mengambil tubuh pria berotot dan melemparkannya ke arah rekan-rekan nya lalu Lein langsung berlari ke arah mereka.
Penglihatan musuh yang lain terhalang oleh tubuh pria berotot yang dilempar oleh Lein, jadi mereka tidak melihat kalau Lein datang.
Saat tubuh pria berotot jatuh ke tanah, Lein langsung menendang dada musuh yang berada di paling depan sampai terhempas dan mati menabrak pohon dibelakang nya.
Lein memukul perut musuh yang berada di kanan nya lalu ia memegangi kepala musuh tersebut dan memutar nya sampai tulang leher nya berbunyi dan mati.
Lein melompat ke arah kiri dan menendang kepala musuh yang ada di bawah nya dengan keras bahkan saking kerasnya tendangan Lein kepala musuh itu terlepas.
Sama seperti sebelumnya, Lein melempar tubuh musuh yang kepala nya lepas ke arah musuh yang lain dan langsung berlari
Namun Lein tidak muncul di depan mereka melainkan berada di belakang mereka. Lein memegang dua kepala musuh dan membenturkan satu sama lain.
Lalu untuk musuh yang tersisa Lein menggunakan elemen tumbuhan dan membuat akar pohon nya menjadi tajam dan menusuk semua musuh yang tersisa.
...----------------...
"Sudah selesai?" Octiorb datang sambil menyeka pisau terbang nya yang berlumuran darah.
"Sudah. Ah sial, pakaian mu sangat bersih.." Lein melihat kalau Octiorb tidak terkena darah.
"Haha, tentu saja. Karena aku menyerang dari jarak jauh, tidak seperti mu." Octiorb tertawa dan melihat pakaian Lein yang berlumuran darah.
Karena Lein membunuh musuh dari jarak dekat dan darah mereka terciprat ke pakaian Lein sampai Lein terlihat mengerikan.
"Ada barang jarahan?" Lein bertanya kepada Octiorb.
"Sayang sekali, tidak ada. Bagaimana dengan mu?" Octiorb menggeleng-gelengkan kepala nya dan bertanya balik.
"Sama, musuh yang aku lawan juga tidak memiliki barang apapun." Lein juga menggeleng-gelengkan kepala nya.
Ada alasan mengapa musuh tidak mengeluarkan barang-barang nya. Itu berarti mereka sedang dalam misi saat ini.
Biasanya jika seseorang dalam misi mereka akan mengeluarkan barang-barang nya di rumah atau tempat mereka bekerja.
Karena mereka tahu kalau saat mereka menjalankan misi ada kemungkinan bahwa mereka akan mati.
__ADS_1
Jadi mereka takut kalau barang-barang milik mereka akan disalahgunakan oleh musuh dan lebih menyimpan barang-barang mereka di tempat yang aman.