
"Dragon Dance : Stone Bullets." Lein membuat banyak sekali peluru kecil dari batu di sekitar nya.
"Sialan, bahkan dia juga bisa mengendalikan elemen batu!?" Albir sudah tidak bisa berkata-kata.
Lein segera melancarkan semua peluru baru ke arah musuh yang tidak bisa bergerak. Semua peluru baru mengenai musuh tidak terkecuali Albir.
Lein tidak melancarkan nya secara cepat agar peluru batu tidak menembus tubuh mereka, jadi saat ini mereka seperti sedang dipukul secara bertubi-tubi.
"Argh!!" Albir dan semua bawahan nya berteriak kesakitan.
Lein sengaja melakukan hal tersebut agar mereka merasa tersiksa dan agar mereka menyadari bahwa mereka telah mengusik orang yang salah.
Lein terus-menerus membuat peluru batu dan melancarkan nya ke arah musuh dengan pola yang sama seperti sebelumnya.
"Bagaimana rasanya? Apakah sakit? Pasti sakit kan? Itulah akibat nya kalau kalian berani mengusik orang yang lebih kuat daripada kalian."
"Rasakan lah rasa sakit sama seperti warga Desa Nadir yang sedang menahan sakit karena racun yang kalian berikan."
"Aku akan membuat kalian merasa rasa sakit yang lebih parah dibandingkan kematian, kekeke." Lein tertawa dengan nada menyeramkan.
Lein membuat akar pohon berduri lagi lalu ia mengendalikan nya untuk mengikat semua anggota Anarchy Order termasuk Albir.
"Argh!!" Mereka berteriak kesakitan karena mereka diikat dengan akar pohon yang berdiri dan duri-duri itu menusuk kulit mereka.
Lein tidak menghiraukan teriakan mereka, Lein mengendalikan akar pohon untuk membawakan satu anggota Anarchy Order ke depan nya.
"Apa yang mau kamu lakukan!?" Orang tersebut berteriak dengan panik karena ia ketakutan.
"Apa yang akan aku lakukan? Menyiksamu." Lein menaruh telapak tangan kanan nya di bahu orang itu.
Lalu Lein menggunakan kontrol mana untuk mengendalikan aliran darah di dalam tubuh orang tersebut dan mengatur agar aliran darah nya mengalir terbalik.
Karena aliran darah nya mengalir terbalik, orang itu merasakan rasa sakit yang sangat parah dan panas yang menyengat di dalam tubuh nya.
Rasa sakit di organ dalam berkali-kali lipat lebih parah dibandingkan dengan rasa sakit di kulit.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, orang yang ada di depan Lein mati. Lein membuang tubuh nya ke sembarang tempat dan mengendalikan akar pohon untuk membawa orang selanjutnya.
Lein terus mengulangi hal yang sama yaitu menaruh telapak tangan nya di bahu musuh satu per satu lalu memutarbalikkan aliran darah di tubuh mereka sampai mereka mati.
Orang yang mengalami hal tersebut merasakan rasa sakit yang parah di tubuh mereka sedangkan orang yang menonton merasakan tekanan mental yang berlebihan.
Antara kedua jenis itu, yang paling menyakitkan adalah orang yang menonton. Karena rasa sakit mereka bukan berasal di tubuh melainkan di otak.
Mental mereka akan hancur karena melihat rekan mereka tersiksa di depan mata mereka dan mungkin saja selanjutnya mereka akan bernasib sama.
"Ahh.. Sialan... Psikopat macam apa yang kami usik..." Albir sudah putus asa.
Selain melihat para bawahan nya yang mati karena tersiksa, ia juga mengalami kengerian yang sebenarnya dari orang yang ia usik.
"Pemimpin.. Ini mungkin pertama kali nya aku meragukan anda, apakah anda benar-benar mengira bahwa Lein adalah orang yang lemah?"
"Atau mungkin anda sudah tahu namun anda tetap mengirim ku untuk membunuh nya agar anda tahu seberapa kuat Lein ini."
"Hah.. Sial, kekuatan Lein saja bisa menyamai Frederic, orang terkuat kedua setelah pemimpin. Jika aku masih hidup setelah ini, aku mungkin akan menyaksikan kehancuran Anarchy Order."
Albir berpikir banyak hal secara berlebihan, ia berpikir seperti itu karena ia sudah sangat putus asa karena untuk pertama kalinya sebagai pembunuh ia merasakan apa itu kengerian yang sebenarnya.
Albir, seorang pembunuh berlevel 143 bahkan tidak bisa lepas dari ikatan akar pohon berduri karena Lein terus mempertahankan medan elektron di bawah nya.
Oleh karena itu elektron-elektron kecil memasuki tubuh Albir secara terus-menerus yang membuat otot tubuh nya kaku dan justru akan merasakan sakit jika digerakkan.
Pembunuh memang hebat dalam hal membunuh secara diam-diam, namu sekali pembunuh tertangkap maka akan sulit untuk melarikan diri.
Lein menoleh ke belakang melihat kalau sudah ada banyak tubuh anggota Anarchy Order yang mati namun Lein tidak merasakan apapun mengenai hal ini.
"Hm, aku bosan dengan cara yang sama. Kalau begitu, aku akan membunuh beberapa dari kalian dengan cara yang baru." Lein menyeringai.
"!!" Para musuh termasuk Albir yang mental mereka sudah hancur tambah hancur setelah mendengar ucapan Lein.
Lein mengendalikan akar pohon untuk membawa 5 orang anggota Anarchy Order ke hadapan nya, kemudian Lein mengarahkan kedua telapak tangan nya ke arah mereka.
__ADS_1
Lein mengendalikan elektron untuk masuk ke tubuh 5 orang tersebut secara berlebihan yang membuat mereka merasakan sakit yang lebih parah.
Otot-otot di tubuh mereka seolah-olah akan terkoyak saat elektron-elektron memasuki tubuh mereka secara berlebihan.
"Argh!!"
"Tolong bunuh saja aku!!"
"Tidak!!"
"Argh.!! Ampuni aku.!!"
"Sakit!!!"
Kelima orang itu berteriak kesakitan dan memohon agar mereka dibunuh saja daripada mereka merasakan rasa sakit yang sungguh mengerikan.
"Bukankah sudah kukatakan kalau kalian akan ku buat merasakan rasa sakit yang sangat mengerikan sampai-sampai kalian ingin mati saja daripada merasakan rasa sakit tersebut." Lein menyeringai.
Lein kemudian menambah elektron-elektron yang memasuki tubuh mereka bahkan Lein membuat elektron memasuki otak mereka.
Rasa sakit di organ dalam saja sudah sangat parah, sekarang mereka bahkan merasakan sakit yang lebih parah di otak mereka.
"Ayolah, kalian ini seorang pembunuh! Bukankah kalian sudah membunuh banyak sekali orang yang bersalah dan tidak bersalah?"
"Seharusnya kalian bisa tahu kan bagaimana perasaan orang yang tidak bersalah yang telah kalian bunuh tanpa alasan yang jelas."
"Sekarang kalian akan aku buat diposisi yang sama dengan mereka, kalian akan merasakan rasa sakit yang parah hanya karena aku ingin!"
"Ini adalah dunia dimana kekuatan adalah segalanya, kamu kuat kamu bisa berbuat seenaknya! Hahaha..!!" Lein tertawa dengan keras.
Kelima orang itu tidak bisa menahan rasa sakit di otak mereka lebih lama lagi, perlahan-lahan suara mereka mulai menjadi lirih dan pada akhirnya mereka mati.
"Ini adalah aib bagi seorang kami. Pembunuh hanya akan mati jika misi gagal dan bunuh diri atau dibunuh oleh orang lain."
"Bahkan jika kami tertangkap dan disiksa, kami akan memilih untuk bunuh diri dan tidak mengatakan informasi apapun."
__ADS_1
"Namun karena listrik sialan ini kamu bahkan tidak bisa menggerakkan mulut kita. Mereka yang berteriak juga karena terpaksa."
"Aku tahu bahkan jika mereka bisa berteriak, mereka juga merasakan sakit yang parah di bagian mulut mereka karena urat di bagian rahang terhubung ke otak." Batin Albir.