Analysis Eye

Analysis Eye
Kompetisi antar Negara : Ulfar Dol


__ADS_3

Para anggota aliansi Vestar kehilangan kehilangan pemimpin mereka karena Vestar pingsan. Mereka segera menjatuhkan senjata mereka.


"Kami menyerah!" Para anggota aliansi Vestar mengangkat kedua tangan mereka sebagai tanda menyerah.


"Bagaimana?"Eira turun dan menghampiri Lein.


"Hm, serahkan tas penyimpanan, ah tidak, serahkan saja semua tubuh monster yang telah kalian simpan, setelah itu kalian bisa pergi." Ucap Lein.


"Terimakasih!" Para anggota aliansi Vestar gembira dan segera berterima kasih.


Karena Lein melepaskan mereka dan hanya meminta tubuh monster. Mereka senang karena mereka tidak kembali ke alun-alun.


Jika mereka dibuat sekarat oleh Lein, itu berarti mereka gagal dalam kompetisi dan tas penyimpanan mereka juga pasti akan diambil oleh Lein.


Oleh karena itu mereka gembira karena Lein melepaskan mereka dan mereka masih bisa membunuh monster lain di waktu yang tersisa.


Tentu saja Lein tidak mengambil tubuh monster nya untuk dirinya sendiri, Lein membagi kepada seluruh aliansi Ulfar sesuai kontribusi mereka.


"Anggota yang masih bisa bergerak segera membantu mereka yang terluka! Lalu sisakan beberapa orang untuk mengambil tas penyimpanan aliansi Vestar!" Lein memberikan arahan.


"Baik!" Para anggota aliansi Ulfar menjawab dengan serempak.


Setelah mengambil tas penyimpanan dan membagi jarahan, mereka segera membantu orang yang terluka dan mengobati mereka.


"Untung saja ada healer disini. Jika tidak akan membutuhkan banyak potion penyembuh." Ucap Eira.


"Kamu benar.." Angguk Lein.


Sebenarnya Lein bisa saja menyembuhkan mereka dengan sihir elemen cahaya karena Lein bisa menggunakan semua elemen.


Tapi Anarchy Order mungkin sedang mengawasi nya lewat siaran langsung dan Lein tidak mau mereka tahu ia bisa menggunakan lebih dari dua elemen.


Di kompetisi ini Lein akan sebisa mungkin menggunakan dua elemen sesuai pikiran Anarchy Order yaitu elemen gravitasi dan air.


Lein juga tidak ingin banyak orang yang tahu bahwa ia bisa menggunakan banyak elemen karena nanti nya itu akan merepotkan.


Selang beberapa waktu, anggota aliansi Vestar termasuk Vestar sendiri menghilang karena mereka kehabisan darah dan mulai sekarat.


Kemudian Lein menyuruh anggota aliansi Ulfar untuk membuat kamp sementara disini untuk mengistirahatkan tubuh.


Ulfar juga memberikan instruksi kepada anggota aliansi nya untuk membuat makanan dan minuman untuk mengisi tenaga.


...----------------...


"Terimakasih atas bantuan kalian!" Ulfar menghampiri Lein, Enzo dan Eira yang duduk di area yang terpisah.


"Sama-sama." Eira mengangguk dan tersenyum.


"Aku akan memperkenalkan diri meskipun aku tahu kalian mengenalku. Namaku Ulfar Dol dari Universitas Sky Lock."

__ADS_1


"Lein Sanzio, Universitas Dragon Heart." Jawab Lein singkat.


"Aku Enzo Jasper! Universitas Ocean Blue" Ucap Enzo sambil memamerkan otot nya.


"Aku Eira Dementria, Universitas Ocean Blue juga" Angguk Eira tersenyum.


"Bukankah kedua universitas kalian bersifat netral?" Ulfar memiringkan kepalanya.


"Benar. Namun kami memiliki alasan." Jawab Lein.


"Alasan?" Tanya Ulfar.


"Akan aku jelaskan lewat transmisi suara." Ucap Lein.


"...Hm, jadi begitu." Ulfar menganggukkan kepalanya.


Lein memberitahu bahwa Universitas Dragon Heart dan Keluarga Dol sudah membuat kesepakatan untuk membantu Ulfar.


Dan Lein mengatakan bahwa Universitas Ocean Blue kebetulan bertemu dengan nya dan mereka berdua ikut membantu.


Tentu saja Lein tidak mengatakan bahwa ia bisa berkomunikasi dengan dunia orang luar. Lein hanya mengatakan bahwa ia memiliki suatu cara.


"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih!" Ulfar berdiri dan membungkukkan badannya.


"Tidak apa-apa, ini adalah kesepakatan." Ucap Lein.


"Aku juga tidak tahu." Ulfar menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mereka tiba-tiba datang dan berteriak bahwa kami menyerang salah satu anggota aliansi mereka dengan cara licik."


"Kalau tidak salah mereka menyebutkan bahwa kami menyerang salah satu anggota mereka yang bernama Cazim." Ulfar menjelaskan.


"Cazim!?" Wajah Lein tetap tenang namun pikirannya campur aduk.


...****************...


"Hahaha, Cazim dia bilang?"


"Bukankah Lein yang mengalahkan Cazim?"


"Tapi Lein sangat keren! Dia masih bisa mempertahankan ketenangan nya!"


"Aku menantikan bagaimana reaksi Ulfar saat orang yang menyerang Cazim ada didepannya!"


...****************...


"Tunggu dulu. Bagaimana bisa mereka tahu bahwa salah satu anggota mereka gugur?" Lein merasa ada yang salah.


"Ah itu. Karena token ini." Ulfar mengeluarkan sebuah token yang memiliki ukiran ular.

__ADS_1


"Apa fungsi nya?" Tanya Lein setelah melihat token yang Ulfar tunjukkan.


"Ini adalah token mereka. Saat salah satu token milik anggota aliansi hancur, maka anggota aliansi yang lain akan segera tahu."


"Token ini memang tidak bisa digunakan untuk komunikasi, tetapi setidaknya bisa digunakan untuk mengetahui siapa saja yang masih bertahan."


"Lalu dari ucapan Vestar sebelum kalian datang, ia mengatakan bahwa Cazim selalu menaruh token milik nya di dalam saku pakaian nya."


"Jadi mungkin saat Cazim gugur, token yang berada di saku pakaian nya hancur sebelum ia menghilang dan kembali ke alun-alun."


"Dan saat Vestar dan yang lain mengetahui Cazim gugur, mereka mungkin berpikir bahwa kami yang menyerang Cazim." Ulfar menjelaskan.


"Ah, jadi begitu..." Lein, Enzo dan Eira mengangguk paham dengan penjelasan Ulfar.


"Apakah saat Cazim terkena tebasan gelombang tsunami ku? Atau saat aku memukul nya? Yah sudahlah aku juga tidak terlalu peduli." Pikir Lein.


"Tapi kamu hebat ya, bisa mengumpulkan semua anggota aliansi mu." Kali ini Enzo yang berbicara.


"Haha, ini semua karena keberuntungan saja.." Ulfar menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.


"Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya? Ini hari keenam, jadi masih tersisa satu hari." Eira bertanya kepada Ulfar.


"Kami akan fokus untuk membunuh monster saja, aku tidak tahu apakah kami bisa menempati posisi nomor satu namun setidaknya kami akan masuk peringkat sepuluh besar." Jawab Ulfar.


"Begitu, semangat ya..." Ucap Eira.


"Haha, terimakasih." Balas Ulfar.


Mereka berempat kemudian berbincang-bincang sebentar lalu Ulfar undur diri untuk memeriksa anggota aliansi nya yang sedang terluka.


"Haruskah kita pergi juga?" Tanya Lein kepada Enzo dan Eira.


"Ayo, sudah tidak ada hal yang perlu kita lakukan disini." Jawab Eira.


"Aku juga setuju." Enzo mengangguk.


"Baiklah." Balas Lein.


Lalu setelah beberapa saat, Lein dan mereka berdua menghampiri Ulfar dan mengatakan bahwa mereka bertiga akan melanjutkan perjalanan mereka.


Ulfar mempersilakan dan mengatakan kepada mereka bertiga untuk sesekali mengunjungi Universitas Sky Lock nya.


Lein hanya mengangguk, dan mereka bertiga kemudian melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari Jonas dan yang lain nya.


Bahkan saat hari menjelang sore, mereka masih belum menemukan Jonas dan yang lain nya sama seperti hari sebelumnya.


Mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat sejenak karena dari kemarin mereka hanya membunuh monster dan beristirahat saat malam saja.


Mereka bertiga mencari tempat yang nyaman dan segera membuat api unggun.

__ADS_1


__ADS_2