
Kapal induk terus maju ke depan dan kapal kecil dikerahkan untuk menyelamatkan Lein dan Liza.
"Bisakah kalian mendengar ku!? Ayo naik ke atas kapal!" Teriak salah satu tentara Dwarf.
Lein mendongak dan mengangkat Liza yang pingsan, tentara Dwarf itu paham dan menggendong Liza kemudian membaringkan nya di sebelah nya.
Karena petugas medis sudah bersiap dan mereka segera memeriksa kondisi Liza yang sedang pingsan.
Kemudian tentara Dwarf itu mengulurkan tangan nya ke arah Lein. Lein menerima uluran tangan tentara tersebut dan memanjat naik ke atas kapal.
"Terimakasih." Lein tersenyum kemudian jatuh dan pingsan.
Petugas medis yang lain segera memeriksa Lein. Tentara Dwarf yang tadi juga memerintahkan pengemudi kapal untuk menjauh dari sana.
Karena bisa saja dampak pertarungan antara Globsys dan Pasukan Militer Kota Filaris akan sampai ke tempat mereka.
Jika Lein tidak pingsan dan melihat pertarungan mereka, Lein akan melebarkan matanya karena terkejut.
Karena pertarungan kali ini benar-benar berada di tingkatan yang berbeda karena melibatkan pihak militer.
Apalagi, Dwarf adalah ras yang suka menemukan dan membuat teknologi baru yang hebat dan canggih.
Kapal militer mereka bahkan bisa menembakkan rudal yang daya hancur nya bisa melukai Globsys.
Padahal Lein dan Liza belum bisa melukai Globsys. Lein bahkan hanya memotong tiga tentakel Globsys karena beruntung ia sedang lengah.
Pertarungan kali ini adalah pertarungan antara kekuatan sihir dan kekuatan teknologi.
Dua bidang yang berbeda namun kekuatan teknologi yang dimiliki oleh Militer Kota Filaris lebih kuat dibandingkan sihir Globsys.
...----------------...
Keesokan harinya.
"Dimana ini..." Lein membuka matanya melihat langit-langit ruangan yang terlihat asing.
"Oh, halo dokter! Satu pasien pria di ruangan VIP nomor 701 telah sadar!" Terdengar suara wanita yang sedang menelepon.
"Dokter? Pasien? Ruang VIP? Apakah aku sedang berada di rumah sakit?" Batin Lein.
Lein kemudian mencoba untuk duduk namun tiba-tiba wanita yang tadi berbicara menghentikan Lein.
"Tuan, kamu belum pulih sepenuhnya. Jangan banyak bergerak dulu." Ucap wanita itu.
"Hm? Ah, perawat..." Ucap Lein.
Wanita yang Lein lihat adalah wanita manusia yang memakai seragam perawat.
"Perawat, bagaimana kondisi Liza?" Tanya Lein.
__ADS_1
"Liza? Ah maksudmu nona elf disamping mu?" Perawat itu menoleh ke sebelah kanan Lein.
"Syukurlah..." Lein melihat bahwa Liza ternyata ada di sebelah nya dan menghela napas lega karena ia selamat.
"Bagaimana perasaan mu tuan?" Dokter memasuki ruangan dan dokter itu adalah Dwarf.
"Aku sehat!" Lein melompat dari kasur.
"Ah, tuan!" Perawat dan Dokter itu berteriak panik.
"Lihat, aku baik-baik saja." Lein menggerak-gerakkan tubuh nya.
"Tidak, bukankah sebelumnya tubuhnya terluka parah?" Dokter itu bertanya kepada perawat.
"Anda tidak salah Dokter, memang bahwa kondisi tubuh Tuan Lein terluka parah." Angguk Perawat.
"Lalu bagaimana bisa..." Dokter itu kembali melihat Lein.
"Karena aku kuat, hahaha." Lein tertawa.
"Sepertinya kamu sudah kembali ke sifat mu ya, sangat berisik..." Liza tiba-tiba bangun.
"Oh, Nona elf. Bagaimana perasaan mu?" Tanya dokter itu.
"Lapar..." Jawab Liza sambil menyentuh perut nya.
"Perawat, segera bawakan tuan dan nona ini makanan." Ucap Dokter kepada perawat.
Lein kemudian mengeluarkan makanan dan minuman yang sangat banyak dari inventory nya sampai menggunung di lantai.
Ada banyak jenis nya, makanan ringan, makanan kemasan, camilan, makanan nasi dan roti, minuman kemasan, minuman dingin, minuman panas, dan masih banyak lagi.
"Kamu yang terbaik!" Liza segera turun dari kasur nya dan duduk di sekitar makanan yang menggunung itu.
"Tentu saja." Lein juga duduk di sebelah Liza.
"Tidak! Tuan Lein! Nona Liza! Kalian tidak boleh memakan makanan yang seperti itu! Kalian harus memakan makanan yang sehat untuk memulihkan tubuh kalian!" Teriak Dokter.
"..." Namun Lein dan Liza tidak menghiraukan nya dan tetap menyantap makanan dan minuman yang ada di depan mereka dengan nikmat.
"Kalian ini..." Dokter akan memarahi mereka lagi namun dihentikan oleh perawat.
"Dokter, mereka ini bukan orang biasa. Biarkan mereka makan itu, anda bisa melihat kalau mereka bisa bergerak dengan bebas." Ucap perawat.
"Yah...apa yang kamu ucapkan masuk akal juga..." Dokter mengurungkan niatnya untuk memarahi Lein dan Liza.
"Oh~ Terimakasih perawat, ini, aku berikan kamu camilan." Lein memberikan camilan manis untuk perawat.
"Terimakasih." Perawat menerima camilan yang Lein berikan.
__ADS_1
"Lein, Liza." Abelia tiba-tiba muncul di belakang mereka berdua.
"Wah, Nyonya Abelia! Kamu mengejutkan ku!" Teriak Lein terkejut.
"Ini." Lein memberikan Abelia kue cokelat.
"..." Abelia menerima kue itu dan memakan nya.
"...Mengapa orang aneh nya bertambah lagi!?" Batin dokter yang sudah pasrah.
"Aku dan Liza baik-baik saja Nyonya, tidak perlu khawatir." Ucap Lein.
"Benar, kamu sudah sehat, tidak, kami selalu sehat." Tambah Liza.
"Aku tahu." Angguk Abelia kemudian ia melanjutkan memakan kue.
Dokter bertanya kepada Lein dan Liza sekali lagi apakah ada sesuatu yang belum sembuh dan mereka berdua menjawab tidak ada.
Lalu, dokter dan perawat berbicara sebentar kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan karena sepertinya Lein dan yang lain sedang menikmati waktu mereka.
"... Maafkan aku." Abelia menundukkan kepala nya.
"Tidak perlu melakukan itu Nyonya!" Lein segera menghentikan tindakan Abelia.
"Lein benar! Itu bukan salahmu Nyonya!" Liza mengangguk.
"... Terimakasih. Aku akan mengizinkan kalian untuk makan di kediaman ku dengan bebas." Ucap Abelia.
"!!" Lein dan Liza melihat Abelia dengan mata berbinar-binar.
"Apakah itu benar, Nyonya Abelia!?" Bahkan Lein dan Liza bertanya secara bersamaan.
"Benar." Angguk Abelia.
"Asik!" Lein dan Liza berdiri dan menari bersama.
Karena hidangan yang dibuat oleh juru masak Kediaman Walikota Laville sangat lezat. Lein dan Liza bahkan tidak bisa melupakan kelezatan nya.
Selain kemampuan juru masak, itu juga karena bahan-bahan yang digunakan untuk membuat hidangan nya berkualitas tinggi.
Oleh karena itu, kemampuan memasak juru masak yang hebat ditambah dengan bahan-bahan berkualitas tinggi membuat hidangan yang dibuat menjadi sangat lezat.
"Britta juga pasti akan senang. Aku jarang melihat ia tersenyum, namun saat bertemu dengan Lein dan Liza, ia banyak menunjukkan emosi nya." Batin Abelia.
Karena Britta adalah anak dari Walikota Laville, ia tidak bisa berteman dengan sembarangan orang karena Laville adalah kota yang independen.
Lalu, sifat Abelia yang pendiam dan berbicara seperlunya saja menurun ke Britta. Oleh karena itu Britta jarang berbicara dan kebanyakan hanya mendengar.
Britta memang memiliki teman dari keluarga di Kota Laville, namun karena kekuatan nya yang sangat kuat, ia jadi dijauhi oleh teman-temannya.
__ADS_1
Dan Abelia sungguh bahagia karena Britta bisa mengekspresikan emosi nya saat bermain dengan Lein dan Liza.