
Mereka sampai di tempat yang Lein tuju. Lein memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang disediakan kemudian mereka keluar.
"Apakah disini tempatnya?" Tanya Liza yang melihat ada lebih sedikit orang dibandingkan dengan tempat sebelumnya.
"Benar. Ayo kemari." Lein menggandeng tangan Liza dan mengajaknya ke suatu area.
Mereka menaiki anak tangga yang menuju ke area yang lebih tinggi. Sesampainya disana, mereka disuguhkan oleh pemandangan malam Kota Els.
"Woah...!" Liza melebarkan matanya terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya.
Dari atas sana, pengunjung bisa melihat seluruh kota Els ditambah dengan pemandangan malam hari yang diterangi oleh bulan dan bintang.
"Cantik bukan?" Lein tersenyum melihat reaksi Liza.
"Sangat cantik..." Jawab Liza.
"Kita akan makan disana." Lein menunjuk ke suatu area.
Itu adalah area terbuka yang bisa dipesan untuk pribadi. Jadi ditempat itu bisa digunakan untuk makan malam keluarga atau pasangan.
Seperti yang sudah dikatakan, Lein dan Liza tidak terlalu menyukai hal yang mewah. Oleh karena itu Lein tidak membawa Liza ke sebuah hotel atau restoran terkenal.
Di tempat ini, mereka berdua bisa menikmati makan malam mereka dengan tenang dan damai. Ditambah dengan udara malam yang dingin membuat suasana harmonis.
"Ayo.." Lein dan Liza kemudian pergi ke resepsionis.
Lein menunjukkan kartu yang diberikan oleh Walikota kepada resepsionis. Resepsionis segera mengetahui nya dan memanggil pelayan.
Pelayan yang dipanggil kemudian menunjukkan Lein dan Liza area yang cocok. Area ini lebih indah daripada area yang ditunjuk oleh Lein sebelumnya.
"Hm.. Mungkin ini karena aku menunjukkan kartu yang diberikan oleh Walikota ya.." Pikir Lein.
Mereka sampai di area yang lebih privasi dimana lebih tenang dan damai. Dan juga tidak ada orang lain di sekitar area ini.
"Silakan dilihat menu nya tuan dan nona." Ucap pelayan.
"Hm, kamu tahu. Makan malam ini mengingatkan ku pada momen saat kita makan malam di hutan." Ucap Liza tidak melihat menunya.
"Ah, saat pertemuan pertama kita." Lein tentu saja mengingat nya.
"Ya, aku tidak perlu melihat menu. Aku ingin steak yang lezat!" Ucap Liza kepada Lein.
"Baiklah." Lein memanggil pelayan
"Apakah tuan dan nona sudah memilih menu?" Tanya pelayan.
"Sudah. Kami ingin dua porsi steak yang paling lezat ditambah dengan wine yang paling enak juga." Ucap Lein.
"Baik tuan. Bagaimana dengan tingkat kematangan steak nya?" Pelayan mencatat pesanan Lein dan Liza.
"Aku medium. Bagaimana dengan mu Liza?" Tanya Lein.
"Aku juga medium." Jawab Liza.
__ADS_1
"Baik! Mohon ditunggu tuan dan nona." Pelayan undur diri.
"Aku tidak menyangka ada tempat seperti ini di Kota Els." Liza melihat pemandangan malam.
"Benarkah? Yah pemandangan Kota Els memang sangat indah..." Lein juga melihat pemandangan kota Els.
Kota Els terlihat indah karena didukung oleh hutan rimbun. Dari atas tempat Lein dan Liza berada bisa melihat betapa indahnya hutan di Kota Els.
Oleh karena itu Liza jadi teringat saat ia dan Lein bertemu dan makan malam bersama di hutan saat ia melihat pemandangan kota Els ini.
Suasana saat itu memang mirip dengan sekarang. Langit malam yang dihiasi bulan dan bintang, hutan rimbun yang asri, udara yang dingin dan yang lain.
"Hah..." Liza menghirup udara segar dan dingin dalam-dalam dan menghembuskan nya.
Lein dan Liza berbincang-bincang sebentar sambil menikmati pemandangan dan menunggu makan malam mereka diantar.
Setelah setengah jam, pelayan yang tadi datang dengan membawa sebuah troli makanan.
"Terimakasih sudah menunggu tuan dan nona." Ucap pelayan lalu ia menaruh makanan dan minuman ke atas meja makan.
Pelayan lalu membuka botol wine dan menuangkannya ke gelas Lein dan Liza. Setelah itu pelayan membuka penutup makanan.
"Silakan dinikmati hidangan nya tuan dan nona." Pelayan membungkukkan badannya sedikit dan undur diri.
"Cheers?" Lein mengambil gelas dan mengangkat nya.
"Cheers!" Liza juga melakukan hal yang sama.
"Moonlit Wine, nama yang cocok dengan situasi saat ini." Ucap Lein melihat nama wine yang tertulis di botol wine.
"Benarkah? Lalu apakah kamu tahu mengenai Moonlit Wine ini?" Tanya Lein.
"Fufufu, tentu saja..." Jawab Liza.
"Moonlit Wine dibuat dari anggur yang kulitnya berwarna silver mengkilap dan saat dilihat di malam hari akan mirip seperti bulan."
"Meskipun kulitnya berwarna silver, dalamnya berwarna merah gelap. Oleh karena itu nama wine ini tidak ada hubungan nya dengan warna wine."
"Nama Moonlit Wine diambil dari warna kulit anggur nya yang berwarna silver mengkilap mirip seperti bulan."
"Moonlit Wine dibuat di wilayah Dwarf, ras yang sangat menyukai wine dan selalu mabuk-mabukan." Liza menjelaskan mengenai Moonlit Wine ini.
"Jadi begitu, pantas saja mahal.." Lein mengerti mengapa harga wine ini mahal.
Karena rasa wine nya yang sungguh enak dan juga karena ini dibuat di wilayah Dwarf yang berada di seberang benua manusia.
"Lalu saatnya untuk menikmati steak kita.." Ucap Lein.
"Benar.." Angguk Liza.
Mereka mengambil garpu dan pisau untuk memotong daging steak nya. Daging steak ini sangat mudah dipotong karena daging nya sangat lembut.
Dan saat mereka berdua memasukan daging steak kedalam mulut mereka, mereka merasakan rasa yang sungguh lezat.
__ADS_1
"Sungguh lezat dan lembut..." Ucap Lein.
"Benar, apakah kamu tahu dari daging apa ini?" Tanya Liza pemasaran.
"Tidak." Lein menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Di menu juga tidak dijelaskan mereka memakai daging apa.." Ucap Lein.
"Begitu.. Padahal aku ingin membuat nya.." Liza sedikit kecewa.
"Sebenarnya jika aku menggunakan kemampuan ku saat ini-" Ucapan Lein terpotong.
"Lakukan!" Ucap Liza dengan mata berbinar-binar.
"Apakah tidak apa-apa? Aku tidak menggunakan kemampuan ku dari tadi karena ini adalah kencan kita." Tanya Lein.
"Aku mengizinkan nya." Liza tersenyum.
"Baiklah." Angguk Lein.
"Analisa steak ini." Lein menganalisa steak yang ia makan
[ analisa berlangsung ]
[ Star Llama Steak
Steak yang dibuat dari daging Star Llama ]
"Ah, ini dari daging Star Llama." Ucap Lein kepada Liza.
"Star Llama?" Liza berpikir.
"Aku tidak tahu..." Liza menghela napas.
"Aku tahu." Jawab Lein.
"Benarkah!?" Liza bertanya dengan mata berbinar-binar.
"Benar. Aku akan memasakkan mu sesuatu dengan daging Star Llama dilain kesempatan." Ucap Lein.
"Janji!?" Liza mengulurkan tangan kanan nya dan menunjukkan jari kelingking nya.
"Ah, janji..." Lein mengikuti Liza.
Lein mengulurkan tangannya juga dan mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Liza.
"Bagus!" Liza menjadi bahagia
Kemudian Liza berbicara dengan nada bahagia karena ia tau daging apa yang mereka makan dengan rasa yang sangat lezat ini.
Lein juga ikut bahagia saat melihat Liza. Mereka kemudian berbincang-bincang dan menciptakan suasana makan malah yang harmonis dan bahagia.
Mereka menyelesaikan makan malam mereka kemudian pulang ke hotel. Setelah itu mereka tidur dengan pulas karena mereka lelah.
__ADS_1
Mereka tidur dengan nyenyak karena mereka menikmati kencan mereka dan mereka juga bahagia dengan kencan mereka.