Analysis Eye

Analysis Eye
Albir yang Dua Kali Melarikan Diri


__ADS_3

Semua bawahan Albir sudah dibunuh oleh Lein, sekarang hanya tersisa Albir yang merupakan pemimpin tim yang menyerang Desa Nadir.


"Berpikirlah, bagaimana caranya agar aku bisa selama dari situasi sekarang. Aku tidak memiliki satu barang pun di dalam inventory ku karena sedang menjalankan misi."


"Berpikir... Oh! Bagaimana bisa aku lupa dengan item yang diberikan oleh pemimpin, sial, jika aku ingat aku mungkin bisa menyelamatkan bawahan ku juga."


"Lalu, ayo gunakan item ini dan kembali ke markas untuk melaporkan situasi ini." Batin Albir.


Albir menggerakkan tangan kanan nya untuk menjangkau tas di kaki kanan nya sambil menahan rasa sakit yang parah karena otot-otot nya kaku dan juga karena duri dari akar yang melukai kulit nya.


"Hm?" Lein menyadari kalau Albir sedang melakukan sesuatu.


"Tidak akan kubiarkan!" Meskipun Lein penasaran, tetapi ia tidak lengah karena bisa saja Albir sedang merencanakan sesuatu yang bahaya.


"Sudah terlambat, sialan!" Albir menahan rasa sakit di rahang nya demi bisa berteriak


Seperti apa yang Albir ucapkan, ia sudah menjangkau tas di kaki kanan nya dan mengambil suatu item dari dalam tas dan memecahkan nya.


Sinar cahaya yang menyilaukan muncul dari benda yang dihancurkan oleh Albir. Lein menutup matanya karena cahaya nya terlalu silau.


Setelah beberapa saat, cahaya mulai redup. Lein membuka matanya dan melihat kalau Albir sudah tidak ada di depan nya.


"Item teleportasi?" Lein menyipitkan matanya.


Lein mencoba mengobservasi lingkungan sekitar dengan mana nya untuk mencari Albir siapa tahu Albir berteleportasi di dekat nya.


"Tunggu dulu, aliran mana di tempat Albir berada terasa sangat aneh." Lein mencoba untuk merasakan mana aneh di depan nya.


"Mana nya... Kacau? Bukan, ini bukan kacau atau rusak dan tidak bisa dikatakan unik juga, hm... Mungkin bisa dikatakan mana nya melenceng?"


"Ya, benar, mana nya melenceng. Seperti saat aku merasakan mana di rune yang Liza buat. Seolah-olah mana di depan ku ini dikendalikan oleh seseorang."


"Apakah Albir yang mengendalikan nya? Atau mungkin ini hanya kebetulan saja karena semua ini hanya karena item?" Lein mencoba berpikir.


"Kalau begitu, karena ini mirip dengan rune Liza, aku akan coba melacak nya." Lein menyentuh udara lebih tepatnya menyentuh mana yang melenceng itu.


Kemudian Lein merasakan mana itu dan ia menemukan kalau ada reaksi dari mana yang sama dari tempat di sekitar nya.


"!! - Albir masih berada di sekitar sini ya..." Batin Lein.

__ADS_1


Lein segera membuat benang mana dari mana yang melenceng itu untuk menghubungkan nya ke area mana yang lain.


"Tunggu saja!" Lein menyeringai kemudian ia berlari mengikuti benang mana.


...----------------...


"Hah...Hah...Hah..." Napas Albir terengah-engah.


"Apakah aku berhasil? Seharusnya berhasil karena item itu merupakan item yang hebat." Batin Albir.


Item yang Albir gunakan merupakan item pemberian dari pemimpin Anarchy Order jika sewaktu-waktu Albir dalam kondisi yang berbahaya.


Item itu memungkinkan pengguna bisa berpindah tempat dengan jarak yang lumayan. Pengguna juga bisa membawa banyak orang untuk berpindah tempat bersama dirinya, maksimal hingga 100 orang.


Namun, segala sesuatu pasti memiliki kekurangan nya. Keuangan dari item tersebut adalah meniggalkan jejak mana pada saat digunakan dan penggunaan berpindah tempat,.


Jadi, meskipun pengguna bisa berpindah tempat dengan jarak yang lumayan, musuh masih bisa mengejar nya dengan mengikuti jejak mana yang ditinggalkan.


Sayang nya, Pemimpin Anarchy Order tidak memberitahu hal ini kepada Albir. Jadi, sekarang Albir berpikir kalau dia sudah lolos dari tangan Lein.


"Aku akan memulihkan diri terlebih dahulu, lalu aku akan kembali ke markas dan melaporkan segala sesuatu yang sudah terjadi."


Albir menggumamkan beberapa patah kata kemudian ia duduk bersila di bawah pohon dan segera memulihkan dirinya dari luka-luka.


...----------------...


"Sedikit lagi." Lein bisa merasakan nya kalau lokasi Albir sudah dekat.


Lalu setelah berada di dekat lokasi, Lein berlari dengan tenang tanpa mengeluarkan suara karena ia takut kalau Albir akan kabur jika mendengar suara langkah kaki.


"Ho? Dia sedang memulihkan tubuh ya." Lein berjongkok di batang pohon dan melihat ke arah Albir yang sedang duduk bersila.


"Dragon Dance : Gravity Blast." Lein melompat turun dan meninju udara.


Seperti biasa, hempasan gravitasi yang dahsyat muncul saat Lein meninju udara. Hempasan gravitasi itu bergerak ke arah Albir yang sedang memulihkan diri.


"!?" Albir membuka matanya karena merasakan sesuatu yang mendekat dan dia melebarkan matanya saat melihat kalau itu adalah sebuah serangan yang sangat dahsyat.


"Sudah terlambat untuk menghindari nya! Aku harus menggunakan skill itu!" Batin Albir.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Albir tenggelam ke dalam tanah dan hempasan gravitasi nya hanya mengenai pohon-pohon di sana sampai tumbang.


"Item lagi? Sepertinya bukan. Mungkin dia menggunakan skill ya..." Lein menyentuh dagunya.


Lein melihat ke sekeliling sambil menunggu untuk Albir menyerang nya. Namun, selama 5 menit itu tidak ada tanda-tanda Albir akan menyerang.


"Hah? Jadi bukan skill serangan? Sial, aku menyia-nyiakan waktu ku." Lein mendecakkan lidah nya karena kesal.


Lein segera menggunakan mana nya untuk mengobservasi lingkungan dan mencoba untuk melacak keberadaan Albir yang telah kabur menggunakan skill aneh nya.


"Dimana kamu!? Kamu sudah membuatku menyia-nyiakan waktu ku..." Lein mencari dengan cepat.


"Hm? Mana ku memberitahu kalau Albir masih ada di dekat sini namun aku tidak bisa mengetahui lokasi nya seolah-olah dia menyatu dengan hutan ini."


"Tunggu, hutan? Kalau begitu aku akan mengubah metode ku." Lein memikirkan teknik baru.


Lein berjalan mendekati salah satu pohon dan menempelkan telapak tangan kanan nya di batang pohon tersebut.


Kemudian Lein menyalurkan mana dan menggunakan sihir tumbuhan yaitu sihir komunikasi antara satu pohon ke pohon yang lain.


"Ketemu." Lein menyeringai.


Lein segera pergi ke arah jam 4 dari posisi nya dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai di lokasi, Lein melihat kalau Albir masih mencoba untuk memulihkan tubuh nya.


"Kali ini kamu akan langsung aku bunuh." Lein mengangkat kedua tangan nya ke atas.


"Dragon Language : Infinite Dark Sword." Lein membuat banyak sekali pedang di udara menggunakan elemen kegelapan.


"Albir!!! Tamat sudah riwayat mu!!" Lein berteriak lalu melancarkan semua pedang yang ada.


Ratusan atau bahkan ribuan pedang berelemen kegelapan terbang ke arah Albir dengan kecepatan tinggi.


"Sialan..!! Bagaimana bisa dia melacak ku lagi!? Dan apa-apaan sihir itu!?" Albir membelalakkan matanya saat melihat ada banyak sekali pedang yang datang ke arah nya.


Albir berdiri dan bersiap untuk menggunakan skill lain nya. Karena seroang pembunuh pasti memiliki berbagai macam skill.


Namun Albir sudah terlambat, saat ia akan menggunakan skill nya untuk kabur, tangan kanan nya tertusuk oleh pedang sampai menancap di pohon di belakang nya.


Kemudian giliran bahu kanan nya tertusuk pedang, lalu bahu kiri, tangan kiri, kedua kakinya, perut, lalu yang terakhir jantung.

__ADS_1


Albir mati secara mengenaskan dimana seluruh tubuh nya tertusuk oleh pedang kegelapan.


__ADS_2