
Bersamaan dengan musnah nya semua Orc yang ada disana, SID datang dengan membawa banyak sekali petugas nya.
Namun saat SID datang, mereka melihat bahwa hanya ada dua orang yang mana satu orang itu sedang tertawa dengan keras seperti orang gila.
Sudah jelas, orang yang sedang tertawa seperti orang gila itu adalah Lein yang sedang menyimpan tubuh para Orc ke dalam inventory nya.
"Oh? SID?" Octiorb menyadari yang datang adalah SID.
"Halo tuan, kami SID. Apakah kalian berdua yang menyelesaikan para Orc yang menyerang?" Tanya seorang Kapten.
"Hm, yah bisa dibilang begitu." Angguk Octiorb.
"Meskipun hampir semua nya diselesaikan oleh bocah itu." Batin Octiorb.
"Terimakasih tuan, jika tidak ada kalian berdua mungkin akan ada warga yang menjadi korban jiwa." Kapten itu menundukkan kepala nya.
"Yah santai saja. Kami melakukan hal ini juga karena liburan kami terganggu." Jawab Octiorb.
"Oh? Kalian sedang berlibur? Kalau begitu, sebagai ucapan terimakasih, aku akan meminta pemimpin kami untuk menggratiskan objek wisata di sini tuan." Ucap si kapten.
"Oh! Itu boleh juga, aku yakin teman-teman ku juga akan senang dengan hadiah itu." Octiorb menerima nya.
"Baik, karena kami masih perlu menyelidiki terkait masalah ini, mungkin akan aku beritahu kalian pada saat sore atau malam hari." Kapten itu menyentuh dagunya.
"Tidak apa-apa, kami juga masih memiliki banyak waktu." Angguk Octiorb.
SID kemudian segera menyelidiki terkait masalah penyerangan Orc yang aneh. Mereka juga tahu kalau Orc adalah monster hutan.
Untuk tiba-tiba menyerang daerah laut, itu tidak masuk akal. Mereka berpikir pasti ada seseorang yang berada di balik penyerangan kali ini.
SID juga tidak mempermasalahkan Lein yang mengambil tubuh Orc. Karena memang semua nya dikalahkan oleh Lein dan ia berhak untuk mengambil tubuh Orc.
Lein hanya mengatakan ada sesuatu yang aneh di bawah laut dan tidak menyebutkan kalau Anarchy Order yang melakukan penyerangan.
Karena Lein tidak punya bukti kalau Anarchy Order yang melakukan hal ini. Akan aneh jika Lein memberitahu mereka kalau Anarchy Order yang melakukan hal ini namun ia sendiri tidak memilik bukti.
...----------------...
Karena penyerangan Orc yang tiba-tiba, pemerintah setempat memutuskan untuk menunda kegiatan bazar di pelabuhan.
Karena mereka berempat tidak tahu harus melakukan apa lagi, mereka memutuskan untuk berkeliling Kota Osimir dan membeli beberapa barang.
Mereka kembali ke hotel pada saat sore hari dan bersantai di hotel setelah kelelahan karena mereka berkeliling dengan berjalan kaki.
__ADS_1
Mereka berjalan kaki karena ingin merasakan suasana Kota Osimir yang ramai dan sejuk karena angin dari arah laut yang berhembus.
...----------------...
Malam hari.
"Bianca? Mengapa kamu mengurusi dokumen? Sekarang kita sedang berlibur." Ucap Liza yang melihat Bianca sedang menandatangani sebuah dokumen.
"Ah, hanya beberapa dokumen saja." Jawab Bianca yang terus menandatangani dokumen.
"Sudahlah, simpan semua dokumen ini dan mari bersantai!" Liza membuat meja Bianca berantakan agar ia bisa melupakan sejenak mengenai dokumen-dokumen itu.
"Hah... Baiklah..." Bianca menghela napas dan menuruti ucapan Liza.
"Bagus!" Liza tersenyum.
Mereka berempat bersantai di hotel, bermain monopoli bersama, bermain permainan tantangan atau kejujuran, dan masih banyak lagi.
Mereka bersenang-senang bersama tanpa menggunakan ponsel agar suasana nya menjadi lebih harmonis dan bahagia.
Mereka juga berbicara dengan canda tawa, apalagi Liza yang orang nya ceria dan periang, dia adalah orang yang paling banyak tertawa.
Bahkan Liza dan Octiorb beradu argumen karena mereka tidak mau mengalah. Lein dan Bianca hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka.
"Ah, aku lupa. Aku ada janji untuk bermain bersama." Octiorb segera menuju ke kamar nya dan menyalakan komputer yang tersedia.
"Hm~" Liza berbaring di sofa sambil melihat ponsel nya.
Liza sedang melihat video-video makanan yang menggugah selera dan mencatat resep-resep yang tertera dalam video yang ia tonton.
"Hah..." Bianca berdiri dan merenggangkan otot-otot nya yang kaku.
"Berendam saja jika tubuh mu sedang kaku." Ucap Lein yang berada di dapur.
"Oh ide bagus. Liza, ayo mandi bersama." Ucap Bianca.
"Tidak mau, aku sedang dalam posisi nyaman..." Liza menolak.
"Baiklah. Lein, mau ikut?" Tanya Bianca.
"Bolehkah!?" Mata Lein berbinar-binar.
"Tentu saja tidak..." Bianca tertawa kecil.
__ADS_1
"Cih..." Lein kecewa.
Bianca pergi ke kamar nya untuk mengambil piyama dan handuk, kemudian ia pergi ke kamar mandi untuk berendam.
"Hm~Hm~" Bianca menyenandungkan irama saat di dalam kamar mandi.
Ia menyalakan membuka kran air dan mengisi bak mandi sampai hampir penuh. Ia menggunakan air hangat karena udara malam sangat dingin.
Kemudian ia memasukan sebuah sabun yang beraroma bunga mawar. Air di dalam bak mandi segera mengeluarkan aroma harum dan berbusa.
Bianca melepas pakaian nya dan memasuki bak mandi. Kemudian ia berendam di bak mandi sambil mendengarkan lagu dan membaca buku.
Buku nya sudah dilapisi dengan mana jadi tidak akan basah bila terkena cipratan air.
Bianca berendam di dalam bak mandi selama setengah jam. Kemudian ia membilas tubuh nya dan memakai piyama nya.
Saat ia keluar, yang ia lihat hanyalah Lein yang sedang bermain dengan konsol permainan nya dan tidak melihat Liza.
"Kemana Liza?" Tanya Bianca sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk.
"Dia pindah ke kamar." Jawab Lein.
"Oh.." Bianca duduk di sebelah Lein.
"Hm? Sini aku bantu." Lein meletakan konsol permainan nya dan berisi di belakang sofa.
"Wah terimakasih." Ucap Bianca senang.
Lein mengambil pengering rambut dan menyalakan nya. Kemudian ia mengeringkan rambut Bianca yang panjang itu dengan mesin pengering rambut.
"Sudah selesai, tidurlah." Lein mematikan mesin pengering rambut.
"Baiklah-baiklah..." Bianca berdiri dan berjalan menuju kamar nya.
Disana ia melihat Liza sedang berbaring dan masih melihat video-video makanan. Bianca berbaring di sebelah Liza dan memeluk tubuh nya.
Liza tidak bereaksi karena Bianca biasanya memang seperti ini. Setelah beberapa waktu, napas Bianca menjadi tenang tanda bahwa ia sudah tidur.
Kemudian setelah beberapa menit kemudian, Liza mematikan ponsel dan menaruh nya di atas meja di sebelah kasur.
Lalu ia menggerakkan tubuh nya untuk memeluk Bianca juga. Kemudian mereka berdua tertidur sambil berpelukan satu sama lain.
...----------------...
__ADS_1
"Aku harus bertambah kuat. Aku harus membunuh Frederic dan Althea. Sialan, bisa-bisanya dia mengganggu liburan ku..." Lein sangat kesal dengan Althea.
"Tapi, karena aku sedang berlibur, aku berlatih nanti saja, hehe." Lein tersenyum kemudian ia menyalakan kembali konsol permainan nya.