
Keesokan harinya, saat ini semua orang bebas untuk kemanapun. Karena selain istirahat, mereka juga membutuhkan hiburan.
Lein sekarang sedang bersama Jonas dan Octiorb berjalan-jalan di Kota Kuno Laville karena mereka bosan di penginapan dan hotel.
"Bos, apakah ada tempat yang ingin dikunjungi?" Tanya Jonas.
"Tidak, aku tidak tahu harus kemana." Lein menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Bocah, beri aku uang." Octiorb meminta uang kepada Lein.
"..." Lein terdiam.
Lein menghela napas kemudian ia menyerahkan kartu bank tanpa nama yang berisikan uang sekitar 100.000 FEZ kepada Octiorb.
"Akan kamu gunakan untuk apa?" Tanya Lein.
"Tidak tahu, tapi untuk sekarang aku akan berburu kuliner." Jawab Octiorb.
"Kuliner? Ah..." Ucap Lein melihat sekeliling.
Ternyata mereka sedang berada di sebuah area yang menjual banyak sekali makanan dan kuliner entah itu asli Laville atau dari luar.
"Baiklah, bersenang-senang lah. Tapi jangan kehilangan ponsel mu." Ucap Lein kepada Octiorb.
"Aku tahu. Kamu kira aku ini anak kecil?" Octiorb mendengus.
Octiorb kemudian pergi mencari kuliner yang ia inginkan meninggalkan Lein dan Jonas.
"Mau mencoba mencari kuliner juga?" Tanya Lein.
"Hm, boleh." Angguk Jonas.
Karena mereka berdua memang jarang sekali keluar dan bersantai seperti sekarang. Mereka selalu saja berlatih dan menaikan level.
Mereka berdua kemudian berjalan-jalan dan melihat-lihat makanan dan minuman yang dijual di kios-kios.
"Bos, coba ini. Aku pernah mencobanya dan rasanya sangat lezat." Ucap Jonas menunjuk ke suatu kios.
"Hm? Tentu." Lein dan Jonas berjalan kesana.
"Gurita?" Lein melihat apa yang dijual kios itu.
"Benar, gurita!" Jonas mengangguk.
"Kamu suka gurita?" Tanya Lein.
"Tidak hanya gurita saja, aku juga suka semua makanan laut bos." Jonas tersenyum mengingat masa lalu.
"... Baiklah. Pesan saja." Ucap Lein.
"Tentu!" Balas Jonas.
"Permisi tuan. Kami beli gurita tepung, gurita bakar, dan gurita rebus masing-masing dua porsi." Jonas memesan tiga jenis makanan yang jual.
"Siap. Mohon ditunggu sebentar." Orang yang menjual segera membuatkan pesanan Jonas.
"Ini dia! Masing-masing dua porsi!" Setelah beberapa saat pesanan Jonas sudah jadi. Jonas mengambil dan membayar nya.
__ADS_1
"Ini bos." Jonas memberikan bagian milik Lein.
"Ya." Lein memakan nya.
"Untuk sekelas makanan kios, ini enak juga." Pikir Lein.
Setelah itu mereka berdua melanjutkan mencari makanan dan minuman lagi.
*bzzt bzzt
"Hm?" Lein mengambil ponsel nya dan melihat bahwa Octiorb menelepon nya.
"Oh halo Oct, ada apa?" Lein menerima panggilan telepon Octiorb.
"Bocah, datanglah ke pusat area kuliner. Aku memiliki masalah." Ucap Octiorb.
"Masalah? padahal baru sebentar kamu pergi." Ucap Lein.
"Maaf ya, tapi tolong datang secepatnya. Aku takut tidak bisa mengontrol emosi ku." Balas Octiorb.
"...Ya." Lein menutup telepon.
"Ada apa bos?" Tanya Jonas.
"Octiorb memiliki masalah. Ayo ke pusat area kuliner ini." Lein segera berlari dan Jonas juga mengikuti nya.
"Analisa rute tercepat menuju pusat area kuliner." Pikir Lein.
[ analisa berlangsung ]
Kemudian peta hologram muncul di hadapan Lein dan ada sebuah anak panah yang menunjukkan kemana Lein harus pergi.
"Itu dia." Lein sampai dan ia melihat Octiorb.
Octiorb saat ini sedang berdiri diam dan dibelakang nya ada seorang wanita yang sedang menggendong perempuan kecil.
Kemudian ada seorang pria muda yang memarahi Octiorb, lebih tepatnya mungkin memarahi ibu dan anak dibelakang Octiorb.
Dibelakang pria muda itu ada beberapa pria dan wanita muda lain nya yang sepertinya adalah teman-teman pria muda itu.
"Jelaskan secara singkat dan jelas." Lein muncul di samping Octiorb.
Jonas juga segera berdiri di sebelah wanita yang menggendong perempuan kecil untuk melindungi nya jika ada sesuatu.
"Perempuan kecil dibelakang ku tidak sengaja menumpahkan minuman nya ke celana pria sialan di depan ku."
"Dia memarahi perempuan kecil itu dengan kasar. Aku berusaha untuk menenangkan nya namun justru aku juga kena marah." Octiorb menjelaskan secara singkat.
"Apakah ada bukti?" Tanya Lein.
"Ada. Banyak orang-orang yang sudah merekam nya sebelum aku datang. Hanya saja mereka tidak berani menghentikan pria di depan ku ini." Angguk Octiorb.
"Bagus. Lindungi wanita dan perempuan kecil itu bersama Jonas jika ada sesuatu." Lein maju dan berhadapan dengan pria muda itu.
"Hah!? Siapa kamu!? Apakah kamu teman mereka!?" Teriak pria muda itu.
"Mohon maaf jika teman ku ber-" Lein tidak bisa menyelesaikan ucapan nya karena ia dilempari minuman oleh pria di depan nya.
__ADS_1
"Diam!? Apakah kamu tidak tahu siapa aku!? Aku adalah putra dari Keluarga Fortin! Eito Fortin!" Teriak Pria muda itu yang bernama Eito.
"Hah... Mengapa selalu saja Keluarga besar..." Lein melihat langit dan menghembuskan napas nya.
"Apa kamu bilang!? Apakah kamu mengejek ku!?" Eito menggerakkan tubuh nya.
Kemudian Eito maju ke depan sedikit dan hendak memukul Lein. Lein menghindari nya dengan mudah dan memukul perut Eito dengan keras.
"Kugh!" Eito melebarkan matanya karena merasakan sakit yang parah di perut nya.
"Kamu!?" Teman-teman Eito di belakang nya berteriak tidak percaya.
"Sialan! Jangan kita kamu akan lolos!" Eito masih saja berteriak.
"Berisik." Lein mengangkat kakinya dan akan menendang Eito.
"Hentikan. Mengapa kamu membuat masalah lagi, anak muda." Tiba-tiba muncul seorang pria berjanggut putih panjang di samping Lein.
"Tetapi aku tidak pernah membuat masalah duluan bukan?" Lein menurunkan kakinya.
Karena Lein melihat wajah yang familiar. Pria berjanggut panjang itu adalah orang yang tiba-tiba muncul saat Lein dan mahasiswa Black Turtle memiliki masalah.
"Yah, kali ini tidak seperti sebelumnya. Aku sudah tahu siapa yang memulai nya." Ucap Pria itu.
"Eito, ayo lari. Orang ini tidak bisa kita sentuh." Teman-teman Eito membantu Eito berdiri dan mereka segera melarikan diri.
"Pak tua, kamu membuat mangsa ku kabur." Ucap Lein melihat mereka lari.
"Hoho, melarikan diri atau tidak kamu akan tetap melawan mereka bukan?" Pria itu menyipitkan matanya.
"Itu tergantung mereka." Lein mengangkat bahu nya.
Lein berbalik dan berjalan menuju wanita yang menggendong perempuan kecil itu.
"Tidak apa-apa, semuanya sudah selesai." Ucap Lein.
"Terimakasih tuan...." Wanita itu hendak membungkukkan badannya.
"Tidak usah, kembali lah." Ucap Lein menghentikan tindakan wanita itu.
"Baik." Wanita itu mengangguk dan pergi.
"Ayo kita pergi juga..." Ucap Lein kepada Jonas dan Octiorb.
"Tunggu anak muda. Apakah kamu mau meminum teh bersama pak tua ini?" Ajak pria tua itu.
"Jika tidak penting maka tidak usah." Jawab Lein.
*Swoosh
Lein mengulurkan tangan nya dan menangkap sesuatu yang datang. Lein melihat bahwa itu adalah pisau lempar yang berukuran kecil.
"Pak tua, aku tahu orang yang menyerang ku ini ada hubungan nya dengan mu." Ucap Lein dengan nada tenang.
"Hah... mengapa semua nya menjadi merepotkan. Pak tua, tunjukan jalan nya." Ucap Lein.
"Tentu." Angguk pria itu.
__ADS_1