Analysis Eye

Analysis Eye
Lentera Penyimpan Jiwa Makhluk Hidup


__ADS_3

Karena mereka datang saat malam hari, sekarang sudah sekitar pukul 2 pagi. Lein dan Jonas membuat api unggun di lokasi awal.


Mereka berdua berbincang-bincang membahas mengenai siapa 'mereka' yang dimaksud oleh Lason sebelum dia mati karena racun.


Meskipun tidak mengetahui siapa 'mereka' yang dimaksud, Lein dan Jonas memikirkan sesuatu yang sama, yaitu Anarchy Order.


Lein juga menambahkan opini nya, bahwa Anarchy Order menyuruh tiga kriminal untuk membunuh orang tidak bersalah yang akan dijadikan ritual.


Karena saat di Kota Els, mereka juga memiliki rencana untuk memanggil Iblis Agung Jareth dengan mengorbankan warga Kota Els.


...----------------...


"Ini..." Kepala Desa Mudbell melebarkan matanya saat melihat tiga kriminal berhasil ditangkap.


"Dua orang yang diikat masih hidup meskipun mereka sedang sekarat. Orang yang sedang berbaring sudah mati karena bunuh diri." Ucap Lein kepada kepala desa.


"Terimakasih tuan-tuan... Aku sebagai Kepala Desa Mudbell mewakili semua warga Desa Mudbell mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya..." Kepala desa menundukkan kepala nya.


"Sama-sama kepala desa. Kami melakukan hal ini juga karena misi yang diberikan oleh Warga Desa Mudbell." Balas Lein dengan tersenyum kecil.


"Tapi...Aku sudah tahu kalau bayaran yang diberikan oleh kami sanga sedikit jika dibandingkan dengan tugas yang kami minta.." Kepala Desa berkata dengan nada rendah.


"Jika boleh jujur, itu memang benar. Tetapi, kami mengambil misi ini bukan karena uang ataupun melakukan hal baik kepala kalian."


"Tetapi karena kami ingin menyelidiki sesuatu asalan mengapa tiga kriminal itu membunuh banyak orang sipil yang tidak bersalah."


"Dan kami juga sedikit curiga karena SID tidak menangani kasus ini. SID adalah organisasi yang menangani kasus terkait orang berkemampuan bukan?"


"Oleh karena itu kami curiga mengapa tiga kriminal itu dibiarkan saja..." Lein menjelaskan alasan mengapa ia mengambil misi itu meskipun tidak semuanya.


"Jika begitu, aku mungkin bisa membantu kalian berdua..." Kepala desa berkata dengan nada serius.


"Membantu kami? Jika itu memang terkait dengan apa yang kami butuhkan, kami akan sangat berterimakasih." Ucap Lein.


"Tidak perlu tuan, justru aku membantu kalian berdua sebagai ucapan terimakasih dan untuk tambahan bayaran yang sedikit...." Kepala desa tersenyum.


"Haha, baiklah..." Lein tertawa kecil.


"Tunggu sebentar tuan. Aku akan mengambil sesuatu di belakang." Kepala desa berdiri dan memasuki dapur rumah.


Tidak membutuhkan waktu lama, kepala desa sudah kembali dengan membawa sebuah benda yang ditutupi oleh kain.


"Apakah itu yang anda maksudkan?" Tanya Lein.

__ADS_1


"Benar." Kepala desa duduk dan menaruh benda itu di atas meja.


Kepala desa membuka kain yang menyelimuti benda tersebut dan terlihatlah wujud dari benda yang terselimuti kain.


"Lentera?" Lein dan Jonas berkata secara bersamaan.


"Benar. Jika dilihat mungkin kalian mengira ini lentera biasa, namun jika kalian merasakan nya dengan mana, ada sesuatu yang aneh."


"Aku mendapatkan lentera ini di sebelah tubuh salah satu warga desa yang mati karena dibunuh oleh tiga kriminal." Ucap kepala desa dengan sedih.


"Analisa." Lein menganalisa lentera di depan nya.


[ analisa berlangsung ]


[ Soul Lantern


rank : A


sebuah lentera ajaib yang bisa menyimpan jiwa-jiwa makhluk hidup di dalam nya dan menggunakan jiwa-jiwa tersebut untuk membuat sihir hitam ]


"..." Lein memberitahu Jonas mengenai lentera di depan lewat transmisi suara.


"...Jadi sudah bisa dipastikan siapa yang melakukan ini ya.." Balas Jonas.


"Tuan, apakah anda mengetahui kegunaan dari lentera ini?" Tanya kepala desa.


"Kami tidak tahu pasti nya. Tetapi kami tahu bahwa lentera ini terkutuk." Lein memutuskan untuk berkata bohong karena tidak ingin kepala desa terlibat.


"Terkutuk? Pantas saja akhir-akhir ini aku bermimpi buruk." Kepala desa sedikit terkejut.


"Kalau begitu kami akan membawa ini, kepala desa." Lein menyimpan lentera jiwa ke dalam inventory nya.


"Baik." Angguk kepala desa.


Setelah berbincang-bincang sebentar, Lein dan Jonas pergi setelah kepala desa memberikan imbalan atas misi nya yaitu 300.000 FEZ.


"Bos, jika kepala desa menemukan lentera jiwa di sebelah tubuh seseorang yang dibunuh oleh tiga kriminal, maka mereka berada di bukit untuk waktu yang lama karena menunggu jiwa-jiwa manusia yang mereka bunuh terkumpul?" Tanya Jonas.


"Sepertinya begitu. Karena mereka tidak mengambil lentera nya, maka ucapan mu memungkinkan." Jawab Lein.


"Juga, alasan mengapa Lason hanya menggunakan sihir lemah seperti itu mungkin karena ia sedang mempersiapkan sesuatu yang besar." Tambah Lein.


"Hm, apakah mungkin untuk menggunakan sihir skala besar untuk membunuh semua warga Desa Mudbell?" Jonas mengungkapkan opini nya.

__ADS_1


"Kemungkinan paling tinggi adalah itu," Angguk Lein.


Mereka berdua membawa tiga kriminal ke kota terdekat dan menyerahkan mereka ke polisi setempat sambil menunjukkan identitas mereka dan bukti misi.


Polisi setempat mengkonfirmasi identitas dan misi yang diambil oleh Lein dan Jonas. Kemudian mereka memasukkan Pavlos dan Zinon ke dalam penjara.


Lalu untuk Lason, polisi menyimpan tubuh nya di ruangan mayat agar nanti bisa di periksa oleh dokter forensik mereka.


Setelah Lein dan Jonas keluar dari kantor polisi, ponsel mereka berdua berdering secara bersamaan.


Lein dan Jonas memeriksa ponsel mereka dan melihat bahwa mereka berdua ada di dalam berita.


Berita nya adalah bahwa mereka berdua sudah menyelesaikan tiga kriminal yang telah membunuh puluhan orang tidak bersalah.


Ini juga merupakan salah satu imbalan dari kepala desa yang Lein minta dan kepala desa menyetujui dengan senang hati.


Ini adalah tujuan Lein yang sebenarnya agar orang-orang menganggap bahwa ia adalah orang baik dan akan melupakan masalah mengenai Isolda.


Orang-orang banyak yang memuji Lein dan Jonas. Lalu mereka juga mempertanyakan kredibilitas SID yang mengabaikan kasus ini.


Mereka berbondong-bondong untuk memasuki forum resmi SID dan melakukan protes besar-besaran di forum mereka.


Namun mereka menjadi tambah marah karena SID hanya menyuruh mereka untuk tidak melakukan aksi protes yang tidak berguna.


Mereka malah membahas mengenai aksi protes dan tidak memberitahu alasan mengapa mereka mengabaikan kasus tiga kriminal tersebut.


"Heh, makan itu." Lein dan Jonas menyeringai saat mengetahui SID sedang kebanjiran suara negatif.


Lein dan Jonas memang membenci SID namun mereka tidak melakukan hal yang tidak berguna seperti menyerang mereka.


Justru Lein 'membalas dendam' dengan memancing simpati masyarakat dan membuat seolah-olah SID adalah organisasi yang lalai..


"Jonas, ayo makan di sana. Aku sudah lapar karena semalaman tidak makan." Ucap Lein sambil menunjuk restoran hot pot.


"Hot pot? Bos, sekarang masih pagi." Jonas terdiam dengan Lein yang memilih restoran hot pot.


"Ehh benar juga. Kalau begitu kita ke sana saja." Lein berjalan menuju restoran sebelahnya yaitu restoran mie.


"Nah kalau ini tidak apa-apa." Jonas juga berjalan mengikuti Lein.


"Tuan! Berikan aku lima porsi mie yang masing-masing berbeda!" Teriak Lein sambil memesan mie yang ia mau.


"Aku dua porsi!" Jonas juga memesan mie.

__ADS_1


"Baiklah! Mohon duduk dulu dan tunggu sebentar!" Balas pemilik restoran yang ternyata adalah orang yang memasak mie nya.


__ADS_2