
Dua hari kemudian, Lein saat ini sedang berada di Gereja Ariel di Kota Dragon Tide untuk meminta beberapa liter air suci.
Lein akan menggunakan air suci tersebut untuk melarutkan nya dengan tulang ular kuno yang diberikan oleh Abelia sebelumnya.
Alasan Lein pergi ke gereja padahal ia bisa menggunakan sihir suci adalah karena ucapan Abelia, air suci yang digunakan harus air suci yang diberkati.
Jadi, bukan air suci dari sihir suci yang digunakan oleh orang-orang, melainkan sebuah air yang didoakan dan diberkati oleh dewa atau dewi.
"Karena membutuhkan air yang diberkati, maka efek dari larutan tulang nya akan luar biasa." Pikir Lein.
"Tuan Lein, silakan masuk. Anda bisa pergi ke area tengah gereja, disana ada sebuah kolam dan priestess lain yang bertugas." Ucap salah satu priestess.
"Baik, terimakasih." Angguk Lein.
Lein berjalan sesuai arahan priestess tadi dan ia melihat ada sebuah pintu yang besar dengan tanda di atas nya yang memberitahu kan bahwa ruangan itu adalah ruangan yang Lein tuju.
Ruang berkat, itu adalah nama dari ruangan yang Lein tuju. Lein kemudian membuka pintu dan berjalan memasuki ruangan.
Disana, Lein melihat ada priestess yang sedang berdoa. Lein berjalan menghampiri nya namun tidak menggangu doa nya.
Lein hanya duduk di kursi yang ada dan menunggu priestess untuk menyelesaikan doa nya.
Setelah beberapa saat, priestess membuka matanya tanda bahwa ia telah selesai berdoa.
"Eh? Maafkan saya tuan." Priestess itu terkejut saat melihat Lein dan meminta maaf.
"Uh, untuk apa kamu meminta maaf? Ah sudahlah, apakah doa mu sudah selesai?' Tanya Lein.
"Ah, sudah tuan." Priestess itu mengangguk.
"Siapa namamu?" Lein bertanya nama priestess itu.
"Nama saya adalah Nana tuan." Priestess itu menyebutkan nama nya yang bernama Nana.
"Nana, nama yang bagus. Aku disini untuk meminta, ah tidak, membeli sebuah air suci yang telah diberkati." Lein mengucapkan niatnya.
"Bisa, berapa banyak yang anda butuhkan tuan?" Nana bertanya berapa banyak air suci yang dibutuhkan Lein.
"uh, sekitar 10 liter?" Lein menjawab dengan ragu-ragu.
Alasan Lein ragu-ragu adalah karena ia takut bahwa itu terlalu banyak, karena air yang diberkati tidak mungkin bisa dibeli dengan jumlah banyak.
"10 liter ya, itu jumlah yang banyak. Saya bisa menyediakan nya, namun bisakah tuan membayar bukan dengan uang?" Ucap Nana.
__ADS_1
"Bukan dengan uang? Bisa, itu tergantung apa yang kamu butuhkan." Angguk Lein.
"Sebenarnya, kami sedang melatih para biarawan dan biarawati muda yang baru saja mendaftar kesini. Jadi apakah tuan memiliki sesuatu untuk membantu hal itu?" Tanya Nana.
"Untuk melatih anak muda ya... Biar aku tanya, kalian melatih mereka untuk apa? Ah maksudku mereka akan ditugaskan ke bagian apa?" Lein bertanya sebelum memutuskan.
"Ah, untuk membantu orang-orang yang memiliki trauma." Jawab Nana.
"Hm, jadi seperti seorang psikolog ya. Baiklah, aku bisa membantu." Lein mengangguk.
"Benarkah? Saya berterimakasih atas nama Gereja Ariel kami tuan." Nana membungkukkan badan nya.
"Tapi aku tidak bisa menyediakan nya sekarang. Kamu siapkanlah air suci nya, aku akan pergi untuk mengambil barang nya." Ucap Lein.
"Baik tuan, tidak akan lama untuk menyiapkan air suci nya." Angguk Nana.
"Bagus, aku akan kembali sekitar satu jam lagi." Lein kemudian pergi.
Lein kembali ke rumah nya di Universitas Dragon Heart dan berjalan ke ruang makan untuk menemui Octiorb.
"Hey Oct, bantu aku." Ucap Lein duduk di seberang nya.
"Bantu apa?" Tanya Octiorb sambil memasukkan kue ke dalam mulut nya.
"Oh begitu, itu mudah." Octiorb mengeluarkan artefak kuali.
"Keluarkan beberapa tumbuhan yang akan aku sebutkan." Ucap Octiorb kemudian ia menyebutkan beberapa tumbuhan.
"Baik." Lein juga mengeluarkan tumbuhan sesuai ucapan Octiorb dari inventory nya.
Octiorb memasukan tumbuhan itu secara bergantian dan sesekali langsung memasukkan semuanya.
Kemudian tidak lama setelah memasukkan tumbuhan, artefak kuali itu mengeluarkan cahaya yang terang dari dalam.
Saat cahaya redup dan menghilang, terlihat lah puluhan pil berwarna hijau emas yang memancarkan aroma tumbuhan yang harum.
"Apa yang kamu buat?" Tanya Lein yang penasaran.
"Pil ini memiliki efek sedikit meningkatkan kecepatan penyerapan mana suci kepada orang yang mengonsumsi nya."
"Bagi yang sudah kuat, pil ini tidak akan berguna. Namun bagi pemula seperti remaja, pil ini sangat berguna untuk pekerjaan mereka itu." Jawab Octiorb.
"Woah, pil ini benar-benar berguna untuk para pemula." Lein kagum dengan hasil Octiorb.
__ADS_1
"Simpanlah, lalu pergilah. Aku masih lapar..." Octiorb menyimpan artefak kuali itu dan kembali memakan camilan.
"Haha, terimakasih Oct." Lein tertawa dan berterima kasih kepada Octiorb.
Lein membeli botol untuk menyimpan pil di toko sistem kemudian ia memasukkan pil-pil yang Octiorb buat ke dalam botol pil.
Setelah itu, Lein berjalan menuju ruang keluarga dan menyalakan televisi lalu ia menonton televisi dengan nyaman.
Karena Lein mengatakan akan datang satu jam lagi, dan sekarang bahkan belum sampai 15 menit.
Akan aneh rasanya jika Lein langsung kembali ke Gereja Ariel, oleh karena itu Lein memutuskan untuk bersantai sejenak.
...----------------...
Satu jam waktu yang sudah disepakati telah usai. Lein saat ini sedang berada di ruangan berkat, bertemu dengan Nana.
Di samping nama saat ini sudah ada tabung plastik yang berisi air, dan di dalam air tersebut terdapat seperti titik-titik berwarna cahaya.
"Sepertinya sudah selesai ya..." Lein berjalan menghampiri Nana.
"Benar, meskipun sedikit sulit karena aku sendiri yang menyiapkan nya." Balas Nana sambil tersenyum kecil.
"Ambil ini." Lein mengeluarkan sebuah kotak kayu dan menyerahkan nya kepada Nana.
Kotak kayu tersebut berisikan beberapa botol pil yang isi nya adalah pil yang dibuat oleh Octiorb tadi untuk pelatihan biarawan dan biarawati.
"Pil? Kalau boleh tahu, apa kegunaan pil ini, tuan?" Tanya Nana.
"Sedikit meningkatkan kecepatan mana suci. Untuk orang seperti mu, pil ini tidak akan berguna. Tetapi jika untuk para pemula, pil ini akan sangat berguna." Jawab Lein menjelaskan efek nya.
"!! - Seperti kata anda tuan, efek pil ini akan sangat berguna untuk para pemula!" Nana melebarkan matanya karena terkejut dengan efek pil itu.
"Apakah pembayaran ini diterima?" Lein tersenyum kecil.
"Tidak perlu ditanya, tentu saja bisa." Nana mengangguk dengan semangat.
"Ada sekitar 100 pil disini, jika satu orang 1 pil, maka kami akan memiliki pemula super." Pikir Nana.
"Ini air yang anda minta tuan." Nana meletakan kotak pil di kursi dan menyerahkan tabung air nya ke Lein.
"Terimakasih." Lein menerima tabung air itu dan berterimakasih.
"Sama-sama tuan!" Balas Nana.
__ADS_1
Setelah berbicara sebentar, Lein kemudian pergi meninggalkan Gereja Ariel dan kembali ke rumah nya di Universitas Dragon Heart.