
Keesokan harinya
Universitas Dragon Heart, Rumah milik Lein.
John datang seperti yang dikatakan nya kemarin dan membawa satu kotak yang berisi racun yang lebih mematikan.
Lein berterima kasih dan menyimpan nya di dalam inventory nya, lalu ia bertanya bantuan apa yang diperlukan John darinya.
"Jadi? apa yang kamu perlukan dari ku?" Lein bertanya kepada John.
"Sebenarnya, saat Anna dibawa ke ruangan medis saat kalah dari Darla, aku bertemu dengan ayahnya." Ucap John.
"Sudah kuduga." Pikir Lein.
"Edvart Courbet?" Tanya Lein.
"Ya." John mengangguk.
"Kami bertemu namun tidak berbicara satu sama lain karena kami mengkhawatirkan kondisi Anna."
"Kemudian keesokan harinya, aku diberitahu oleh Anna kalau ayahnya ingin bertemu dengan ku di taman belakang gedung pembelajaran."
"Aku mengangguk dan memikirkan apa yang Paman Edvart ingin bicarakan dengan ku."
"Saat aku ke taman belakang gedung pembelajaran, aku melihat Paman Edvart bersama dengan seorang wanita yang ternyata adalah istrinya, Reika Vasyel."
"Bibi Reika memakai pakaian yang sangat tebal, saat aku bertanya Paman Edvart memberitahu bahwa Bibi Reika sedang sakit."
"Dan penyakit nya adalah Icy Illness." Ucap John dengan wajah sedih.
"Tunggu, Icy Illness?" Lein menyipitkan matanya.
Icy Illness adalah penyakit langka yang menyebabkan tubuh penderita menjadi sangat dingin sampai-sampai mengeluarkan asap dingin.
Penyebab tubuh dingin itu adalah karena tubuh penderita akan lebih cepat kehilangan panas dibandingkan panas yang dihasilkan. Kondisi ini menyebabkan suhu tubuh menjadi sangat rendah.
Dan biasanya orang yang menderita penyakit ini adalah orang yang memiliki kemampuan bertipe air, es, atau hal yang berhubungan dengan suhu dingin.
Bisa juga jika penderita selalu berada di lingkungan bersuhu dingin dalam waktu yang lama dan menyebabkan Icy Illness.
"Benar, penyakit itu." Wajah John menjadi semakin sedih.
"Mengapa kamu memasang wajah sedih? apakah Edvart menyuruhmu untuk menyembuhkan Reika jika kamu ingin bersama Anna?" Tanya Lein.
"Tidak, Paman Edvart membebaskan ku untuk bersama Anna, hanya saja aku juga ingin membantu Bibi Reika karena dia merupakan ibu Anna." Ucap John ingin membantu.
"Hah..." Lein memegangi kepalanya dan menghembuskan napas.
"Pertama, katakan mengapa Reika bisa terkena penyakit Icy Illness, yang aku tahu ia bukan pengguna kemampuan air atau es." Ucap Lein dengan wajah serius.
"Satu tahun lalu, keluarga Courbet diserang, kamu pasti tahu karena itu masuk berita di mana-mana." Ucap John.
__ADS_1
"Ya" Jawab Lein mengangguk.
"Itu bohong, aku sama sekali tidak tahu karena aku tidak punya televisi dan tidak pernah melihat berita." Ucap Lein didalam hatinya.
"Penyerangan itu gagal karena Paman Edvart langsung menghabisi mereka." John mulai menjelaskan.
"Dan Bibi Reika menemukan sebuah kotak kayu yang lusuh yang disimpan di balik baju salah satu mayat musuh."
"Bibi Reika penasaran, ia mengambil kotak itu dan membukanya."
"Kemudian ia melihat sebuah bunga mawar berwarna biru yang memancarkan udara dingin."
"Mengapa harus mawar lagi? Dulu Enya sekarang Reika." Lein mengeluh di dalam hatinya.
"Kemudian saat Bibi Reika menyentuh nya, bunga mawar itu berubah menjadi partikel kecil dan memasuki tubuh Bibi Reika."
"Sejak saat itulah Bibi Reika mulai mengalami gejala nya, dan setelah diperiksa ternyata itu adalah penyakit Icy Illness." John menyelesaikan penjelasan nya.
"Jadi... kamu ingin meminta bantuan ku untuk menyembuhkan Reika?" Lein bertanya.
"Benar, kamu bisa tahu dan menyembuhkan penyakit ku, jadi kupikir kamu juga bisa melakukan hal yang sama terhadap Bibi Reika." John mengangguk.
"Aku tidak tahu, aku perlu melihat kondisi Reika secara langsung." Lein tidak bisa berjanji apakah ia bisa menyembuhkan Reika atau tidak.
"Tidak apa-apa selama kamu bisa melihat kondisi nya. Kalau aku akan menghubungi Anna sebentar." John menghubungi Anna lewat sistem.
...----------------...
"Aku memang tidak tahu apakah aku bisa menyembuhkan Reika atau tidak, karena Icy Illness memang sebuah penyakit yang langka."
"Tapi setidaknya aku bisa melihat kondisi nya dengan Analysis Eye yang pasti bisa lebih detail dibandingkan dengan dokter atau healer."
"Tapi... Keberuntungan John sungguh bagus ya. Dia jatuh cinta dengan Anna dan Anna juga mencintai nya, dan mereka saat ini sudah berpacaran."
"Dan Edvart juga membebaskan John untuk berpacaran dengan Anna tanpa syarat apapun yang memberatkan John."
"Sedangkan aku? Sejak kematian kakek dan nenek, aku menjadi kesulitan untuk bahagia."
"Banyak orang atau sesuatu yang dapat membuatku tersenyum, namun tidak dengan bahagia.."
"Ah, aku lupa."
"Padahal aku akhir-akhir ini juga bahagia ya..."
"Aku bahagia bisa menemukan teman-teman yang hebat, Presiden Brynn yang mendukung ku saat melawan keluarga Barqi."
"Dan... Liza..."
...----------------...
Dunia nyata.
__ADS_1
"Lein aku sudah berdiskusi dengan Anna." John melihat ke arah Lein yang sedang melamun.
"Ah?" Lein tersadar.
"Apakah dia setuju?" Ucap Lein.
"Ya, dia akan menjemput kita besok, saat pagi hari sebelum sarapan. Ia mengajak kita untuk sarapan bersama di rumah nya." Jawab John.
"Eh... Baiklah." Lein mengangguk.
"Apakah aku boleh membawa teman ku?" Tanya Lein.
"Teman? tentu saja boleh. Satu atau dua?" John bertanya berapa teman yang akan dibawa Lein.
"Satu." Lein menjawab.
Lein berpikir untuk mengajak Jonas dan juga Enya, namun Enya mengabari nya bahwa ia sedang dalam misi untuk melatih api nya.
Jadi hanya Jonas yang memiliki waktu luang, oleh karena itu Lein akan mengajak Jonas untuk pergi bersamanya ke kediaman Courbet.
Jonas tidak pernah mengambil misi karena ia memang bukan seorang mahasiswa di Universitas Dragon Heart ini.
Oleh karena itu Jonas selalu memiliki waktu luang, dan waktu luang nya selalu ia gunakan untuk berlatih dan berlatih.
Karena metode latihan yang Lein terapkan kepada Jonas, membuat Jonas bersemangat sampai semangat nya meluap-luap.
Lein hanya bisa menepuk dahinya saat melihat latihan Jonas, is berpikir bahwa ia membuat Jonas menjadi gila berlatih
"Baiklah." John mengangguk.
Setelah itu Lein dan John berbincang-bincang mengenai banyak hal, mulai dari kekuatan mereka, metode latihan mereka.
Bahkan Lein juga menanyakan bagaimana hubungan John dengan Anna, apakah hubungan mereka selalu baik-baik saja atau ada masalah.
John sedikit malu dan hanya bisa tersenyum canggung, meskipun ia pada akhirnya menjawab karena di paksa oleh Lein untuk menjawab.
...----------------...
Lalu, Siang berganti malam, dan malam berganti pagi.
Hari ini Lein dan Jonas akan mengunjungi kediaman Courbet untuk melihat bagaimana kondisi Reika yang terkena penyakit Icy Illness.
John datang ke rumah Lein dan mereka bertiga menunggu mobil yang akan menjemput dan mengantar kan mereka menuju kediaman Courbet.
Lein juga mengenalkan Jonas kepada John, dan mereka berkenalan dengan baik
"John!" Mobil datang dan Anna keluar dari mobil lalu memeluk John.
Lein dan Jonas hanya bisa menghela napas menahan rasa iri yang timbul di dalam diri mereka.
Kemudian setelah Lein mengenalkan Jonas kepada Anna, mereka memasuki mobil dan berangkat menuju kediaman Courbet.
__ADS_1