
Keesokan harinya.
Lein dan Octiorb saat ini sedang duduk di sofa sambil melihat berita di televisi. Berita menyiarkan mengenai kejadian di kediaman Ogon tadi malam.
Namun mereka memberitahu publik sesuatu yang berbeda. Yaitu, pelaku yang merencanakan kekacauan di kediaman Ogon telah lari entah kemana.
"Hm, yah ini memang cara yang terbaik karena mereka tidak bisa menemukan petunjuk apapun mengenai kejadian tadi malam." Ucap Lein.
"Benar, paling-paling bukti nya hanyalah makanan dan minuman yang mengandung obat penenang dan juga mereka pasti akan mencurigai ruang baca yang kamu bakar." Lanjut Octiorb.
"Baiklah, kalau begitu, haruskah kita pergi ke kantor SID di sini?" Lein beranjak dari sofa.
"Ya, ayo selesaikan masalah ini." Angguk Octiorb
Lein mematikan televisi, mereka kemudian berjalan keluar dari kamar hotel dan turun ke lobi. Setelah itu mereka menggunakan taksi untuk pergi ke kantor SID.
"Terimakasih." Lein membayar biaya taksi.
Mereka berdua sudah sampai di depan gedung SID. Gedung nya memiliki sekitar 7 lantai dan sekarang ada banyak orang di dalam gedung.
"Mereka terlihat familiar, ah, mereka adalah para tamu yang hadir di perjamuan di kediaman Ogon tadi malam ya." Lein ingat siapa mereka.
"Haha, sepertinya mereka sedang bertanya-tanya apa yang terjadi tadi malam dan petugas SID sedang kewalahan saat ini." Octiorb tertawa kecil.
"Haha, lucu juga melihat mereka kewalahan." Lein juga tertawa kecil.
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam gedung, Lein menunjukkan kartu akses nya kepada salah satu petugas dan ia diperbolehkan masuk.
Lein dan Octiorb segera pergi ke lantai paling atas karena disana adalah letak kantor pimpinan SID di Kota Applesy ini.
Saat keluar dari lift, mereka mendengar suara dari ruangan di sebelah kanan. Setelah melihat, ternyata ruangan itu adalah ruangan rapat.
"Ada suara bising dari ruangan rapat, sepertinya mereka sedang mendiskusikan masalah ini." Ucap Lein.
"Sepertinya begitu, ayo kita kesana." Balas Octiorb.
Lein dan Octiorb segera berjalan menuju ruang rapat, disana ada petugas yang menjaga pintu ruangan. Lein menunjukkan kartu akses nya namun petugas itu menggeleng-gelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Hm, karena aku tidak bisa masuk berarti di dalam sana sedang diadakan rapat yang dihadiri oleh para pimpinan ya." Lein menyentuh dagunya.
"Hah, jika kita menunggu disini, aku tidak tahu kapan kita bisa kembali..." Octiorb menghela napas.
"Benar, aku juga tidak mau menunggu lama. Ayo paksa masuk saja." Lein berdiri di depan pintu.
Saat petugas akan bertanya apa yang akan Lein lakukan, tiba-tiba saja Lein mengangkat kakinya dan menendang pintu ruang rapat dengan keras sampai terbuka lebar.
"!? - Siapa yang berani mendobrak pintu ruang rapat!?" Teriak pimpinan yang melihat kalau pintu didobrak.
"Bukan siapa-siapa." Lein dan Octiorb memasuki ruangan dan melihat kalau ada sekitar 10 orang yang ada di dalam ruangan.
"Siapa kamu? Dari divisi mana kamu? Apakah kamu tidak mengetahui kalau saat ini sedang ada rapat rahasia!?" Pimpinan bertanya dengan nada marah.
"Kamu ini banyak bicara..." Lein membalas dengan nada malas.
"Apa!?" Pimpinan menjadi semakin marah.
Lein tidak menghiraukan pimpinan dan yang lain, ia mengangkat tangan nya dan mengarahkan nya ke ruang terbuka di samping kanan nya.
Kemudian Lein mengeluarkan semua kantung mayat yang berisi tubuh semua anggota Anarchy Order yang Lein dan Octiorb bunuh tadi malam.
"Apa ini?" Tanya pimpinan.
"Mayat anggota Anarchy Order yang kami bunuh tadi malam di kediaman Ogon." Jawab Lein.
"Apa!? Kalian terlibat dalam kejadian tadi malam!?" Teriak pimpinan.
"Kami tidak terlibat, kami hanya membunuh semua anggota Anarchy Order." Ucap Lein tidak mau dirinya dan Octiorb dianggap terlibat.
"Bagaimana bisa kalian dua orang warga sipil ikut campur dalam masalah Anarchy Order yang hanya boleh diakses oleh petugas SID dan anggota pemerintahan saja!?"
"Apakah kalian mata-mata yang dikirimkan oleh Anarchy Order untuk menyusup ke kantor SID dan mendapatkan informasi kami!?"
"Juga, kalian ini terlihat lemah, bagaimana mungkin kalian bisa membunuh banyak sekali anggota Anarchy Order yang kuat-kuat itu!?"
Tiba-tiba saja seorang petugas SID yang aneh terlihat muda ikut berbicara dan dia berbicara seakan-akan dia adalah petinggi SID.
__ADS_1
"Tuan Dolvuz kan?" Lein melihat papan nama di dada Dolvuz.
"Ya, ada apa? Apakah kalian akan mengakui nya?" Dolvuz terlihat arogan.
Lein mengepalkan tangan kanan nya dan memukul wajah Dolvuz dengan keras sampai ia terhempas ke belakang dan menabrak dinding.
Lein mendekati Dolvuz yang sedang batuk darah dan mencoba untuk bangkit. Lein menjambak rambut Dolvuz dan menatap nya dengan tajam.
"Apakah kamu ingin mati?" Lein mengeluarkan niat membunuh nya.
"Kamu hanya seorang petugas SID rendahan karena level mu masih berada di level 57. Tetapi kamu bisa ikut di rapat yang katanya rahasia ini."
"Itu artinya kamu dapat sampai ke posisi ini dengan bantuan orang dalam kan? Apakah kamu benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi di sini?" Lein menarik rambut Dolvuz dengan keras.
"Argh!!" Dolvuz berteriak kesakitan.
"Apa yang kamu lakukan!?" Pimpinan berteriak kepada Lein.
"Halo tuan pemimpin, kami disini berniat untuk menjelaskan apa yang terjadi tadi malam. Namun sepertinya kami tidak disambut dengan baik ya..." Octiorb mengeluarkan pisau terbang nya dan mengatakan nya ke arah pimpinan.
"Itu..." Pimpinan mengeluarkan banyak keringat melihat pisau yang sangat tajam di depan nya.
"Orang yang disana adalah mahasiswa dari Universitas Dragon Heart di Kota Dragon Tide. Dia juga memiliki kartu akses yang setara dengan anggota SID kelas bawah."
"Kami berdua bisa membunuh anggota Anarchy Order yang lebih kuat daripada kalian semua yang ada disini, apakah menurut mu kami ini adalah orang yang lemah?"
Octiorb berbicara kepada pimpinan dengan mulut tersenyum namun mata nya terlihat sangat dingin bahkan pimpinan merinding saat ditatap oleh Octiorb.
Setelah pimpinan menyuruh semua orang untuk tenang, Lein melepaskan Dolvuz dan kemudian mereka berdua menjelaskan apa yang terjadi tadi malam di kediaman Ogon.
Lein dan Octiorb tidak menjelaskan di bagian botol kaca penyegel, kemunculan Jareth, dan ruang baca yang dipenuhi buku-buku sihir hitam.
Karena semua itu malah akan menimbulkan masalah yang tidak perlu. Lein dan Octiorb tidak mau kerepotan akan masalah yang akan datang.
Oleh karena itu mereka memutuskan untuk tidak memberitahu petugas SID.
Karena SID juga organisasi yang rumit dimana ada beberapa petinggi SID yang notabene nya bukan orang baik-baik.
__ADS_1
Lalu sekitar satu jam kemudian, Lein dan Octiorb keluar dari gedung SID dan kembali ke hotel.