Analysis Eye

Analysis Eye
Pertempuran di Kota Els : Zombie


__ADS_3

Gelombang monster keempat adalah makhluk humanoid yang tampilannya menjijikan dan tubuh mereka sangat kurus.


Para monster itu adalah...


Zombie!



"Zombie?" Lein bingung.


Karena zombie lebih mudah dibandingkan dengan Cyclops, lalu mengapa gelombang zombie adalah gelombang setelah Cyclops?


Lein bingung dan segera menggunakan Analysis Eye apakah ada yang istimewa dari para zombie di depan.


"Analisa." Lein menganalisa.


[ analisa berlangsung ]


[ Zombie (aneh)


level 20


Zombie biasa yang berbeda dibandingkan dengan zombie lainnya ]


"Level 20!?" Lein melihat level zombie yang lebih rendah dari Cyclops.


"Tunggu, ada kata aneh di samping nama zombie." Lein menyadari ada yang berbeda.


Jonas tidak menyadari ada yang salah, ia langsung maju menghampiri zombie dan memukul kepala mereka.


*Raugh!


Zombie berteriak namun teriakkan nya seperti seorang manusia yang dipukul.


"!!" Lein melihat reaksi zombie yang dipukul Jonas.


"Jonas! Kembali!" Perintah Lein.


Jonas menuruti perintah Lein dan ia kembali mundur ke sisi Lein.


"Apakah ada sesuatu bos?" Tanya jonas.


"..." Lein tidak menjawab, ia sedang mengamati zombie yang dipukul oleh Jonas.


Jonas juga tidak menggangu Lein, ia tahu bahwa saat ini Lein sedang berpikir.


"Mengapa teriakan zombie itu seperti manusia yang merasakan sakit?"


"Mengapa zombie itu tidak langsung menyerang saat melihat Jonas bergegas ke arah nya?"


"Mengapa mata Zombie itu tidak kosong seolah-olah mereka memiliki pikiran dan jiwa."


"Tunggu.... Jiwa?"


"Analisa apakah mereka memiliki jiwa!" Teriak Lein dalam hatinya.


[ analisa berlangsung ]

__ADS_1


[ Memiliki ]


"!!" Lein melebarkan matanya.


"Analisa apakah jiwa mereka adalah jiwa asli yang tidak bisa bebas saat mereka mati!"


[ analisa berlangsung ]


[ Benar ]


"!!" Wajah Lein berubah menjadi suram.


Lein segera terbang ke atas yang bisa dilihat oleh orang-orang dan para pasukan.


"Semuanya! Zombie di depan kita berbeda dibandingkan dengan zombie lainnya!"


"Mereka hanyalah mayat yang dikendalikan seperti boneka!"


"Namun! Jiwa asli mereka masih terkurung dan tidak bisa bebas saat mereka mati!"


"Jadi meskipun tubuh mereka mati, mereka masih bisa berpikir seperti orang normal!"


"Hanya saja tubuh mereka dikendalikan oleh seseorang yang menjadi dalang dibalik penyerangan kota Els!"


"!!" Semua orang termasuk Jonas dan Marcus terkejut dengan ucapan Lein.


Mereka segera melihat mata para zombie, dan benar saja mata mereka memiliki emosi di dalam nya seolah-olah mereka adalah manusia.


"Jenderal! Bagaimana kita harus melawan mereka!?" Seorang prajurit bertanya kepada Marcus.


"Sial, tidak ada yang bisa kita lakukan. Tunggu aba-aba dari Lein, karena dia yang pertama tahu ada yang salah dengan para zombie." Marcus hanya bisa menyerahkan keputusan nya kepada Lein.


"Aku memiliki item sekali pakai yang mengandung kekuatan suci. Biarkan aku menggunakan item ini untuk menyucikan mereka dan membebaskan jiwa mereka."


"Wah!!!" Semua orang berteriak senang karena Lein memiliki solusi untuk mengalahkan zombie.


"Itu bohong, aku hanya akan menggunakan divine power ku saja." Ucap Lein dalam hatinya.


Lein mengatakan ia memiliki item yang mengandung kekuatan suci karena ia tidak ingin orang-orang tahu bahwa ia memiliki divine power.


Meskipun banyak orang yang tidak tahu apa itu Divine Power, tapi pasti akan disiarkan di berita yang mana orang-orang di tempat lain akan tahu.


"Semuanya! Lihatlah mereka yang akan bebas!" Teriak Lein.


"Dragon Language : Purification." Lein menggunakan sihir yang sederhana yaitu Sihir pemurnian namun Lein menggunakan Dragon Language dan Divine Power.


Cahaya keemasan muncul dari tangan Lein. Cahaya itu kemudian menyelimuti seluruh area yang ada Zombie di dalam nya.


Kemudian pada zombie berteriak saat mereka terkena cahaya keemasan itu. Mereka menggaruk-garuk tubuh mereka karena gatal.


Mereka gatal karena ini efek dari Purification dimana energi suci yang bertemu dengan energi kotor atau gelap akan bereaksi.


Jika ringan tubuh hanya akan merasakan gatal. Namun jika energi gelap sangat banyak dan parah, mereka akan merasakan sakit saat bertemu energi suci.


Kemudian pada zombie menghentikan tindakan mereka dan terjatuh. Lalu ada seperti jiwa yang keluar dari tubuh mereka.


Jiwa itu adalah jiwa orang yang telah menjadi zombie yang terkurung dan tidak bisa bebas karena perbuatan Anarchy Order.

__ADS_1


Saat jiwa-jiwa keluar dari tubuh mereka, wajah mereka sangat bahagia bahkan ada yang menangis haru.


Jiwa-jiwa terbang ke satu titik di atas langit. Mereka semua akan pergi ke alam lain yang mungkin surga mungkin juga neraka.


Saat mereka terbang, mereka semua melihat ke arah satu orang, yaitu Lein yang menyelamatkan mereka dari penderitaan abadi.


Jika jiwa-jiwa bisa berbicara, maka mereka akan berteriak dan berterimakasih kepada Lein dengan sungguh-sungguh dan tulus.


Lein juga tersenyum melihat mereka pergi ke alam sana. Lein kemudian jatuh karena terlalu banyak menggunakan divine power.


Jonas yang melihat Lein jatuh segera melompat dan menangkap Lein dan membiarkan Lein berbaring di tanah.


"Kerja bagus bos." Ucap Jonas bangga dengan bos nya.


"Kekeke, itu menghabiskan banyak kekuatan." Ucap Lein lemah.


...----------------...


Alam dewa dan dewi, wilayah malaikat


Kastil Malaikat.


"Kerja bagus Lein...." Dewi Ariel tersenyum tulus melihat Lein yang membebaskan jiwa-jiwa yang terkurung.


...----------------...


"Namun ini belum selesai..." Lein bangkit dan kembali berdiri.


"Bos, sepertinya kali ini bos monster yang akan muncul." Ucap Jonas tiba-tiba.


"Dan mengapa kamu mengatakan hal itu?" Tanya Lein.


"Karena... Dark Mist di depan memudar. Dan aku merasakan aura kematian yang kuat." Jonas menyipitkan matanya melihat dark mist.


"Hm... Benar." Jawab Lein.


Dark mist memang tidak mengeluarkan suara bergemuruh lagi. Dark mist perlahan-lahan memudar dan menghilang.


Lalu muncul sepasang cahaya berwarna biru yang keluar saat dark mist menghilang. Sepasang mata itu bergerak dan ia menunjukkan dirinya.


"Yang benar saja...." Lein melebarkan matanya.


Marcus dan orang-orang juga terkejut dengan sosok yang muncul di depan mereka.


Karena yang muncul di depan mereka adalah monster yang menguasai kematian, dia adalah Lich!


"Dari sekian banyaknya monster mengapa harus lich di saat terakhir..." Jantung Lein berdetak kencang.


Lich adalah monster yang menguasai dan mengendalikan kematian dengan mudahnya.


Lich sungguh lawan yang sangat sulit dihadapi karena lich bisa mengeluarkan sihir penghancur dengan sangat mudah.


Lich juga sangat sulit untuk didekati karena lich memiliki monster yang menjaga nya, dan monster itu adalah vampir.


Vampir yang menjaga lich bukanlah ras vampir, itu adalah vampir yang diciptakan dengan mengorbankan kehidupan dan menciptakan vampir.


Oleh karena itu untuk melawan lich harus dengan sedikit orang namun kuat daripada banyak orang namun kekuatan mereka lemah.

__ADS_1


Jika menggunakan pasukan untuk melawan lich, maka bisa dipastikan pasukan itu akan musnah dalam sekali serang dengan sihir penghancur lich.


__ADS_2