
Lein sudah berjalan-jalan mengelilingi taman dan sudah mengunjungi semua area nya. Kemudian Lein kembali menuju gazebo.
Setelah berbincang-bincang, waktu bebas hampir selesai. Lein kemudian menyuruh Isolda berubah wujud menjadi kalung.
Abelia dan Britta kembali ke mansion duluan dengan cara langsung berpindah tempat dengan kemampuan Abelia yang sepertinya adalah naga ruang.
Lein kembali ke mansion dengan berjalan tanpa menggunakan sihir. Setelah memasuki mansion, Lein tidak kembali ke meja nya melainkan berdiri di sudut.
Karena saat ini banyak meja sudah disingkirkan dan hanya ada beberapa meja dan kursi yang berada di tengah-tengah.
Lein mengambil minuman yang dibawa oleh pelayan dan berdiri diam di sudut ruangan sambil meminum minuman nya.
"Semuanya, sekarang adalah acara yang ditunggu-tunggu oleh kalian semua yaitu adalah penghitungan poin para peserta kompetisi!" Seru Collin diikuti oleh tepuk tangan semua orang.
"Kami akan memanggil setiap universitas sesuai dengan urutan nya. Aku juga akan memanggil bawahan ku yang paling dipercaya untuk mengawasi."
"Juga ada kamera di mana-mana dan kalian bisa melihat nya di layar yang ada di belakang ku ini. Jadi kalian bisa tenang, tidak akan ada kecurangan dalam penghitungan poin."
"Kalau begitu langsung saja, mari kita mulai." Seru Collin.
Collin lalu memanggil para peserta dari universitas masing-masing, urutan pertama adalah universitas yang tidak dikenal oleh Lein.
Tapi dilihat dari hasil analisa para mahasiswa nya, Lein bisa memastikan bahwa mereka itu akan masuk ke peringkat bawah.
Bukan bermaksud mengejek atau merendahkan universitas mereka, tetapi level mereka itu rata-rata dan Lein bisa tahu dari penampilan mereka yang tidak memiliki pengalaman.
Kemudian dilanjutkan urutan kedua, dan seterusnya. Urutan kelima adalah Universitas Black Turtle, Lein penasaran berapa poin yang mereka dapatkan.
Lein tertawa di dalam hatinya saat ia melihat bahwa Daniel dan yang lainnya menyerahkan tas penyimpanan kepada petugas dengan wajah muram.
Daniel hanya menyerahkan satu tas penyimpanan yang sepertinya itu adalah tas penyimpanan milik Effie yang tidak sempat Enya ambil.
Sekedar informasi bahwa tas penyimpanan peserta akan terkunci dan tidak bisa memasukkan atau mengeluarkan barang saat kompetisi selesai.
"Universitas Black Turtle, 2.320 Poin!" Teriak petugas yang bertugas menghitung poin nya.
Orang-orang yang hadir tidak bereaksi terlalu banyak karena mereka tahu tas penyimpanan Black Turtle sudah diambil oleh Lein dan teman nya.
Mereka semua sudah melihat pertarungan mereka entah itu secara langsung atau menonton ulang karena ada yang tidak sempat menonton.
__ADS_1
Bahkan ada beberapa orang yang mendukung Universitas Black Turtle merasa kecewa karena universitas yang mereka dukung hanya mendapatkan poin yang sangat sedikit.
Disisi lain, Presiden Brynn juga gembira di dalam hati nya karena ia melihat Universitas Black Turtle, sang juara di kompetisi sebelumnya mendapatkan poin sedikit.
Poin mereka sudah dicatat dan ditampilkan di layar peringkat. Daniel dan yang lain kembali ke tempat mereka dengan wajah muram.
Daniel juga mencari dimana posisi Lein dan teman-teman nya. Saat Daniel melihat Jonas dan yang lain, ia menatap tajam dengan marah.
Jonas hanya membalas dengan seringai seolah-olah ia sedang mengejek Daniel. Daniel tambah marah karena Jonas membalas seperti itu.
"Fufufu, Jonas, kamu sudah tertular sifat Lein yang senang membuat orang lain kesal." Liza memperhatikan Jonas dan Daniel yang saling tatap.
"Haha, terimakasih." Jonas tertawa puas.
"Kekeke, bahkan mereka tidak bisa mengendalikan emosi mereka, sungguh mengecewakan..." Pikir Lein.
Lalu setelah Universitas Black Turtle selesai, kali ini adalah giliran Universitas Ocean Blue yang dipanggil untuk penghitungan poin.
Enzo dan Eira maju, dengan teman-teman nya yaitu satu pria dan dua wanita. Mereka berlima maju dan menyerahkan tas penyimpanan kepada petugas.
Petugas mengambil tas penyimpanan dan mengeluarkan semua tubuh monster yang mereka dapatkan kemudian dihitung poin nya.
Tubuh monster dari tas penyimpanan mereka sangat banyak terutama dari tas penyimpanan yang diserahkan oleh Enzo dan Eira.
"Tentu saja, siapa dulu yang mengumpulkan nya! Hahaha!" Teriak Enzo dengan bangga.
"Jangan bohong, semua orang tahu ini ada kaitannya dengan Lein yang membantu kita." Ucap Eira dengan fakta yang menusuk hati.
"Ugh..." Enzo memegangi dada kiri nya seolah-olah ia kesakitan.
"Setidaknya bisakah kamu jangan mengucapkan nya secara langsung, hati ku tersakiti..." Ucap Enzo.
"Siapa yang peduli dengan mu..." Balas Eira.
"Hahaha..." Ketiga teman mereka tertawa dengan tindakan Enzo dan Eira.
"Universitas Ocean Blue, 27.970 Poin!" Teriak petugas mengatakan poin yang telah dihitung.
Poin milik Universitas Ocean Blue berada di posisi nomor satu dengan tampilan yang mencolok karena selisih dengan nomor dua lumayan jauh.
__ADS_1
"Woah!" Orang-orang yang hadir bertepuk tangan.
Karena Universitas Ocean Blue memiliki poin tertinggi dari seluruh universitas yang sudah dihitung poin nya oleh petugas.
Mereka juga bertepuk tangan karena mereka tahu Universitas Ocean Blue tidak terlalu kuat, bisa dibilang hanya Enzo dan Eira yang kuat di tim mereka.
Namun bisa mendapatkan poin yang sangat banyak bahkan bisa menduduki peringkat pertama untuk sementara.
Namun didalam hari orang-orang, mereka semua tahu ini ada kaitannya dengan salah satu Mahasiswa Universitas Dragon Heart, Lein Sanzio.
Mereka melihat ke sekeliling mencoba mencari dimana Lein berada, namun mereka tidak menemukan nya karena Lein berada di sudut ruangan.
"Hehe." Enzo mengacungkan kedua jempol nya ke arah Jonas.
"Haha." Jonas juga membalas dengan mengacungkan kedua jempol nya.
"Hubungan kalian baik ya..." Ucap Enya.
"Haha, terimakasih. Karena kami memang mirip." Balas Jonas.
Kemudian setelah beberapa universitas lagi yang dipanggil, giliran Universitas Dragon Heart yang akan dihitung poin nya.
Jonas dan yang lain berjalan dengan percaya diri. Karena mereka yakin universitas mereka pasti akan menempati posisi pertama.
Saat mereka berempat sudah berada di depan dan akan memanggil Lein, tiba-tiba Lein sudah muncul di sebelah mereka.
"Tidak perlu mencari ku." Ucap Lein.
"..." Jonas dan yang lain nya tidak menjawab.
Mereka berlima kemudian menyerahkan tas penyimpanan milik mereka dan juga tas penyimpanan milik orang lain yang mereka ambil.
"Bos, yakin dengan posisi pertama?" Tanya Jonas.
"Tentu saja." Jawab Lein dengan tenang namun percaya diri.
Petugas mengeluarkan semua tubuh monster dari tas penyimpanan yang diserahkan oleh Universitas Dragon Heart.
Dan kali ini tubuh monster yang dikeluarkan dari tas penyimpanan lebih banyak dari yang dikeluarkan oleh Universitas Ocean Blue tadi.
__ADS_1
Bahkan sebelum poin nya dihitung, orang-orang bisa menduga nya bahwa Universitas Dragon Heart akan menempati posisi nomor satu.
"Universitas Dragon Heart....