Analysis Eye

Analysis Eye
Dari Area Buku ke Area Makanan


__ADS_3

Mereka melihat ada banyak sekali buku yang dijual di kios-kios. Mulai dari buku pengetahuan, buku cerita, novel, komik, dan banyak jenis lainnya lagi.


Buku-buku tersebut juga ada yang tebal dan ada juga yang tipis. Namun yang sama dari semua buku adalah, kebanyakan buku yang dijual bukanlah buku baru.


Melainkan buku lama atau buku bekas karena saat ini adalah bazar murah dan banyak orang yang menjual barang yang sudah tidak mereka pakai namun masih layak.


Tentu saja meskipun barang nya adalah barang lama, para penjual tetap merawat nya sampai terlihat hampir sama seperti barang baru.


Tidak mungkin para penjual akan menjual barang lama yang tidak terawat yang malah membuat pembeli enggan untuk melihat apalagi membeli.


"Oh, aku akan pergi ke sana. Aku membutuhkan sebuah buku yang mengenai obat-obatan." Octiorb pergi ke suatu kios.


Karena setelah Octiorb menerima artefak kuali, ia menjadi tertarik dengan obat-obatan dan biasanya ia yang meracik atau menggabungkan nya sendiri di artefak kuali.


"Aku tidak suka buku..." Gumam Liza.


"Banyak-banyaklah membaca, jangan hanya memikirkan makanan saja." Meskipun kecil, Lein bisa mendengar suara Liza.


"Ugh..." Liza membuat ekspresi pahit.


"Haha..." Bianca tertawa kecil dan ia pergi ke suatu kios.


"Apakah kamu ingin membeli buku juga?" Tanya Liza kepada Lein.


"Ya, aku tertarik dengan cerita-cerita klasik entah itu legenda, mitos, atau cerita yang nyata." Angguk Lein.


"Oh, cerita klasik ya. Tadi aku melihat ada kios yang menjual buku-buku dengan sampul tua, apakah kamu ingin pergi ke sana?" Ucap Liza.


"Benarkah? Kalau begitu, ayo kita kesana." Jawab Lein.


"Baik, ayo." Liza berjalan disusul oleh Lein.


Benar apa yang Liza ucapkan, ada sebuah kios yang menjual buku-buku dengan sampul tua dan sampul nya merupakan kulit domba.


Sampul kulit domba jarang ditemui di zaman sekarang, yang berarti buku-buku tersebut berasal dari zaman dulu yang sudah lama.


"Hm..." Lein mengambil salah satu buku dan melihat sampulnya.


"Apakah buku ini bercerita mengenai suatu makanan?" Lein bertanya kepada penjual.


"Coba kulihat... Ah, setengah benar. Buku ini menceritakan seorang pria miskin yang bercita-cita menjadi seorang koki yang bisa memasak segala hidangan."


"Kemudian sang pria bertemu dengan wanita kaya yang sangat menyukai kuliner dan wanita itu menyukai makanan yang dibuat oleh sang pria." Penjual menjelaskan.

__ADS_1


"Oh, jadi buku ini bercerita mengenai percintaan dan kuliner ya..." Lein menganggukkan kepala nya.


Lein kemudian mengambil beberapa buku dan membaca sinopsisnya. Lalu setelah beberapa saat, Lein membeli sekitar 5 buku klasik.


Ada satu buku yang menarik perhatian Lein dimana buku tersebut menceritakan mengenai kehidupan seorang pria di masa peperangan.


Pria tersebut adalah sebuah kambing hitam yang harus keluar dari situasi yang merugikan nya.


Untuk keluar dari situasi tersebut, sang pria banyak belajar. Mulai dari politik, ekonomi, sosial, taktik perang, komando, dan masih banyak lagi.


Lein sangat tertarik karena didalam buku ini dijelaskan secara detail apa saja yang sang pria tersebut pelajari untuk keluar dari situasi merugikan.


Buku itu termasuk buku dengan cerita berat karena berisi ilmu-ilmu yang rumit dan pasti akan ada istilah yang asing yang sulit untuk dipahami.


Namun justru karena itulah Lein membeli buku nya. Lein ingin memahami isi dari buku tersebut hitung-hitung untuk menambah pengetahuan.


Lein dan Liza kemudian berjalan menghampiri Bianca dan Octiorb yang sudah selesai membeli buku yang mereka inginkan.


Lalu mereka berempat segera pergi ke area makanan dimana area tersebut adalah area yang sudah ditunggu-tunggu.


Mereka berempat mencium aroma yang lezat saat memasuki area makanan dan melihat semua makanan dan minuman yang dijual terlihat menggugah selera.


"Oh? Oi bocah, apakah kamu tertarik dengan itu?" Octiorb menunjuk ke suatu kios.


"Hm? Oh, boleh juga. Langsung saja kita beli." Lein segera berjalan menuju kios yang Octiorb tunjuk.


"Mentah ya.." Bianca tidak bereaksi banyak.


"Permisi, beri kami dua gurita yang paling besar." Lein langsung memberi.


"Siap, mohon ditunggu." Jawab penjual.


Penjual mengambil dua gurita yang paling besar dari akuarium. Meskipun paling besar, tetapi ukuran nya hanyalah seukuran kepalan tangan orang dewasa.


Penjual memotong kepala gurita tersebut, kepala gurita dibelah menjadi dua, dibuang bagian yang tidak bisa dimakan.


Lalu penjual memotong-motong tentakel gurita yang masih bergerak-gerak karena gurita memiliki neuron yang sangat banyak di tubuh nya.


Oleh karena itu tidak heran jika meskipun gurita sudah mati, tubuh nya masih bisa bergerak seolah-olah gurita tersebut masih hidup.


Gurita yang sudah dipotong segera dikeringkan menggunakan tisu makanan yang bisa menyerap air dari tubuh gurita.


Lalu penjual menaruh potongan gurita di wadah dan memasukkan wortel dan selada yang sudah dipotong tipis-tipis.

__ADS_1


"Pedas, asin, atau keduanya?" Tanya sang penjual.


"Keduanya." Jawab Lein.


"Siap." Penjual segera memasukan asin dan pedas kedalam wadah.


"Ini, semuanya jadi 600 FEZ." Penjual menyerahkan pesanan Lein.


"Terimakasih." Lein memberikan enam lembar uang kertas pecahan 100 FEZ.


Lein segera menunjukan gurita mentah yang masih bergerak-gerak di dalam wadah.


"Hi..!!" Liza bersembunyi dibelakang Bianca.


"Hahaha, apakah kamu takut?" Lein menunjukan nya kepada Liza.


"Jangan datang!!" Teriak Liza.


Lein tidak menghiraukan nya dan tetap menggoda Liza sementara Liza tetap bersembunyi dibelakang Bianca.


"Bisakah kalian berdua diam? Aku pusing." Ucap Bianca.


Seketika Lein dan Liza berhenti dan Octiorb mencoba untuk menahan tawa nya saat melihat Lein dan Liza diam setelah Bianca berbicara.


Lein, Octiorb, dan Bianca segera mencoba gurita yang masih bergerak-gerak itu, kecuali Liza yang masih bersembunyi.


"Um, ini cukup enak." Ucap Bianca setelah merasakan nya.


"Guritanya kenyal." Ucap Lein.


"Rasa nya agak aneh saat gurita nya masih bergerak-gerak di dalam mulut." Ucap Octiorb.


Mereka memberikan jawaban yang berbeda namun mereka tetap melanjutkan memakan gurita yang berarti gurita tersebut enak.


Sementara itu Liza sudah menutup mata dan telinganya tidak mau mendengar komentar mereka bertiga mengenai gurita yang bergerak-gerak.


Setelah menghabiskan gurita itu dan membuang wadahnya ke tempat sampah, mereka segera berjalan berkeliling area makanan.


Liza mendapatkan kembali keceriaan nya dan membeli banyak makanan mulai dari makanan darat sampai makanan laut.


Liza juga mencoba entah itu makanan yang digoreng, direbus, dikukus, dibakar, dan metode memasak yang lainnya.


Octiorb juga membeli banyak makanan dengan jumlah yang normal tidak sama seperti Liza yang membeli secara berlebihan.

__ADS_1


Untuk Bianca, ia hanya membeli makanan yang berupa daging. Bahkan jika ada sayur di dalam makanan yang ia pesan, Bianca tidak memakan nya.


Dan karena tidak baik untuk membuang makanan, Bianca memberi sayur-sayuran tersebut untuk Lein dan Lein memakan nya dengan senang hati.


__ADS_2