Analysis Eye

Analysis Eye
Melawan Anarchy Order di Tundra Desert


__ADS_3

Lein menggunakan sihir terbang untuk dirinya sendiri dan untuk Liza. Mereka lalu terbang keluar dari benteng dan menuju ke arah anggota Anarchy Order yang sedang berkumpul.


"Liza, mulailah dengan serangan pertama..." Lein mempersilakan Liza untuk menyerang.


"Woah terimakasih Lein! Aku akan menggunakan sihir baru dengan Api Leviarves." Mata Liza berbinar-binar.


"Calamity Fire Rain." Liza mengangkat kedua tangan nya ke atas.


Di udara, muncul banyak titik-titik berwarna merah gelap. Titik-titik itu berubah bentuk menjadi seperti tetesan air saat hujan.


Namun, titik-titik berwarna merah gelap itu bukanlah air, melainkan Api Leviarves yang digunakan oleh Liza dalam serangan ini.


Liza membuat sebuah serangan seperti hujan namun dengan menggunakan Api Leviarves, bukan menggunakan elemen air.


Saat semua titik-titik berwarna merah gelap sudah terbentuk, Liza menurunkan kedua tangan nya ke bawah dan berteriak.


Lalu hujan api jatuh ke bawah tempat berkumpulnya anggota Anarchy Order dan mereka semua tidak menyadari kalau ada sesuatu yang bisa membunuh mereka di atas.


Hujan Api Leviarves jatuh dan menyentuh kulit salah satu anggota Anarchy Order yang membuat kulitnya melepuh kemudian meleleh.


"Arghh!!!" Orang itu berteriak sebelum ia mati karena tetesan lain.


Anggota lain yang mendengar teriakkan itu pertama-tama melihat ke arah orang yang berteriak lalu mereka juga ikut berteriak saat melihat orang itu mati karena kulitnya meleleh.


Mereka tidak tahu bagaimana bisa kulit orang itu meleleh namun mereka merasakan adanya bahaya di sekitar mereka.


Mereka semua segera berlarian berhamburan kesana dan kemari karena takut dan panik. Namun semua itu sudah terlambat, Hujam Api Leviarves sudah mengenai kulit mereka.


Satu per satu anggota Anarchy Order yang terkena Api Leviarves berteriak karena kulit nya yang meleleh dan mati karena itu.


Lein dan Liza melihat ke bawah tempat terjadinya kekacauan bagaikan neraka karena udara gurun yang panas ditambah suhu dari Api Leviarves juga.


"Liza...Serangan baru mu ini sangatlah mengerikan. Aku bahkan tidak perlu berbuat apa-apa..." Lein sangat terkejut dengan serangan baru Liza.


Karena serangan baru Liza ini tidak menghasilkan suara namun bisa membunuh banyak sekali makhluk hidup yang terkena Api Leviarves nya.

__ADS_1


"Fufufu, terimakasih. Aku juga perlu menambah serangan ku karena akan sangat berguna jika ada situasi seperti ini.." Liza membusungkan dada nya dengan bangga.


"Karena yang disini sudah selesai... Maka ayo pergi ke dalam benteng. Kamu bisa lihat di hologram kalau ada banyak orang yang menjaga benteng." Lein melihat hologram.


"Oh benar! Kalau begitu ayo kita kesana! Kali ini kamu yang akan menyerang nya duluan!" Liza terbang ke arah gerbang benteng duluan.


"Baiklah." Lein terbang mengikuti Liza.


Mereka mendarat di depan gerbang benteng yang merupakan gerbang baja yang sangat tebal dan ada sihir penghalang yang melapisi nya.


"Kamu menggunakan serangan yang tidak bersuara, lalu aku akan menggunakan serangan yang berisik! Aku akan menggunakan banyak mana disini..." Lein mengepalkan tangan kanan nya.


"Dragon Language : Gravity Blast." Lein meninju udara ke depan ke arah gerbang benteng.


Hempasan Gravitasi yang memiliki gaya tarik menarik muncul dari tangan Lein dan bergerak ke arah gerbang benteng dengan kecepatan tinggi.


Karena Lein menggunakan mana yang banyak di dalam serangan ini, ukuran hempasan gravitasi nya menjadi sangat besar dan tarikan gravitasi nya lebih kuat.


Gerbang benteng yang terbuat dari baja tebal dengan sihir penghalang menjadi hancur berkeping-keping seolah-olah sifat keras baja tidak ada artinya di depan hempasan gravitasi.


Mereka semua terhempas ke belakang dan berputar-putar di udara karena kuatnya tarikan gravitasi di dalam serangan Lein.


Bahkan ada beberapa orang yang mati saat masih di udara karena bertabrakan dengan puing-puing baja dari gerbang benteng yang hancur.


Namun orang-orang yang tersisa juga bernasib sama. Mereka terhempas menabrak tembok benteng di belakang mereka sampai tembok nya hancur.


Yang lemah langsung mati saat menabrak tembok benteng, dan yang sedikit kuat bisa bertahan dan batuk darah namun pada akhirnya mati juga.


"Serangan mu sangat kejam..." Liza tidak bisa tidak kagum dengan serangan hempasan gravitasi Lein.


"Tentu saja. Aku tidak akan setengah-setengah saat menghadapi musuhku kecuali mereka memang sangat lemah." Lein menyeringai.


"Seperti biasa ya, mereka tidak mengeluarkan barang-barang mereka saat mereka sudah mati..." Liza melihat ke arah sekitar.


"Ya, sungguh disayangkan. Padahal jika mereka membawa barang-barang mereka, kita akan langsung menjadi kaya raya." Lein menghela napas panjang.

__ADS_1


Setelah memeriksa sekitar, mereka lalu melanjutkan menghabisi anggota Anarchy Order yang tersisa di berbagai sudut benteng.


Anggota Anarchy Order sangat mudah untuk dibunuh bukan karena mereka lemah namun karena Lein dan Liza yang terlalu kuat.


Lein bahkan bisa membunuh mereka semua dengan hanya kekuatan fisik nya saja tanpa menggunakan mana sama sekali.


"Sepertinya sudah tidak ada lagi anggota Anarchy Order yang masih hidup disini..." Lein melihat hologram.


"Ya, sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi di benteng ini..." Liza melihat hologram dan mengangguk.


"Lalu bagaimana jika kita pergi ke ruang bawah tanah? Aku sangat penasaran bagaimana bisa tidak ada tanda-tanda kehidupan di ruangan sebesar itu." Lein mengusulkan untuk pergi ke ruang bawah tanah benteng.


"Boleh juga, aku juga sangat penasaran mengapa ruang bawah tanah yang sangat besar itu kosong tanpa ada orang yang berjaga disana." Liza setuju dengan usulan Lein.


"Bagus, ayo kita pergi." Lein melihat ke arah hologram dan mencari jalan menuju ke sana.


Setelah menemukan nya, Lein segera berlari ke sana diikuti oleh Liza. Mereka berdua melalui jalan yang berkelok-kelok di dalam benteng saat akan ke sana.


Setelah beberapa menit, mereka berdua sampai di ruangan dengan pintu baja yang sangat tebal lebih tebal dari baja di gerbang benteng.


Karena sudah tidak sabar, Lein langsung menghancurkan pintu baja nya dan mereka berdua berjalan menuruni tangga yang ada di dalam ruangan.


Dan karena sangat gelap, Lein menciptakan bola cahaya kecil sebagai penerangan agar mereka bisa melihat dengan jelas.


Meskipun Lein bisa melihat dalam gelap dengan Analysis Eye, namun Liza tidak bisa. Jadi lebih baik untuk menciptakan bola cahaya saja.


Mereka menuruni banyak sekali anak tangga sebelum akhirnya mereka sampai. Ujung dari anak tangga di bawah juga merupakan pintu baja.


"Sepertinya keamanan disini sangatlah ketat." Lein langsung menghancurkan pintu baja itu.


Mereka memasuki ruangan yang sangat gelap, Lein menciptakan lebih banyak bola cahaya lalu mengendalikan nya ke seluruh ruangan.


Namun, betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat isi dari ruangan. Liza bahkan tidak bisa menahan nya dan akhirnya ia muntah.


"Sialan..." Ucap Lein dengan wajah muram.

__ADS_1


__ADS_2