
Disisi lain, Enya berlari ke arah lain sesuai instruksi Lein.
Enya memang ingin mencoba kekuatan Api Fiama, ia hanya berlatih di Universitas saja dan belum menggunakan nya untuk pertarungan nyata.
"Lumayan, ada beberapa serangga kuat." Enya melihat sekeliling dan menggunakan kata 'serangga' untuk para anggota Anarchy Order.
"Serangga katamu!?" Semua anggota Anarchy Order tersinggung dengan ucapan Enya.
"Fire Magic : Fire Field." Enya mengubah sekitarnya menjadi lahan api.
Karena Enya menggunakan api milik Fiama roh kelas atas, maka suhu dan daya rusak api nya jauh lebih panas dan kuat dibandingkan api biasa.
Anggota Anarchy Order merasakan suhu yang sangat panas dari api Enya, mereka mengeluarkan sihir dan item pertahanan untuk mengurangi dampak api nya.
"Serang dengan seluruh kekuatan kalian!" Mereka kemudian maju bersama untuk menyerang Enya.
"Terimakasih Lein, jika aku masih aku yang dulu, maka aku akan langsung menghabisi mereka, namun sekarang aku jadi bisa lebih menikmati pertarungan!" Enya menyeringai.
"Fire Magic : Fire Sword." Enya membentuk sebuah pedang api.
"Majulah kalian semua!!" Enya memprovokasi anggota Anarchy Order.
Musuh pertama maju dengan menyerang menggunakan pedang panjang, Enya menangkis dan memegang leher musuh itu lalu membakarnya.
Enya membuang tubuh yang terbakar kemudian ia maju untuk menyerang target selanjutnya.
Enya menebas dengan pedang api nya, meskipun musuh bisa menangkis nya namun ia tidak bisa menahan suhu api yang panas.
"Fire Magic : Fire Bomb." Enya meniru teknik Lein tadi.
Sebuah bola api kecil muncul, Enya melempar bola api itu ke arah musuh dan kemudian meledak! Ledakan yang sangat besar terjadi hanya karena sebuah bola api kecil.
Setelah itu hanya ada beberapa musuh yang tersisa saja yang selamat dari ledakan, sisanya mati karena terbakar.
"Minggir! Biar aku yang menghadapi nya!" Suara seseorang wanita terdengar.
"Itu Houja!" Anggota Anarchy Order yang tersisa berteriak.
Wanita yang bernama Houja ini memakai pakaian yang seperti ksatria, ia memakai armor yang menutup semua bagian tubuh nya.
Houja juga menggunakan satu pedang dua tangan layaknya seorang ksatria yang sebenarnya.
"Ho? Lawan yang kuat muncul..." Enya menyeringai ingin melawan Houja.
__ADS_1
"Katakan mengapa kalian menyerang kami!?" Houja tidak menyerang, melainkan bertanya kepada Enya.
"Hah!?" Enya yang sudah siap melakukan pertarungan menjadi bingung dengan pertanyaan Houja.
"Kalau begitu mengapa kalian suka mengacau?" Enya bertanya mengenai kekacauan yang sering Anarchy Order lakukan.
"Kami tidak mengacau! Yang kami lakukan adalah untuk sebuah perdamaian dunia!" Houja berteriak dan menjawab seakan-akan Anarchy Order melakukan hal yang benar.
"Haha, perdamaian katamu!? Kalian yang menginginkan perdamaian dunia malah membuat dunia kacau... Sungguh lelucon yang bagus." Enya menjadi marah dengan jawaban Houja.
"Fire Magic : Fire Blast." Enya mengeluarkan hempasan api yang mengarah ke Houja.
"Stamina Increase." Houja meningkatkan stamina nya dengan kemampuan nya.
Houja menghindari serangan Enya dengan susah payah, namun anggota Anarchy Order yang lain masih terluka dan tidak bisa menghindari nya.
Mereka semua mati terbakar dan hanya Enya dan Houja yang tersisa di medan pertarungan.
Houja yang melihat rekan rekan nya mati terbakar karena serangan Enya menjadi sangat marah. Kemudian ia berlari menuju Enya dengan kecepatan penuh.
"Kamu terlalu gegabah." Enya mengangkat kedua tangan nya.
"Fire Magic : Fire Blast." Enya mengeluarkan hempasan api sekali lagi.
Houja yang telah dikuasai oleh kemarahan hanya maju ke depan tanpa memikirkan resiko nya.
"Argh!!!!" Houja berteriak sangat keras.
"Sakit bukan? Coba bayangkan bagaimana rasa sakit orang-orang tak bersalah yang sudah kalian serang." Enya menghampiri Houja dan berkata dengan nada suram.
"Jangan mendekat!!" Houja menjadi panik dan berteriak ketakutan.
"Menyerang yang lemah dan takut kepada yang kuat, kurasa itu memang sifat alami manusia." Enya membuat lingkaran api di sekitar Houja.
"Matilah dengan rasa sakit yang mengerikan." Kemudian Enya melihat Houja seperti ia melihat sampah.
"Tunggu! Tolong! Selamatkan aku! Aku tidak mau mati!" Houja berteriak minta tolong kepada Enya.
Enya mengabaikan teriakan Houja, ia dengan tenang melihat Houja menderita di dalam lingkaran api.
Kemudian api yang melingkari Houja perlahan-lahan mendekati nya, Houja lagi-lagi berteriak, kali ini karena ia terkena api.
Dan pada akhirnya Houja mati karena terbakar, ia mati dengan tragis karena ia menderita karena suhu api yang sangat panas sebelum akhirnya ia mati.
__ADS_1
Enya kemudian mengambil semua barang-barang yang keluar dar inventory musuh-musuh yang telah mati.
...----------------...
Disisi Lein.
Jonas terus-menerus menangkis serangan dari Malmar sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Lein.
Namun, Lein tidak menyerang balik ke arah Malmar. Ia tetap berdiri diam sambil dilindungi oleh Jonas.
Jonas tidak berpikir panjang, ia merasa bahwa saat ini Lein sedang menguji nya, oleh karena itu Lein tidak menyerang balik Malmar.
Namun alasan Lein tidak menyerang balik Malmar bukan karena itu, ia merasa ada yang janggal saat ini dan ia sedang mencari tahu.
"Hahaha, apakah penyihir yang dibelakang mu sedang ketakutan!? Ia hanya berdiri diam tanpa menyerang!" Malmar mencoba memprovokasi Jonas.
Namun Jonas tidak terpancing, ia sudah merasakan hal yang lebih menyebalkan dibandingkan dengan provokasi Malmar.
Dan Jonas tidak bodoh, ia tau tujuan Malmar memprovokasi nya. Oleh karena itu ia hanya diam dan tidak menanggapi provokasi Malmar.
"Mengapa orang yang berlevel 50 keluar untuk menyerang kami saat kami baru saja menyerang desa ini?" Pikir Lein.
"Tunggu dulu, apakah sebenarnya Malmar adalah pemimpin dari markas ini?"
"Lalu alasan mengapa ia menyerang kami meskipun kami baru datang adalah karena ia merasa kuat?"
"Sepertinya bukan, lalu mengapa...." Lein sedang mencari alasan yang cocok.
"Apakah karena... ada orang yang lebih kuat di desa ini? dan kemungkinan itu adalah petinggi Anarchy Order?"
"Oleh karena itu Malmar langsung menyerang kami meskipun kami baru datang agar ia mendapatkan perhatian dari sang petinggi?" Lein sadar
Ia merasa seperti kepingan-kepingan puzzle yang sebelumnya berantakan menjadi sebuah puzzle utuh yang tersusun rapi.
"Tapi aku tidak mendeteksi adanya kehadiran yang kuat, Analysis Eye juga tidak menampilkan orang itu. Jadi, orang itu memang sangat kuat atau ia memiliki Artefak." Pikir Lein
"Jonas, simpan stamina mu. Ada musuh yang lebih kuat disini." Lein menepuk bahu Jonas.
"Musuh yang lebih kuat!?" Jonas sedikit terkejut.
"Baiklah, bos." Namun Jonas juga percaya kepada Lein.
"Dragon Dance : Gravity Rotation." Lein mengeluarkan sebuah serangan yang unik kepada Malmar.
__ADS_1
Lingkungan di sekitar Malmar bergerak, dan tubuh Malmar juga terseret oleh pergerakan itu. Malmar panik dan mencoba untuk melepaskan diri, namun ia tidak bisa.
Pergerakan itu adalah sebuah perputaran Gravitasi yang menyebabkan lingkungan yang ditunjuk oleh pengguna menjadi bergerak dan berputar.