
"Tuan Ger." Lein memanggil Ger.
"Ada apa?" Ger mendongak.
"Mari saling membantu." Lein tersenyum.
"Membantu? Kalian hanya bertugas, apa yang bisa kalian lakukan untuk membantu kami melawan Anarchy Order?" Ger mengerutkan keningnya.
"Dengan pasukan nya, Negara Tundra bisa melawan Anarchy Order. Namun karena negara, jadi kalian juga harus memikirkan rakyat kalian."
"Apa yang akan terjadi jika Negara Tundra menyerang namun mengalami kerugian? Pada akhirnya kalian tetap harus memikirkan rakyat."
"Jadi, bisa dikatakan kalau posisi kalian saat ini sedang dirugikan. Saat ini kalian lemah karena kalian harus melindungi rakyat."
"Kamu pasti tahu, yang lemah tidak memiliki hak atau pilihan, nasib mereka adalah dihancurkan oleh yang kuat." Ucap Lein.
"Aku suka saat dia mengatakan kebenaran nya..." Octiorb tertawa kecil dan disebelah nya, Liza juga tersenyum.
"Aku dan Liza akan memasuki area markas mereka, kalian bantu kami dengan membunuh semua monster yang akan keluar dari markas."
"Aku memiliki firasat kalau di dalam markas ada banyak sekali monster karena mereka sedang melakukan eksperimen dengan monster."
"Aku juga tidak menemukan satu monster pun di sepanjang perjalanan menuju negara ini tadi." Ucap Lein dengan nada serius.
"Hanya kalian berdua? Bukankah kalian ini bertiga?" Tanya Ger.
"Aku memang bisa bertarung, namun aku lebih ahli di bidang obat-obatan. Jadi aku akan membantu kalian di bidang medis." Jawab Octiorb.
"Octiorb benar, bagaimana?" Ucap Lein.
"Baiklah, aku setuju. Karena apa yang dikatakan kamu benar adanya bahwa kami berada di posisi yang dirugikan." Ger setuju.
"Tunggu!! Aku akan ikut masuk ke dalam markas juga!" Tiba-tiba Rye berteriak.
"Tidak Rye, itu terlalu berbahaya." Ger tidak mengizinkan nya.
"Rye, kamu memang kuat. Namun kemampuan mu akan lebih berguna jika kamu menggunakan nya seperti melawan Cavern Worm tadi." Ucap Lein.
"...Itu.. Baiklah, namun tolong bebaskan orang tua ku!" Rye membungkukkan badan nya.
"Jangan khawatir, kami selalu memprioritaskan sandera terlebih dahulu sebelum memulai penyerangan." Lein berdiri dan menepuk bahu Rye.
Setelah itu mereka semua membuat sebuah rencana untuk memasuki markas. Rencana nya sangatlah sederhana yaitu dengan menggunakan sihir tidak terlihat milik Lein.
__ADS_1
Dan karena yang akan memasuki markas Anarchy Order hanyalah dua orang saja, itu akan lebih mudah untuk menyelinap.
Bahkan jika ketahuan, mereka akan langsung berpindah tempat dengan sihir apalagi Lein juga memiliki teknik gerakan kaki yang cepat.
Lein juga menyuruh Liza lewat transmisi suara untuk jangan menggunakan teknik rune nya karena itu akan digunakan sebagai kartu as jika sewaktu-waktu Negara Tundra memiliki niat buruk.
...----------------...
Mereka semua saat ini sedang berada di kediaman milik Ger dan keluarga nya. Kediaman nya terletak di kawasan mewah di dekat gedung yang paling tinggi itu.
Bangunan kediaman Ger memiliki desain yang sangat modern dan didalam nya terdapat program kecerdasan buatan.
Lalu saat ini, Lein, Liza, dan Octiorb sedang berada di dalam kamar yang sudah disediakan oleh Ger untuk mereka bisa beristirahat.
"Apakah kamu yakin dengan rencana ini bocah?" Octiorb berjalan ke arah kulkas kecil di bawah meja televisi dan mengambil minuman dingin.
Di dalam kamar tamu juga memiliki furniture yang lengkap seperti kamar utama. Ada televisi, komputer, kamar mandi, ruang pakaian, dan fasilitas lainnya.
"Ya, ini merupakan rencana yang terbaik. Sebenarnya juga karena aku masih belum sepenuhnya percaya dengan Negara Tundra." Ucap Lein memberitahu alasan nya.
"Masuk akal, meskipun kita memiliki musuh yang sama yaitu Anarchy Order, kita tidak bisa lengah." Liza setuju dengan ucapan Lein.
"Baiklah, aku juga tidak memiliki pendapat." Octiorb juga setuju seperti Liza.
"Lalu ngomong-ngomong, bagaimana kalian sampai disini?" Lein penasaran.
Ternyata, Liza dan Octiorb tiba di Dungeon Kelas Dewa Tundra Desert ini di atas pasir sama seperti Lein namun di dekat tembok negara.
Mereka berdua bisa tahu kalau ini merupakan Dungeon Kelas Dewa adalah karena Octiorb yang tahu karena ia memiliki pengetahuan yang banyak.
Liza juga mempercayai Octiorb karena Benua Manusia tidak memiliki gurun pasir. Apalagi saat ada Ras Gias yang merupakan ras yang tidak ada di dunia mereka.
Pada awalnya, prajurit Negara Tundra waspada dengan kemunculan Liza dan Octiorb. Namun semuanya berujung baik-baik saja saat Octiorb menunjukan video yang sama seperti Lein tunjukkan kepada Rye.
Prajurit yang mengetahui kebenaran nya segera membawa Liza dan Octiorb ke gedung yang paling tinggi yang ternyata merupakan gedung pemerintahan.
Disama, Liza dan Octiorb bertemu dengan Ger yang saat ini sedang mengambil alih pemerintahan karena anak nya, yang merupakan presiden sedang diculik.
"Jadi begitu ya..." Lein menganggukkan kepala nya paham dengan cerita Liza.
"Lalu bagaimana dengan mu, Lein?" Liza juga penasaran begitu pula dengan Octiorb.
"Aku? Baiklah, akan aku ceritakan..." Lein juga menceritakan bagaimana ia tiba di Dungeon Tundra Desert.
__ADS_1
"Hm, Cavern Worm yang hidup berkelompok memang aneh." Octiorb menyentuh dagunya.
"Benar." Liza mengangguk.
"Tapi, entah hanya aku yang berpikir seperti ini atau kalian juga. Bukankah Dungeon Tundra Desert ini memiliki peradaban yang terlalu tinggi?"
"Maksudku Dungeon Kelas Dewa memang memiliki ras cerdas namun paling-paling mereka hanya membentuk sebuah kota seperti di zaman medieval." Ucap Lein.
"Wah sama! aku juga berpikir seperti itu." Liza terkejut kalau Lein juga berpikir hal yang sama.
"Sama seperti ku, aku juga memikirkan hal itu." Octiorb juga mengangguk.
"Karena tidak ada data lebih, jadi kita hanya bis menyimpulkan kalau ini adalah Dungeon Kelas Dewa yang lebih tinggi." Lein menghela napas panjang.
"Yah, tidak ada gunanya memikirkan hal itu sekarang..." Liza juga menghela napas.
Setelah berbincang-bincang sebentar, Liza beranjak dari sofa dan berjalan keluar dari kamar menuju kamar tamu di sebelah yang sudah disediakan.
Kemudian Liza mandi dan berganti pakaian, setelah itu Liza segera tidur karena hari ini adalah hari yang tidak terduga karena tiba-tiba saja mereka berpindah ke Dungeon Kelas Dewa saat sedang bersantai.
Disisi lain, Lein juga mandi dan berganti pakaian kemudian ia tidur. Sedangkan Octiorb, dia langsung tidur tanpa mandi karena dia juga tidak memerlukan mandi.
Octiorb tidak mengeluarkan keringat atau bau badan seperti makhluk hidup lain nya, dan jika tubuh nya kotor, ia bisa membersihkan nya dengan mana.
Oleh karena itu Octiorb biasanya mandi hanya saat pagi hari karena ia juga menyukai mandi yang membuat tubuh nya segar.
...----------------...
Di markas Anarchy Order di Dungeon Tundra Desert.
"Frederic, maafkan aku." Seorang pria menelepon Frederic.
"Hm? Ada apa? Mengapa kamu tiba-tiba meminta maaf?" Ditelepon, suara Frederic terdengar.
"Aku berhasil memindahkan Lein dan teman-teman nya, namun karena ini adalah percobaan pertama, mereka berpindah entah dimana." Ucap pria itu.
"Ah, meskipun memang sedikit disayangkan, namun tidak apa-apa, itu bukan masalah besar. Selama mereka sudah berada di dungeon ini, mereka hanya memiliki kesempatan kecil untuk selamat." Ucap Frederic dengan nada senang.
"Baiklah..." Pria itu menghela napas lega karena tidak dimarahi.
"Kesampingkan soal Lein dan yang lain, bagaimana dengan eksperimen nya?" Tanya Frederic.
"Jangan Khawatir, ini hampir selesai. Kamu tidak akan kecewa dengan hasil nya!" Pria itu berkata dengan bersemangat.
__ADS_1
"Haha, bagus! Lalu jika tidak ada yang lain, aku tutup telepon nya." Frederic menutup telepon.
Sepertinya mereka menggunakan alat komunikasi yang berupa ponsel khusus karena tadi Lein tidak bisa menggunakan ponsel nya untuk berkomunikasi sedangkan mereka bisa.