Analysis Eye

Analysis Eye
Lein vs Barqi (2)


__ADS_3

Lein masuk melalui gerbang bagian selatan.


Lein melihat ada dua penjaga yang sedang menjaga pintu gerbang. Lein menganalisa nya untuk berjaga-jaga, dan benar saja, mereka lemah.


Lein mengeluarkan kedua katana nya dan berlari dengan sangat cepat menghampiri kedua penjaga.


Lein menusuk leher salah satu penjaga, penjaga yang kan terkejut dengan situasi yang terjadi didepan nya dan menjadi linglung.


Lein memanfaatkan kesempatan ini untuk menusuk jantung penjaga itu. Penjaga itu mati sebelum sempat mengatakan apa-apa.


Lein memasuki gerbang dengan mulus tanpa suara. Lein lalu berjalan mengikuti rute yang ditampilkan di peta hologram 3D.


Lein sampai di halaman belakang yang mana itu adalah sebuah kebun. Lein melihat ada 2 warrior yang sedang berpatroli dan 2 magician berdiam diri di sekitar kebun.


Lein pertama-tama bergerak menuju kedua magician. Karena magician adalah lawan yang merepotkan dalam rencana yang 'diam-diam' ini.


Lein tidak menggunakan katana nya, Lein menggunakan pisau untuk membunuh magician. Lein menyembunyikan keberadaan nya dan bergerak ke arah belakang magician.


Lein menutup mulut salah satu magician dengan tangan kiri dan menyayat leher nya dengan pisau yang dipegang di tangan kanannya.


Magician itu mati dan terjatuh. Magician lain mendengar suara itu dan menoleh, namun yang ia lihat adalah sebuah mulut yang penuh dengan gigi tajam.


Itu adalah Isolda, ia menggigit kepala magician itu lalu membuang nya. Isolda yang pertama kali melakukan hal itu merasa sedikit takut dan jijik.


Namun karena ia juga berpikir ini adalah balas dendam, maka ia menahan rasa takut dan jijik agar bisa membalas dendam dengan sukses.


*Kring!! (suara alarm)


Suara alarm bergema di seluruh kediaman. Setelah alarm berbunyi, banyak sekali langkah kaki yang datang ke arah lokasi Lein dan Isolda.


"Ini... gawat." Lein berpikir seperti itu.


Lein melihat kesana kemari dan ia melihat warrior yang sedang berpatroli tadi sedang menekan sebuah tombol.


"Sial, sepertinya warrior itu melihat aku dan Isolda membunuh magician." Lein mengumpat.


Seketika, Lein dan Isolda terkepung oleh 100 orang Lein. Ya, benar. Semua orang yang ada di kediaman keluarga Barqi ada disini mengepung Lein dan Isolda.


"Isolda, sepertinya kita tidak perlu menahan diri." Lein mengeluarkan kedua katana nya.


"Ci~" Isolda mengangguk setuju.


"Sial! apakah itu naga!" Seorang prajurit berteriak.

__ADS_1


Mereka juga menyadari bahwa Isolda adalah seekor naga. Namun mereka tidak percaya bahwa seorang manusia bisa bertarung bersama naga.


Oleh karena itu mereka berpikir Isolda adalah makhluk yang dijinakkan dan digunakan oleh Lein sebagai petarung.


"Tidak mungkin itu naga sungguhan! Itu hanya makhluk Tamer!" Seorang prajurit lain berteriak.


Mereka semua setuju dengan ucapan prajurit itu. Para warrior lalu memegang senjata mereka dan bergegas maju menuju Lein.


Para magician juga menyiapkan mantra mereka namun tidak bergerak karena mereka sedang mempersiapkan serangan jarak jauh.


"Isolda! Tangani para magician!" Lein memberi perintah.


"Ci!" Isolda lalu terbang melewati para warrior dan menyerang magician.


Lein menyuruh Isolda untuk menyerang magician karena selama tidak terkena sihir maka itu akan baik-baik saja. Dan naga juga kunya ketahanan elemen yang kuat.


Lein lalu fokus ke depan nya. Lein melemparkan racun ke arah musuh. Musuh yang terkena segera merasakan sakit dan mereka berhenti berlari secara tiba-tiba.


Para musuh yang dibelakang nya menabrak mereka karena berhenti secara tiba-tiba dan formasi mereka menjadi kacau.


Lein kemudian melempar beberapa botol racun lagi ke tubuh mereka. Mereka yang jatuh karena tabrakan tidak bis menghindari racun itu dan terkena.


Kemudian Lein bergerak ke arah prajurit yang tidak terkena racun. Lein melompat dan menggunakan teknik tebasan air.


Musuh-musuh berusaha sekuat mungkin untuk menahan serangan Lein. Tebasan gelombang tsunami sangat lah kuat, ditambah Lein menggunakan mana nya kali ini.


Lein turun lalu ia menggunakan teknik tebasan air lagi.


"Gaya kedua : tebasan gelombang laut." Lein menebas secara vertikal menggunakan teknik tebasan air.


Musuh-musuh ada yang bisa menangkis serangan Lein, ada juga yang tidak bisa entah karena kurang persiapan atau memang mereka lemah.


Sekarang tersisa sekitar 50 warrior lagi yang masih bisa bertarung. Itu artinya Lein harus menghadapi 50 warrior secara langsung.


...----------------...


Sementara itu di pihak Isolda.


Isolda menggunakan sayap nya sebagai perisai untuk menahan serangan sihir yang dilemparkan oleh para magician.


Isolda hanya menerima sedikit kerusakan karena seperti yang dibilang tadi, ketahanan seekor naga sangat kuat.


Setelah menangkis serangan sihir, Isolda bergerak maju lalu membunuh magician dengan cakar nya. Tidak hanya itu, ia juga menyerang dengan gigi tajam nya dan juga ekor nya.

__ADS_1


Isolda cepat membiasakan diri dalam pertarungan, karena sejatinya Isolda merupakan naga yang notabene nya adalah makhluk puncak rantai makanan.


Jika tidak bisa membunuh, maka Isolda akan melukai magician secara fatal agar tidak bisa mengeluarkan sihir nya.


Dan magician juga merupakan seseorang yang bertahan nya sangat lemah. Asalkan tidak terkena sihir nya, maka untuk membunuh nya akan menjadi sangat mudah.


...----------------...


Setelah beberapa saat, Lein dan Isolda berhasil membunuh semua orang yang ada di tempat.


Tempat yang sebelumnya adalah sebuah kebun, sekarang menjadi lautan darah dan gunung mayat. Suasana di tempat itu sangat mencekam karena warna merah darah.


"hah...hah...." Lein terengah-engah


Isolda tidak terlalu lelah karena dia memang seekor naga yang pasti memiliki banyak stamina.


"Sebelum bala bantuan datang, aku harus mengambil barang berharga di sini." Lein bangkit dan memasuki Kediaman keluarga Barqi.


Lein mengambil apa yang menurut nya bisa diuangkan. Entah itu vas, lukisan, ornamen, apapun itu Lein ambil dan simpan di inventory.


Setelah itu Lein tidak menemukan dokumen rahasia di dalam kediaman. Lein berpikir semua dokumen ada di Patriark Nolan.


Lein tidak peduli, ia lalu pergi ke dasar bawah tanah. Bawah tanah hanya digunakan untuk gudang makanan dan senjata.


Lein juga mengambil semuanya tanpa pandang bulu. Setelah itu Lein menyebarkan mana nya ke udara seperti saat melawan Fon Bee.


Lalu Lein pergi menaiki tangga untuk mencapai lantai satu dengan memegang sebuah benang, yang mana itu adalah benang mana.


Lein lalu sampai di lantai satu. Lein juga menyebarkan mana ke udara disini. Setelah melakukan hal itu, ia mendengar suara kegaduhan di luar.


Lein pergi keluar untuk memeriksa dan yang ia lihat adalah sebuah pasukan manusia.


Lein mengenali mereka, mereka adalah pasukan keluarga Barqi dan organisasi assassin yang pernah mencoba membunuh Lein.


"Jadi kamu yang bernama Lein." Yang memimpin pasukan adalah Mathis.


"Ya, dan siapa kamu pak tua?" Lein bertanya dengan santai


"Tidak perlu basa-basi anak muda. Semuanya!" Mathis berteriak.


"Ya!" Para pasukan juga berteriak


"Serang orang itu dan bunuh dia! Orang yang berhasil membunuhnya akan mendapatkan imbalan yang sangat banyak dari patriark." Mathis memberikan perintah.

__ADS_1


"Serang!!". Para pasukan mengeluarkan pedang nya dan bergerak menuju Lein.


__ADS_2